Showing posts with label Me..... Show all posts
Showing posts with label Me..... Show all posts

Sunday, October 7, 2012

Booth Camp Training 2012

Kika: Mimin, Ael, Iik, Filean, Ivan, Apang, Feliex, Anggoro, Antha, Fabio, Artho, Adrianus, Masran, Owe,
Helen, Wina, Dania, Mbak Rima (Instructor), Amel, Jenny, Me

Boring denger kata "training" lantaran itu closely related ke materi training yang seabrek and kebingungan yang timbul saat pulang lantaran ga semua materi dapat dicerna? Maybe, you'll change your mind after taking this..hehehe, berasa marketing euy..

Yups, Booth Camp training merupakan training buat 2nd year senior level di KAP 2 hurup. Serunya, pas training ga ada tuh namanya technical and methodology atau apapun yang bau ga sedap. Training dikemas dalam suasana yang "fun" namun tetep ngebangun teamwork, solidaritas dan yang ga kalah penting, gimana sey kita lebih mengenali diri sendiri. 

Ga nyangka loh, ternyata ada juga orang yang susah banget memberikan pujian untuk orang lain. Even untuk hal yang paling sepele!!!! Tapi ya itu, disini serunya, bagaimana kita di encourage untuk melakukan hal-hal yang mungkin kita ga pernah lakukan. 

Meski kebanyakan malah pada ketiduran, cuman "relaksasi", aktifitas dimana kita diharapkan memejamkan mata dan membiarkan pikiran dan alam bawah sadar menjadi rileks untuk beberapa saat menjadi hal favorit peserta. Kapan lagi coba, training disuruh leyeh-leyeh sambil merem..heheheh

Games-games seru, simple tapi berarti banget juga makin bikin ini training makin meriah. Ada tebak lagu juga, hahahah..berasa main SongPop!!! So, i'm definitely join this training again someday (if possible and allowed ^^)


Wednesday, July 18, 2012

Portrait of personal strength

I just having such a fun activities during my first day joining Assurance training (office matter) yesterday. This activity purposely to identify character of the participants with the following scheme:

a) 1st, we have provided with some booklet comprises of 47 types of personal character creatures in form of perforated square stickers.
b) 2nd, we have to sort each character into the piles of strength (chart) that known as "Potraits of Personal Strength"  in which each row labelled by number 1 to 9. The highest number (9) located at the bottom of the scoring chart, supposed to be character that most likely represents yourself.
c) once all 47 characters stick-into the booklet, consider your totals by fill in row number for each character into the small table located in the bottom-left of the chart. This table divided into 4 categories such as Blue, Red, Green and Hub. Each color represents our main character.

And mine, unpredictably the result show me that i'm in "Blue" and "Hub". It means my character more or less in between of those colours. But, in my opinion, "Hub" was described me better. What it's mean of Hub Type":

Hub Type:

Strength
  • Flexible
  • Open to change
  • Socializer
  • Experimenter
  • Adaptable
  • Tolerant
  • Look for options
But, unlikely if overdone, i will become:
  • Wishy Washy
  • inconsistent
  • Unable to stand alone
  • Aimless
  • Spineless
  • Uncaring
  • Without any Focus
What character that was so...Me??? Wishy washy, inconsistent, Aimless and without any focus.
For example; up to now 1) I have no idea what an occupation that suit me? 2) I have no idea what my life supposed to be for the upcoming next 5 years 3) I even can't understand what i really want? 

Fufufufu, you should try this portrait someday.

Potrait of personal strength was introduced by SDI Personal Strength.

Thursday, July 12, 2012

From Cibodas to America ^^

Sebenernya saya tak ada maksud mo cerita soal bapak kemerdekaan Amerika Serikat hari ini. Toh, saya bukan sejarawan dan bukan pula sedang dalam rangka menulis sesuatu yang berbau ke-Amerika-an. Semuanya bener-bener "unexpected"

Ceritanya lumayan panjang dan tidak sedikit menyimpang dari apa yang seharusnya. Tapi yaitu-lah gunanya saya menulis disini, mencoba meninggalkan sesuatu dari setiap detik yang telah saya lewati. Berharap kelak ketika saya membukanya kembali, kejadian demi kejadian itu tetap hidup dan menjadi dongeng nyata yang turut andil mengantarkan saya ke masa depan.

Bermula dari cita-cita mulia saya dan Abang (baca: Harris Agustian) tahun lalu, saat kami akhirnya punya waktu untuk melakukan one day light tracking di Situ Gunung, Sukabumi. Kegembiraan kala itu membuat kami sepakat untuk menemukan tempat lain yang dapat menjadi ajang olah raga dan olah pikiran (baca : refreshing) yang tidak perlu makan waktu, dalam arti tak perlu menginap aka cukup pulang balik di hari yang sama. Kami sepakat, kebahagiaan dan kegembiraan macam itu sangat mudah didapat. Hanya butuh niat. Sedangkan kesempatan akan muncul melalui tekad yang bulat ^^

Dan seminggu yang lalu, saya mencoba sounding ide tracking ke Cibodas ke Abang yang disambut dengan anggukan, yeay!!!! cuman masalahnya timing-nya menjadi ga jelas lantaran musim kuliah sudah mulai. Sempet menciut lantaran ga bakalan bisa pergi sampe masa kuliah berakhir. Tapi alhamdulillah, karena masih dalam masa2 low season kami memutuskan untuk tetap pergi di hari minggu. Meeting point kali ini, terminal Kampung Rambutan (Jadi Deja Vu masa hunting bus ke Pangandaran).

Pukul 07.02 kami bertemu di terminal Kampung Rambutan, tepatnya di depan sekumpulan papan nama kota tujuan bus setelah melewati peron terminal. Berdasarkan nanya temen plus coba searching via Mbah Google, ada dua rute yang dapat ditempuh dari Kampung Rambutan menuju Cibodas. Pertama, direct bus tujuan Cianjur yang langsung mengantarkan penumpang dari Kampung Rambutan ke Cibodas. Yang kedua, Bus dari Kampung Rambutan tujuan Ciawi. Nah setibanya di perempatan Ciawi, untuk menuju Cibodas penumpang masih harus "oper" ke minivan (colt) warna putih. Dan kami memilih option pertama.

Bus Dua Ibu tujuan Cianjur yang kami tumpangi lumayan nyaman untuk kategori bus Ekonomi. Di Indonesia, bus umum memang di dapuk dengan kursi berukuran mini yang di setting dengan formasi dua-tiga. Saya mencoba tidak mengeluh soal ukuran kursi, apalagi membandingkan dengan bus-bus yang saya tumpangi sebulan lalu saat jalan-jalan di Jepang. Yang harus dipersalahkan disini tentunya ukuran tubuh saya yang dari hari kehari entah kenapa karena dosa mulut (baca: makan mlulu) makin tumbuh kesamping hahahahah...

Mulanya biasa saja, dan menjadi tidak biasa manakala kami mendapati bus kami diam tak bergerak di perempatan Ciawi hingga pukul 10.00. Abang yang biasanya sabar, kali ini mulai mengutak atik BB, Twiter sampe hampir membanting gadget-nya hanya lantaran sinyal 3G-nya ikut-ikutan kejebak macet (becande). Setelah menimang-nimang beberapa hal kami membuat kesepakatan; kalau sampe jam setengah 11 bus tidak menunjukkan progress yang significant, kami sepakat untuk membatalkan trip kali ini dan kembali ke Jakarta.  And seriously, we did it!!!

Semalem sebelum keberangkatan, Abang memang sempat menawarkan; gimana kalo hari ini kami ngendon di Mall saja. Tapi...karena aku yang keras kepala dan memang sudah pengin banget ke Cibodas ga mau ngalah. Feeling guilty then...

Back to Jakarta, back to Abang plan. Karena laper plus masih penasaran ama Bakso Gobyos deket kos-anku, kami sepakat untuk makan dulu baru lanjut nge-mall (loh?). Ga tanggung-tanggung, kami berhasil menculik penguasa Kampung Rambutan (baca; Iqoy) untuk turut serta nge-Gobyos ria. Puas isi perut, bergossip dan menyelesaikan beberapa urusan, Iqoy memutuskan undur diri pulang sementara saya dan Abang menuju America, hahahahh (baca: Grand Indonesia).

Nge-mall today focus pada planning mo nonton pilem. Karena most of pilem yang sedang diputar sudah saya tonton, pilihan jatuh pada Abraham Lincoln. Mulanya saya agak males klo pilemnya perang2an. Tapi setelah nonton, saya berasa di suguhi perpaduan karya Dan Brown yang ciamik dengan mixing antara fiksi dengan fakta plus setting cerita yang bener-bener disulap apik oleh sang Sutradara. Belum lagi, Abe dalam pilem ini mirip banget ama poto2 Abe asli di wikipedia.

Kalau orang-orang mengenal Abraham Lincoln sebagai bapak kemerdekaan Amerika Serikat, di film ini audience akan dihadapkan pada sisi lain dari Abe sebagai vampire hunter namun tetap lekat dengan predikat-nya sebagai Bapak Kemerdekaan. Meski tidak sedetail Dan Brown dalam menghasilkan karya-nya, cukup salut pada Doris Kearns Goodwin yang berhasil menyulap history into a new interesting story.

"I walk slowly, but I never walk backward." - Abraham Lincoln 

Monday, June 4, 2012

NKOTBSB Concert, One Night One Stage - Once in a lifetime

All you people can't you see..
can't you see...
N..K..O...T..B...S....B
"Singing with the tone of "Larger than life - Backstreet Boys"

Finally the Big Day Has Come...
1 June 2012, Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol. After the last one in 2008, finally we meet the "Boys" again..hehehehhe #can't stop smiling actually.


Today, after crushing with the boys since my elementary school (around 15 years ago) but still i love the boys who can't be named as a "Boy". I love their song, their style and their teamwork on presenting their song. All the members have their own part. None just act as a dancer or backing vocal. Each has their own characteristic on singing.

Boy band come and go..but for me they will be last. Even if you see the polemic in our country, when Korean Boy band currently become a new icon in entertainment industry. I thought it wont be last, since music industry currently has lost their identity. Pursuing gain over art it selves. When entertaining become most precious than singing it selves. When watching the live performance is more adorable rather than listening. Isn't that funny?

I'm amaze with most of the audience who become a loyal fans of New Kids On The Block (NKOTB). The boys has been missing for almost two decades, but still they stood up and sing along with such euphoria that i understood well, they love them in their own ways. And me, i just knew some of NKOTB's song hence it become my own break time whenever i can't sing their song well ^^

Both of them presented most of the "Best" song ever. BSB; I want it that way, Shape of My Heart, Incomplete, 1000 promises, Larger than Life, I'll never break your heart, All i have to give, and many more. NKOTB's song that i knew ; summer time, step by step, If you go away. And their collaboration song "Don't turn out the lights.


In overall, the show was run smoothly. The things that become exception of this event maybe knowing that Berlian (Promoter of this concert) didn't have a "well-coordinate" on arranging the audience once the entrance door is open. Some of us must have to run inside the basement of the stadium that can be pledged as "unfinished/under construction building". The second one, we just like trapped as NAZI prisoners whereas put inside the box with so limited fresh air that made us hardly to breath.

But, instead of those exceptions i also wanna say "THANK YOU" for bringing back both Backstreet Boys and New Kids On The Block to Indonesia. I'm looking forward to see Mr. Carter, Dorough, Littrell and Mc. Lean again. Hopefully, Mr. Richardson will join next time since he decided to comeback with those "Boys" since April 2012. 

We're not allowed to bring professional camera, hence pictures taken by smart phone or pocket camera.
For some video, check this link

The show closed by join performance as NKOTBSB and what a surprise all of personnel wearing Batik ^^

Wednesday, February 29, 2012

Half way to go...




Half Way to go...
Sepertinya begitu, atau sebenernya we don't ever started yet.
Ambigu memang.

Half way to go...
Jadi teringat kemaren ada Red Bull (Inc-Red-Ibles Buletin) yang memberikan motivasi pada Red Team untuk tetap semangat melewati Busy Season. Cuman Ya itu, Semangat saja ga akan pernah cukup. Are you sure you were on your half way? or maybe you just lost and never knew whether you get started or just stayed at the same places for a long time.

An Exit Door is just an entrance to another.

Planning untuk back hometown tahun ini harus dikubur dalam-dalam. Jangan tanya kenapa? Its secret. Parahnya, aku merasa aku sudah mulai sakit jiwa. Labil, tapi bukan alay hahahhaha..

Reporting pertama kali, mengerjakan ini itu pertama kali, semua serba yang pertama. Entah sudah berapa lama weekend ku tergadai. Bukan demi Tottori, tapi karena aku memang sakit jiwa. Ya, sakit jiwa.

Tapi ya itu, mengingat half way to go...semoga itu nyata. Atau setidaknya, aku akan berusaha membuatnya menjadi nyata. Half way to Karimun Jawa..Half way to Tottori..and half way to NKOTBSB concert.

Semangat Sun!!! Just be You, Because life is too short to be anybody else.

Good bye 29 February 2012, see u on the next 4 years.

Sunday, February 12, 2012

Dan ternyata..Dia memang bukan jodohku..

Sedih?? Jelas!!!
Itu hal yang sudah tak perlu dipertanyakan lagi.
Merasa bodoh, gagal, lelah

Ini bukan yang pertama
Kejadian hari ini merupakan entah yang keberapa kalinya
dan tetap saja..sedih yaa

Saat mencoba berbagi dengan yang lain
Setidakya, mencoba berharap duka itu akan berkurang
sedikit saja
ya, sedikit saja
Tapi, sepertinya aku memang tidak pantas mendapatkannya

Ini aku
kelemahanku
kebodohanku

Setelah 7 bulan kebersamaan kita,
ternyata hari ini, kehidupan mempertemukan kita dengan seorang kawan lama
kawan dekatku, Perpisahan

Selamat tinggal "Jodoh 7 bulanku"
Kini aq tak tahu
haruskah aq memilih untuk kembali bersama dia yang sepertimu
atau kembali ke masa dulu, saat sebelum aku pernah mengenalmu


In memory of My Blackberry
Lost in EX-XXI, Studio 2
Jakarta, 12 February 2012

Friday, February 3, 2012

Pohon, Daun dan Angin

~ POHON ~

AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark
pada semua lukisanku. AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali...

Ada satu wanita yang sangataku cintai.. tapi aku tidak punya keberanian
untuk mengatakannya... Dia tidak cantik.. tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain.. religius tapi..dia hanya wanita
biasa saja. AKU menyukainya.. sangat menyukainya..
Gayanya yang innocent dan apa adanya.. kemandirian nya..
kepandaiann ya dan kekuatannya...
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena... AKU merasa dia sangat biasa
dan tidak serasi untukku... AKU takut...jika kami bersama semua perasaan
yang indah ini akan hilang... AKU takut kalau gosip2 yang ada akan
menyakitinya...
AKU merasa dia adalah "sahabatku"...
AKU akan memilikinya tiada batasnya... tidak harus memberikan semuanya
hanya untuk dia...

Alasan yang terakhir.. membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan
selama 3 tahun ini... Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah
membuatnya menangis selama 3 tahun...

Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah... "lanjutkan saja" katanya,
setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak.. dan merah... AKU sengaja tidak mau memikirkan
apa yang menyebabkannya menangis... but AKU tertawa...bercanda dengannya
seharian di ruang itu...
Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk
mengambil sesuatu yang tertinggal...
Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya...
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk
memulai perang dingin...
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget...
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama
pacarku... Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada
yang terjadi sebelumnya.. .
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku
sama buruknya dengan dia...
AKU juga sedih...

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin
kukatakan padanya...
Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan
sesuatu padaku...
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...
AKU tau pria itu... dia sering mengejarnya selama ini... Pria yang baik,
penuh energi dan menarik...

AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan
mengucapkan selamat padanya...
Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak
dapat menahannya...
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas dan
ingin berteriak namun apa daya...

Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya...
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan
kehadirannya...
Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari
yang lalu ketika aku sedih dan menangis...

SMS itu berbunyi, "DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON
tidak memintanya untuk tinggal?"



~ DAUN ~

AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa ?
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini
ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.

Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi
"Sahabat"
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari
sebelumnya - CEMBURU...
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal
itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan...
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa
gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...

AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia
tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...

AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati... AKU tahu
kesukaannya... kebiasaannya... Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa
diketahui...
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya... memberinya perhatian...
menemani... dan mencintainya... Berharap suatu hari nanti dia akan datang
dan mencintaiku...
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapkan mengirimku
SMS...
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...
Karena itu, AKU menunggunya. ..
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU
berpikir untuk tetap menunggu...
Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...

Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. .setiap hari dia mengejarku
tanpa lelah... Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada
penolakan dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku
untuknya?!..

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk
terbang dari pohon...
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang
kecil di hatiku...

AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang
lebih baik...
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan
tidak memintaku untuk tinggal...
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...

"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya
untuk tinggal?"



~ ANGIN ~

AKU menyukai seorang gadis bernama Daun.. karena dia sangat bergantung
pada Pohon.. jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat...

Angin akan meniup Daun terbang jauh...

Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya
memerhatikan Pohon...
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku... seperti daun yang suka
melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia... AKU merasa sangat kehilangan.. .

Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...
Esoknya... Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan
Pohon... AKU melangkah dan tersenyum padanya... Kuambil secarik
kertas.. kutulis dan kuberikan padanya...
Dia sangat kaget...

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...
Esoknya... dia datang... menghampir iku dan memberikan kembali kertas
itu...
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya... kuhampiri dengan kata2 itu...
Sangat pelan... dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan
telponku...

AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU... tapi AKU akan berusaha agar
suatu hari dia menyukaiku...
Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x
kepadanya...
Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan... tapi AKU tidak
menyerah...
Keputusanku bulat... AKU ingin memilikinya... dan berharap dia akan setuju
menjadi pacarku...

Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?
Mengapa kau selalu membisu?"
Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...

"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...
"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...

Kuletakkan telepon...... melompat.... berlari seribu langkah... ke
rumahnya...
Dia membuka pintu bagiku... Ku peluk erat-erat tubuhnya...

"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk
tinggal?"



Seperti kata pepatah ~ Penyesalan selalu datang belakangan but sesal
kemudian tiada gunanya ~


Finally ketemu setelah mengubrak abrik inbox ^^
Aku tak tahu pasti darimana ia berasal, yang pasti ia mengalir dari orang-orang yang merasa dirinya adalah Daun, Pohon dan Angin.
Email yang membuat aku teringat pada Novel tere liye Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Menggugah niatku untuk membeli dan membacanya. Dan aku tidak menyesal.

Di sisi lain, pohon juga mengingatkan aku pada sebuah drama seri berjudul Autumn in My Heart aka Endless Love yang diperankan oleh Song Hye Kyo (Eun Sho) dan Song Seung Heun (Chun Sho). Dimana Sang peran utama wanita berharap jika terlahir kembali, kelak ia akan menjadi pohon. Yang tak akan pernah ada resiko tertukar, karena dimana ia ditanam, disanalah dia akan tumbuh besar dan bersama orang-orang yang telah bersamanya sejak pertama kali dia diperuntukkan untuk ada. Kapan-kapan aku akan cerita sedikit tentang series ini **

Tuesday, January 17, 2012

Chasin' NKOTBSB Jakarta concert ^^

somebody said, live your life with the fullest...

I did it.

Cheerish everyday you have, since you never know what will happen next
share with others, cause afterall you'll be alone

So, its Saturday morning, 14 January 2012 when me, Elina and Akun have started our role as a chaser at Fajr time. Unfortunately, only me who woke up late at 6 AM.
Yups 6 AM and late. What the….
I've been too excited to face this morning, I wanna run and shout out aloud
Epicentrum Walk, lets start the journey …

Queue-ing since 6AM while ticket counter would be opened on 10 AM. Amazing right? that's what we called "Chasing". And it was paid by getting the "best queue-ing number ever..hohohoo, I got number 4!!!!


So after the last Jakarta Concert in 2008, i still can't wait until 1 June 2012.
Venue : MEIS - Ancol Jakarta
Ticket :
Festival : IDR 950K
Gold : IDR 1,250K
Platinum : IDR 2,000K
VIP : IDR 3,000K


For online booking, visit RajaKarcis

Let me show you the shape of my heart...

Saturday, August 20, 2011

Gosho Aoyama Manga Factory, Tottori - Japan



Finally, i've been here on 24 May 2012. For the details report, see my notes here

Tottori....
Belakangan nama itu yang selalu mengisi otakku. Huh, bener2 semacam virus yang terus nempel dan ga mau pergi. Make me keep wishing that it would be realised...soon and soon...

Tottori. Mungkin kalian akan bertanya-tanya apa itu? Menghiasi wall FB, status BBM plus tweet-q beberapa hari belakangan ini....

Tottori adalah salah satu perfectur (district) di Japan. Pada 21 Juni 1963 di perfectur ini, khususnya di Hokuei, Tottori Prefecture, Japan (dulunya Daiei, Tottori Prefecture), terlahir Japanese Managaka/Manga Artis - Gosho Aoyama (青山 剛昌. Seorang mangaka terkenal yang juga merupakan pengarang komik favouritku Detective Conan atau Case Closed (UK/US only), Meitantei Conan (名探偵コナン) dilahirkan.


Sebagai Mangaka berbakat, Gosho Aoyama telah menghasilkan beberapa karya memukau dan memenangkan beberapa penghargaan. Salah satunya, the Shogakukan Manga Award for shōnen pada tahun 2001 untuk Detective Conan, beliau memenangkan penghargaan serupa untuk Yaiba pada tahun 1992. Berkat bakat dan prestasinya, kota kelahirannya menganugerahkan machi okoshi (town revitalization) projects sebagai penghormatan atas kontribusinya sebagai Mangaka dan penduduk kota. Proyek pertamanya adalah Conan Bridge disepanjang Sungai Yura dan patung-patung Conan yang ada ditengah kota, keduanya didedikasikan untuk Conan Edogawa, tokoh paling populer dalam karyanya, Detective Conan. Dan pada 18 Maret 2007, di kota yang sama telah dibuka The Gosho Aoyama Manga Factory (GAMF).

GAMF memamerkan tak hanya sisi kehidupan maupun pekerjaan sang pengarang, tapi juga original manga copies, game interaktif dimana pengunjung dapat memecahkan misteri bersama Conan serta Gadget beken yang digunakan oleh Detective Conan. Selain itu, disini juga menjual item2 Conan yang unik dan original. Atraksi lainnya, ada Turbo Engine Skateboard tour fufufufu...mupeng sangadh (harus nabung dari sekarang...Semangat Suntea!!!!)

Nah seperti apa sey GAMF itu??? Yuks kita intip melalui hasil googling-an saya berikut :9 (maklum belum kesampean kesana..mohon doanya yaaa...















Hokuei disebut pula Hometown of Detective Conan padahal Shinichi Kudo (versi SMU-nya Conan Edogawa) beken dengan gelar Detektif SMU dari Tokyo dalam komiknya.
Di kota ini juga terdapat "Conan Road", yakni sepanjang jalan dari JR Yura Station sampai Daiei Michi_no_Eki. Pokoknya kota ini selain GAMF, Conan Bridge, Patung, monumen dan Conan Road bener-bener menjanjikan Conan in the Spirit of a true detective...















Selain detective Conan, GAMF juga menampilkan karya Aoyama Gosho yang lain. Sebut saja Wait a Minute (1987), Yaiba (1988–1993), 3rd Base 4th (1993), Magic Kaito (1988–2007), Gosho Aoyama's Collection of Short Stories, dan Tell Me A Lie (2007). Detective Conan sendiri pertama kali di publikasikan di Shogakukan's Weekly Shōnen Sunday sejak February 2, 1994, dan per Juni 2011 sudah mencapai 72 tankōbon volumes (series), namun yang versi Indonesia-nya per hari ini 21 July 2011 masih volume 62 fufufufu, lambat banget yak...

Skalian nanti pas maen ke Tottori, kita bisa berkunjung ketempat-tempat berikut:
a. Tottori Hanakairo-Flower Park
Japan's largest floral theme park that boasts an area of 50 hectares at the base of Mt. Daisen. Visitors can enjoy viewing flowers and plants throughout the four seasons. The facility has a covered walkway used in all weather conditions. On a clear day, the view of Mt. Daisen is spectacular - a must see for nature lovers. Including Moonlit Floral Walkway.
b. Yumeminato Park
This building is located in the heart of Sakaiminato - the home of seafood delicacies. This multiple facility building not only comprises of fish markets, but also serves as an observatory tower, offering panoramic views of the Sea of Japan and Mt. Daisen.
c. Tottori Sand Dunes
The Tottori Sand Dunes (鳥取砂丘 Tottori sakyū?) are unique sand dunes located near Tottori City in Tottori Prefecture, Honshū, Japan. They are the only large dune system (over 30 km²) in Japan.
d. Hakuto Beach

Masih ada beberapa yang laen sey, tapi klo ada waktu paling tempat2 diatas yang pengen aq sempetin kalo ada kesempatan.

Bagaimana menuju Tottori??? itu yang sedang mengacak-acak pikiran. Tapi kalu dari Tokyo, menurut wikipedia sey kurang lebih seperti ini:
By air
ANA runs four daily flights from Tokyo's Haneda Airport (about 75 minutes).
By train
Tottori is on the JR San'in Main Line, which travels along the coast from Kyoto to Shimonoseki. Okayama is about 2 hours south via the JR Tsuyama Line and the JR Imbi Line.
The Izumo night train runs directly from Tokyo. It leaves at 9:10PM and arrives in Tottori at 7:56AM. The cost is about ¥10,200.
By bus
Express buses serve Tottori from Hamamatsu-cho in Tokyo (¥10,200), Osaka's Namba Terminal (¥6000, 2 1/2 hours) or JR Bentencho Station (¥3600), Kyoto (¥3870), Okayama and Nishinomiya Kita (¥3000), Hiroshima (¥4400), and Fukuoka (¥9500).

Kalo dari Osaka, Kyoto dan kota lainnya? hmmph..tunggu update-an blog dulu yak..sedang dalam proses menemukan rute yang paling okeh!!! Sekarang yang harus dilakukan adalah berdoa semoga kesampean dan mulai menabung ;9


Info GAMF:

Opening Hours
April-October 9:30am-5:30pm
November-March 9:30am-5:00pm

Admission:
Individual/1 entrance
- Preschooler: free
- Elementary school student :300 yen
- Junior and Senior High school student : 500 yen
- Adult : 700 yen
※ Visitors holding a Disabled Person's Handbook will receive a 50% discount.

Group (over 20 persons)
- Preschooler: free
- Elementary school student :200 yen
- Junior and Senior High school student : 400 yen
- Adult : 600 yen
※ Each entrance ticket has a 100 yen discount.

Location:
1414 Yurashuku, Hokuei-cho, Tohaku-gun, Tottori Prefecture , JAPAN
Ph: (0858) 37-5389
20mins walk from Yura Station.

For details, visit:
http://www.gamf.jp/english/
http://yokoso.pref.tottori.jp/dd.aspx?itemid=44678

Tuesday, July 5, 2011

Me and Handphone...

Judul yang aneh..

Berbicara tentang aku dan handphone, akan menjadi topik yang biasa-biasa saja seharusnya. Namun, karena kali ini Aku disini adalah AKU. Susanti Al Giadi. Maka akan menjadi suatu cerita bodoh tersendiri. Hufh...mungkin kalian berkata aku bodoh, ceroboh dan sebagainya. Tapi ya mau gimana lagi...it's me..dengan segala kekurangannya. Salah satunya, tak pernah punya kesempatan memiliki Handphone lebih dari satu tahun 3 bulan sepanjang hidupnya..Astaghfirullah...

Handphone pertamaku..

HP pertamaku, Nokia 3310. Baru pake HP jaman kuliah, bcoz jaman SMA masih ga ada duit dan belum dirasa perlu-perlu amat pake HP. Selain itu, masih bisa pake telp rumah buat ngegosip ato pacaran ampe berbusa. Jangan salah, HP pertamaku ini ga baru alias secondhand. Belinya pun berasal dari nyisihin duit beasiswa yang alhamdulillah bisa dibilang cukup bahkan lebih klo cuman buat bayar uang semesteran. Ga tahan lama, HP itu dijual (dijual loh ya..bukan ilang)karena butuh duit heheheh...


Selang satu semester kemudian, aku bertekad untuk beli HP baru. Meski ga yang canggih dengan embel2 kamera, MP3 dkk. Uang tabunganku cukup untuk menggaet Nokia 2300. Kenapa tipe itu?? karena ada radionya heheheh. Diriku tipikal orang yang lebih suka mendengar daripada melihat. Televisi terutama, adalah barang yang jarang kuambil manfaatnya secara fungsional. Apalagi, kondisi kesehatan mataku, yang dipake melototin papan tulis seharian di sekolah dan di tempat les saja udah mulai kadaluarsa. Bermodal IDR 700K, akhirnya 2300 berhasil kudapatkan, suara radio Dj-FM Surabaya, dengan setia menemani perjalanan sepanjang trayek Lyn E jurusan Balongsari-Dharmawangsa (Unair)>>Ngangkot ke kampus ceritanya heheheh

Kegembiraan itu tak berlangsung lama, 2300-qu mulai nge-hang gajebo..mati idup bak lampu disko, halaah...apes bermula..

Namun, apesku tak berkepanjangan. Berkat saran dan BLBI (Bantuan Likuiditas Bapak Ibu), kuucapkan selamat tinggal pada 2300, beralih ke 2600 (ealah,,,,kirain ganti sing yes...ngono..). Heheheh, kenapa 2600?? karena layarnya berwarna. Xixixixi, sedikit peningkatan dari generasi sebelumnya yang layarnya cuman item putih. Tapi, aku tetep bersyukur walhamdulillah, karena kali ini bener2 beli HP dengan 100% restu orang tua. Dapet subsidi lagi wkwkwkwk...


Beberapa bulan kemudian, aq hijrah ke Jakarta. Cuti sementara dari kuliah, menguji peruntungan disalah satu kantor kuli PSAK terkemuka. Dan, disinilah kutukan seolah bermula. 2600-q terjun bebas ke toilet saat mudik lebaran tahun 2006. Naasnya, ia menghembuskan nafas terakhirnya beberapa hari kemudian. Sempet patah arang sey, secara masih berstatus karyawan baru dengan gaji pas-pasan di Ibukota yang living cost nya naudzubillah...Tapi alhamdulillah, banyak teman banyak rejeki. Ada iqoy (Rekan KAP 2 huruf) and Fauzi (temen SMAq yang hijrah ke Jakarta juga..), yang dengan baek hati minjemin salah satu HPnya (thanks a lot ya Bok)..

Barang pinjam itu ga enak. Meski ga perlu bumbu, pinjam adalah suatu statement dimana kita "embedded" dengan sebuah kewajiban untuk menjaga dan mengembalikan kepada sang pemilik tanpa kurang satu apapun. Alhasil, dengan uang seadanya aq menuju Giant Plaza Semanggi dan membeli Nokia termurah pada masa itu. Nokia 1100i. Kali ini sama sekali ga ada preferensi. Mana yang ramah di kantong, itu yang dibeli.


Nasib ato takdir. Entah apa kalian akan menyebutnya. December 2006, 1100i-ku mengikuti jejak si 2600. Terjun bebas, kabur dari genggaman tangan saat mengelap pinggiran dudukan toilet di Delta Plaza, Surabaya. Kebiasaanku sebelum menggunakan toilet umum itu, tanpa sadar hampir merenggut nyawa 1100i-ku. Tapi berkat penanganan segera Nokia Care, plus pertemuan tak terduga di Jl. Polisi Istimewa dengan Okto (temen kuliahku). Si 1100-i sehat walafiat hingga sekarang. Lumayan buat telepon2an antar ponakan heheheh...

1100-i ku sehat walafiat, tapi yang namanya manusia tak bisa lepas dari hasrat. Pengin ini, pengin itu. Mau begini, mau begitu. So, setelah melirik nominal di buku tabungan, March 2007 aq memutuskan untuk mencoba sedikit naik kelas dengan meggaet Nokia N Series Music Edition, wuih,,,,jaman itu, Okeh banget dah tuh HP..kamera OK, 3G plus Music player and design yang memang didedikasikan untuk music lover seperti diriku ini heeheheh. Pilihan jatuh pada Nokia N70 Music Edition (Full Black). Ga tanggung-tanggung, CDMA juga lagi hip masa itu, so belilah lah ya,, Nokia 1255.


Dan seolah cerita sengaja dipanjangkan karena banyak pemirsa, November 2007, Kedua HPq raib di tengah keramaian Bandung Indah plaza. Astaghfirullah...

Masih trauma, nggak rela dan sebagainya. Mengingat, itu merupakan kali pertama beli HP agak "waah", pake duit hasil romusha di KAP 2 huruf. Hufh, it's sucks. Tapi aq mampu melewatinya, thanks to EY-ers. Especially Aang (Citra Tri Wibawa) atas pinjaman HP CDMA nya.

Lepas dari trauma (halah, lebay kayana), aq memutuskan untuk membeli HP yang biasa2 saja. Preferensinya, dengan budget minimal dapet 2 HP sekaligus (1 GSM, 1 CDMA). So, langsung ngeloyor ke ITC Roxy Mas buat hunting. Pulang2 dapet deh Nokia 2310 GSM warna Biru plus Nokia 6235 CDMA.


Nokia 2310. Kubeli dengan sepenggal kalimat pada penjualnya,"Hape Nokia murah yang ada radio-nya, layar warna plus ready stock warna biru?" hehehehe, simple kan?? ...kalo yang CDMA lumayan sey ada kamera ama MP3nya, cuman memory nya keciiil banget klo di compare ama NSeries music edition. So, lambat laun mulai deh ngelirik kakak kembaran N70 Music Edition. Yups..Nokia N73 Music Edition. So, in 2008..i bought it..


Sayang beribu sayang, nasib naasku tak berkesudahan. N73ku raib di awal 2010. Setelah usianya berkisar 1 tahun 3 bulan. Huhuhuhu,sedih sey..cuman ga tahu kenapa udah ga segitunya. Apa karena udah biasa??? Oh No....

Mau tak mau, aq bertekad mencari penggantinya. Semula pilihan jatuh pada Nokia E Series yang baru launching masa itu. Nokia E71. Maklumlah, layaknya Honda untuk kendaraan, keluargaku merupakan salah satu pecinta produk Nokia. Apa mau dikata, sampe di tempat ketemu Blackberry sekeluarga. Jaman itu, cuman ada Javelin, Bold sama Storm. Setelah analisa cost and benefit plus pertimbangan bahwa HP bakal tetep ada dikantong klo lagi jogging di Senayan ato Car Free Day, pilihan jatuh pada Javelin 8900 yang punya bodi ringan ketimbang E71. Soal harga, beda tipis lah yaa...
Javelin lumayan kok...bodi ringan, kamera 3.2 MP, lebih dari cukup kalo cuman buat BBM-an plus update status gajebo.


Dan yesterday, July 4, 2011....
Di halte busway Dukuh Atas, kira-kira pukul 20.30 waktu setempat...Javelin-q diculik!!!!! fufufufufu...Jangan tanya gw sedih ato nggak? Bukan perpisahan yang kusedihkan..tapi pertemuan yang kusesalkan (pilem apa itu yak..)...aq hanya bisa membayangkan wajah kalian, memahat satu demi satu kalimat yang akan kerap kalian ucapkan..

"Ya ampyuuun Sunteaa...Againnnn??????"

Mo gimana lagi coba..

Padahal, sejak melangkahkan kaki di koridor busway Karet Kuningan depan kantor aq udah punya firasat. Aq yang biasanya melenggang santai dengan ransel melekat dipunggung, segera menenggelamkan jauh BB-q itu ditengah tas kosong yang sengaja kubawa pulang dari kericuhan loker dikantor. Bergulat bersama laptop kantor, dompet plus kabel2 gajebonya. Jauh kedalam. Dan, jauh dari kebiasaanku yang biasanya asal taruh di ransel aja.

Ransel pun ku putar posisinya menghadap depan. Sampai suatu ketika, aq dihadapkan pada antrean halte Dukuh Atas yang terletak di depan Bank Muammalat Sudirman. Antrean seolah tak bergerak, dan aq tetap saja berada pada baris paling belakang. Lelah menggendong ransel didepan, kumiringkan sedikit bebanku itu ke belakang. Dan beberapa saat kemudian, secara spontan aku menoleh ke belakang. Aq mendengar suara ritsleting dibuka. Namun, yang kutemukan adalah seorang pria paruh baya yang tengah buru2 merapikan tas-nya. Bodohnya, aq sama sekali tak melirik ke arah tas-ku sendiri.

Damn suntea!!!! Mana ajaran Conan Edogawa selama ini...."sesuatu yang paling tidak mungkin, itulah kenyataannya!!!!, perlukah alasan????"

Mungkin aq sudah lelah..karena waktu itu sudah hampir pukul 9 malam. Atau itu hanya pembelaan saja atas kebodohanku. Jadi pengen denger lagunya SS501, "Because I'm Stupid".

Sepanjang perjalanan ke kosan aq sempat berpikir, adakah yang aneh??? (bodoh bukan..) Dan benar saja, begitu membuka pintu kosan, pikiranku baru tertuju pada ranselku. Oh My God...it's open temans!!!!!

Grubak-grubuk aq menggeledah isi tasku. Laptop??? Save...Dompet??? Save...namun sayangnya BB-q absen malam itu. Huh, "again?" tegurku pada diri sendiri. Aw beranjak ke kamar sebelah, berharap Nenek (Dayulani, penghuni kamar sebelah di 7Eleven) ada disana. Tapi dia tak ada, jadi langsung saja kurenggut Iphone 4G miliknya diatas kasur. Kupencet nomorku sendiri, mencoba menelepon..tapi sudah dinonaktifkan. It means, goodbye Javelin,,,,

Selang beberapa menit kemudian, kuputuskan membuka laptop, pasang modem. Online. Langkah pertama yang kulakukan..yaaah,...posting klo BB ilang lah yaa..daripada tar pada protes karena aq ga bisa dihubungin.

Esok paginya, melapor pada kedua orang tua, urus SIM Card plus puter2 Plaza Semanggi buat cari penggantinya. Dan tadaaaa...perkenalkan HP terbaru saya...BB Gemini Curve Grey...Semoga qta berjodoh dan saling setia. Doakan kami yaaaaa.... (halah,,,kaya mo kawin ajah...)

Monday, February 14, 2011

Bentuk itu...

Dan hari ini..setelah sekian lama saya kembali memutuskan untuk menulis tentang bentuk itu disini.

Hari ini, 14 February 2011

Hari valentine kata sebagian orang, dan tanpa mengeja maknanya ataupun menelaah kembali kepada asal muasalnya, hari ini dijadikan kebanyakan orang sebagai hari untuk merayakan kasih sayang. Sungguh, tanpa perlu berpikir pelik akan satu dan lain hal anggap saja demikian. Buanglah sementara definisi halal haram, karena hakikatnya saya hanya memandang dari sisi positifnya saja. Hari dimana, beberapa orang mengumpulkan keberanian, untuk berbicara dari hati ke hati dan mengeja kepastian akan itu.

Dan di hari ini pula, tepat 4 tahun yang lalu, keberanian itu datang padaku.
Sungguh, saat itu saya tidak mengenal apa-apa. Atau bisa dikenal, enggan untuk tahu apa-apa. Bodoh. Buta. Bisu. Dan tuli.

Bodoh, karena enggan untuk belajar memahami perasaan seseorang. Buta, karena tidak mampu melihat bagaimana bentuk itu ia wujudkan. Bisu, karena meski bentuk itu ada saya tetap memilih diam. Takut akan sesuatu yang justru menjadi boomerang. Dan tuli, karena sekali lagi tidak mendengar apa yang diteriakkan suara hati.

Namun, satu hal yang masih saya ingat hingga sekarang bahwa "Bentuk itu" datang manakala ia menemani saya menemukan Rumah Tuhan, ketika panggilan untuk menghadap sang Kholiq datang di tengah hingar bingar keramaian. Namun, tetap saja...saya memejamkan mata dan mamangkas habis "bentuk itu" ke akarnya. Seperti kebodohan saya sebelumnya, dan semoga tidak akan berlanjut kemudian.

Dan setahun yang lalu, Sang Pemberani itu telah pergi untuk selamanya. Sang pengukir takdir memintanya kembali kesisinya. Sebelum sempat saya berkata, "Terima kasih untuk semuanya."

Hari ini saya hanya ingin berkata, semoga kasih dan sayang Allah akan senantiasa ia sisihkan untuk-Mu, segala pahala akan ia berikan untuk semua ketulusanmu, dan semoga saya akan tetap berjalan seperti biasa, tanpa pernah berharap bahwa ketika saya menengok ke belakang saya akan menemukan jalan dimana Dia berdiri dan menunggu.

-Menghapus Jejak, Samsonite-

"Faktanya, 88% wanita kabur dari pria yang berusaha membuat mereka bahagia, namun berjuang mati-matian untuk seseorang yang membuat mereka menangis."

Tuesday, February 1, 2011

Cinta ala Sayyidina Ali (Ali Bin Abi Thalib) dan Fathimah binti Rasulillah

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.


Pernikahan Ali Bin Thalib dan Fathimah Binti Rasulullah SAW

Ada rahasia terdalam di dalam hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun (bisa dikatakan Cinta Dalam Hati). Fathimah, karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang juga adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ‘Abdullah Sang Terpercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah berani ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaknya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallahu ‘Anhu. “Allah mengujiku rupanya“, begitu batin ‘Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ‘Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan Rasul-Nya tidak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ‘Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berdakwah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Mekkah yang masuk islam karena sentuhan Abu Bakr, ‘Utsman, ‘Abdurahman ibn ‘Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan anak-anak kurang pergaulan seperti ‘Ali.

Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr, Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ‘Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ‘Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

‘Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ‘’Inilah perasaudaraan dan cinta’’, gumam ‘Ali.

“Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ‘Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar seorang lelaki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang mampu membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.

‘Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebatilan itu juga datang melamar Fathimah. ‘Umar memang masuk islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ‘Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ‘Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ‘Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata.“Aku datang bersama Abu Bakr dan ‘Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ‘Umar..“

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ‘Umar melakukannya. ‘Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustrasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

‘Umar telah berangat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah, “Wahai Quraisy“, katanya. “Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin istrinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ‘Umar di balik bukit ini!“. ‘Umar adalah lelaki pemberani. ‘Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulullah! Tidak. ‘Umar jauh lebih layak. Dan ‘Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.

Ia mengambil kesempatan.

Itulah keberanian.

Atau mempersilakan.

Yang ini pengorbanan.

Maka ‘Ali bngung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ‘Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ‘Utsman sang miiarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abdul ‘Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulullah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ‘Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?“, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunannya. “Mengapa engka tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..“

“Aku?“, tanya ‘Ali tak yakin.

“Ya. Engkau wahai saudaraku !“

“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?“

“Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu. “

‘Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan! Usianya telah berkepala dua sekarang.

“Engkau pemuda sejati wahai ‘Ali!“, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, “Ahlan wa sahlan!“. Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?“

“Entahlah.. “

“Apa maksudmu?“

“Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban?“

“Dasar tolol! Tolol!“, kata mereka, “Eh, maaf kawan. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!“

Dan ‘Ali pun menikahi fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ‘Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

‘Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali ‘Ali!“. Inilah jalan cinta para pejuang, Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menati. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah), Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda“.

‘Ali terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? Dan siapakah pemuda itu?“

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu!“.

. . .

Kemudian Rasulullah SAW mendoakan keduanya:

“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak“.

[Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4]

. . .

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui“. (Q.S. An Nuur, 24: 32)

Tuesday, December 28, 2010

Hihihi...ternyata....



Hihihihi...

ga tahu mo seneng ato mesti gimana...
langsung liat sendiri aja yak heheheh

Ternyata ada juga yang mengidolakan diriku, jadi inget...dulu ada sebuah email berantai yang menyatakan, "yakinlah, bahwa setiap hari ada orang yang senantiasa memikirkan dirimu dan berharap suatu saat kau menyadarinya"
huwaaaaaa....

Namun, kali ini bukan soal itu...
Tapi lebih kepada bagaimana kita belajar dalam hidup dan kehidupan itu sendiri. Pesimis dalam diri, hingga patah semangat. Padahal, dimata orang lain u're the best.
Sesuatu yang paling mudah untuk diucapkan kepada orang laen bukan??? Namun jadi suatu hal yang paling sulit untuk dilakukan.

So buat Tari, Jadi diri sendiri ya Darlin'...as bruno Mars said, "You're amazing,,,,just the way you are...anyway, thank's a lot...

Saturday, October 23, 2010

Bentuk itu....

"Tapi beberapa hari ketika aku susah tidur. Aku memang berpikir. Mencari bentuk yang sudah hilang itu. Dan tidak berhasil menemukannya sekarang."

Bentuk itu dulu hadir disana. Tumbuh subur tanpa pernah disadari oleh siapapun. Karena hanya aq yang tahu. Atau mungkin, dia sebenarnya tahu tapi tidak mau tahu. Atau malah akulah yang terlalu pengecut untuk mengakui bahwa dia tahu. Hingga akhirnya aku memohon kepada yang kuasa, semoga dia tak akan pernah tahu.

Tuhan mengabulkan doaku.

Doa yang sekali lagi terucap tanpa analogi. Membawa aku jauh, dan semakin jauh dari apa yang sebenarnya kuingini. Dan kini, aku mencoba, belajar dan memaknai setiap kata dan bentuk itu. Belajar untuk tidak menyesal. Mempersalahkan. Bahkan membodohkan orang lain maupun diri sendiri.

Aku. Doaku. Hidupku. Matiku. Bentuk itu.
Lillaahi Rabbil Aalamiin.

"Alyauma akmaltu lakum diinakum, waatmamtu alaikum ni'matiii waradliitu lakumul-islaamadiinaa.
"

Saturday, October 16, 2010

Me and My Stupidity

Malang, 16 October 2010

01.01 am


Seharusnya, mataku sudah terpejam. Bukan karena waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi. Bukan karena aku menunggu sahur. Bukan pula karena tiba-tiba terjaga maupun teringat akan sesuatu. Sejujurnya, mataku masih enggan untuk menyongsong sang bunga tidur.


Sekali lagi perkenalkan saya Susanti. Dalam bahasa jawa dikenal sebagai "sesanti", yang berarti pedoman. Dalam bahasa lain bisa berarti indah. Sedangkan Al Giadi, adalah nama makhluk tuhan yang paling saya hargai ketulusan dan pengorbanannya. Seseorang yang membesarkan saya dan memperkenalkan saya pada dunia, bahwa saya Anaknya.


Namun, kali ini bukan soal nama. Bukan masalah segala nikmat dan anugerah dalam hidup, tapi lebih pada kebimbangan dan keraguan yang tentunya dimiliki semua manusia. Kebimbangan yang membuat saya selalu bertanya, apakah saya kurang bersyukur???


October ini, genap empat tahun aku meninggalkan kota kelahiranku. Hijrah ke ibukota demi sesuatu yang hingga saat ini belum jelas, bahkan untuk saya secara personal. Berawal dari profesi yang baru kukenal setelah diterima dan mulai bekerja. Sebut saja staf pemeriksa di Kantor Akuntan Publik dua huruf terkemuka di dunia, transit di dunia perbankan sejenak, hingga akhirnya kembali ke lembah pemeriksa keuangan.


1 October 2006, hari pertama masuk di KAP dua huruf, masih teringat antusiasme waktu itu. Berangkat bareng ReeCool, Mbak Wina, Inonk, Adilla dan Rurry. Kemeja dan celana formal baru. Agak lebay memang, namun inilah uniknya kerja di hari pertama untuk ukuran mahasiswa belum lulus kuliah sepertiku. Dan selang setahun, Saya mulai berpikir...akankah hidupku kuhabiskan untuk hal2 seperti ini???


1 January 2008, Pertanyaan itu bersambut dengan munculnya tawaran join di Bank Asing dengan gaji lumayan. Namun semua pupus, dalam kurun waktu 1 tahun 7 bulan. 24 July 2009, saya kembali ke lembah hitam, hanya saja kali ini di KAP tiga huruf.


Dan setelah semuanya, saya berpikir untuk keluar dari lembah hitam ini....ya Allah, kebodohan apalagi ini????

Tuesday, September 14, 2010

Lebaran 1431 H

Lebaran...

Lebaran merupakan salah satu budaya Indonesia yang lahir dari asimilasi budaya Indonesia dengan agama Islam sebagai wujud perayaan atas hari kemenangan setelah melaksanakan rukun islam yang ke empat, Shoumi Ramadlaana. Hari kemenangan ini oleh umat muslim sedunia dikenal sebagai Ied Fitri (Idul Fitri) yang diperingati setiap 1 Syawal tiap tahunnya. Fitri sendiri merupakan kata serapan dari bahasa arab (arabic) yang berarti bersih, suci. sehingga idul fitri merupakan hari dimana manusia diharapkan kembali fitrah (bersih) setelah beribadah dibulan yang penuh berkah selama sebulan penuh.

Uniknya, lebaran di Indonesia tak hanya dimaknai sebagai wujud kemenangan untuk kembali fitrah dimata Yang Maha Kuasa. Idul Fitri secara fenomenal menumbuhkan budaya baru dimana segenap masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan kerabat. Tak ayal, umat yang tengah hijrah ke kota maupun negara lain berbondong-bondong kembali ke tanah kelahiran untuk turut merayakan bersama keluarga dan kerabat. Mudik. Budaya baru pengiring Ramadlan dan Lebaran dari tahun ke tahun tumbuh bersama sebagai rutinitas dan acara tahunan.

Seiring dengan animo masyarakat untuk kembali ke kampung halaman, demand akan berbagai media transportasi pun meningkat tajam. Tiket sarana transportasi berbagai kelas kandas jauh sebelum hari "H". Kereta Api, Pesawat, Bus hingga kendaraan pribadi jadi pilihan. demi satu hal. Lebaran.

Layaknya sebuah momen perayaan, lebaran juga memiliki makanan khas. Ketupat. Hohohohoo, makanan berbahan dasar beras ini sebenarnya menyerupai lontong, hanya saja pembungkusnya bukan daun pisang melainkan daun pohon kelapa yang dianyam sedemikian rupa hingga membentuk bidang geometri dimensi tiga yang lekang disebut sebagai belah ketupat dalam pelajaran Matematika. Ketupat biasanya di makan bersamaan dengan makanan bersantan macam opor, kare atau gulai. sluurrrrp.....Dan seseorang mentranslate-kannya sebagai rice cake wrapped in woven coconut leaves.. xixixixi, thank's to my Pak Boss ^^

Namun, ternyata eh ternyata ketupat tak selalu disajikan tepat pas hari lebaran. Di daerah tempat aq berasal (surabaya sing bagian ndeso..xixixi, tapi sangat tenang dan cinta damai), ketupat menjadi satu wacana tersendiri. Selama lebaran, hampir tak ada rumah dengan menu ketupat. Ketupat akan naik daun kira2 seminggu setelah lebaran. Setiap rumah hampir semuanya akan menyajikan ketupat lengkap dengan aneka masakan bersantan, bumbu maupun kuah. Tak jarang tetangga saling menghantar masakan ketupatnya dari rumah ke rumah.

Bahkan, seingatku...semasa aku masih kanak-kanak (sekarang masih anak2 juga hohoho), setiap anak akan diundang datang kerumah untuk mendapatkan menu ketupat dari tiap rumah. Berasa bancakan gtu deh, eniwei pada tahu bancakan ga yah???? itu istilah basa jawa yang more or less berarti dateng untuk berdoa bareng sejenak dengan aneka makanan untuk dibawa pulang secara gratisan sebagai compliment ^^

Lebaran sendiri menurutku secara etimologi berasal dari bahasa jawa "Lebar" bukan bahasa Indonesia loh ya, yang lebih merakyat sebagai bahasa jawa sehari-hari dengan makna habis tanpa sisa. Yups, lebaran dapat dimaknai sebagai habis (terhapus) nya dosa-dosa kita setelah sebulan penuh beribadah dan memohon ampunan kepada Sang Kholiq. So, it has the similar meaning with the "Fitrah" in a subtance. hehehehhe

Jauh dari semuanya, Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena tahun ini selain berkesempatan untuk menikmati Ramadlan sekali lagi, Yang di Atas masih memberikan kesempatan bagiku untuk turut menikmati Mudik ke kampung halaman. Ini mudik ke lima dalam hidupku. Mudik yang baru kurasakan sejak aku hijrah ke Jakarta. xixixixi, selama ini saia dirumah saja...dan ada pula temanku @anda611 yang bercita2 pulang kampung (Piss..Chan...).

Dan mudik saya tahun ini cukup menyenangkan, karena selain berimpit dengan ultah perak saya ^^ juga karena tahun ini menu andalan keluarga, Tahu Campur, kembali mewarnai acara kumpul bareng keluarga hohohooh...

At the end,

Minal Aidzin Wal Faidzin..Mohon maaph lahir dan batin.

Thursday, September 9, 2010

My 25th Birthday

Alhamdulillah...
Memang harus sering2 qta mengucapkan kalimat hamdalah...
Setiap hembusan nafas, detakan jantung, pijakan langkah kaki, adalah amanah dari Allah SWT. Hari ini, 09 September 2010, bertepatan dengan 30 Ramadlan 1431 H (Besok lebaran ^^) genap seperempat abad usiaku.Terimakasih Ya Allah...untuk semua yang pernah kumiliki hingga hari ini...

The very best couple in the world named as Parents
The very comfort place called home
and, the very nice people reflected on someone like "Friends"


"Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan"....

Di hari ini Yaa Allah, masih hambamu ini menghiba kasihmu, yang hamba tahu...jauh lebih luas dari samudera kemurkaanmu...
1. Berikanlah tempat terindah disisimu Ya Allah untuk my biological parents Bapak Sardji (Alm) dan Ibu Mariani (Alm), ampunilah dosa mereka, kasihilah mereka dengan kasih orang tua kepada anaknya serta kasih anak pada orang tuanya, karena Hamba-mu ini tak berkesempatan mewujudkannya.
2. Berikanlah lagi kasih-Mu untuk kedua orang tuaku sekarang (my Second Parents) Ya Allah, Ibu Maryam dan Bapak Al Giadi. Karena kasihmu, aq memiliki keduanya dan hanya dengan rahmat-Mu dan Kasih-Mu..insya Allah keduanya akan bahagia di dunia dan akhirat.
3. Ampunkanlah dosa keluargaku, kerabatku, teman2ku, dan orang2 yang menyayangi aq, baik yang masih berada disisiku maupun yang telah kau panggil kembali ke pangkuan-Mu. Berikanlah rahmat dan hidayah-Mu, agar mereka senantiasa melangkah diatas jalan yang kau tunjukkan, jalan menuju bahagia di dunia dan di akhirat. Amin.
4. Ampunkanlah dosa hamba, perilaku hamba, serta kebodohan dan kepicikan hamba. Hamba sadar, hamba terlalu takut akan sesuatu...yang seharusnya tidak boleh hamba takutkan selain takut akan kemurkaan engkau...Maka, bimbinglah hamba, karena tahu hanya Engkau yang memberi terang dalam setiap gelap langkah kehidupan. Tunjukkan celah dimana disana.,.hamba akan memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
5. Yang terakhir Ya Allah..di usia ini bila engkau mengizinkan...pertemukanlah hamba dengan seseorang yang memang engkau jodohkan Ia dengan hamba. Seseorang yang akan mencintai hamba setelah Ia mencintai Engkau, Mencintai Rasul-Mu, dan Mencintai keluarga-nya. Jika itu diluar kehendak-Mu..maka bimbinglah hamba untuk mengkaji apa itu Sabar, Ikhlas serta Qonaah. Karena hamba sadar dan mengerti, Engkau selalu memberi yang terbaik. "Laa Yukallifullahu Nafsaan Illaa Wus'ahaaa..."

Teruntuk semua kerabat dan teman yang mendoakan, thank you very much...
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya untuk kita semua. Amien.