Judul yang aneh..
Berbicara tentang aku dan handphone, akan menjadi topik yang biasa-biasa saja seharusnya. Namun, karena kali ini Aku disini adalah AKU. Susanti Al Giadi. Maka akan menjadi suatu cerita bodoh tersendiri. Hufh...mungkin kalian berkata aku bodoh, ceroboh dan sebagainya. Tapi ya mau gimana lagi...it's me..dengan segala kekurangannya. Salah satunya, tak pernah punya kesempatan memiliki Handphone lebih dari satu tahun 3 bulan sepanjang hidupnya..Astaghfirullah...
Handphone pertamaku..
HP pertamaku, Nokia 3310. Baru pake HP jaman kuliah, bcoz jaman SMA masih ga ada duit dan belum dirasa perlu-perlu amat pake HP. Selain itu, masih bisa pake telp rumah buat ngegosip ato pacaran ampe berbusa. Jangan salah, HP pertamaku ini ga baru alias secondhand. Belinya pun berasal dari nyisihin duit beasiswa yang alhamdulillah bisa dibilang cukup bahkan lebih klo cuman buat bayar uang semesteran. Ga tahan lama, HP itu dijual (dijual loh ya..bukan ilang)karena butuh duit heheheh...
Selang satu semester kemudian, aku bertekad untuk beli HP baru. Meski ga yang canggih dengan embel2 kamera, MP3 dkk. Uang tabunganku cukup untuk menggaet Nokia 2300. Kenapa tipe itu?? karena ada radionya heheheh. Diriku tipikal orang yang lebih suka mendengar daripada melihat. Televisi terutama, adalah barang yang jarang kuambil manfaatnya secara fungsional. Apalagi, kondisi kesehatan mataku, yang dipake melototin papan tulis seharian di sekolah dan di tempat les saja udah mulai kadaluarsa. Bermodal IDR 700K, akhirnya 2300 berhasil kudapatkan, suara radio Dj-FM Surabaya, dengan setia menemani perjalanan sepanjang trayek Lyn E jurusan Balongsari-Dharmawangsa (Unair)>>Ngangkot ke kampus ceritanya heheheh
Kegembiraan itu tak berlangsung lama, 2300-qu mulai nge-hang gajebo..mati idup bak lampu disko, halaah...apes bermula..
Namun, apesku tak berkepanjangan. Berkat saran dan BLBI (Bantuan Likuiditas Bapak Ibu), kuucapkan selamat tinggal pada 2300, beralih ke 2600 (ealah,,,,kirain ganti sing yes...ngono..). Heheheh, kenapa 2600?? karena layarnya berwarna. Xixixixi, sedikit peningkatan dari generasi sebelumnya yang layarnya cuman item putih. Tapi, aku tetep bersyukur walhamdulillah, karena kali ini bener2 beli HP dengan 100% restu orang tua. Dapet subsidi lagi wkwkwkwk...
Beberapa bulan kemudian, aq hijrah ke Jakarta. Cuti sementara dari kuliah, menguji peruntungan disalah satu kantor kuli PSAK terkemuka. Dan, disinilah kutukan seolah bermula. 2600-q terjun bebas ke toilet saat mudik lebaran tahun 2006. Naasnya, ia menghembuskan nafas terakhirnya beberapa hari kemudian. Sempet patah arang sey, secara masih berstatus karyawan baru dengan gaji pas-pasan di Ibukota yang living cost nya naudzubillah...Tapi alhamdulillah, banyak teman banyak rejeki. Ada iqoy (Rekan KAP 2 huruf) and Fauzi (temen SMAq yang hijrah ke Jakarta juga..), yang dengan baek hati minjemin salah satu HPnya (thanks a lot ya Bok)..
Barang pinjam itu ga enak. Meski ga perlu bumbu, pinjam adalah suatu statement dimana kita "embedded" dengan sebuah kewajiban untuk menjaga dan mengembalikan kepada sang pemilik tanpa kurang satu apapun. Alhasil, dengan uang seadanya aq menuju Giant Plaza Semanggi dan membeli Nokia termurah pada masa itu. Nokia 1100i. Kali ini sama sekali ga ada preferensi. Mana yang ramah di kantong, itu yang dibeli.
Nasib ato takdir. Entah apa kalian akan menyebutnya. December 2006, 1100i-ku mengikuti jejak si 2600. Terjun bebas, kabur dari genggaman tangan saat mengelap pinggiran dudukan toilet di Delta Plaza, Surabaya. Kebiasaanku sebelum menggunakan toilet umum itu, tanpa sadar hampir merenggut nyawa 1100i-ku. Tapi berkat penanganan segera Nokia Care, plus pertemuan tak terduga di Jl. Polisi Istimewa dengan Okto (temen kuliahku). Si 1100-i sehat walafiat hingga sekarang. Lumayan buat telepon2an antar ponakan heheheh...
1100-i ku sehat walafiat, tapi yang namanya manusia tak bisa lepas dari hasrat. Pengin ini, pengin itu. Mau begini, mau begitu. So, setelah melirik nominal di buku tabungan, March 2007 aq memutuskan untuk mencoba sedikit naik kelas dengan meggaet Nokia N Series Music Edition, wuih,,,,jaman itu, Okeh banget dah tuh HP..kamera OK, 3G plus Music player and design yang memang didedikasikan untuk music lover seperti diriku ini heeheheh. Pilihan jatuh pada Nokia N70 Music Edition (Full Black). Ga tanggung-tanggung, CDMA juga lagi hip masa itu, so belilah lah ya,, Nokia 1255.
Dan seolah cerita sengaja dipanjangkan karena banyak pemirsa, November 2007, Kedua HPq raib di tengah keramaian Bandung Indah plaza. Astaghfirullah...
Masih trauma, nggak rela dan sebagainya. Mengingat, itu merupakan kali pertama beli HP agak "waah", pake duit hasil romusha di KAP 2 huruf. Hufh, it's sucks. Tapi aq mampu melewatinya, thanks to EY-ers. Especially Aang (Citra Tri Wibawa) atas pinjaman HP CDMA nya.
Lepas dari trauma (halah, lebay kayana), aq memutuskan untuk membeli HP yang biasa2 saja. Preferensinya, dengan budget minimal dapet 2 HP sekaligus (1 GSM, 1 CDMA). So, langsung ngeloyor ke ITC Roxy Mas buat hunting. Pulang2 dapet deh Nokia 2310 GSM warna Biru plus Nokia 6235 CDMA.
Nokia 2310. Kubeli dengan sepenggal kalimat pada penjualnya,"Hape Nokia murah yang ada radio-nya, layar warna plus ready stock warna biru?" hehehehe, simple kan?? ...kalo yang CDMA lumayan sey ada kamera ama MP3nya, cuman memory nya keciiil banget klo di compare ama NSeries music edition. So, lambat laun mulai deh ngelirik kakak kembaran N70 Music Edition. Yups..Nokia N73 Music Edition. So, in 2008..i bought it..
Sayang beribu sayang, nasib naasku tak berkesudahan. N73ku raib di awal 2010. Setelah usianya berkisar 1 tahun 3 bulan. Huhuhuhu,sedih sey..cuman ga tahu kenapa udah ga segitunya. Apa karena udah biasa??? Oh No....
Mau tak mau, aq bertekad mencari penggantinya. Semula pilihan jatuh pada Nokia E Series yang baru launching masa itu. Nokia E71. Maklumlah, layaknya Honda untuk kendaraan, keluargaku merupakan salah satu pecinta produk Nokia. Apa mau dikata, sampe di tempat ketemu Blackberry sekeluarga. Jaman itu, cuman ada Javelin, Bold sama Storm. Setelah analisa cost and benefit plus pertimbangan bahwa HP bakal tetep ada dikantong klo lagi jogging di Senayan ato Car Free Day, pilihan jatuh pada Javelin 8900 yang punya bodi ringan ketimbang E71. Soal harga, beda tipis lah yaa...
Javelin lumayan kok...bodi ringan, kamera 3.2 MP, lebih dari cukup kalo cuman buat BBM-an plus update status gajebo.
Dan yesterday, July 4, 2011....
Di halte busway Dukuh Atas, kira-kira pukul 20.30 waktu setempat...Javelin-q diculik!!!!! fufufufufu...Jangan tanya gw sedih ato nggak? Bukan perpisahan yang kusedihkan..tapi pertemuan yang kusesalkan (pilem apa itu yak..)...aq hanya bisa membayangkan wajah kalian, memahat satu demi satu kalimat yang akan kerap kalian ucapkan..
"Ya ampyuuun Sunteaa...Againnnn??????"
Mo gimana lagi coba..
Padahal, sejak melangkahkan kaki di koridor busway Karet Kuningan depan kantor aq udah punya firasat. Aq yang biasanya melenggang santai dengan ransel melekat dipunggung, segera menenggelamkan jauh BB-q itu ditengah tas kosong yang sengaja kubawa pulang dari kericuhan loker dikantor. Bergulat bersama laptop kantor, dompet plus kabel2 gajebonya. Jauh kedalam. Dan, jauh dari kebiasaanku yang biasanya asal taruh di ransel aja.
Ransel pun ku putar posisinya menghadap depan. Sampai suatu ketika, aq dihadapkan pada antrean halte Dukuh Atas yang terletak di depan Bank Muammalat Sudirman. Antrean seolah tak bergerak, dan aq tetap saja berada pada baris paling belakang. Lelah menggendong ransel didepan, kumiringkan sedikit bebanku itu ke belakang. Dan beberapa saat kemudian, secara spontan aku menoleh ke belakang. Aq mendengar suara ritsleting dibuka. Namun, yang kutemukan adalah seorang pria paruh baya yang tengah buru2 merapikan tas-nya. Bodohnya, aq sama sekali tak melirik ke arah tas-ku sendiri.
Damn suntea!!!! Mana ajaran Conan Edogawa selama ini...."sesuatu yang paling tidak mungkin, itulah kenyataannya!!!!, perlukah alasan????"
Mungkin aq sudah lelah..karena waktu itu sudah hampir pukul 9 malam. Atau itu hanya pembelaan saja atas kebodohanku. Jadi pengen denger lagunya SS501, "Because I'm Stupid".
Sepanjang perjalanan ke kosan aq sempat berpikir, adakah yang aneh??? (bodoh bukan..) Dan benar saja, begitu membuka pintu kosan, pikiranku baru tertuju pada ranselku. Oh My God...it's open temans!!!!!
Grubak-grubuk aq menggeledah isi tasku. Laptop??? Save...Dompet??? Save...namun sayangnya BB-q absen malam itu. Huh, "again?" tegurku pada diri sendiri. Aw beranjak ke kamar sebelah, berharap Nenek (Dayulani, penghuni kamar sebelah di 7Eleven) ada disana. Tapi dia tak ada, jadi langsung saja kurenggut Iphone 4G miliknya diatas kasur. Kupencet nomorku sendiri, mencoba menelepon..tapi sudah dinonaktifkan. It means, goodbye Javelin,,,,
Selang beberapa menit kemudian, kuputuskan membuka laptop, pasang modem. Online. Langkah pertama yang kulakukan..yaaah,...posting klo BB ilang lah yaa..daripada tar pada protes karena aq ga bisa dihubungin.
Esok paginya, melapor pada kedua orang tua, urus SIM Card plus puter2 Plaza Semanggi buat cari penggantinya. Dan tadaaaa...perkenalkan HP terbaru saya...BB Gemini Curve Grey...Semoga qta berjodoh dan saling setia. Doakan kami yaaaaa.... (halah,,,kaya mo kawin ajah...)











No comments:
Post a Comment