Friday, July 15, 2011

Day 7, Fun bike at the herritage city, Penang


29 June 2011

Yaey, finally penang....
Ga berasa (ciee ga berasa???) ini udah hari ketujuh. Tujuh hari meninggalkan rutinitas di office yang dengan sadisnya membuat aq naik 7kg dalam kurun waktu sekitar 8 bulan ckckckckc, so selain merefresh otak yang konon kapasitasnya cuman setengah heheheh, semoga trip kali ini juga menjadi ajang membakar kalori. Amien.

Hari ketujuh diawali dengan early flight dari Kuala Lumpur (pukul 06.30 AM), beberapa jam setelah dirundung delay 4.5 jam dalam penerbangan Hongkong-Kuala Lumpur. Udah sempet was2 aja bakal ga keburu, tapi alhamdulillah Allah masih sayang padaku, so sekitar pukul 08.00 aq sudah menginjakkan kaki di Penang, salah satu negara bagian Malaysia yang beken dengan nama Pinang atau Pulau Pinang (Pinang Islands).

Solo arrival ke Penang. Lusuh, capek sangat dan bau (blom mandi euy dari kemarin pagi pas di Hongkong hehehhe). Partner perjalanan di Penang kali ini tak laen hanya tersisa si Abang, yang sudah tiba duluan di Penang semalam. Dia memang tidak turut serta dalam "tragedi delay" yang kami alami karena flight-nya direct dari Hongkong ke Penang, alhasil dia paling ga bisa beristirahat sejenak di hostel yang sudah kami booking di daerah Lebuh Chulia.

Dari Penang Airport menuju hostel, saya memilih menggunakan bus Rapid Penang karena jauh lebih murah dibanding menggunakan taksi (baru ketahuan setelah denger curhatan si Abang heheheh). Perjalanan dari Airport menuju Komtar (Prangin Mall) kurang lebih memakan waktu 45-60 menit. Rapid Penang sendiri mirip SMRT (Bus di Singapore), bersih, rapi dan ber AC. Bedanya, disini kita tidak menggunakan EZ Link, cukup membayar tunai ketika naik dari pintu depan bus. Sopir akan memberikan uang kembalian dan bersedia memberikan arahan mengenai tujuan kita.

Sopir yang ramah menjadi point penting dalam perjalanan kali ini. Sopir yang saya jumpai misalnya, beliau sangat membantu manakala saya sudah "desperado" dengan orang2 yang saya jumpai. Meskipun ini Penang, dimana saya expect ga ada akan ada masalah dalam bahasa ternyata membuat saya patah harapan. Pasalnya, saya tidak sanggup memahami bahasa dan logat melayu yang kebanyakan saya jumpai. At the end, saya bertanya pada Pak Sopir pake Bahasa Inggris, and it works!!!!

Sejujurnya, saya agak kesal dengan direction yang ada di print-out booking-an hostel kami yang mengatakan kami harus menggunakan Bus No.401 dari Airport untuk menuju Lebuh Chulia. Karena setibanya di airport, berdasarkan nanya kanan kiri bus tersebut tidak melalui airport. Petugas di airport menyarankan saya untuk naik Bus No.401E (beda loh ya,,,ini ada huruf "E" nya)dan turun di Komtar. Dari Komtar saya bisa naik Bus No. 201 atau 301 yang melintasi Lebuh Chullia.

Setibanya di Komtar, beberapa sopir taksi langsung menawarkan jasanya namun saya kekeuh untuk menunggu bus saja. Disaat itulah saya bertemu dengan wanita paruh baya etnik Tionghoa, usianya kira2 40-an yang dengan ramah menyapa saya menggunakan bahasa inggris yang fasih. Alhamdulillah. Beliau menanyakan tujuan serta apa yang saya lakukan di pinggiran Komtar. Sumpah, saya baru ngeh kalo Komtar itu merupakan mini stasiun bus yang menyatu dengan Prangin Mall (Mall-nya Penang). Jadi akan keliatan banget kalo saya menunggu bus di area yang salah #hadeuh,,,,

Berdasarkan informasi dari Ibu2 yang saya jumpai tadi, sebenarnya dari Komtar ke Lebuh Chullia bisa ditempuh dengan berjalan kaki. What????? ke Amerika juga bisa kali jalan kaki..cuman yaitu..... capeeek!!!! Tapi beliau terkesan serius, jadi saya yang semula songong mulai mendengarkan dengan seksama. Keyakinan saya akan ketulusan Sang Ibu makin menguat manakala dia menanyakan apakah saya sanggup berjalan kaki sembari melirik carrier di punggung saya yang isinya seolah merengek pengen cepet2 dimuntahkan. Dan amaze-nya, kami sudah berjalan beriringan menyebrangi jalanan didepan Prangin Mall. Sembari berjalan dia memastikan saya mengingat rute yang sudah ia jabarkan, karena berikutnya kami harus berpisah. Hiks..saya benar2 tersentuh...

Menyusuri jalanan sepi di Penang membuat saya kepikiran untuk melakukan solo travelling suatu saat nanti. Saya tidak akan berharap bertemu orang baik sepanjang perjalanan. Saya hanya ingin mencoba...apa hal terbaik yang dapat saya lakukan dalam perjalanan itu dengan tetap menjadi diri sendiri, melakukan hal baik untuk orang lain dan tetap menjaga hati agar selalu ingat dengan Sang Pencipta dimanapun saya berada. Sulitkah???

Jalanan di Penang, diluar apa yang saya pikirkan, lebih banyak dihiasi pertokoan, warung makan serta rumah tinggal etnis TiongHoa. Dan sejauh mata memandang, jarang sekali saya menemukan kedai makanan halal. Hmmmph..jadi agak worry ney...

Setelah kira2 15 menit berjalan kaki, saya dihadapkan pada penghujung jalan yang notabene sebuah pertigaan. Sembari kembali membolak balik print-out bookingan hostel yang sempat saya cela, ada perasaan bahagia yang tak terkira menghampiri. Kota yang harusnya tahun lalu sudah saya singgahi, meski tertunda sejenak akhirnya kesampean juga heheheheh...

Berdasarkan peta, hostel saya tepat berada di seberang 7Eleven. Kebahagiaan semakin menyeruak manakala plang 7Eleven menatap tajam di sisi kanan jalanan dihadapan saya. "Finally, aku bisa menurunkan dirimu anakku" nyeletuk pada carrier yang sudah sukses membuat saya latihan ala Son Goku selama beberapa hari ini.



Setibanya di hostel, lagi2 saya dikejutkan karena saya salah booking kamar. Seharusnya saya booking kamar twin untuk dua orang, tapi saya salah booking yang double yang berarti kami berdua harus tidur di satu ranjang ukuran queen..Oh No!!! Untungnyaa ada kamar kosong, ber AC dan ranjang-nya pisah (itu penting!!!) yang ditawarkan pemilik dengan rate yang reasonable. So, ga pake babibu kami memutuskan pindah.

Hostelnya sendiri seperti ruko yang bangunannya lebih banyak didominasi kayu, even tangganya sendiri terbuat dari kayu. Kamar2 tamu berada di lantai 2, sedangkan lantai satu disulap menjadi resepsionis dan mini bar yang sangat konvensional (baca = jadul). So, after ngelurusin kaki sebentar saya beringsut ke kamar mandi untuk berbersih diri. Tak lama kemudian, kami berdua siap untuk menjajah Penang..hahahh, tapi sebelumnya kami memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu.

Setelah mencoba berjalan menyusuri Lebuh Chullia, kami tetap tidak menemukan makanan halal. Even, setelah hunting di 7Eleven pun kami tidak menemukan wonton mie yang biasa kami jumpai di Hongkong atau Macau. So, kami memutuskan untuk menuju Prangin Mall dan alhamdulillah disini makanan halalnya cukup bervariasi. Bahkan restoran chinese foodnya pun bersertifikat halal...^^




Usai makan kami berencana untuk mulai mengexplore Penang, berbekal peta yang kami comot di Airport plus pemberian pemilik hostel kami berencana jalan kaki ato nge-bus ria berkeliling Penang namun segera berubah pikiran saat mendapati counter penyewaan sepeda disisi depan Prangin Mall. Dan...kami sepakat untuk bersepeda saja keliling Penang.






Sewa sepeda disini sudah lengkap dengan helm, rompi plus kunci pengaman sepeda. Jalanan di Penang sendiri cukup ramah untuk pengguna sepeda, bahkan dibeberapa sisi jalan terdapat jalur sekaligus rambu khusus pengguna sepeda.

As a herritage city, Penang memang benar2 mempertahankan keaslian bangunan-bangunannya. Berdasarkan herritage map, banyak sekali lokasi yang harus kami kunjungi dalam waktu sehari. Belom lagi beberapa lokasi menarik yang kami jumpai selama bersepeda, sebut saja "live show chinese opera" yang suaranya ampuuuun dah memecah jalanan ditengah teriknya panas matahari Penang.


Sekitar pukul 7 malam, kami memutuskan untuk mengakhiri acara "bersepeda". Selain sudah hampir seluruh lokasi kami kunjungi, kami berniat untuk tidak tidur terlalu larut malam ini. Maklum, besok pagi-pagi sekali kami harus segera terbang ketujuan kami berikutnya, Singapore. Tapi niat hanyalah niat, karena begitu memasuki Prangin Mall kami langsung dihadang giant poster premiere film yang masih ga jelas akan diputer di Indonesia atau tidak. 29 June 2011, TRANSFORMER 3. So, ga pake lama, masing2 dari kami sudah tersenyum sembari memegang erat tiket Transformer 3 hahahahah...lumayan meredam kekecewaan karena di Penang cuman sempet keliling Penang (herritage city) ga sempet Batu Feringhi dkk.



Sembari menunggu film dimulai, kami mencoba makan agak wah disebuah italian resto yang memajang sertifikat halal di entrance door-nya. Entah lapar ato karena kelelahan, dalam sekejap makanan dimeja sudah beralih ke perut. Karena sebenarnya a soal rasa sey sebenarnya biasa saja, ga ada yang istimewa..




Usai makan, kami membunuh waktu sembari ngelantur kanan kiri. Dilanjutkan dengan 2jam lebih Transformer yang sumpah membuat saya terlelap didalam bioskop. Ga tahu juga sey, film-nya yang sangat membosankan atau lagi-lagi,,,kelelahan. Tapi, jujur plot film nya berasa lamaaaaa..dan agak bikin bosan..


Sekitar pukul 12 malam, dengan gontai kami berjalan pulang ke hostel. Packing dan mau tak mau harus ready untuk early flight esok hari...

Good Nite Penang......

Notes:
Bus Rapid Penang No.401E from airport to Komtar : RM 2.7 (two point seven or around IDR 8K) very cheap right???
Taxi from Airport to guesthouse : RM 65 (applicable only if you arrived around midnite, take the bus is much cheaper \^^/
Rental Bike (24 hours) : RM 25/bike (incl. helmet and secure lock).
Movie Ticket at Prangin Mall : RM 11

Hostel
Day & Night Guesthouse, Penang, Malaysia
319, Chulia Street, Penang, 10200,
ph: +60-016-4457208
em: Daynight319@hotmail.com
or visit www.hostelworld.com

No comments:

Post a Comment