Tuesday, August 31, 2010

Paralayang pertamaku...

Batu, Malang
29 August 2010


 
Take a Pic in the air hohoho ^^
 Deuh...sebenarnya agak gajebo ngepost beginian dipagi hari xixixixi, tapi yang namanya pengalaman pertama ga ada salahnya kalo dibagi..iya gak??? kali aja pada minat, pengin nyoba juga, ato cuman iseng mo maen and liat-liat aja...

Pengalaman pertamaku berpalayang sebenernya bermula dari hal yang sungguh akan jauh dari apa yang disebut "bersenang-senang." Yups, aku bertandang sekali lagi ke Malang, setelah kunjungan terakhirku akhir May 2010. Dalam jalan menuju pulang setelah meninggalkan Bromo. Malang menjadi alternatif laen karena Pulau Sempu yang hendak kukunjungi waktu itu berstatus "temporary closed" dengan alasan keamanan. Dan kali ini, kesempatan itu datang lewat jalur "dinas", kerja, cari duit ato apalah di sebuah group penghasil cigarette terkemuka di Malang.

Setelah membanting tulang dari hari Senin hingga Sabtu (lembur ceritanya), minggu pagi sekitar pukul 10 pagi kami bertolak dari Guesthouse kami di Araya menuju Batu, Malang. Diawali dengan singgah sejenak di Coban Rondo (air terjun janda..^_^). poto2 menyusul...

Berikutnya perjalanan gajebo entah mo lanjut kemana ngikut sama Pak Boss saja, secara lagi puasa. Lha kok, tiba2 saja sudah dihadapkan dengan tanjakan curam aja. Huwoooo...tuh jalannya cuman muat satu mobil dengan rute bolak balik menyatu. Deuh, kalo ada yang papasan tengah jalan gimana coba????

Tapi begitu pas nyampe di atas, beuh..Mantabs...dari sini landscape kota Batu makin OK banget. Yang lagi pacaran berasa lagi dimana getoh..hahahahha (iri mode on =p). Lumayan banyak yang datang kesini sekedar nonton para atlet paralayang latihan ato cuman pengen duduk2 menatap suasana Batu di atas ketinggian beberapa ratus meter. Tapi aq, udah dag dig dug antara pengeeeeen banget nyobain "mainan baru" hihihihihi....

Kepinginanku bersambut, tak lama kemudian ada mas2 nawarin maen paralayang. Jangan salah, bayar euy...Bisa tandem kok, jadi kalo bukan atlet, jangan coba2 maen sendiri. Coz, harus bisa and ngerti cara baca angin, aman tidak untuk terbang dan mendarat, pokoknya mesti belajar dulu klo mo terbang sendiri.

Pas tiba waktunya, dududududu...kok makin deg deg-an yak....apalagi pas mulai pasang peralatan. Ouch...hwahwa...hahahahahah. Peralatannya mirip ama dudukan kereta bayi, kayak tas yang digendong plus dudukan hehehhe....

Pelan2 parasut dipasang, sedikit demi sedikit pengaman dikencangkan. huwoooooo...semakin deg2an ga karuan.

"Nanti kalo saya bilang lari, lari aja yak" Sang instructur memberi tahu. Agak syok memang mendengar kalimat itu, lha wong daratan di hadapanku tingggal 5 jengkal kaki, turunan pula alamat "nyemplung jurang" aka bunuh diri itu. "Gapapa, aman kok...nanti baru berhenti kalo saya yang suruh berhenti." hohohoho...dan benar saja, setelah ada aba2 ready, dalam hitungan detik aq sudah melayang di udara...Subhanallah, "Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan." Dan...Ini dia hasil jeprat jepretnya...

Dingiin..Brrbrbrbrbr

Bersama Mas..mas ...

Tampak Samping
 
Peace...
Ternyata eh ternyata, atlet paralayang no 1 di dunia gossipnya dari Indonesia loh...widih...kereeen banget yak, udah gtu atlet paralayang cewek masih langka, jadi kalo mo daftar Monggooooooo....

Sempet kepikiran enak juga yak jadi atlet paralayang, cuman pas tahu kalo harga peralatan-nya minimal 30 juta (huwooo..), jadi berpikir ulang...mo ngutang kemana cuy..hahahahah...kali ini cukup mencoba saja, ga bagus kalo sering2, ga bagus duitnya masalahnya. Btw, ada promo 10 orang gratis satu loh...hohohohoo..ayooo Reeeek!!!!

Ayo reeek!!!

For your Inpo:

HTM : IDR 300,000
Contact Person :
http://paralayangbatu.blogspot.com/
gut.moy@gmail.com
Moy (0816 429 4311)


TRANSPORTATION: FROM SURABAYA TO BATU


From Surabaya-Juanda Airport:
Take a shuttle bus/taxi to Bungurasih bus station (about Rp. 25.000,-),
Buy station's entry-ticket (Rp. 200,-),
Take a bus to Malang (AC-Rp. 15.000,-/Non-AC Rp. 10.000,-),
from Malang's bus station (Arjosari), take a blue shuttle van AL (Arjosari-Landungsari) Rp. 5.000,-,
from Landungsari station, take a purple shuttle van to Batu, stop over at Batu' station (Rp. 5.000,-)
from Batu station, take a green shuttle van, stop over at Villa Papada, Arumdalu 20 Songgoriti (Rp. 2.000,-)
(taken from http://paralayangbatu.blogspot.com/)

Saturday, August 21, 2010

Surat untuk Tuhan,

Alhamdulillah...
Hanya kata itulah yang bisa kuucap. Atas segala nikmat hingga hari ini. Atas semua kesempatan yang dihadiahkan oleh -Nya dalam hampir seperempat abad kelancangan dan ketidak-tahudiri-an-ku singgah di dunia ini. Astaghfirullah...

Baru saja tanpa sadar menangis setelah membaca sebuah "notes" seorang teman di Facebook sebuah notes yang simple, namun penuh makna menurutku...

Ssssttt .... Ini Surat buat Mbak Tia ya ... :)
by Nita Rossana on Friday, August 20, 2010 at 11:59 pm
dikutip dari www.facebook.com/notes.php?id=618154314#!/nrossana

Mama sibuk!
Tapi nggak ada alasan buat Mama untuk ngga nelepon Mbak Tia berkali-kali dalam sehari ..
Mama capek!
Tapi nggak jadi capek kalo ndengerin Mbak Tia cerewet ..
Mama duitnya baru ada sedikit .. kadang-kadang malah cuman seiprit!
Tapi nggak ada alasan buat Mama untuk nggak mencukupi kebutuhan Mbak Tia ..

Tapi sekarang Mama bener-bener minta maaf ya Nak ..
Mama belum bisa pulang mewujudkan mimpi Mbak Tia ..
Jadi malaikat berbaju putih sambil pegang tongkat ajaib ..
Yang ada di depan Mbak Tia waktu bangun tidur ..

Sekarang Mbak Tia umur 8!
Wah! Anak Mama sudah besar ...
Tingginya sudah 120 cm!
Sebentar lagi kita tingginya sama deh :)

Maaf ya Cantik ...
Mama ngga bisa ngasih kado istimewa di ulang tahunmu tahun ini ...
Mama belum bisa mewujudkan keinginan-keinginanmu ... yang seringkali terlalu sederhana!

Mama belum bisa mencium keningmu setiap malam ..
Tapi percaya ya ... doa Mama ada setiap kali Mama bernafas ..

Buat Mbak Tia :)
Jadi Anak Mama yang pintar ya, Sayang ..
Mama percaya .. meskipun Mama jauh ..
Tapi Allah selalu menjaga Mbak Tia buat Mama ..
I love you .. dan Mama percaya Mbak Tia juga sayang Mama ... ;)

Selamat Ulang Tahun, Kembaranku ...
Percaya deh ... Mama akan selalu ada buat Mbak Tia ...
Dan suatu hari nanti .., kita pasti sama-sama lagi .. :)

Selamat Ulang Tahun, Cintaku ..
Peluk cium Mama selalu buat Angelita-ku

- Mama -


Membuat aku tiba-tiba terbersit, bagaimana jika aku yang mendapatkan surat itu. Bagaimana jika aku akan memiliki surat-surat semacam itu sepanjang hidupku. Bagaimana jika "Ia" masih bersamaku hingga hari ini, akankah aku sekuat dan setegar sekarang...akankah aku disini dan bukannya meringkuk manja menuntut cerita seputar perjalanan kami setiap harinya. Dan bagaimana jika (what if) yang lainnya...

Lalu aku sadar, aq tidak akan memiliki surat2 itu, karena Allah sudah memintanya untuk kembali ke sisinya 20 tahun yang lalu. Saat aku tak perlu belajar bagaimana hidup seharusnya berjalan. Saat tak begitu banyak kenangan yang terekam dalam otakku. Saat aku menangis, tanpa tahu dan berpikir tentang apa yang akan terjadi dengan hidupku esok hari.

Namun aq selalu rajin menulis surat untuk-Nya di hari Kamis. Selepas Maghrib biasanya. Surat wajib yang membuatku tak boleh dan tak bisa tidur sebelum kutitipkan pada Sang Kholiq. Kupanjatkan pada sang Pencipta, untuk selalu menjaganya, mengampuni semua dosa-dosanya dan memesan satu tempat disurga untuk-Nya (teruntuk Ibu, Bapak, kakak-q yang paling keren "Tameng", dan kakak2 ku yang laen yang (belum sempat ku kenal) dan telah bersama-Nya tentunya). Ku jenguk ia setiap aq ada waktu luang pulang ke Surabaya.

Dan aku kembali sadar, aku tidak perlu kecewa tanpa surat2 itu. Karena Sang Pencipta memberiku hadiah luar biasa. Ia memberiku orang tua baru yang tak kalah hebat dengan orang tua manapun. Yang mengajari aku menulis surat di hari Kamis, yang memberiku surat dalam setiap kata yang terucap. Yang memahat diriku menjadi diriku yang sekarang. Dan yang selalu berkata kepada dunia,,,,bagaimana dan seperti apa aku dulu, sekarang,,,ataupun nanti..aku akan selalu jadi kebanggaan mereka.

Thank's to Allah for giving me Mr. Al Giadi and Mrs. Maryam as my second parents.Dan akupun menulis surat kepada Tuhan untuk mereka. Di hari kamis juga. Karena aq menyayangi mereka semua. Equal. Tak ada bedanya.

Thank's for loving me all the time.....

Wednesday, August 11, 2010

1 Ramadlan 1431

Alhamdulillah...
Today is the 1st day of Ramadlan 1431 Hijriyah. Ramadlan is a month whereas all of Muhammad SAW followers must prepare to head up the fourth of mandatory requirement for being a Moslem which is known as "Arkanul Islaam" or popular in Indonesia as "Rukun Islam.".

Alhamdulillah, Allah still love me by giving me an opportunity to take part on this holy month. Once again. On my almost a quarter of century years old. Under my implisit contractual obligation as a human, being created on the main purpose not other than to be a good servant of The Creator. Together with all moeslem thorough the world, let's control ourself from anything that can distract our ibadah. Finish and complete each day till the Idul Fitri come.

This year, hopefully i can do better than last year. At the minimum, i'll do the same as when i still part of the SCB. Finishing the holy Qur'an in a month (1 juz per day), join some charity event. And Insya Allah, continue to fullfill my promise on last 2 years (on 2009 New Years eve, Marisa..let's do it ^^).

However, the same as last year, i've got a client during Ramadlan. So, keep the spirit Suntea!!!!, nothing brings you down dear =) (heee..try to boost my own mood). Go Go Go....

Btw, i've been remind of the simple ayat that i love so much. I found it whenever i read surat Ar Rahman, repeated when i was reading novel Ayat-Ayat Cinta and today, this morning actually, some of my BBM contact showing her status using this ayat.

"Which of Allah's blessing will u deny??"

Happy Ramadlan Temans!!!!!