Tuesday, December 30, 2008

The Amazing Baduy....



Orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo (Garna, 1993).
Taken from www.wikipedia.com

Baduy sendiri menurutku adalah salah satu suku, budaya, dan keanekaragaman Indonesia yang masih bener2 aseli dan dengan teguh memegang apa yang mereka yakini dan diajarkan oleh nenek moyang mereka secara turun temurun. Keteguhan hati untuk menjalani kehidupan tanpa terkontaminasi oleh isu politik, teknologi, industri apalagi infotainment hehehehehe....

Namun disatu sisi, mereka survive dengan cara yang luar biasa. Alam memberi segalanya. Tinggal jaug dari peradaban, tersembunyi dibalik Penyangga langit karya sang maha kuasa dengan rimbun hutan penyedia segala. Dan air mengalir dikakinya. Subhanallah....Sang pengukir takdir telah memberi segalanya, kaki untuk melangkah sejauh apapun mereka mau..semua benar2 Made in Ilahi Robbi...

Dan sekali lagi aq bersyukur atas setiap nafas yang kumiliki hari ini. Tak hentinya aku berterima kasih atas betapa hebatnya hidup yang sudah kulalui hingga hari ini, dan satu diantaranya ketika Allah kembali menunjukkan bahwa He loves me MORE than i ever think, aq punya kesempatan untuk menyaksikan satu dari tanda-tanda kebesaran-Nya.

Berawal dari iming2 mantan rekan kerja di KAP 2 huruf yang sudah hengkang dan beralih profesi sebagai staff pemeriksa di Bursa Efek Jakarta, si Iqoy (hehehhe..twengkyu yaks...)Bersama sekitar 20 orang Backpackers yang hampir semuanya baru ku kenal dari perjalanan ini, kami starting dari halte IDX sekitar jam 7 malam. Bermodal truk AL yang lebih mirip kopaja (cuman beda warna) kami beranjak meninggalkan hingar bingar kota Jakarta. Partner jalan2 ku kali ini pun cukup variatif. Ada yang memang anggota klub petualang macam SEMERU, Bankers, auditor (Kawan2 EY q yang ternyata ikutan juga...Chandra and Via), pegawai pemda ex STPDN serta para promotor IDX yang gokil abies heheheheh

Selepas menempuh perjalanan kira2 5 sampe 7 jam dari Jakarta (including nongkrong di perbatasan kota Serang) karena menunggu Bagja (rekan yang memang orang sono), kami tiba di Ciboleger menjelang dini hari. Ciboleger merupakan pintu masuk menuju perkampungan Baduy luar. Setelah itu, lanjut sambang ke ketua suku sekaligus menginap sebelum melanjutkan perjalanan esok hari. Rumah ketua suku sendiri berbentuk rumah panggung dengan balai2 yang cukup luas. Selepas berbincang sejenak sembari menyeruput minuman hangat, kami beristirahat. Awalnya agak susah memejamkan mata mengingat udara malam cukup menusuk tulang. Maklum, keseluruhan bangunan terbuat dari kayu...



Esok paginya, selepas sarapan..kami mulai menelusuri hutan. Dari perkampungan, pelan2 kami menjejakkan kaki di jalanan setapak nan curam. Dan....pendakian panjang menghadang. Yups, sekitar 6 jam kami melakukan tracking sebelum akhirnya tiba di sebuah tempat yang disebut "Baduy Dalam." Hujan Gerimis, Jatuh, Dehidrasi semua tumpah ruah mewarnai perjalanan kami. Foto2 disana sini tiada henti hingga spot dimana semua teknologi sudah mulai dilarang digunakan. Jembatan Bambu dengan arsitektur super keren (tanpa paku sama sekali euy...), Nyemplung sungai...pokoknya bener2 berasa Backpacker sejati hahahahah...Baju basah oleh keringat, kotor karena berulang kali terpeleset manakala menyusuri jalanan becek setelah hujan. Dan semuanya terbayar manakala Suku Baduy dalam membentang dihadapan....

Kegiatan kami disana tak lebih hanya mengamati bagaimana mereka bertahan tanpa semuanya. Berbagi cerita sambil mendiami salah satu rumah warga. Tapi semua tetap terasa LUAR BIASA.

Dalam perjalanan ini aq mengalami satu hal yang membuatku merasa "Allah loves me more than i ever think." Aq sempat terpeleset hingga hampir jatuh di pinggiran bukit. Rekan2 ku sudah jauh di depan. Bibirku tercekat, tak mampu berteriak. Degup jantungku berdetak cepat, begitu cepat dari apa yang pernah kurasakan hingga terasa begitu sakit. Sesak. Dan satu2nya penyangga tubuh agar tidak terjatuh hanyalah cengkramanku pada rerumputan yang aku tak tahu akan mampu menahanku berapa lama. "Ya Allah, inikah rasanya menjemput ajal????" Aq cuman bisa pasrah sambil mencoba terus meraih rerumputan lain diatas. Menggapai ranting terdekat. Pasrah. Karena tanganku lelah.

Sungguh, saat itu aq teringat akan keluarga dirumah. Ingat kawan sepupuku yang hilang saat berkemah. Tak akan ada yang menyadari ketidakberadaanku hingga mereka tiba di post peristirahatan berikutnya. Tak akan ada yang menemukanku kalo aq benar2 terjatuh. Tak ada jalan pulang untukku yang buta arah. Kecuali Dia. Sang Pengukir takdir. Sang Maha Kuasa. Letih tanganku seolah sirna. Putus harapku lenyap sudah. Aq kembali berusaha. Dengan kuasanya ranting yang semula jauh terasa begitu dekat, degup jantungku melambat. Rasa sakit itu beringsut pergi. Dan Alhamdulillah...aq kembali menginjak tanah, Subhanallah....
"Fabiayyi Aaalaa I Rabbikumaa Tukadzdzibaan"

Dan entahlah, aq hanya ingat pada sebuah kalimat "Remember the Creator whenever you are...and then you'll see how's great the Worlds are.."

Wednesday, July 30, 2008

Monday, July 7, 2008

Ntiq's Wedding

Wuaaahh,,,
finally, Gank SMU q ada yang mengakhiri masa lajangnya. Tepatnya 22 Juni 2008 yang lalu, Ntiq yang paling cupu hahahah, nikah duluan euy. Sesuai janji aq pulang ke Surabaya lagi. Kali ini dengan berat hati harus naik kereta, bisnis pula, karena baru aja pulang pas Bulan May. Gapapa, yang penting bisa dateng. Hohohoho....

Meski ga semua bisa dateng (harusnya ber-8), setidaknya aq, Ira, Ratna, Heny and Dayen menyempatkan diri hadir. Ada juga temen2 SMU yang laen..Shahab, Dikky, Bayu Prayuda, Vici, Deni, Imam, Rival dan calon istri, Indira, lumayan banyak lah. Berasa reuni kecil =)

Karena memang judul kepulangan kali ini hanya untuk menghadiri nikahannya Ntiq, alhasil minggu malem aq udah balik ke Jakarta. Capek, tapi senang bisa hadir. Senang pula bisa memenuhi janji.

Wednesday, April 30, 2008

Mlaku-mlaku ing Nga-Yogyakarta

Jogjaaaa.... 
April 18-20, 2008
Sebenernya, perjalanan kali ini kurang layak kalo disebut sebagai "Mlaku-mlaku" alias "Jalan-jalan." Kedatangan kami (aq dan Mbak Wina, kakak kelas q di AKSI Unair yang sekaligus rekan satu kos2an di Jakarta) lebih ditujukan untuk menghadiri pernikahan salah satu anak kos (Mbak Dian), yang aseli orang Jogjakarta. Maklumlah, Mbak Dian ini sudah merelakan kebaya putih-nya yang dipake ketika lamaran, untuk dipake oleh adik kosan-nya yang ga tahu diri (baca >> Suntea) xixixi pas wisuda kelulusan hohohohooh...Matur sembah nuwun sanget Mbak...Alhasil, bermodal tiket kereta ekonomi "Senja Utama Jogja" PP 200 ribu, Jumat malam kami meninggalkan Jakarta dan tiba di Stasiun sekitar shubuh dini hari. Usai shalat shubuh, kami naik taksi menuju kawasan Kaliurang. Hehehehe, Modal nekad kami beruntung Mbak Wina punya temen yang punya rumah di Jogja. Meski temennya ga tinggal dirumah itu, ada Sang adik yang mendiuami rumah sembari melanjutkan kuliah. Lumayan buat numpang nginep semalam. Di tambah lagi, ada motor yang bisa kami pakai untuk jalan-jalan. Wuih,,,,ketiban rejeki deh kita.
Sasono Hinggil
Beringhardjo
Maliboro station

Usai berbenah diri, kami pamit untuk jalan-jalan. Tujuan pertama sey jelas, Malioboro...ohohoho surganya belanja murah meriah. Lanjut jalan2 naik becak ke beberapa tempat seperti keraton jogja, sentra kaos Dagadu & Bakpia, hingga jalan merem diantara dua pohon keramat (lupa deh nama tempatnya), seru juga sey....Menjelang sore, kami memutuskan kembali ke rumah..yups...it's the wedding time.

Karena emang dari awal konsepnya semi backpacker, kami berdua sepakat pake kebaya plus ngejeans ria. Bermodal t-shirt plus sweater, kami langsung mencari toilet terdekat ketika tiba di tempat acara. Bukan sulap bukan sihir, duo backpacker udah berubah jadi dua tamu kondangan heheheheh....Acara mantenan sendiri kental dengan adat jogja. Busana dan riasan pengantin yang "Njawani", membuat kami semakin sreg dengan pilihan kami mengenakan kebaya malam ini. Usai bersalaman, bersantap dan tak lupa berfoto bersama mempelai, tak lupa kami poto2 sendiri sebelum meninggalkan gedung acara heheheheh...(Dasar duo narsis). Mission Accomplished.

at the wedding
Lokasinya 
Take a pic sama pengantinnya 
Narsis sendiri heheheh
Hari kedua, hari terakhir di Jogja. Tak enak rasanya kalo sudah datang ke Jogja tapi tak jalan kemana-mana. Alhasil, berbekal peta Jogja, Duo Backpackers bermotor ria menuju Prambanan. Sebenernya Jalurnya lumayan mudah diikuti. Lha wong banyak Lurusnya kok..hweeee...dan tentunya, ga pake kesasar kita nyampe di salah satu tujuan wisata Jogjakarta, Candi Prambanan.

Candi Prambananan sendiri saat itu masih dalam proses renovasi. Dampak bencana beberapa waktu lalu masih dapat dilihat dari beberapa badan candi yang bentuknya mulai kurang sempurna serta reruntuhan disana sini. Tapi secara keseluruhan Prambanan masih bisa dinikmati. Beberapa siswa SD dan tourist asing tengah fokus dengan guide masing-masing. Ada yang bener2 mendengarkan, ada yang cuek sembari garuk2 kepala, ada yang jeprat-jepret ga jelas. Nah, kami yang terakhir..heheheheh

Puas exploring prambanan, kami beringsut pulang. It's time to go back to Jakarta. Kembali bersama Senja Utama Jogja....hehehehhe...

Tuesday, March 18, 2008

Tomorrow...



Dimana kita jatuh, disanalah kita harus bangun...

Penggalan kalimat itu kutemukan dari sebuah asean drama series bertajuk "Tomorrow." Di negara asalnya lebih dikenal dengan Ai Qing Bai Pi Shu, adapula yang mengenalnya dengan nama "White Book of Love".. Drama ini juga merupakan remake dari Dorama jepang bertajuk "The Ordinary People" - Asunaru Hakusho dengan soundtrack legendarisnya "true love" by Fuji Fumiya.Dorama ini diputar di Indonesia (Indosiar) sekitar tahun 1995 heheheh..jadul banget yak...



Berkisah tentang persahabatan antara 5 orang anak manusia dari bangku sekolah hingga masing-masing menjalani kehidupannya sebagai orang "Dewasa". 8 years actually. Bagaimana kebodohan dimasa lalu membayangi kehidupan sekarang,,,,dan bagaimana harus bertahan diatas semuanya. "Tomorrow is another day......"

Cast (Tomorrow)
Rainie Yang as Yuan Cheng Mei
Shawn Yue as Ou Yang Gua Ju
Eddie Peng as Qu Shou Zhi


Christine Fan as Ji Xing Hua
Raymond Li as Zhao Song Gang

Monday, March 17, 2008

Qi Cheng (tomorrow - opening theme)



Lyrics

mei yi tian dou you yi xie shi
qing jiang hui fa sheng
mei duan lu dou you ji jiang
yao lai de luu cheng
mei ke xin dou you zhi de qi
dai de cheng fen
mei ge ren dou you ai shang
ling yi ge ren de ke neng

xiang ai jiu bu neng hai pa hui you shang hen
mei you ren wan zheng que you
ren neng xin ren
cai zhao dao yong heng

xiang dao da ming tian xian zai jiu yao qi cheng
zhi you ni neng dai wo zou xiang wei lai de lu cheng
xiang dao da ming tian xian zai jiu yao qi cheng ni neng rang wo kan jian
hei ye guo qu tian kai shi ming liang de guo cheng

Kanji

每一天都有一些事情將會發生
每段路都有即將要來的旅程
每顆心都有值得期待的成分
每個人都有愛上另一個人的可能

想愛就不能害怕會有傷痕
沒有人完整
卻有人能信任再找到永恆

想到達明天現在就要啟程
只有你能帶我走向未來的旅程
想到達明天現在就要啟程
你能讓我看見黑夜過去
天開始明亮的過程

Wednesday, March 5, 2008

Backstreet Boys - Unbreakable Concert



Waaaaah...another dreams come true ney,,,,setelah kecanduan "Extacy" sejak SD gara2 Get Down menghentak the DanceFloor hahahahha(hiperbola banget ga sey...) finally aq berkesempatan nonton konser BACKSTREET BOYS di Indonesia tgl 25 February 2008 tepatnya di JCC. Konser bertajuk Unbreakable Concert tersebut di gelar dengan tema sesuai dengan album baru mereka setelah vakuum beberapa waktu...Wohohohoho....I'm almost 23 and still loved them forever hahahahah...Kalo diinget satu2, banyak hal2 bodoh yang kulakukan dimasa lalu. Nabung buat beli kaset ama majalah yang ada profil, pin up ato poster mereka. Barter poster and pernik ama temen. Ampe dengan rajinnya bikin Scrap Book BSB, OMG...My oh My..dan semuanya masih tersimpan rapi di kamarku hohohoho...kadang2 masih disempetin buka2 lagi and ketawa sendiri....

Pokoknya saya senang!!!!! Ampe bela2in bolos ngantor padahal baru sebulan di kantor baru. Demi ga telat and berharap ada jumpa fans sebelum konser dimulai. Konser sendiri di jadwalkan jam 7 malam. Hohohoho...Nick Carter..you're my fire, AJ...the one desire, Brian..i believe when you say....Howie and Kevin..pokoknya I Want It That Way...

Awalnya sempet shocking pas pagi2 sebelum ngantor as usual, ngedengerin radio kesayangan sembari siap2, tiba2 sang penyiar bilang kalo bakal ada konser mereka di Jakarta. Langsung Mupeeeeeng.....dan Alhamdulillah, aq ga perlu ngiler karena tiba2 saja sorenya ReeCool ngajakin nonton coz ada promo Buy 1 get 1 dari BCA. Hohohohoho...Mantabs Deh...Selanjutnya ampe tiba2 senyum2 sendiri gtu ngebayangin bisa nonton mereka Live Concert...secara menurutku..cuman mereka the existing boyband dari jamannya hingga saat ini yang bener2 nyanyi semua di panggung. Ga ada yang sepanjang lagu cuman jadi backing vokal and "penggembira" formasi dance (Fans Berat sejak SD yang udah berumur..begini ney kelakuannya...)

Pas hari H, langsung meluncur naik taksi ke JCC, ga sempet pre-dinner, cukup beli roti secukupnya di Circle K deket kosan, dan OMG...animo masyarakat Indo lumayan juga, rameeeeee...hohohooh...sebelum masuk ke venue konser, qta photo2 dulu di sekitar banner konser lanjut Maghriban dulu biar afdhol..hhooooo,,,,,Kelar shalat langsung antri dipintu masuk. Sempet ngobrol ama penonton laen yang kira2 seumuran and ga surprise ternyata mereka nge fans juga dari jaman dulu. Ada juga yang sebenernya dulu nge fans nya ama NSYNC, cuman ga nolak kalo dikasih BSB hahahha..jadi inget Ree Cool yang sebenernya dimasa muda memuja THE MOFFATS...

Begitu pintu dibuka, penonton menghambur masuk kaya semut. Karena waktu itu kita belinya Tribun samping, qta ga gtu getting closer ama mereka. Big Screen sangat menolong deh..... Tribun samping sendiri di bandrol pada harga IDR 600,000, Tribun tengah IDR 1,500,000 (yang menurutku tetep ga worth it, secara tetep ga bisa getting closer).Kelas festifal lah yang paling mantabs, cuman keberuntungan juga..kalo ga deket panggung malah gaswat. Kelas festival sendiri dipatok pada harga IDR 750,000. Makin mantabs soalnya di penghujung konser Nick Carter turun dari panggung sembari melantunkan SHAPE OF MY HEART....my favourite song...

poto2 konser nya ga gtu bagus secara kita di tribun dan kamera gw cuman kamera poket yang standard banget. Finally, kami cuma bikin video seadanya yang penting momen itu bisa kita nikmati lagi di kosan hohohoho..dan selanjutnya bertekad untuk nonton konser mereka lagi di Indonesia nantinya (if any tentunya...semoga nanti kalo sudah bersuami, suami saya akan mengijinkan dan memahami bahwa saya memuja Nick Carter dan dirinya dengan cara yang berbeda ^^)