Tuesday, June 29, 2010

Dinadol Wedding

Dina EY Wedding

Xixixi, tulisan ku hari ini bertema perjalanan menuju wedding salah satu teman FYP EY BNI asal Cilegon, Dina Andreani yang kerap disapa Dinadol. Dari sekian teman FYP yang berencana hadir, hanya aq dan Harris yang tersisa. Alhasil, planning sewa mobil dari Jakarta harus di buang jauh2...nebeng mobil anak Unpad 2003 yang se gank ama Dina juga sudah tidak memungkinkan karena mobil sudah full para partisipan (Ada Anne plus co'nya, Fira dan 3 orang lagi). Setelah modal nanya kanan kiri (thanks to Yanto yang katana 3 taon melanglang buana di Cilegon, Mbak Wina dan Mbah Google yang senantiasa bersedia menjawab pertanyaanku...heheheh)...Mingu pagi, sekitar pukul 8 lewat 15 aq dan Harris sepakat untuk bertemu di halte bus depan Univ. Atmajaya. Dari sana kami naik Bus 213 arah Slipi, based on info yang kami terima ada beberapa bus yang menuju Cilegon lalu lalang di seberang Rumah Sakit Harapan KIta, Slipi. Ada Arimbi, Bahagia dan Primajasa. Beberapa blog tidak menyarankan Arimbi, alhasil kami passed saja ketika si Arimbi Kuning melintas. Tak lama kemudian sebuah minibus berwarna putih tujuan Cilegon melintas. Bergegas kami masuk tanpa menyadari satu hal...ga dapet duduk euy...

Sekitar 1 jam 30 menit aq duduk di "landasan kursi" yang disiapkan kenek bus tepat di dekat Pak Sopir. Alhamdulillah, bus Bahagia yang kami tumpangi masih terbilang baru...AC nya masih semriwing heheheh...sedangkan Harris tepat diujung lorong bagian belakang (syukuri aja Bang...) sehingga komunikasi dalam bus kami lakukan melalui sms. So far, perjalanan kami tak perlu dikeluhkan...Dengan merogoh kocek sebesar IDR 20 ribu per orang, meski tak dapat tempat duduk, bus masih bisa dikategorikan nyaman. Setelah memasuki kota Serang, beberapa penumpang turun, disinilah kami baru mendapat tempat duduk yang layak. Sesampainya di perhentian terakhir bus yang disebut Terminal Bayangan, kami naik angkot berwarna ungu menuju perempatan (Polda) lanjut angkot warna merah arah merak yang akan membawa kami ke pusdiklat Krakatau Steel, tempat resepsi pernikahan diselenggarakan.

Si Abang melirik jam, "Masih setengah 11 Sun, kepagian kita..." hehehhe...Resepsi sendiri dijadwalkan pukul 11. Sedangkan para undangan diberi kesempatan dari pukul 11 hingga pukul 2 siang. 3 hours to go...hohohohoho....setelah memastikan lokasi kepada satpam yang bertugas, kami undur diri ke toilet. Loh? kok toilet??? heheheh, Harris mesti ganti baju karena sesuai rencana qta, tema kali ini agak semi backpacker. Jadi costumnya casual aja. Harris pake kaos dan saya sendiri nge jeans ria...hahahaha.

JaM 11, kami melenggang ke gedung resepsi....masih sepi. Ada Anne and the gank, menyapa sekilas sembari lalu. Lima belas kemudian, acara tak kunjung mulai...celetukan2 dodol mulai terlontar,
"Eh Bang, jangan sedih ya???" celetukku.
"Apaan sey Sun?"
"Sudah, ikhlasin aja...She's gonna be happy"
"????????"

Sebenarnya aq penasaran..tumben2nya si Abang niat banget mo dateng ke nikahan si Dina. Apalagi, kali ini pas aq bilang naik bus, dia langsung mengiyakan. Hmmmph..jangan..jangan...hoihohohoho...

"jangan2 sepatunya ketinggalan Sun?" ucapnya asal. Hahahahah...emang peristiwa itu tak terlupakan....(Skip, hanya FYP BNI yang tahu...)

Tak lama kemudian, acara benar2 dimulai. Bak raja dan ratu sehari kedua mempelai memasuki ruangan. Jepret sana jepret sini, termasuk poto2 sendiri. Upload lanjut tagged FYP BNI yang laen. Sekali lagi, "jangan sedih ya Bang?" hahahahah, sebenernya selain karena kegemaranku menghadiri resepsi pernikahan seseorang, aq juga agak takut kalo tiba2 si Abang melakukan hal bodoh di sepanjang perjalanan. hahahh, makin lebay mode on. Selepas mengucap selamat, langsung menuju meja panjang berisi aneka santapan nusantara. Kalap. Kenyang.

Adat minang

Narsis di nikahan orang hahahah
Me ^^
Abang ^^

Usai bersantap ria, kami shalat di Masjid Al Hambra yang bertempat satu lokasi di Pusdiklat Krakatau Steel. Karena si Abang ada kondangan lagi di TMII, kami memutuskan untuk pamitan. Tak lupa, poto dulu laaah.....

Perjalanan pulang kami tempuh dengan rute serupa, kecuali untuk bus menuju Jakarta, kami memutuskan Arimbi arah Kalideres yang akan menghantar kami pulang. Dan, itu pilihan yang salah. Meski ongkos tak beda jauh (17 ribu per orang). Rute bus sama sekali mengindahkan tol yang ada. Kami seperti berputar2 ditengah kota. Berasa lamaaaaaaaaaaaa.....ditambah lagi AC yang kurang OK serta penumpang yang cukup penuh dan jorok..iiiih...muntah sembarangan..hueks. Jika berangkat kami cukup menempuh sekitar 2,5 jam maka perjalanan pulang bisa mencapai 4 jam karena bus baru berhenti di Kalideres, lanjut busway arah Harmony yang macet total. Plus antrian harmony ke koridor laen yang lumayan memicu sesak napas. Tapi alhamdulillah, kami pulang dengan selamat...heheheh...pokoknya buat Dina and Ari, Selamat Menempuh hidup baru ya....doakan kami semua segera menyusul.

Friday, June 25, 2010

Letter's to Juliet.


Hari ini ga tahu kenapa, tiba2 pengin banget nonton....alhasil sepulang dari training di Hotel Mulia, spontan aq mengajak tetangga kamar kos ku untuk nonton Letters to Juliet. Gara2 kebandelanku pas training untuk browsing, aq sempatkan untuk membaca review film ini. Romantic movie sey....tapi ada beberapa teman yang recommend. Dari segi judul yang sangat representative,,,temptation untuk nonton semakin besar hohohooh....Berkisah tentang Seorang wanita muda asal Amerika (Amanda Seyfried) melakukan perjalanan ke kota Verona, kota tokoh Juliet dalam kisah Romeo dan Juliet, ia bergabung dengan kelompok sukarelawan yang menjawab surat-surat untuk Juliet yang mencari nasihat cinta. Setelah membalas surat yang ditulis tahun 1957 dan terinspirasi oleh penulisnya (Vanessa Redgrave), ia menuju ke Italia untuk mencari wanita yang menantikan cinta sejatinya, dan serangkaian peristiwa mempertemukan cinta mereka dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Amanda Seyfried starred as an American girl on a pre-marriage “honeymoon” in Verona with her fiance (Gael Garcia Bernal), who gets drawn into writing for the Secretaries of Juliet–women who reply to the letters left to Juliet beneath “her” balcony. Sophie stumbles onto a letter from 50 years ago and feels compelled to reply, only to have the woman herself (Claire, played by Vanessa Redgrave) and her grandson Charlie (Christopher Egan, whom I know and love from NBC’s short-lived Kings and who was half the reason I was so excited about this movie) come to Verona as soon as they receive the letter. Claire had been a student there for the summer who fell in love with a boy named Lorenzo, but instead of meeting him to run away together she went back to England. Now a widow, she received Sophie’s letter and decided she wants to find Lorenzo again. Sophie, abandoned by her fiance in favor of a wine auction and various vendors he wants to use for his new restaurant, decides to accompany Claire on a road trip around Tuscany to help her find her Lorenzo.



This is the best part of this movie,
letter write by Sophie as a reply for Clair letter on 1957

"'What' and ‘if’ two words as nonthreatening
as words come. But put
them together side-by-side and they
have the power to haunt you for the
rest of your life: ‘What if?'..."

"I don't know how your story ended.
But I know that if what you felt
then was love - true love - then
it's never too late. If it was true
then it why wouldn't it be true
now? You need only the courage to
follow your heart..."

"I don't know what a love like that
feels like... a love to leave loved
ones for, a love to cross oceans
for... but I'd like to believe if I
ever felt it. I'd have the courage
to seize it. I hope you had the
courage to seize it, Claire. And if
you didn't, I hope one day that you
will."

Tuesday, June 15, 2010

Cut (Ost Vampire Diaries eps.10 - The turning Point)


I'm not a stranger No I am yours
With crippled anger And tears that still drip sore
A fragile flame aged Is misery
And when our hearts meet I know you see

I do not want to be afraid
I do not want to die inside just to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I find it when I am cut

I may seem crazy Or painfully shy
And these scars wouldn't be so hidden
If you would just look me in the eye
I feel alone here and cold here
Though I don't want to die
But the only anesthetic that makes me feel anything kills inside

I do not want to be afraid
I do not want to die inside just to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I find it when I am cut

Pain I am not alone
I am not alone
I'm not a stranger No I am yours
With crippled anger And tears that still drip sore
But I do not want to be afraid
I do not want to die inside just to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I found it when I was

Monday, June 14, 2010

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Hehehhe...berawal dari ketidaksengajaan nge-add Gramedia on FB, suatu hari muncul info kalo ada novel baru berjudul "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" yang udah rilis. Novel besutan Tere-Liye ini mengingatkan aq pada puisi berantai yang menyebar via office mail bertajuk Pohon & Angin (Cek deh...kalian pasti pernah dapet...). Kata2nya OK..tar kapan2 aq posting deh puisinya...
Yang jelas, novel ini lumayan kok...light story tapi mengajarkan banyak hal tentang hidup...

Berkisah tentang bagaimana Tuhan datang dalam berbagai rupa untuk menolong hambanya. Bagaimana Rasa tumbuh tanpa pandang kasta dan usia. Mengakar kuat, kemudian dipangkas seketika oleh rasa takut. Takut akan sebuah kata yang dieja oleh pergulatan batin dan logika. Takut menemui jawaban atas satu pertanyaan yang tak kunjung terucapkan? Takut akan rasa sakit, kemudian. Dan sekali lagi, takut atas sebuah kata yang mengantarkan tokoh cerita pada luka sepanjang hidupnya. TIDAK.

Pokoknya, beberapa wording dari novel ini bener2 berasa "Aq banget" heheheh, kebodohanku,,,,penyesalanku,,,,,tapi juga mengajarkan aku akan banyak hal. Aq tidak sendirian. Apa yang kualami bukan apa-apa. Hidup yang kujalani..sungguh amat luar biasa. Semua yang terjadi hingga hari ini, masih bukan apa-apa. Harus lebih banyak berguru akan semua hal. Sabar. Ikhlas. Qona'ah. Ayo,,,,kamu bisa.....

Sometimes life gives u more than u've expected...but taken more than u ever had as return..

"prinsip itu akan selalu berubah berdasarkan situasi yang ada di depan kita, disadari atau tidak." page 144

Wednesday, June 9, 2010

Bali, June 6 - 8, 2010

Heheheh, kali ini acara jalan2ku jauh dari aroma backpacking, nggembel dan hidup susah. Yups, bernaung pada label outing kantor, Group kami bertolak ke Bali selama 3 hari dengan konsekuensi 1 hari potong cuti, hahahahh...Nginep di Hardrock Hotel (yang ga bakal q singgahi kalo aq backpacker-an) hehehh..sayang duitnya, mending buat maen sepuasnya. Flightnya Garuda, Lunch di Wong Solo (opo maneh to iki, wis nang Bali menu-ne wong Solo..hahahahah), Dinner Ocean 27 deket Discovery Mall (segroup ma Hardrock, secara Hardrock Cafe masih under renovasi)...makanannya setipe ma hardrock lah...ga enak hahahhaa....

Day 1, kami bertolak dari Jakarta sebagai Group 1 dengan flight GA 724 tujuan Denpasar pukul 06.50 WIB dan tiba di denpasar sekitar pukul 10,00 WITA. Sebelumnya, waktu masih dibandara sempat ditelp. pihak Ciwa Sempurna untuk konfirmasi apakah kami jadi ber-watersport ria. Yo jelas lah pak...wis kepingin dari dulu heeee....kami sepakat untuk dijemput dihotel pada pukul 11.00. Hohoho....sebentar lagi....dan ini dia hasil capture nya....

Friday, June 4, 2010

Overland from Kuala Lumpur to Hat Yai (Thailand)

May 14, 2010

Maybe, for most of you thought that it was my stupidity. But, truly....i always wanna do this. Inspired by some blogs that told much about how we can go overland from one country to another. Long time to spend, but they love it. That's make me wanna to take the same route as mentioned. There's always be the first time for everything..and i comnmitted to start this in here...Kuala Lumpur.

If u read my previous post for our 2nd day in Malaysia, it's mentioned that we can't get the sleeper class for the express train from Kuala Lumpur to Hat Yai. Commonly, it cost at RM 65. This condition encourage us to take the Konsorsium Express Bus directly from Bukit Jalil to Hat Yai with embedded cost amount to RM 60 (Sleeper Class) including TV, Video and blanket. They called this class as VVIP. There's also VIP Class and standard class cost 50 and 45 respectively. VIP Class has no adjusted chair and video. Departed 1 hour earlier than VVIP Class. Otherwise, standard Class has the same facilities as VIP but operate on Double Deck Bus. I don't know why it makes the cost become cheaper, the average cost maybe...since the fuel can be divided into total passengers (economics view...^_^), and it becomes the last buses to Hat Yai.

We booked 2 packs VVIP Class ticket directly to the sales counter inside the station. There are many bus provider, please answer whenever someone asks. They are very helpful. I was impressed for that, since in Indonesia there's much illegal ticket provider around the station. Spontaneously, we choose Konsorsium Express Bus. It was the first provider we met after questioning some people and based on my "Blogwalking", no significant issue raised among the travellers...hohohohoho...

The bus depart on 11 pm sharply, the driver told us to prepare our passport for immigration checked at the Thai Border in the morning. We slept tightly, since we don't have one on our first day at Kuala Lumpur. And, as mentioned before...we have to passed the 1st border on almost fajr. The driver collect all the passport and fulfill the form for us while we're waiting at the "waiting area". 30 minutes later, we back to the bus and continue our journey after approximately 10 minutes stopped by at the duty free store.


Early morning, we arrived at the border of Kuala Lumpur and Thailand. All passenger must be check out from the bus (including their belonging) to passed the immigration. The procedures totally the same, showing passport and arrival card, questioning bla..bla....and then, welcome to Thailand. The bus stop on the travel counter (owned by Konsorsium Bus Express). We take a Taxi (not explicitly taxi, it was personal car that called Taxi there) cost THB 50 to the Bor Ko Sor, Hat Yai Bus station. According to my blogwalking, there's a bus go directly from Hat Yai to Phuket. But, we take a minivan provided by travel across the station cost THB 400 per person and will be departed on 8.30. They said it takes approximately 5 to 6 hours. hohohoho...

" The thai statement's are 40% accurate,hohohoho..." We depart on almost 9.15 am and we take a long overland journey. Totally 7 and a half hour. huiks.....including stopped by in several spot along the journey. Krabi, interchange to other minivan while we have Halal food for lunch. We arrived at Phuket on 5.00 pm. Make a phone call to the hostel, since we not yet booked the room for today. Our booking made for tomorrow onwards.

We take a Fortuner (taxi...hohohoo) from station to Lamai Apartment (our guesthouse) cost 500 THB. "Come On Sun, never hang on this ride right???" Chan's said. It was absolutely correct, i never imagine that Fortuner could be transformed into the public transport such as "TAXI".

On our way to the guesthouse, the driver eventually drop us into one of tour agent. He also offering some help if we would like to book the hostel closer to the beach. However, as i told you, don't take it seriously. From 40% there's still a lie...heheheh. Our guesthouse, Lamai Apartment was exceed our expectation. Closer enough to the beach and Bang La Road. We also got the good price for our trip to the Phi-Phi island and James Bond Island each cost THB 1,100 by speed boat(Thanks to Chandra for this =P), using the big boat should be cheaper but you can't getting closer to the beach.



We've spent our first night in Phuket by sightseeing on the Bang La Road. All the bars, hip music, fire attaraction and of course the ladies..hahahah (unfortunately i can't share the special pics of the ladies here...Astaghfirullah!!!!). We got our dinner at one halal food stand near to the Patong Beach. Alhamdulillah. Then, we walked towards the street straight to Jung Ceylong and found some gift store around there. Chan's bought some and then We get back to the hostel around midnight. Prepare for the tomorrow morning trip. We would be picked up around 8 a.m. Before take a rest, we calculate our expenditure and plan to withdraw some money tomorrow, since we've spent more than expected. Night all...




Notes
Bus KL - Hat Yai (Konsorsium Bas Express)(9 hours) >> VVIP=RM 60, VIP=RM 50, Double Deck=RM 45
Taxi from Bus Stop to Bus Station = THB 50
Minivan Hat Yai - Phuket (7 hours) = THB 400
Taxi from Phuket bus station to Hostel = THB 500

Lamai Apartment
29/95 Rachapathanusorn Rd., Patong beach, Phuket
Patong Beach

p. +6676340576
f. +6676340586
email: lamaiapartment@hotmail.com
visit www.hostelworld.com

Phuket Days'



Phuket is a beach town. Most of the spot area dominated by the beach adventures. One of the famous beach in there is a Patong beach. A good Man gone to Heaven, the Bad one gone to Patong hehehehehe...And so our last 2 days have been spent to enjoy the islands. We have picked tour for 2 days cost THB 1,100 each day per person. Total THB 4,400.

It was our fourth day, May 15, 2010. We have booked our tour for Phi Phi Island, especially Maya bay (where's The Beach scene have been taken place). And some of awesome spot around the island. And also on May 16, 2010 James Bond Island, Phanga island where you can have canoeing in a very best place (the cave similar to Grand Canyoon Pangandaran, but in a much better "package." In overall, two thumbs up for the phi phi island especially Maya bay with the softer white sand i ever know.

May 15, 2010



May 16, 2010



And the last scene of Jungcey Long for the last night in Phuket..we're leaving on the first flight from HKT (Phuket) To Jakarta on 07.00 am.

Thursday, June 3, 2010

Bromo...


Mount Bromo
Bromo,
Pegunungan di Probolinggo Jawa Timur yang belum pernah kukunjungi sebagai warga Surabaya. Cukup miris memang, mengingat persinggahanku sebelumnya. Alhasil, sekali lagi dengan didasari "kepingin" dan dua orang partner (Iqoy, temenku dari Jakarta dan Rurry, my roommate when we escape from our college in Oct 2006, hahahaha) kami starting dari Surabaya pada long weekend May 28-30, 2010. Sebelumnya, aq terbang dari Jakarta pada Rabu 26 May 2010, memenuhi permintaan sang Ibu, yang mengharapkan anaknya untuk tinggal lebih lama dirumah. Dan kau tahu, perkataannya adalah titah serta jembatan bagiku ke pintu surga, Amien. Sebelumnya aq sudah membeli tiket Air Asia untuk tgl 29 May 2010, tapi karena Iqoy tidak diperkenankan mengambil cuti, kami sepakat untuk memulai petualangan kami pada 28 may 2010. Dia sendiri menempuh perjalanan dari Jatinegara (18.00) ke Surabaya dengan kereta api bisnis Gumarang (IDR 190,000) yang tiba kira2 pukul 6.30 dini hari. Melelahkan memang, tapi kawanku yang satu ini memang pantang menyerah kalo urusan jalan-jalan. hahahhaha..piss Qoy...
Sementara tiket Air Asia q, terpaksa kuhanguskan, berganti dengan Lion Air tgl 26 May 2010 yang memang saat itu paling murah untuk ukuran menjelang long weekend (IDR 325,000).

Day 1, May 28, 2010.
Setelah cfm kalo Iqoy dan rurry otw dari stasiun Pasar Turi, Surabaya, aq segera berpamitan dengan Ibu Maryam dan Bapak Al Giadi yang notabene adalah orang tua terbaik yang diberikan Sang Pengukir Takdir untukku (Alhamdulillah...) aq segera berangkat naik angkot ke Terminal Joyoboyo, dari sana aq transfer angkot JTK tujuan Rungkut Asri (baca UPN, rumahnya Rurry. Sepanjang jalan aq hanya membatin, ada positivenya juga hobby jalan2ku terealisasi saat usiaku hampir seperempat abad, disaat aq bisa menafkahi diri sendiri. Coba kalo dari jaman kuliah, kandas sudah gaji hasil part time q bersama MAFIA (Matematika, Kimia, Fisika) yang menjadi potensial sumber dana kuliahku. Negativenya, aq hampir tidak mengenali jalanan kota Surabaya yang memang disebabkan beberapa hal, pertama, orangtuaku yang mungkin overprotektif, jadi memang ada larangan untuk pergi keluar tanpa ijin jauh hari sebelumnya. Kedua, kemana2 berangkot ria which is means kalo terlalu sering berat di ongkos pula heheheh dan yang ketiga, aq memang lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, baca komik, maen game dan berhaha hihi dengan keluarga. Cupu banget yaks...hahahha..gapapa, it was the best gift from Allah SWT.

Sesampainya di UPN, aq menelpon rurry untuk datang menjemputku. Meski sudah kuliah dan kabur bersama ke Jakarta, aq belum sekalipun bertandang kerumahnya hahahah...Setelah Iqoy dan Rurry selesai bersiap diri, kami sepakat untuk naik taksi saja ke Bungurasih. Dengan alasan, ongkosnya tidak akan selisih terlalu jauh ketimbang naik angkot dua kali berlaku tiga orang (1 kali angkot IDR 3,000, sehingga kira2 total IDR 18,000). Tapi apa daya, ternyata salah perhitungan, argo menunjukkan IDR 48.900 hahahah, kecolongan deh.

Dari Bungurasih kami berencana naik Bus AC ke Probolinggo, kira2 harga tiket nya IDR 25,000 lha kok pada penuh dan armadanya terbatas. Setelah menunggu sejenak, kami mencoba melirik bus ekonomi. Sumpah, Calo Bungurasih udah kaya lagi Demo aja pas nawarin bus..ckckckckc.... Tak lama kemudian seorang kenek bus ekonomi menawarkan jasa, dengan dalih "Liat dulu mbak, meski ekonomi. Kalo ga OK boleh turun lagi." Kalimat yang persuasif memang, dan kami pun beranjak. Kondisi bus memang cukup OK untuk ukuran bus ekonomi. Semangat backpacker kami kembali menyala (lebay mode on), jadilah kami ber-ekonomi ria.

Dengan merogoh kocek IDR 12,000 per orang, tak terasa 3 jam kami telah hengkang dari Surabaya (Tak terasa apane, 3 jam iku suweee hahahah). Didepan kami telah menyongsong terminal bus Bayuangga, Probolinggo. Syukurlah, jalanan lancar, pak sopir melaju kencang ga pake berhenti dimana-mana (Ngetem). Yihuy, Bromo semakin dekat.....

Sesampainya dari Terminal Bayuangga, kami langsung di kerumuni oleh para kenek, begitu qta bilang Bromo, seraya berlari kenek memanggil ISuzu Elf tujuan Bromo yang sudah siap berangkat. Tanpa tawar menawar kami langsung naik. Alhamdulillah, masih ada space untuk 3 orang. Didalam elf, aq sempat menanyakan berapa tarif naik angkutan ini, dan terbukti saat kenek menagih ongkos. Sama rata IDR 25,000. Setelah kira2 1 jam 20 menit melewati jalanan dari Aspal kota hingga lereng gunung yang meliuk2 ga jelas (termasuk mobil kehabisan bahan bakar, sehingga kami terpaksa terlantar di jalan sekitar 10 menit sampai bantuan datang), kami dihadapkan pada apa yang disebut "Kepinginan" qta. Bromo membentang di depan mata. Subhanallah.

Kami langsung menuju hotel Cemara Indah yang sudah qta book via phone dari Jakarta. Namanya saja yang hotel, tapi kami hanya menyewa kamar kelas ekonomi seharga 100rb per kamar per malam. Kami sebelumnya sudah book dua kamar karena rencananya ada dua orang lagi yang turut serta, tapi kemudian dibatalkan. Kami merasa satu kamar saja sebenarnya sudah cukup untuk kami bertiga, toh tujuan kami kesini bukan untuk tidur. Sunrise Pananjakan menanti esok dini hari huhuhuhu....

Selepas menjama' shalat ashar dengan shalat dhuhur yang terlewatkan, kami berjalan berkeliling. Tujuan utama kami adalah cari makan. lapar euy, untungnya disamping hotel ada abang bakso yang langsung qta samperin tanpa pikir panjang. Sore2, makan bakso...di suguhi pemandangan Bromo. Mantabs deh...untung juga qta pilih nginep disini, viewnya langsung kawah Bromo euy...sehabis makan kami foto2 sebentar lanjut jalan keliling untuk menyewa Jeep yang akan membawa kami ke pananjakan esok hari, setelah membandingkan dengan harga di hotel dan hasil inquiry dengan sesama pendatang, kami memutuskan untuk menyewa bus di pusat informasi Bromo. sewa jeep biasanya terdapat dua macam, sharing yang akan di charge IDR 90,000 per orang ato per jeep IDR 275,000 - 350,000. Setelah hitung punya hitung kami memilih untuk menyewa satu jeep untuk kami bertiga, heheheh..ga mo rugi pokoknya. Namun, memang Allah maha penyayang...pas jalan menuju pusat informasi, kami dipertemukan dengan sepasang brondong backpack-an yang baru tiba, sebut saja Toga dan Nia (memang nama sebenarnya hahahah). Tanpa babibu, kami menjalin simbiosis mutualisme. Layaknya sales dadakan, kamar kami tawarkan. Jeep sharing kami persilakan...hahahah lumayan, uang kamar bisa disave, Sewa Jeep jadi lebih murah (IDR 275,000 dibagi 5 orang, @55,000 per orang). I love Allah...

setelah booking jeep, kami kembali ke kamar, shalat...makan indomie lanjut tidur dengan alasan takut ga kebangun menjelang fajar, (alasan klise, hahahah..gimana ga gendut coba????.....)


Ngebakso dengan view Bromo, mantabs
Kawah Bromo
take a break on my way to Bromo - Mogok euy mobilnya
Heheheh..sekian hari pertama, Mo lanjut?? buka day 2 nya...

Rincian biaya hari ini:

*) Pesawat Jakarta - Surabaya : IDR 325,000 (one way, kalo ada promo bisa lebih murah lagi)
*) Kereta api Gumarang Bisnis : IDR 190,000 (one way, long weekend soalnya..kalo ga long weekend IDR 130,000)
*) Stasiun pasar turi - Bungurasih : - Bus Kota (2,500)
- Angkot - Lyn D tujuan Joyoboyo (IDR 3,000)
lanjut bus kota ke Bungurasih (IDR 2,500)
*) Bungurasih - Probolinggo : Bus Ekonomi (IDR 12,000) AC (25,000)
*) Probolinggo - Cemorolawang (Bromo) = Isuzu Elf (BISON) IDR 25,000
*) Penginapan : IDR 100,000
*) Jeep : IDR 275,000

Buat yang pengen ambil paket tour, sempet dapet kartu nama dari
Diana Tour
Cp : Hadi Maksum
Jl Sukapura - Sepuhgembol, Wonomerto Probolinggo
email : hadimaksum31@yahoo.co.id
Phone : +62 81 336 875 457


Day 2, May 29 2010

Semaleman susah tidur euy, 2 kasur supermini yang disulap jadi king size (coz mesti tidur bertiga), bantal yang agak kurang proper kalo disebut bantal, jadinya aq memilih untuk ga usah pake bantal sekalian plus udara dingin menusuk meski sudah berbekal kaos lengan panjang plus jaket, kaos kaki, sarung tangan dan balaclava. Alhasil, aq terjaga semalaman hingga petugas hotel membangunkan kami untuk segera bersiap menuju pananjakan.

Dududu, setelah berberes diri kami menghambur keluar kamar dan MasyaAllah, dinginnya jauh lebih menusuk tulang. Brrrrrr....sumpah dingin banget euy!!!!

Beberapa Jeep sudah berbaris di depan hotel, tapi jeep2 tsb merupakan jeep khusus tamu hotel yang memesan diresepsionis. Sedangkan milik kami, karena pesan dipusat informasi, harusnya juga akan menjemput kami dihotel sey..cuman belum ada konfirmasi dari petugas booking. Setelah agak lama menunggu, kami berlima memutuskan untuk menuju pusat informasi,,,,katanya sey blom dateng karena macet. Memang benar, jalanan sekitar tumpah ruah oleh deretan jeep yang hendak bertandang ke Pananjakan. Lampu sorot dan klakson bertebaran. Agak lelah dan mengkhawatirkan ketika jeep kami tak kunjung datang. Takut keburu fajar. Alhasil, kami mendesak petugas untuk mengantar kami menuju lokasi jeep kami terjebak macet yang notabene ga jauh dari posisi kami sekarang. Dan Alhamdulillah, tak lama kemudian kami sudah nangkring di jeep "kepunyaan" kami dengan nomor 812.

Bangun pagi2 buta, persiapan buat sunrise
Sunrise at Pananjakan 1 
Kika : Iqoy, Toga, Me and Nia
Take a rest at the Top of Kawah Bromo

Bromo semakin dekat.....

Jeep yang kami tumpangi melesat di tengah perbukitan yang yah lumayan menyeramkan. hehehhe, kelak kelok kanan kiri..huhuhuhu...udah gtu qta di drop lumayan jauh dari tujuan karena jalanan sudah full oleh parkiran jeep yang datang sebelumnya. Long way to go, dan karena kami sudah lumayan telat..aq, iqoy dan rurry memutuskan naek ojek sajah (padahal males jalan, this is an excuse). Di Pananjakan, para pengunjung sudah bejibun, spot2 yang OK tuk meng-capture sunrise pada sold out. Bahkan akhirnya, aq terpisah dari Iqoy dan Rurry. Apalagi duo brondong itu heheheh...udah kepisah sejak ngojek,

Puas menatap sunrise, aq beringsut shalat shubuh. Di tempat shalat inilah aku kembali bertemu Rurry dan Iqoy. Sehabis shalat kita berfoto ria di beberapa spot. Tentu saja sambil tengok kanan kiri, dimana "DUO" berada. Puas poto2, kami bermaksud kembali ke jeep, next destination kawah Bromo. Namun apadaya, Sang Duo tak ketemu pula sehingga kami putuskan untuk menunggu di warunf saja. Loh kok warung, heheheh laper cuy...(skali lagi alasan yang gajebo), sambil makan kami mencoba menghubungi sopir jeep. Tak ada balasan, kami kembali menelpon pusat informasi. Syukurlah, Sang Duo sudah bersama sopir dan sedang menuju ke arah kami.

So, let's go Kawah Bromo......

Perjalanan dari Pananjakan ke Kawah Bromo sendiri memakan waktu sekitar 20 menitan dengan jeep. Rute yang di tempuh jauh lebih seram dari rute hotel - Pananjakan, Sebenernya dari hotel ke kawah ada jalur cepat yang bisa di tempuh dengan berjalan kaki. Namun, karena kami pengen ke pananjakan, yasudah lah ya...sekalian kesininya naik jeep aja.

Jeep mengantar kami hingga lereng kawah Bromo. Bau belerang menyengat, plus padang pasir menghadang. Beberapa orang menawarkan kuda untuk menghantar kami ke mulut tangga. Yups, selain hamparan padang dan bukit pasir, kami masih harus menaiki beberapa anak tangga yang lumayan melelahkan. Bahkan aq sampe blood pressure q turun, tiba2 pandangan gelap. Disinilah aq membutuhkan cokelat. Sebagaimana Harry Potter membutuhkannya setelah bertemu dementor. Prof. Lupin, mengatakan cokelat adalah zat yang baik untuk mengembalikan kegembiraan. hohohohooh...tapi tak ada cokelat teh hangat manis pun jadi, yang penting gula.

Selepas poto2, aku memutuskan untuk mencoba naik kuda. Sementara yang laen, jalan kaki hohoho. Ini merupakan pengalaman pertamaku naik kuda, apalagi melewati turunan gurun pasir kaya gini, agak serem euy..tapi pak yang empunya kuda bilang...jangan liat jalanannya...lihat aja pemandangan sekitar..dan itu benar, rasa takutku lenyap. Yang ada hanya Subhanallah....Thank's to Allah for all the opportunities given to me. When the skies are blue, to see u once again my love..hahahah(alaay.Naik kuda menyenangkan. Hoho...meski harus mengeluarkan kocek 40 ribu sey...

Di dekat parkiran jeep banyak orang berjualan T-Shirt Bromo, setelah tawar menawar,,,aq berhasil membeli beberapa untuk oleh2 orang dirumah.

Puas maen dan poto2, kami kembali ke hotel. Mandi. Dan dengan berat hati, kami berkata pada diri sendiri..It's time to go...jam setengah 12 kami check out dari hotel. kembali naik isuzu elf menuju terminal bayuangga probolinggo. Sesampainya di terminal, kami berpisah dengan Toga dan Nia yang hendak melanjutkan perjalanan kembali ke Surabaya lanjut Jogjakarta. Sedangkan kami, karena sudah tak kuasa menahan lapar, segera nongkrong di parkiran setelah memesan Bakwan Malang. Murah. Enak. Selepas makan, kami berangkat menuju Malang.

Bus Probolinggo - Malang yang kami tumpangi kembali kelas ekonomi. Hanya saja, secara kualitas dan kuantitas, jauh dengan bus ekonomi yang mengantar keberangkatan kami. Bus kali ini ngetem berkali-kali, rute nya puter2 dalam kota. Probolinggo - Malang berasa semakin lamaaaaaa.....

Sekitar pukul 4.30 kami tiba di Malang, turun Taspen lanjut angkot AGP tujuan Dewantaran kalo ga salah nama jalannya. Menuju rumah ChaCha, temen rurry yang dengan baik hati mau menampung kami bertiga malam ini. Ditambah lagi, dia bersedia mengantar kami bermotor ria menuju Batu Night Spectaculer (BNS) hohohoo....mantabs

Jadilah, selepas berberes dan shalat Maghrib kami berangkat menuju BNS. Tak lupa makan sebentar di depot bakso malang terdekat,,,hohohoh. Selepas makan, kami melanjutkan perjalanan. 20 menit kemudian, BNS membentang hohoho...berasa pasar malam. BNS sendiri merupakan perpaduan pasar malam dan DUFAN yang baru buka di malam hari. Nilai plus nya adalah, dia punya Taman Lampion yang OK banget buat poto2. Harga tiket masuknya pun murah, cuman 10 rb rupiah saja, tapi ada biaya tambahan untuk masing2 wahana. heheheh...sama aja kali ya ama DUFAN (IDR 120,000), kalo banyak maen jatuhnya mahal juga.

Puas maen, kami memutuskan untuk pulang karena hari mulai larut. Jajan dulu di luaran sepuasnya...baru kemudian kembali menyusuri jalanan Malang menuju pulang. Aku senang. Karena setidaknya kami masih bisa berlibur manakala Sempu ditutup untuk sementara. Seperti ku kemukakan dalam beberapa catatanku sebelumnya, mungkin itu akan jadi alasan untuk kembali berkunjung ke Jawa Timur sekali lagi, ketika SEMPU sudah bisa kami kunjungi heheheheh

Last day in Malang....

Yiiihaaa….hari ini, hari terakhir dari perjalanan kami di Jawa Timur.
Setengah lima pagi aq terbangun, Alhamdulillah....it’s time to pray Shubuh. Malang seperti biasa, masih lumayan dingin untuk ukuran wilayah kota. Ga sedingin Batu dan sekitarnya lah pokoknya, apalagi Bromo....jauh. Lamat2 ku sentuh air di pancuran kamar mandi,,,,teteup dingin..heheheh.

Sehabis shalat, aq mencoba merapikan carier q yang muatannya sudah tercecer kemana-mana. Hari ini PULANG. Heheheh...tapi kami berencana mampir ke stadion Gajayana dulu, bertandang ke pasar kaget ala Gazebu (Telkom-Bandung) on weekend, lanjut kampung keramik di Malang. Alhasil, setelah Iqoy, Rurry dan Chacha ready (ga mandi tentunya..hihihihi), Brang-cuts lah qta (alay banget ejaannya...^_^)

Tujuan pertama, stadion Gajayana. Disini kami berkeliling menelusuri jalan yang penuh sesak oleh para pedagang lengkap dengan barang dagangannya..ada batik, sendal, assesoris, makanan, mainan, sampe tatoo permanent maupun temporer. Lumayan menggoda lah pokoknya, apalagi harga yang ditawarkan agak miring. Satu baju batik bisa qta dapatkan dengan harga IDR 40 rb, heheh..murah banget kan???!!! Dan Iqoy, menjadi salah satu korbannya.

Puas muter2 di Gajayana, kami memutuskan untuk singgah di salah satu warung nasi pecel. Asyik menikmati pecel, tiba2 Iqoy yang asyik menyeruput soto madura cekikikan bareng Rurry, ”Anak tukang pecelnya ganteng yak???” hahahahah...sempet aja kawanku itu, tapi emang cakep sey, dan jadi lebih cakep lagi karena dia mo bantuin nyokapnya jualan on weekend. Ga pake malu, gengsi ato apapun alasannya....two thumbs up lah....

Selepas mengisi perut, Rurry memutuskan menggapai mimpinya untuk di tattoo pake pacar India,,,heheh meski gagal total hasilnya (maaph yeee rur…), poto2 di memorial World Cup 2010 di ujung jalan, plus Iqoy yang ngotot mo poto di Plang bertuliskan Jl. Ijen heheheh…puas poto2an kami lanjut ke kampung Keramik, tapi tak langsung juga dink..kita mampir dulu di Universitas Brawijaya, Malang….khususnya Fakultas Ekonomi. Dan sekali lagi, cuman sekedar poto-poto…(ga penting banget yak…)

Kampung keramik tak ayal merupakan home industry para pengrajin keramik di Malang. Disini, aneka kerajinan keramik dijual dengan harga yang murah, Sebenarnya, kami hanya berniat untuk mengantarkan Cha2, sekaligus melhat2 karena belom pernah. Sejenak kami mulai tergoda, namun mengingat tema perjalanan kami adalah backpacker, sesegera mungkin kami mengurungkan niat, takut pecah di jalan.

Jam 11 kami balik kerumah Cha2, mandi berberes dan bersiap balik ke Surabaya. Kami putuskan untuk pulang lebih awal karena Iqoy masih harus menempuh perjalanan kereta Dari Surabaya ke Jakarta jam 5 sore nanti. Namun, sebelum pulang kami sempatkan untuk mencicipi Bakso Kota Cak Man aseli di kota Malang, dan soal rasa…emang yang aseli lebih mantabs!!!!!!

Puas makan, sekitar setengah 1 kami bertolak menuju terminal Arjosari pake angkot AGP (per orang IDR 2500). Sampe di terminal, tak lupa kami poto2 terlebih dahulu. Alhamdulillah, kali ini kali ini kami merasakan nikmatnya bus AC (Malang – Surabaya, memang lebih nikmat sey ....). Kami tiba di Bungurasih sekitar jam 3, lanjut bus DAMRI arah Pasar Turi yang menurunkan Rurry di Giant Margorejo, sedangkan aq dan Iqoy lanjut sampe tugu pahlawan. Lanjut Becak. Aq memutuskan menemani Iqoy di stasiun Pasar Turi hingga teman seperjalanannya (teman kantor-nya yang orang Surabaya) datang.

Melancong ke kampus orang - Unibraw
Booth Piala Dunia di sekitaran Stadion Gajayana
Lampion Garden at Batu Night Spectacular 
P u l a n g - Stasiun Pasar Turi Surabaya
at Lampion Garden - BNS 
Batu Night Spectacular - BNS 

Usai shalat Maghrib di masjid dekat stasiun, aq beranjak pulang. Diantar angkot BJ (Benowo-Jembatan Merah), akhirnya harus berhenti di traffic light Balong Sari. Pencet HP, menelepon pria paling keren dalam hidupku..heheheh (baca: Mr. Al Giadi a.k.a The best father I ever had). Minta dijemput sebagaimana yang selalu kulakukan tiap pulang sekolah maupun kuliah jaman dulu masih muda heheheh…saat menunggu disana, entah kenapa jadi kangen dengan semuanya…but u know, we can’t turn back time….

Tak lama, pahlawanku muncul…Finally I’m Home...
Thank’s to Allah for those days…
Thanks for giving me an opportunities to have those moments
Alhamdulillah….