Showing posts with label Travel Info. Show all posts
Showing posts with label Travel Info. Show all posts

Thursday, July 12, 2012

From Cibodas to America ^^

Sebenernya saya tak ada maksud mo cerita soal bapak kemerdekaan Amerika Serikat hari ini. Toh, saya bukan sejarawan dan bukan pula sedang dalam rangka menulis sesuatu yang berbau ke-Amerika-an. Semuanya bener-bener "unexpected"

Ceritanya lumayan panjang dan tidak sedikit menyimpang dari apa yang seharusnya. Tapi yaitu-lah gunanya saya menulis disini, mencoba meninggalkan sesuatu dari setiap detik yang telah saya lewati. Berharap kelak ketika saya membukanya kembali, kejadian demi kejadian itu tetap hidup dan menjadi dongeng nyata yang turut andil mengantarkan saya ke masa depan.

Bermula dari cita-cita mulia saya dan Abang (baca: Harris Agustian) tahun lalu, saat kami akhirnya punya waktu untuk melakukan one day light tracking di Situ Gunung, Sukabumi. Kegembiraan kala itu membuat kami sepakat untuk menemukan tempat lain yang dapat menjadi ajang olah raga dan olah pikiran (baca : refreshing) yang tidak perlu makan waktu, dalam arti tak perlu menginap aka cukup pulang balik di hari yang sama. Kami sepakat, kebahagiaan dan kegembiraan macam itu sangat mudah didapat. Hanya butuh niat. Sedangkan kesempatan akan muncul melalui tekad yang bulat ^^

Dan seminggu yang lalu, saya mencoba sounding ide tracking ke Cibodas ke Abang yang disambut dengan anggukan, yeay!!!! cuman masalahnya timing-nya menjadi ga jelas lantaran musim kuliah sudah mulai. Sempet menciut lantaran ga bakalan bisa pergi sampe masa kuliah berakhir. Tapi alhamdulillah, karena masih dalam masa2 low season kami memutuskan untuk tetap pergi di hari minggu. Meeting point kali ini, terminal Kampung Rambutan (Jadi Deja Vu masa hunting bus ke Pangandaran).

Pukul 07.02 kami bertemu di terminal Kampung Rambutan, tepatnya di depan sekumpulan papan nama kota tujuan bus setelah melewati peron terminal. Berdasarkan nanya temen plus coba searching via Mbah Google, ada dua rute yang dapat ditempuh dari Kampung Rambutan menuju Cibodas. Pertama, direct bus tujuan Cianjur yang langsung mengantarkan penumpang dari Kampung Rambutan ke Cibodas. Yang kedua, Bus dari Kampung Rambutan tujuan Ciawi. Nah setibanya di perempatan Ciawi, untuk menuju Cibodas penumpang masih harus "oper" ke minivan (colt) warna putih. Dan kami memilih option pertama.

Bus Dua Ibu tujuan Cianjur yang kami tumpangi lumayan nyaman untuk kategori bus Ekonomi. Di Indonesia, bus umum memang di dapuk dengan kursi berukuran mini yang di setting dengan formasi dua-tiga. Saya mencoba tidak mengeluh soal ukuran kursi, apalagi membandingkan dengan bus-bus yang saya tumpangi sebulan lalu saat jalan-jalan di Jepang. Yang harus dipersalahkan disini tentunya ukuran tubuh saya yang dari hari kehari entah kenapa karena dosa mulut (baca: makan mlulu) makin tumbuh kesamping hahahahah...

Mulanya biasa saja, dan menjadi tidak biasa manakala kami mendapati bus kami diam tak bergerak di perempatan Ciawi hingga pukul 10.00. Abang yang biasanya sabar, kali ini mulai mengutak atik BB, Twiter sampe hampir membanting gadget-nya hanya lantaran sinyal 3G-nya ikut-ikutan kejebak macet (becande). Setelah menimang-nimang beberapa hal kami membuat kesepakatan; kalau sampe jam setengah 11 bus tidak menunjukkan progress yang significant, kami sepakat untuk membatalkan trip kali ini dan kembali ke Jakarta.  And seriously, we did it!!!

Semalem sebelum keberangkatan, Abang memang sempat menawarkan; gimana kalo hari ini kami ngendon di Mall saja. Tapi...karena aku yang keras kepala dan memang sudah pengin banget ke Cibodas ga mau ngalah. Feeling guilty then...

Back to Jakarta, back to Abang plan. Karena laper plus masih penasaran ama Bakso Gobyos deket kos-anku, kami sepakat untuk makan dulu baru lanjut nge-mall (loh?). Ga tanggung-tanggung, kami berhasil menculik penguasa Kampung Rambutan (baca; Iqoy) untuk turut serta nge-Gobyos ria. Puas isi perut, bergossip dan menyelesaikan beberapa urusan, Iqoy memutuskan undur diri pulang sementara saya dan Abang menuju America, hahahahh (baca: Grand Indonesia).

Nge-mall today focus pada planning mo nonton pilem. Karena most of pilem yang sedang diputar sudah saya tonton, pilihan jatuh pada Abraham Lincoln. Mulanya saya agak males klo pilemnya perang2an. Tapi setelah nonton, saya berasa di suguhi perpaduan karya Dan Brown yang ciamik dengan mixing antara fiksi dengan fakta plus setting cerita yang bener-bener disulap apik oleh sang Sutradara. Belum lagi, Abe dalam pilem ini mirip banget ama poto2 Abe asli di wikipedia.

Kalau orang-orang mengenal Abraham Lincoln sebagai bapak kemerdekaan Amerika Serikat, di film ini audience akan dihadapkan pada sisi lain dari Abe sebagai vampire hunter namun tetap lekat dengan predikat-nya sebagai Bapak Kemerdekaan. Meski tidak sedetail Dan Brown dalam menghasilkan karya-nya, cukup salut pada Doris Kearns Goodwin yang berhasil menyulap history into a new interesting story.

"I walk slowly, but I never walk backward." - Abraham Lincoln 

Wednesday, June 6, 2012

Day 9 - It's just like try to find my own Neverland - Tottori, Japan



23 May 2012

Suntea Edogawa
Tottori Station,  Japan


The 9th day of my IncREDibles day in 2012. The day that I admire the most. The day of my journey to the land of Shinichi Kudo's creator, Tottori.

Just looked back to my decision to extend my visit in Japan for another 3 days. It cost as much as my previous return flight from Kansai to Jakarta. In doubt for sure, but finally I decided to make it and 100% sure now that I'll never regret.

It starts on Wednesday morning when all of my roommates woken up for Praying shubuh and chasing the train to Kansai International Airport, while I'm lying on my bed and have a less thought about anything, even Tottori itself. But, after they were leaving accidentally I found out that..hellowww!!! Its your time to meet Kudo Kun!!!!

We have stored our luggage at the hotel and take a day-pack belonging for the trip.And you know, our hotel provide this service for free (just put coin JPY100 prior locking the coin locker and it will return to you once you've opened it back.

From Donbutsue Mae, take subway to Namba (only 2 stations, cost JPY 200) and headed to OCAT (Osaka City Air Terminal) - just walking and follow the directions till you found ticketing counter at 2F floor. Tottori was 3 hours away from OCAT and cost by JPY 3,600 one way. It was the cheapest method to visit this prefecture compared to another transportation method (flight, train). For train schedule, check http://www.hyperdia.com/


Actually, we found out that there's another short ways to get into OCAT from Donbutsue Mae by taking JR instead of Subway. Just take the train to Namba, 2 stations with cost only JPY 130. In addition, its only a very short walking towards the OCAT Bus Counter.  But you know, you never knew it instead you did it..wkwkwkwkwk...

OCAT bus terminal was totally different with the bus terminal that I've been before. The best one was the new Puduraya Bus Station in Kuala Lumpur but now, OCAT can be the second one. It was simple terminal with minimum decoration, space and attributes. Waiting room only comprises of minimum seat located directly in front of each departure gate. For Tottori, stated in Gate 7. At 9 am, sharply we departed from OCAT to Tottori.

During 3 hours, you'll see the real Japan as you seen on history. Just forget about how's crowded when people passing Shibuya and Harajuku and imagine the village where The last samurai taken. Please omit the horses, and change the road into modern style. Even, they have samurai logo on the welcoming board. Traditional houses with a mini beautiful garden, river, hills and the field it selves. Its wonderful landscape of Japan.

In addition, there are many tunnels along the trip, the best one is Tsurumi Tunnel.

And tadaaa...Welcome to Tottori!!!! Our hotel, APA Hotel, located in front of south exit of Tottori Station. It takes only 2 minutes, truly only takes 2 minutes as mentioned in the booking reference. There's no guesthouse or hostel in Tottori, hence we decided to stay at hotel whereas we can leave our luggage in headed to our first destination, Tottori sand dunes. Let's go!!!!

Truly, it just like trying to find my own Neverland ^^

*) I wrote this on the bus from Osaka to Tottori, powered by Blackberry

Saturday, March 31, 2012

Pre-visit "Tottori" - Visa Jepang

"Don't be too exited over anything, it would be hurt once its suddenly gone."

Huuhuuu...Aq sudah lupa dari novel mana aku mendapatkan kutipan itu. Yang jelas it happens!!!

Masih dalam euforia "Patronus" untuk melewati peak season tahun ini, saya memutuskan untuk mengambil cuti di bulan Maret (Hweee, auditor bisa cuti di bulan Maret #winkwink) dan menyempatkan diri pulang ke Surabaya untuk mengurus visa. Yups, pembuatan Visa kunjungan ke Jepang harus dilakukan berdasarkan wilayah yurisdiksi masing-masing (sesuai KTP). Untuk informasi lengkapnya bisa cek disini Nah,  untuk warga Surabaya seperti saya hanya bisa dilakukan di Konsulat Jenderal Kedutaan Jepang di Surabaya (Konjen Surabaya) yang berlokasi di Jl Sumatera No. 93 Surabaya.

Proses pengurusan visa juga lumayan cepat, yakni maksimum empat hari kerja dari tanggal pengajuan. Cuman, karena jatah cuti saya terbatas dan sengaja di keep buat the BIG Day. So, saya minta tolong saudara buat ngurusin, coz after nanya temen2 yang udah pernah ke Jepang dan blog walking kanan kiri, pengurusan visa dapat diwakilkan. Itung-itung meminimalisir resiko kalau nantinya ada dokumen atau persyaratan yang kurang bisa sekalian dilengkapi.

Usut punya usut, hari pertama saudara saya datang ke Konjen harus menelan kekecewaan lantaran ditolak. Alasannya banyak:
  • Pertama, Foto untuk visa ga boleh pake kacamata, dan backgroud putihnya kurang cerah, agak abu-abu gtu deh karena saya cuman foto nempel tembok. OK, alasan ini saya bisa terima
  • Kedua, lampiran rekening koran 3 bulan terakhir saya dibilang ga boleh pake print-out internet banking. Harus buku tabungan yang di print. (Yang ini agak gak make sense, secara beberapa bulan sebelumnya temen kuliah saya menggunakan dokumen serupa untuk mengurus visa yang sama, visa Jepang)
  • Ketiga, formulir yang saya pake bukan yang update. Yang ini memang kesalahan saya, formulir saya download beberapa bulan sebelumnya dan dengan Pede-nya saya tidak pernah mengecek lagi ke situs Konjen. 
Okay, that's yang harus dikoreksi dari yang pertama. Esok harinya, saudara saya kembali lagi ke Konjen dan lagi-lagi ditolak dengan alasan yang berbeda. Saudara sempat kesel dan sebel, hingga akhirnya saya memutuskan untuk menelepon Konjen dari Jakarta untuk mengetahui detail penolakan berkas.
  • Pertama, Saldo tabungan tidak cukup. What the????? begitulah, saldo di anggap kurang mencukupi, namun begitu saya tanya via telepon berapa minimal saldo dianggap mencukupi, petugas enggan memberitahukan nominal pastinya, aneh kan (gondok to the max)
  • Kedua, karena saya belum pernah ke Jepang, pengurusan visa saya lakukan sendiri, dan belom pernah ada kunjungan ke negara lain yang menggunakan visa petugas menyarankan saya untuk menggunakan jasa travel agency (makin ga masuk akal kan???)
Walhasil saudara saya yang notabene cewek makin sesenggukan and kesal. Demikian pula halnya dengan saya sendiri. Alasan penolakan seolah dibuat-buat. Maksud hati, biar nanti pas pulang tinggal ambil visa yang udah approved, nah kok jadi begini???

Langkah terakhir, pas pulang saya memutuskan untuk datang sendiri ke Konjen, membawa berkas yang sama dengan tambahan copy SPT tahun berjalan, slip gaji 3 bulan terakhir plus kartu nama (hahahha), buat mitigate risk yang aneh2, apalagi denger cerita (plus bukti ngomong via telepon) klo mbak petugasnya nyebelin abis. Nah kok, suasananya totally different ya???

Begitu parkir dan memasuki pos penjagaan, petugas menyuruh saya menitipkan ID dan semua barang bawaan termasuk barang berharga (laptop, HP, dompet) di pos penjagaan dan dimasukkan kedalam semacam deposit box. Jadi saya hanya membawa berkas yang diperlukan. Sesampainya di loket pengurusan visa, saya mengambil antrian dan menunggu bersama yang lain. Tidak begitu lama, nomor antrian saya dipanggil dan dengan ramah mbak2 petugasnya melayani saya (nah lo???). Dari suaranya, saya kenal betul itu suara yang sama dengan Si Mbak yang ngomel ke saya di telepon, tapi yasudah lah ya...

Berkas-berkas saya diperiksa sambil sekali dua kali Si Mbak melontarkan pertanyaan mengenai tempat kerja saya dan dengan siapa saya bepergian. Dan, you know..That's it!!! Si Mbak mengambil berkas dan menggantinya dengan no pengambilan visa untuk 4 hari kedepan..Cihuy...

So, intinya setelah mengurus visa sendiri, kesan yang saya dapatkan adalah Bikin Visa Jepang itu gampang =)
Dan benar saja, 4 hari kemudian Visa sudah di tangan lengkap dengan izin 15 hari tinggal di Jepang untuk dalam kurun waktu 3 bulan ke depan. Tottori.............i'm comin!!!!!

*) Mungkin saudara saya kurang beruntung saja..maaphkeun aq ya Dhek, but thanks a lot for your assistance.



Prosedur pengurusan visa juga tidak begitu sulit, cukup isi formulir, bikin pas photo terbaru sesuai ukuran visa yang dibutuhkan, terus lampirkan beberapa hal berikut (untuk tujuan wisata):

1. Paspor.
2. Formulir permohonan visa. [download disini]dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
6. Jadwal Perjalanan [ download disini] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:
  • Bila pihak Pemohon yang bertanggungjawab atas biaya  - Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon - seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).
  •  Bila pihak Pengundang yang bertanggungjawab atas biaya - a) Surat Jaminan [ download here] b) Dokumen yang berkenaan dengan pengundang seperti tercantum di bawah ini (salah satu saja)

Info lengkap: visit http://www.id.emb-japan.go.jp