Huuhuuu...Aq sudah lupa dari novel mana aku mendapatkan kutipan itu. Yang jelas it happens!!!
Masih dalam euforia "Patronus" untuk melewati peak season tahun ini, saya memutuskan untuk mengambil cuti di bulan Maret (Hweee, auditor bisa cuti di bulan Maret #winkwink) dan menyempatkan diri pulang ke Surabaya untuk mengurus visa. Yups, pembuatan Visa kunjungan ke Jepang harus dilakukan berdasarkan wilayah yurisdiksi masing-masing (sesuai KTP). Untuk informasi lengkapnya bisa cek disini Nah, untuk warga Surabaya seperti saya hanya bisa dilakukan di Konsulat Jenderal Kedutaan Jepang di Surabaya (Konjen Surabaya) yang berlokasi di Jl Sumatera No. 93 Surabaya.
Proses pengurusan visa juga lumayan cepat, yakni maksimum empat hari kerja dari tanggal pengajuan. Cuman, karena jatah cuti saya terbatas dan sengaja di keep buat the BIG Day. So, saya minta tolong saudara buat ngurusin, coz after nanya temen2 yang udah pernah ke Jepang dan blog walking kanan kiri, pengurusan visa dapat diwakilkan. Itung-itung meminimalisir resiko kalau nantinya ada dokumen atau persyaratan yang kurang bisa sekalian dilengkapi.
Usut punya usut, hari pertama saudara saya datang ke Konjen harus menelan kekecewaan lantaran ditolak. Alasannya banyak:
- Pertama, Foto untuk visa ga boleh pake kacamata, dan backgroud putihnya kurang cerah, agak abu-abu gtu deh karena saya cuman foto nempel tembok. OK, alasan ini saya bisa terima
- Kedua, lampiran rekening koran 3 bulan terakhir saya dibilang ga boleh pake print-out internet banking. Harus buku tabungan yang di print. (Yang ini agak gak make sense, secara beberapa bulan sebelumnya temen kuliah saya menggunakan dokumen serupa untuk mengurus visa yang sama, visa Jepang)
- Ketiga, formulir yang saya pake bukan yang update. Yang ini memang kesalahan saya, formulir saya download beberapa bulan sebelumnya dan dengan Pede-nya saya tidak pernah mengecek lagi ke situs Konjen.
- Pertama, Saldo tabungan tidak cukup. What the????? begitulah, saldo di anggap kurang mencukupi, namun begitu saya tanya via telepon berapa minimal saldo dianggap mencukupi, petugas enggan memberitahukan nominal pastinya, aneh kan (gondok to the max)
- Kedua, karena saya belum pernah ke Jepang, pengurusan visa saya lakukan sendiri, dan belom pernah ada kunjungan ke negara lain yang menggunakan visa petugas menyarankan saya untuk menggunakan jasa travel agency (makin ga masuk akal kan???)
Langkah terakhir, pas pulang saya memutuskan untuk datang sendiri ke Konjen, membawa berkas yang sama dengan tambahan copy SPT tahun berjalan, slip gaji 3 bulan terakhir plus kartu nama (hahahha), buat mitigate risk yang aneh2, apalagi denger cerita (plus bukti ngomong via telepon) klo mbak petugasnya nyebelin abis. Nah kok, suasananya totally different ya???
Begitu parkir dan memasuki pos penjagaan, petugas menyuruh saya menitipkan ID dan semua barang bawaan termasuk barang berharga (laptop, HP, dompet) di pos penjagaan dan dimasukkan kedalam semacam deposit box. Jadi saya hanya membawa berkas yang diperlukan. Sesampainya di loket pengurusan visa, saya mengambil antrian dan menunggu bersama yang lain. Tidak begitu lama, nomor antrian saya dipanggil dan dengan ramah mbak2 petugasnya melayani saya (nah lo???). Dari suaranya, saya kenal betul itu suara yang sama dengan Si Mbak yang ngomel ke saya di telepon, tapi yasudah lah ya...
Berkas-berkas saya diperiksa sambil sekali dua kali Si Mbak melontarkan pertanyaan mengenai tempat kerja saya dan dengan siapa saya bepergian. Dan, you know..That's it!!! Si Mbak mengambil berkas dan menggantinya dengan no pengambilan visa untuk 4 hari kedepan..Cihuy...
So, intinya setelah mengurus visa sendiri, kesan yang saya dapatkan adalah Bikin Visa Jepang itu gampang =)
Dan benar saja, 4 hari kemudian Visa sudah di tangan lengkap dengan izin 15 hari tinggal di Jepang untuk dalam kurun waktu 3 bulan ke depan. Tottori.............i'm comin!!!!!
Prosedur pengurusan visa juga tidak begitu sulit, cukup isi formulir, bikin pas photo terbaru sesuai ukuran visa yang dibutuhkan, terus lampirkan beberapa hal berikut (untuk tujuan wisata):
1. Paspor.
2. Formulir permohonan visa. [download disini]dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
6. Jadwal Perjalanan [ download disini] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:
- Bila pihak Pemohon yang bertanggungjawab atas biaya - Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon - seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).
- Bila pihak Pengundang yang bertanggungjawab atas biaya - a) Surat Jaminan [ download here] b) Dokumen yang berkenaan dengan pengundang seperti tercantum di bawah ini (salah satu saja)
Info lengkap: visit http://www.id.emb-japan.go.jp


