Deadline...
Semua kuli PSAK macam saya, pasti "terpaksa" akrab dengan kata wasiat tersebut. Capek, sebel, was-was plus deg-degan menjadi hal yang lumrah setiap tahunnya. Namun, jauh dari semua efek negatif yang ditimbulkan oleh kata itu, kadang deadline merupakan katalis untuk mempercepat usaha kita mencapai sesuatu.
Tanpa deadline, puluhan cikal bakal tulisan saya di blog ini terhenti di tengah jalan. Ide yang cuman setengah, seringkali ditimpa oleh ide lain yang notabene juga cuman setengah. Siklus tersebut berkelanjutan hingga tanpa sadar, tak satupun tulisan saya publish seperti seharusnya. And its happening.. blog ini seolah mati suri selama tiga bulan terakhir.
Tanpa deadline, puluhan keinginan dan aktivitas lain yang sekali lagi tidak diberikan embel-embel "deadline" terus mengalir dalam keseharian saya. Checklist maupun to do list yang sudah dibuat bukannya berangsur-angsur selesai, yang ada hanya rincian daftar yang makin panjang. Makin pusing bukan?
So, how can i fight against all of these kind of deadline?
Thursday, March 28, 2013
Saturday, February 23, 2013
IncREDibles Love session
15 February 2013
Sesuai namanya, event ini merupakan RED team (IncREDibles) moment dimana kita kumpul and sharing bareng yang sengaja diselenggarakan close dengan moment Valentine's Day.
Dress Code : Pink
Acara : Games, Sharing, Chocolate Fondue and Tukeran cokelat.
A simple moment with a great meaning.
![]() |
| IncREDibles Family |
![]() |
| Chocolate Fondue, Magnum and Sweets ^^ |
Cheers
Friday, January 18, 2013
Budget-Homestay during my solo travelling in Bali
![]() |
| I'm inside ^^ - View of the dormitory from the top, Granny's Inn |
![]() |
| Sharing Fan ^^ - Granny's Inn |
![]() |
| Welcome sunshine,... |
![]() |
| Cozy place for budget traveller |
![]() |
| Shared bathroom, but it doesnt matter if this is what you get |
![]() |
| Absolutely will stay here again someday - Cozy House |
Granny's Inn >> Dormitory with 8 dorm plus 8 extra bed on the floor, no aircon and no wifi
Cozy house >> private room, with aircon, TV and Wifi
Believe it or not, i've paid the same price for both of them hahahah...
Labels:
Indonesia Dangerously Beautiful
Location:
Bali, Indonesia
Saturday, January 12, 2013
Bromo - Affordable amazing mountain experience for everyone ^^
Bromo...
Yups, Bromo has become our favorite destination for the closing of 2012. After went to Bali for dive and work, its best to experience a beautiful mountainsides view with friends. So as arranged, Abang, Emak, Emoy and Mbak Be headed to Juanda Airport to get me and together we headed to Probolinggo.
When we arrived, its almost 7 PM already. The balcony of Hotel Cemara Indah, a place where you can enjoy meatballs with Bromo directly has gotten dark. Our body just started shivering due to cold weather. And here we go, eat meatballs!!! hahahhaha
After having a snack session, we started to find guesthouse and Jeep (HardTop) for rent. After a short period of time, we got two room for 7 peoples incl. our driver (Female and Male, separated) and one Jeep for all of us. The price was a lil bit balooning compared to my last visit 2 years a go. And again, its new year Pal, that's why inflation come so sudden at tourism spot ^^
We spent our nite just for looking those rental stuffs and eating. Yups, eating. Meatballs seems can't satisfied our craving on food, hence we headed to small kiosk to get some warm drink like tea, coffee, milk or mixed of it and Indomie. Heheh, Indomie is the best companion at the cold place like Tengger, Bromo.
What you can do in Bromo?
- Enjoy sunrise in Pananjakan. Beware, there's Pananjakan 1 and Pananjakan 2. I've been seen the sunrise from those places, and for me Pananjakan 1 is better.
- Ask your driver to go for sightseeing around Bromo area and visit some places such as Teletubbies Hill (A group of a mountain slope, a hill, with the greeny outlook on the spacious area - Just like in Teletubbies show;if you know what i mean). Its beautifull.
- Visit Pasir Berbisik area, it was a huge black sand dunes hence sometimes you can't see what things waiting in front of you. Sometimes foggy and windy. A good place for touring with motorbike or jeep i thought. This place was famous as the place where Indonesian movie taken here, Pasir Berbisik.
- Kawah Bromo. You have to be strong enough to visit this place. Other than a long walk in the sandy area, you have to face around 200 stairs to reach the top. You can have a horse ride, of course. or you can walk calmly and take a rest often to make it. But sure, you haven't visit Bromo if you're not experience these efforts. At least, try first ^^
- Madakaripura waterfall. Its waterfall. But sometimes close if the weather consider dangerous for visitor.
- Camping. Of course you can. But dont forget to get permission at the tourism office.
For me, Bromo was the affordable amazing mountain experience for everyone. Why? Because you dont have to be a pro as hiker to get this amazing view. You can have a kids and parents to visit this place. If they are not strong enough, ride a horse or shared a jeep. But of course, still be carefull.. because you have to know the condition of your own body.
So, what are you waiting for?? Just come and enjoy Bromo ^^
And here, a small snapshot from Abang and Emoy camera...
![]() |
| Waiting for the sunrise at Pananjakan 2 |
![]() |
| Kawah Bromo - Pic by: Abang |
![]() |
| We made it ;p - Pic by Abang |
![]() |
| Crazy Pose.. |
![]() |
| Sitting at the top op Kawah Bromo - Pic by Abang |
![]() |
| Kick the Azkaban for a while - Pic by Abang |
![]() |
| Free Chocolate to bring back our Happiness after Dementor comin' - Pic by Abang |
![]() |
| Pasir berbisik ... hussst!!!! - Pic by Abang |
Info:
Shared Jeep : Pananjakan - Kawah - Teletubbies - Pasir berbisik >> IDR 800K
Room for rent : IDR 500K (2 rooms, each room has two bed 200*120M)
Shared cost per person all in : IDR 350K
Friday, January 11, 2013
Sanur, kerja, Makbeng dan Kawan Lama ^^
28 December 2012
Setelah mencicipi local dormitory di Granny's Inn, Kuta meski cuman semalam, lanjut dengan 2 malam yang menyenangkan di Cozy House, pada hari ketiga ini saya memiliki alasan yang cukup reasonable untuk menikmati kenyamanan di Sanur Paradise Hotel, Bali.
Kenapa Sanur Paradise Hotel?
Sebagaimana saya singgung pertama kalinya, kunjungan saya ke Bali kali ini merupakan kombinasi paket hemat antara pekerjaan dengan urusan personal aka senang-senang. Pekerjaan saya akan starting besok pukul 8 pagi, sehingga dari kantor saya mendapatkan fasilitas menginap untuk 2 malam.
Lokasi Nusa dua dan Sanur lumayan jauh, lebih jauh dari Nusa Dua ke Kuta malah. Tapi ya itu, perjalanan hemat saya lagi-lagi didukung oleh Trans Sarbagita. Menyenangkan bukan? Yups, ternyata Trans Sarbagita melewati Halte "Matahari Terbit" yang ada di seberang Sanur Paradise Hotel. Karena masih sepi penumpang, saya tidak mendapat hambatan meski menaiki bus sambil membawa koper mini dan ransel kecil berisi laptop kantor dan baju ganti.
Saya sempat sedikit penasaran, kenapa sey nama haltenya Matahari Terbit ? Saya baru ngeh setelahnya, bahwa Pantai Sanur merupakan area yang pas untuk menikmati Sunrise. Waah... pas banget!!!
Usai check in dan berbenah sebentar untuk persiapan kerja esok hari saya segera menghubungi Rizki aka Yanto, salah seorang kawan lama yang tanpa sengaja saya ketahui sudah dipindahtugaskan ke Denpasar. Kami sepakat untuk kopdar sebentar sembari menikmari Denpasar Festival yang baru saja di buka hari ini. Plus nya lagi, festival tersebut diselenggarakan tepat di depan gedung BRI Denpasar, which is kantornya Yanto. Sekali lagi, sebuah kebetulan yang menyenangkan.
Saya beringsut menuju Denpasar selepas memesan taksi pada pihak hotel. Maklum, tidak ada tansportasi umum yang terjangkau menuju kesana. Ini merupakan salah satu kelemahan Bali untuk moda transportasi murmer bagi wisatawan, meskipun moda sewa mobil dan motor sudah umum digunakan.
Tiba di lokasi, saya langsung disambut dengan aneka gerai makanan khas Bali yang menggugah selera. Tak lama, saya dan Yanto sudah duduk manis menikmati ayam betutu plus jeruk hangat. Semuanya, tentu di bayarin sama calon Bos BRI ini hehehe (sebuah kebetulan yang lagi-lagi menyenangkan dalam perjalanan).
Selama kopdar, ada satu hal yang cukup menarik dari perbincangan kami mengenai makanan khas Bali. Mumpung disini, saya pengen tahu ney.. apa sey yang harus saya coba selain restoran macam Ultimo, Warung Italy, Flapsjack, Ayam betutu, Soto Ceker, bakso ayam dan Nasi pedes? Disitulah muncul nama Mak Beng. Yups, ini pertama kalinya saya mendengar nama itu. Konon Mak Beng merupakan resto sop ikan yang rame pengunjung di area menuju pantai Sanur. Which is sangat dekat dengan lokasi saya menginap. Sayangnya, saya tak sempat mencicipinya hari itu dikarenakan udah senja. Karena cukup terkenal, Mak Beng sudah tutup sejak sekitar pukul 4-5 sore. So, hanya sejenak setelah Yanto mengantarkan saya kembali ke Hotel dengan motornya, saya harus cukup puas dengan hanya mencomot semangkuk bakso ayam yang kebetulan mangkal di depan hotel.
Malam harinya, saya berniat berjalan-jalan sejenak ke arah pantai. Apadaya, baru sekitar 50 meter meninggalkan hotel terdapat beberapa beli-beli (pria Bali) yang melontarkan gurauan tidak terpuji kepada saya yang notabene memang sendirian. Dan entah kenapa, saya benar-benar merasa risih dan punya firasat tidak baik hingga akhirnya memutuskan berjalan ke arah yang lebih ramai. Perempatan Matahari Terbit.
Bicara soal ramai, Sanur menurut saya merupakan daerah yang sepi. Entah karena saya cuman berjalan di area sekitar saja atau memang demikian adanya. Usai pupus harapan akan MakBeng, saya berharap akan menemukan tempat makanan lain yang menarik. Apa daya, yang saya temukan hanya gerai KFC dan Dunkin Donuts yang tepat disisi perempatan. Jadi, malam ini perut cukup di manjakan dengan KFC saja.
29 December 2012
Hari in ibisa dibilang merupakan hari terakhir saya di Bali. Hari terakhir sekaligus hari kerja. Saya tidak akan bercerita banyak soal pekerjaan saya dikarenakan issue confidentiality. Yang menarik adalah obrolan saya dengan klien saat makan malam di Depot Ciganjur, Denpasar.
Mulanya, Sang Bapak yang baik hati menanyakan saya pengen makan dimana. Tanpa babibu saya utarakan keinginan saya untk mampir di Mak Beng. Kontan si Bapak ngakak.
"Tahu darimana kamu?"
"Kok bisa tahu sey? "
Hahahah, ternyata si Bapak sudah terlalu sering mengantarkan bos nya yang suka banger makan Mak Beng. Beliau sendiri sebenernya kurang suka, ditambah lagi hari sudah larut malam so pastinya Mak Beng tinggal harapan.
Saya diantar klien kembali ke hotel malam itu, lanjut dengan berbersih diri, merapikan dokumen kerjaab dan bongkar muat packing untuk perjalanan saya selanjutnya. Yups, Diving dan Mak Beng bukanlah akhir dari petualangan saya menyambut natal dan tahun baru 2013. Meskipung ingin sekali-sekali taon baruan di Bali, niat itu saya kubur dalam-dalam untuk saat ini karena saya sudah janji dengan teman-teman untuk sekali lagi mengunjungi pesona pegunungan di Jawa Timur. Bromo.
So, lets take a rest for today karena pagi-pagi sekali saya harus mengejar flight ke Surabaya. Meeting point sebelum menutup akhir tahun di Bromo ^^
Message for today : I have to come back to Sanur one day for Mak Beng ^^
Setelah mencicipi local dormitory di Granny's Inn, Kuta meski cuman semalam, lanjut dengan 2 malam yang menyenangkan di Cozy House, pada hari ketiga ini saya memiliki alasan yang cukup reasonable untuk menikmati kenyamanan di Sanur Paradise Hotel, Bali.
Kenapa Sanur Paradise Hotel?
Sebagaimana saya singgung pertama kalinya, kunjungan saya ke Bali kali ini merupakan kombinasi paket hemat antara pekerjaan dengan urusan personal aka senang-senang. Pekerjaan saya akan starting besok pukul 8 pagi, sehingga dari kantor saya mendapatkan fasilitas menginap untuk 2 malam.
Lokasi Nusa dua dan Sanur lumayan jauh, lebih jauh dari Nusa Dua ke Kuta malah. Tapi ya itu, perjalanan hemat saya lagi-lagi didukung oleh Trans Sarbagita. Menyenangkan bukan? Yups, ternyata Trans Sarbagita melewati Halte "Matahari Terbit" yang ada di seberang Sanur Paradise Hotel. Karena masih sepi penumpang, saya tidak mendapat hambatan meski menaiki bus sambil membawa koper mini dan ransel kecil berisi laptop kantor dan baju ganti.
Saya sempat sedikit penasaran, kenapa sey nama haltenya Matahari Terbit ? Saya baru ngeh setelahnya, bahwa Pantai Sanur merupakan area yang pas untuk menikmati Sunrise. Waah... pas banget!!!
Usai check in dan berbenah sebentar untuk persiapan kerja esok hari saya segera menghubungi Rizki aka Yanto, salah seorang kawan lama yang tanpa sengaja saya ketahui sudah dipindahtugaskan ke Denpasar. Kami sepakat untuk kopdar sebentar sembari menikmari Denpasar Festival yang baru saja di buka hari ini. Plus nya lagi, festival tersebut diselenggarakan tepat di depan gedung BRI Denpasar, which is kantornya Yanto. Sekali lagi, sebuah kebetulan yang menyenangkan.
Saya beringsut menuju Denpasar selepas memesan taksi pada pihak hotel. Maklum, tidak ada tansportasi umum yang terjangkau menuju kesana. Ini merupakan salah satu kelemahan Bali untuk moda transportasi murmer bagi wisatawan, meskipun moda sewa mobil dan motor sudah umum digunakan.
Tiba di lokasi, saya langsung disambut dengan aneka gerai makanan khas Bali yang menggugah selera. Tak lama, saya dan Yanto sudah duduk manis menikmati ayam betutu plus jeruk hangat. Semuanya, tentu di bayarin sama calon Bos BRI ini hehehe (sebuah kebetulan yang lagi-lagi menyenangkan dalam perjalanan).
![]() |
| Bersama Bos BRI, executing Nasi Betutu at Denpasar Festival, 28 December 2012 |
Malam harinya, saya berniat berjalan-jalan sejenak ke arah pantai. Apadaya, baru sekitar 50 meter meninggalkan hotel terdapat beberapa beli-beli (pria Bali) yang melontarkan gurauan tidak terpuji kepada saya yang notabene memang sendirian. Dan entah kenapa, saya benar-benar merasa risih dan punya firasat tidak baik hingga akhirnya memutuskan berjalan ke arah yang lebih ramai. Perempatan Matahari Terbit.
Bicara soal ramai, Sanur menurut saya merupakan daerah yang sepi. Entah karena saya cuman berjalan di area sekitar saja atau memang demikian adanya. Usai pupus harapan akan MakBeng, saya berharap akan menemukan tempat makanan lain yang menarik. Apa daya, yang saya temukan hanya gerai KFC dan Dunkin Donuts yang tepat disisi perempatan. Jadi, malam ini perut cukup di manjakan dengan KFC saja.
29 December 2012
Hari in ibisa dibilang merupakan hari terakhir saya di Bali. Hari terakhir sekaligus hari kerja. Saya tidak akan bercerita banyak soal pekerjaan saya dikarenakan issue confidentiality. Yang menarik adalah obrolan saya dengan klien saat makan malam di Depot Ciganjur, Denpasar.
Mulanya, Sang Bapak yang baik hati menanyakan saya pengen makan dimana. Tanpa babibu saya utarakan keinginan saya untk mampir di Mak Beng. Kontan si Bapak ngakak.
"Tahu darimana kamu?"
"Kok bisa tahu sey? "
Hahahah, ternyata si Bapak sudah terlalu sering mengantarkan bos nya yang suka banger makan Mak Beng. Beliau sendiri sebenernya kurang suka, ditambah lagi hari sudah larut malam so pastinya Mak Beng tinggal harapan.
Saya diantar klien kembali ke hotel malam itu, lanjut dengan berbersih diri, merapikan dokumen kerjaab dan bongkar muat packing untuk perjalanan saya selanjutnya. Yups, Diving dan Mak Beng bukanlah akhir dari petualangan saya menyambut natal dan tahun baru 2013. Meskipung ingin sekali-sekali taon baruan di Bali, niat itu saya kubur dalam-dalam untuk saat ini karena saya sudah janji dengan teman-teman untuk sekali lagi mengunjungi pesona pegunungan di Jawa Timur. Bromo.
So, lets take a rest for today karena pagi-pagi sekali saya harus mengejar flight ke Surabaya. Meeting point sebelum menutup akhir tahun di Bromo ^^
Message for today : I have to come back to Sanur one day for Mak Beng ^^
Location:
Sanur, Denpasar 80228, Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)

















