Thursday, June 3, 2010

Bromo...


Mount Bromo
Bromo,
Pegunungan di Probolinggo Jawa Timur yang belum pernah kukunjungi sebagai warga Surabaya. Cukup miris memang, mengingat persinggahanku sebelumnya. Alhasil, sekali lagi dengan didasari "kepingin" dan dua orang partner (Iqoy, temenku dari Jakarta dan Rurry, my roommate when we escape from our college in Oct 2006, hahahaha) kami starting dari Surabaya pada long weekend May 28-30, 2010. Sebelumnya, aq terbang dari Jakarta pada Rabu 26 May 2010, memenuhi permintaan sang Ibu, yang mengharapkan anaknya untuk tinggal lebih lama dirumah. Dan kau tahu, perkataannya adalah titah serta jembatan bagiku ke pintu surga, Amien. Sebelumnya aq sudah membeli tiket Air Asia untuk tgl 29 May 2010, tapi karena Iqoy tidak diperkenankan mengambil cuti, kami sepakat untuk memulai petualangan kami pada 28 may 2010. Dia sendiri menempuh perjalanan dari Jatinegara (18.00) ke Surabaya dengan kereta api bisnis Gumarang (IDR 190,000) yang tiba kira2 pukul 6.30 dini hari. Melelahkan memang, tapi kawanku yang satu ini memang pantang menyerah kalo urusan jalan-jalan. hahahhaha..piss Qoy...
Sementara tiket Air Asia q, terpaksa kuhanguskan, berganti dengan Lion Air tgl 26 May 2010 yang memang saat itu paling murah untuk ukuran menjelang long weekend (IDR 325,000).

Day 1, May 28, 2010.
Setelah cfm kalo Iqoy dan rurry otw dari stasiun Pasar Turi, Surabaya, aq segera berpamitan dengan Ibu Maryam dan Bapak Al Giadi yang notabene adalah orang tua terbaik yang diberikan Sang Pengukir Takdir untukku (Alhamdulillah...) aq segera berangkat naik angkot ke Terminal Joyoboyo, dari sana aq transfer angkot JTK tujuan Rungkut Asri (baca UPN, rumahnya Rurry. Sepanjang jalan aq hanya membatin, ada positivenya juga hobby jalan2ku terealisasi saat usiaku hampir seperempat abad, disaat aq bisa menafkahi diri sendiri. Coba kalo dari jaman kuliah, kandas sudah gaji hasil part time q bersama MAFIA (Matematika, Kimia, Fisika) yang menjadi potensial sumber dana kuliahku. Negativenya, aq hampir tidak mengenali jalanan kota Surabaya yang memang disebabkan beberapa hal, pertama, orangtuaku yang mungkin overprotektif, jadi memang ada larangan untuk pergi keluar tanpa ijin jauh hari sebelumnya. Kedua, kemana2 berangkot ria which is means kalo terlalu sering berat di ongkos pula heheheh dan yang ketiga, aq memang lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, baca komik, maen game dan berhaha hihi dengan keluarga. Cupu banget yaks...hahahha..gapapa, it was the best gift from Allah SWT.

Sesampainya di UPN, aq menelpon rurry untuk datang menjemputku. Meski sudah kuliah dan kabur bersama ke Jakarta, aq belum sekalipun bertandang kerumahnya hahahah...Setelah Iqoy dan Rurry selesai bersiap diri, kami sepakat untuk naik taksi saja ke Bungurasih. Dengan alasan, ongkosnya tidak akan selisih terlalu jauh ketimbang naik angkot dua kali berlaku tiga orang (1 kali angkot IDR 3,000, sehingga kira2 total IDR 18,000). Tapi apa daya, ternyata salah perhitungan, argo menunjukkan IDR 48.900 hahahah, kecolongan deh.

Dari Bungurasih kami berencana naik Bus AC ke Probolinggo, kira2 harga tiket nya IDR 25,000 lha kok pada penuh dan armadanya terbatas. Setelah menunggu sejenak, kami mencoba melirik bus ekonomi. Sumpah, Calo Bungurasih udah kaya lagi Demo aja pas nawarin bus..ckckckckc.... Tak lama kemudian seorang kenek bus ekonomi menawarkan jasa, dengan dalih "Liat dulu mbak, meski ekonomi. Kalo ga OK boleh turun lagi." Kalimat yang persuasif memang, dan kami pun beranjak. Kondisi bus memang cukup OK untuk ukuran bus ekonomi. Semangat backpacker kami kembali menyala (lebay mode on), jadilah kami ber-ekonomi ria.

Dengan merogoh kocek IDR 12,000 per orang, tak terasa 3 jam kami telah hengkang dari Surabaya (Tak terasa apane, 3 jam iku suweee hahahah). Didepan kami telah menyongsong terminal bus Bayuangga, Probolinggo. Syukurlah, jalanan lancar, pak sopir melaju kencang ga pake berhenti dimana-mana (Ngetem). Yihuy, Bromo semakin dekat.....

Sesampainya dari Terminal Bayuangga, kami langsung di kerumuni oleh para kenek, begitu qta bilang Bromo, seraya berlari kenek memanggil ISuzu Elf tujuan Bromo yang sudah siap berangkat. Tanpa tawar menawar kami langsung naik. Alhamdulillah, masih ada space untuk 3 orang. Didalam elf, aq sempat menanyakan berapa tarif naik angkutan ini, dan terbukti saat kenek menagih ongkos. Sama rata IDR 25,000. Setelah kira2 1 jam 20 menit melewati jalanan dari Aspal kota hingga lereng gunung yang meliuk2 ga jelas (termasuk mobil kehabisan bahan bakar, sehingga kami terpaksa terlantar di jalan sekitar 10 menit sampai bantuan datang), kami dihadapkan pada apa yang disebut "Kepinginan" qta. Bromo membentang di depan mata. Subhanallah.

Kami langsung menuju hotel Cemara Indah yang sudah qta book via phone dari Jakarta. Namanya saja yang hotel, tapi kami hanya menyewa kamar kelas ekonomi seharga 100rb per kamar per malam. Kami sebelumnya sudah book dua kamar karena rencananya ada dua orang lagi yang turut serta, tapi kemudian dibatalkan. Kami merasa satu kamar saja sebenarnya sudah cukup untuk kami bertiga, toh tujuan kami kesini bukan untuk tidur. Sunrise Pananjakan menanti esok dini hari huhuhuhu....

Selepas menjama' shalat ashar dengan shalat dhuhur yang terlewatkan, kami berjalan berkeliling. Tujuan utama kami adalah cari makan. lapar euy, untungnya disamping hotel ada abang bakso yang langsung qta samperin tanpa pikir panjang. Sore2, makan bakso...di suguhi pemandangan Bromo. Mantabs deh...untung juga qta pilih nginep disini, viewnya langsung kawah Bromo euy...sehabis makan kami foto2 sebentar lanjut jalan keliling untuk menyewa Jeep yang akan membawa kami ke pananjakan esok hari, setelah membandingkan dengan harga di hotel dan hasil inquiry dengan sesama pendatang, kami memutuskan untuk menyewa bus di pusat informasi Bromo. sewa jeep biasanya terdapat dua macam, sharing yang akan di charge IDR 90,000 per orang ato per jeep IDR 275,000 - 350,000. Setelah hitung punya hitung kami memilih untuk menyewa satu jeep untuk kami bertiga, heheheh..ga mo rugi pokoknya. Namun, memang Allah maha penyayang...pas jalan menuju pusat informasi, kami dipertemukan dengan sepasang brondong backpack-an yang baru tiba, sebut saja Toga dan Nia (memang nama sebenarnya hahahah). Tanpa babibu, kami menjalin simbiosis mutualisme. Layaknya sales dadakan, kamar kami tawarkan. Jeep sharing kami persilakan...hahahah lumayan, uang kamar bisa disave, Sewa Jeep jadi lebih murah (IDR 275,000 dibagi 5 orang, @55,000 per orang). I love Allah...

setelah booking jeep, kami kembali ke kamar, shalat...makan indomie lanjut tidur dengan alasan takut ga kebangun menjelang fajar, (alasan klise, hahahah..gimana ga gendut coba????.....)


Ngebakso dengan view Bromo, mantabs
Kawah Bromo
take a break on my way to Bromo - Mogok euy mobilnya
Heheheh..sekian hari pertama, Mo lanjut?? buka day 2 nya...

Rincian biaya hari ini:

*) Pesawat Jakarta - Surabaya : IDR 325,000 (one way, kalo ada promo bisa lebih murah lagi)
*) Kereta api Gumarang Bisnis : IDR 190,000 (one way, long weekend soalnya..kalo ga long weekend IDR 130,000)
*) Stasiun pasar turi - Bungurasih : - Bus Kota (2,500)
- Angkot - Lyn D tujuan Joyoboyo (IDR 3,000)
lanjut bus kota ke Bungurasih (IDR 2,500)
*) Bungurasih - Probolinggo : Bus Ekonomi (IDR 12,000) AC (25,000)
*) Probolinggo - Cemorolawang (Bromo) = Isuzu Elf (BISON) IDR 25,000
*) Penginapan : IDR 100,000
*) Jeep : IDR 275,000

Buat yang pengen ambil paket tour, sempet dapet kartu nama dari
Diana Tour
Cp : Hadi Maksum
Jl Sukapura - Sepuhgembol, Wonomerto Probolinggo
email : hadimaksum31@yahoo.co.id
Phone : +62 81 336 875 457


Day 2, May 29 2010

Semaleman susah tidur euy, 2 kasur supermini yang disulap jadi king size (coz mesti tidur bertiga), bantal yang agak kurang proper kalo disebut bantal, jadinya aq memilih untuk ga usah pake bantal sekalian plus udara dingin menusuk meski sudah berbekal kaos lengan panjang plus jaket, kaos kaki, sarung tangan dan balaclava. Alhasil, aq terjaga semalaman hingga petugas hotel membangunkan kami untuk segera bersiap menuju pananjakan.

Dududu, setelah berberes diri kami menghambur keluar kamar dan MasyaAllah, dinginnya jauh lebih menusuk tulang. Brrrrrr....sumpah dingin banget euy!!!!

Beberapa Jeep sudah berbaris di depan hotel, tapi jeep2 tsb merupakan jeep khusus tamu hotel yang memesan diresepsionis. Sedangkan milik kami, karena pesan dipusat informasi, harusnya juga akan menjemput kami dihotel sey..cuman belum ada konfirmasi dari petugas booking. Setelah agak lama menunggu, kami berlima memutuskan untuk menuju pusat informasi,,,,katanya sey blom dateng karena macet. Memang benar, jalanan sekitar tumpah ruah oleh deretan jeep yang hendak bertandang ke Pananjakan. Lampu sorot dan klakson bertebaran. Agak lelah dan mengkhawatirkan ketika jeep kami tak kunjung datang. Takut keburu fajar. Alhasil, kami mendesak petugas untuk mengantar kami menuju lokasi jeep kami terjebak macet yang notabene ga jauh dari posisi kami sekarang. Dan Alhamdulillah, tak lama kemudian kami sudah nangkring di jeep "kepunyaan" kami dengan nomor 812.

Bangun pagi2 buta, persiapan buat sunrise
Sunrise at Pananjakan 1 
Kika : Iqoy, Toga, Me and Nia
Take a rest at the Top of Kawah Bromo

Bromo semakin dekat.....

Jeep yang kami tumpangi melesat di tengah perbukitan yang yah lumayan menyeramkan. hehehhe, kelak kelok kanan kiri..huhuhuhu...udah gtu qta di drop lumayan jauh dari tujuan karena jalanan sudah full oleh parkiran jeep yang datang sebelumnya. Long way to go, dan karena kami sudah lumayan telat..aq, iqoy dan rurry memutuskan naek ojek sajah (padahal males jalan, this is an excuse). Di Pananjakan, para pengunjung sudah bejibun, spot2 yang OK tuk meng-capture sunrise pada sold out. Bahkan akhirnya, aq terpisah dari Iqoy dan Rurry. Apalagi duo brondong itu heheheh...udah kepisah sejak ngojek,

Puas menatap sunrise, aq beringsut shalat shubuh. Di tempat shalat inilah aku kembali bertemu Rurry dan Iqoy. Sehabis shalat kita berfoto ria di beberapa spot. Tentu saja sambil tengok kanan kiri, dimana "DUO" berada. Puas poto2, kami bermaksud kembali ke jeep, next destination kawah Bromo. Namun apadaya, Sang Duo tak ketemu pula sehingga kami putuskan untuk menunggu di warunf saja. Loh kok warung, heheheh laper cuy...(skali lagi alasan yang gajebo), sambil makan kami mencoba menghubungi sopir jeep. Tak ada balasan, kami kembali menelpon pusat informasi. Syukurlah, Sang Duo sudah bersama sopir dan sedang menuju ke arah kami.

So, let's go Kawah Bromo......

Perjalanan dari Pananjakan ke Kawah Bromo sendiri memakan waktu sekitar 20 menitan dengan jeep. Rute yang di tempuh jauh lebih seram dari rute hotel - Pananjakan, Sebenernya dari hotel ke kawah ada jalur cepat yang bisa di tempuh dengan berjalan kaki. Namun, karena kami pengen ke pananjakan, yasudah lah ya...sekalian kesininya naik jeep aja.

Jeep mengantar kami hingga lereng kawah Bromo. Bau belerang menyengat, plus padang pasir menghadang. Beberapa orang menawarkan kuda untuk menghantar kami ke mulut tangga. Yups, selain hamparan padang dan bukit pasir, kami masih harus menaiki beberapa anak tangga yang lumayan melelahkan. Bahkan aq sampe blood pressure q turun, tiba2 pandangan gelap. Disinilah aq membutuhkan cokelat. Sebagaimana Harry Potter membutuhkannya setelah bertemu dementor. Prof. Lupin, mengatakan cokelat adalah zat yang baik untuk mengembalikan kegembiraan. hohohohooh...tapi tak ada cokelat teh hangat manis pun jadi, yang penting gula.

Selepas poto2, aku memutuskan untuk mencoba naik kuda. Sementara yang laen, jalan kaki hohoho. Ini merupakan pengalaman pertamaku naik kuda, apalagi melewati turunan gurun pasir kaya gini, agak serem euy..tapi pak yang empunya kuda bilang...jangan liat jalanannya...lihat aja pemandangan sekitar..dan itu benar, rasa takutku lenyap. Yang ada hanya Subhanallah....Thank's to Allah for all the opportunities given to me. When the skies are blue, to see u once again my love..hahahah(alaay.Naik kuda menyenangkan. Hoho...meski harus mengeluarkan kocek 40 ribu sey...

Di dekat parkiran jeep banyak orang berjualan T-Shirt Bromo, setelah tawar menawar,,,aq berhasil membeli beberapa untuk oleh2 orang dirumah.

Puas maen dan poto2, kami kembali ke hotel. Mandi. Dan dengan berat hati, kami berkata pada diri sendiri..It's time to go...jam setengah 12 kami check out dari hotel. kembali naik isuzu elf menuju terminal bayuangga probolinggo. Sesampainya di terminal, kami berpisah dengan Toga dan Nia yang hendak melanjutkan perjalanan kembali ke Surabaya lanjut Jogjakarta. Sedangkan kami, karena sudah tak kuasa menahan lapar, segera nongkrong di parkiran setelah memesan Bakwan Malang. Murah. Enak. Selepas makan, kami berangkat menuju Malang.

Bus Probolinggo - Malang yang kami tumpangi kembali kelas ekonomi. Hanya saja, secara kualitas dan kuantitas, jauh dengan bus ekonomi yang mengantar keberangkatan kami. Bus kali ini ngetem berkali-kali, rute nya puter2 dalam kota. Probolinggo - Malang berasa semakin lamaaaaaa.....

Sekitar pukul 4.30 kami tiba di Malang, turun Taspen lanjut angkot AGP tujuan Dewantaran kalo ga salah nama jalannya. Menuju rumah ChaCha, temen rurry yang dengan baik hati mau menampung kami bertiga malam ini. Ditambah lagi, dia bersedia mengantar kami bermotor ria menuju Batu Night Spectaculer (BNS) hohohoo....mantabs

Jadilah, selepas berberes dan shalat Maghrib kami berangkat menuju BNS. Tak lupa makan sebentar di depot bakso malang terdekat,,,hohohoh. Selepas makan, kami melanjutkan perjalanan. 20 menit kemudian, BNS membentang hohoho...berasa pasar malam. BNS sendiri merupakan perpaduan pasar malam dan DUFAN yang baru buka di malam hari. Nilai plus nya adalah, dia punya Taman Lampion yang OK banget buat poto2. Harga tiket masuknya pun murah, cuman 10 rb rupiah saja, tapi ada biaya tambahan untuk masing2 wahana. heheheh...sama aja kali ya ama DUFAN (IDR 120,000), kalo banyak maen jatuhnya mahal juga.

Puas maen, kami memutuskan untuk pulang karena hari mulai larut. Jajan dulu di luaran sepuasnya...baru kemudian kembali menyusuri jalanan Malang menuju pulang. Aku senang. Karena setidaknya kami masih bisa berlibur manakala Sempu ditutup untuk sementara. Seperti ku kemukakan dalam beberapa catatanku sebelumnya, mungkin itu akan jadi alasan untuk kembali berkunjung ke Jawa Timur sekali lagi, ketika SEMPU sudah bisa kami kunjungi heheheheh

Last day in Malang....

Yiiihaaa….hari ini, hari terakhir dari perjalanan kami di Jawa Timur.
Setengah lima pagi aq terbangun, Alhamdulillah....it’s time to pray Shubuh. Malang seperti biasa, masih lumayan dingin untuk ukuran wilayah kota. Ga sedingin Batu dan sekitarnya lah pokoknya, apalagi Bromo....jauh. Lamat2 ku sentuh air di pancuran kamar mandi,,,,teteup dingin..heheheh.

Sehabis shalat, aq mencoba merapikan carier q yang muatannya sudah tercecer kemana-mana. Hari ini PULANG. Heheheh...tapi kami berencana mampir ke stadion Gajayana dulu, bertandang ke pasar kaget ala Gazebu (Telkom-Bandung) on weekend, lanjut kampung keramik di Malang. Alhasil, setelah Iqoy, Rurry dan Chacha ready (ga mandi tentunya..hihihihi), Brang-cuts lah qta (alay banget ejaannya...^_^)

Tujuan pertama, stadion Gajayana. Disini kami berkeliling menelusuri jalan yang penuh sesak oleh para pedagang lengkap dengan barang dagangannya..ada batik, sendal, assesoris, makanan, mainan, sampe tatoo permanent maupun temporer. Lumayan menggoda lah pokoknya, apalagi harga yang ditawarkan agak miring. Satu baju batik bisa qta dapatkan dengan harga IDR 40 rb, heheh..murah banget kan???!!! Dan Iqoy, menjadi salah satu korbannya.

Puas muter2 di Gajayana, kami memutuskan untuk singgah di salah satu warung nasi pecel. Asyik menikmati pecel, tiba2 Iqoy yang asyik menyeruput soto madura cekikikan bareng Rurry, ”Anak tukang pecelnya ganteng yak???” hahahahah...sempet aja kawanku itu, tapi emang cakep sey, dan jadi lebih cakep lagi karena dia mo bantuin nyokapnya jualan on weekend. Ga pake malu, gengsi ato apapun alasannya....two thumbs up lah....

Selepas mengisi perut, Rurry memutuskan menggapai mimpinya untuk di tattoo pake pacar India,,,heheh meski gagal total hasilnya (maaph yeee rur…), poto2 di memorial World Cup 2010 di ujung jalan, plus Iqoy yang ngotot mo poto di Plang bertuliskan Jl. Ijen heheheh…puas poto2an kami lanjut ke kampung Keramik, tapi tak langsung juga dink..kita mampir dulu di Universitas Brawijaya, Malang….khususnya Fakultas Ekonomi. Dan sekali lagi, cuman sekedar poto-poto…(ga penting banget yak…)

Kampung keramik tak ayal merupakan home industry para pengrajin keramik di Malang. Disini, aneka kerajinan keramik dijual dengan harga yang murah, Sebenarnya, kami hanya berniat untuk mengantarkan Cha2, sekaligus melhat2 karena belom pernah. Sejenak kami mulai tergoda, namun mengingat tema perjalanan kami adalah backpacker, sesegera mungkin kami mengurungkan niat, takut pecah di jalan.

Jam 11 kami balik kerumah Cha2, mandi berberes dan bersiap balik ke Surabaya. Kami putuskan untuk pulang lebih awal karena Iqoy masih harus menempuh perjalanan kereta Dari Surabaya ke Jakarta jam 5 sore nanti. Namun, sebelum pulang kami sempatkan untuk mencicipi Bakso Kota Cak Man aseli di kota Malang, dan soal rasa…emang yang aseli lebih mantabs!!!!!!

Puas makan, sekitar setengah 1 kami bertolak menuju terminal Arjosari pake angkot AGP (per orang IDR 2500). Sampe di terminal, tak lupa kami poto2 terlebih dahulu. Alhamdulillah, kali ini kali ini kami merasakan nikmatnya bus AC (Malang – Surabaya, memang lebih nikmat sey ....). Kami tiba di Bungurasih sekitar jam 3, lanjut bus DAMRI arah Pasar Turi yang menurunkan Rurry di Giant Margorejo, sedangkan aq dan Iqoy lanjut sampe tugu pahlawan. Lanjut Becak. Aq memutuskan menemani Iqoy di stasiun Pasar Turi hingga teman seperjalanannya (teman kantor-nya yang orang Surabaya) datang.

Melancong ke kampus orang - Unibraw
Booth Piala Dunia di sekitaran Stadion Gajayana
Lampion Garden at Batu Night Spectacular 
P u l a n g - Stasiun Pasar Turi Surabaya
at Lampion Garden - BNS 
Batu Night Spectacular - BNS 

Usai shalat Maghrib di masjid dekat stasiun, aq beranjak pulang. Diantar angkot BJ (Benowo-Jembatan Merah), akhirnya harus berhenti di traffic light Balong Sari. Pencet HP, menelepon pria paling keren dalam hidupku..heheheh (baca: Mr. Al Giadi a.k.a The best father I ever had). Minta dijemput sebagaimana yang selalu kulakukan tiap pulang sekolah maupun kuliah jaman dulu masih muda heheheh…saat menunggu disana, entah kenapa jadi kangen dengan semuanya…but u know, we can’t turn back time….

Tak lama, pahlawanku muncul…Finally I’m Home...
Thank’s to Allah for those days…
Thanks for giving me an opportunities to have those moments
Alhamdulillah….

No comments:

Post a Comment