Tuesday, July 12, 2011

Day 2, Batu Caves & Genting Highlands, Malaysia


June 24, 2011

Day 2 at Malaysia.
Karena kelelahan semalam, tidur berasa enaaaak banget heheheh #alasanpasbuatmolor. Cuman, kali ini klo mo molor agak aman..pasalnya shubuh di KL kira2 baru jam 6-an heheheh. So, after absen ke Yang Maha Kuasa baru deh aku packing. Sebenernya ga banyak yang di unpack sey secara baru hari pertama, dan tambahan isi carrier cuman 1 pcs short Uniqlo yang kubeli kemarin.

Guesthouse kami menyediakan free breakfast, so sebelum cabs qta sempetin untuk isi perut sedikit. Menu sarapannya simple sey Banana Cake, roti plus selai, kopi, teh dan cereal. Lumayan buat mengganjal perut. Kelar sarapan, kami langsung check out dan naik taksi menuju Puduraya Bus Station. Kami memilih menggunakan taksi karena setelah bertanya pada resepsionis guesthouse biayanya hanya sekitar RM 5. So, lumayan murah lah ya, sayangi punggung demi 9 hari kedepan heheheh..

Puduraya sendiri baru dibuka kembali April 2011 setelah sempat dipindahkan sementara ke Bukit Jalil karena sedang direnovasi. Sumpah, ini terminal bus udah mirip Terminal 3 Soekarno Hatta di Indo. Ckckckck..infrastruktur disini emang mantabs...

Setibanya di Puduraya, kami langsung menuju tempat penitipan tas ato beken dengan nama "Tempat Simpan Bek". Planningnya, hari ini kami akan mengunjungi Batu Caves plus Genting Highland lanjut ke LCCT Airport untuk menginap karena flight kami ke Macau bisa dibilang cukup pagi (pkl.06.30). So,supaya lebih nyaman pas maen2 di Batu Caves and Genting Highlands, kami titipin tas di Puduraya dan baru diambil nanti pas mo cabs ke airport. Murah kok, RM 2 per 24 jam per bag. Tak lupa, kami beli dulu tiket bus ke Genting Highland (Incl. Skyway PP RM 19.2 per person). Then, let's go to Batu Caves!!!!

Dari Puduraya ke Batu Caves dapat ditempuh melalui dua cara:
1) Naik bus direct dari Puduraya ke Batu Caves. Bus-nya biasanya ada tulisan batu caves. Cuman, bus ini akan sering berhenti cukup lama untuk mengumpulkan penumpang di beberapa spot. Jadi lama deh nyampe-nya.
2) Naik LRT dari Puduraya ke Bank Negara. Lalu, interchange ke KA Komuter yang akan mengantarkan kita direct ke Batu Caves. Nah, cara yang ini lebih dianjurkan sama petugas informasi yang kami jumpai di Puduraya.

So, qta pake cara yang kedua deh..selain itu, ini kali pertama aku naek komuter di Malay, padahal ini sudah kunjungan ku yang ketiga heheheh. Komuternya bersiih banget, nyaman lah untuk ukuran publik transportasi. Selang 1 jam (incl. nunggu kereta datang) nyampe deh kita di Batu Caves.

Batu Caves sendiri merupakan gua yang terletak diatas ketinggian 272 anak tangga. heheheh..jadi mesti bener2 mesti berbekal sepatu yang nyaman plus jaga stamina kaki klo mo kesini. Di pintu masuknya terdapat kuil dengan patung dewa yang bakal sering kita temui kalo kita berkunjung ke Thailand. Selain itu, sebelum mulai menaiki anak tangga..kita akan dihadang sekelompok burung dara yang berkerumun didepan patung Dewa Murugan yang konon katanya paling tinggi di dunia (140 kaki = 47.2 metres).


Didalam batu caves nya sendiri, terdapat beberapa kuil untuk sembahyang. Karena batu caves sendiri merupakan sentral ritual agama umat Hindu di Malay, tak heran jika disekitar lokasi banyak dijual sarana peribadatan. Selain itu, didalam gua banyak monyet berkeliaran cuy..so, keep up your belonging yaaa...

Puas, mengitari Batu Caves sekitar pukul 11 kami memutuskan untuk menuju Genting Highland. Dengan media komuter lanjut LRT (sesuai rute berangkat), kami kembali ke Puduraya. Tiket bus kami ke Genting sey jam 13.30 so, sembari membunuh waktu kami lunch dulu di foodcourt. Ga berasa udah hampir setengah 2 aja. So kami memutuskan untuk menuju gate keberangkatan saja. Apesnya, karena berpikir waktu nya masih memungkinkan, kami ke toilet dulu..lah kok..itu menyebabkan kami ketinggalan bus yak? sumpah..pas di tangga keberangkatan kita udah lari2 supaya bus yang melintas dihadapan kami berhenti, apa daya bus disini bener2 on time..so ketinggalan deh kita#tepokjidatmodeon.

How's then?? menurut pengalaman tahun lalu (aq ama Chanz juga ketinggalan bus ceritanya) kita bisa naek bus berikutnya (sejam kemudian..) selama masih ada seat yang kosong. So, samil menunggu kami menjama' shalat dulu baru deh harap-harap cemas di gate keberangkatan berikutnya. Crossing our fingers, wishing there's still available seats for us.. Alhamdulillah...kami berangkat akhirnya.

Tujuan utama ke Genting kali ini sey, cuman mo maen sky venture plus Flying Coaster. Dulu udah pernah masuk theme park nya yang menurut ku sey biasa aja. Ga ada yang menantang hahahahaah...Namun sayang, impianku maen sky venture harus kandas lantaran register untuk maen hari itu closed. Aq juga baru tahu sey, klo ada quota pengunjung per hari-nya. Sebal sey, tapi ya itu dia..there's always reason to come back.

Ga mo kemaleman, sekitar jam 7 qta cabs dari Genting kembali ke Pudu. Tak lupa ambil carrier di counter Simpan Bek. Tujuan kami selanjutnya, KL Sentral. Dari Pudu ke KL Sentral kami menggunakan monorail biar murah merian (RM 1.3 per person). Nah, pas nyampe KL Sentral kan harusnya kita langsung ke basement buat naik Aerobus yang akan mengantarkan kami ke LCCT, cuman basement nya lagi sepi...jadi serem deh...tapi untungnya setelah kita nanya2, ternyata Aerobus terakhir ke LCCT udah mangkal di sisi depan KL Sentral..alhasil qta mesti cepet2 nyusul itu bus sebelum berangkat. Dan sekali lagi Alhamdulillah, kita ga ketinggalan heheheh...

Karena bus nya udah lumayan penuh, kami ga bisa duduk sebelahan. Dan OMG, again aq harus pasrah duduk sebangku dengan cowok yang cerewet gila. Perjalanan menuju LCCT yang rencananya jadi timing yang tepat buat melepas lelah raib gara2 obrolan gajebo yang ga ada stop nya....deuh..dejavu ama jaman pertama kali maen ke KL di taon 2009 deeh...

Sekitar pukul 23.30 kami berdua tiba di LCCT. Sebelumnya, Prew udah konfirmasi klo flight nya dari Jakarta akan tiba sekitar pukul 23.45 dan Emoy baru landing dari Surabaya sekitar pukul 01.00 dinihari. Namun apadaya, ternyata flight AA dari Jakarta delay donks..ckckckckck..so, sembari menunggu plus menghindar dari "teman sebangku" ku di Aerobus, aku menjama' shalat maghrib dan ISya bergantian dengan si Abang. And Next, qta udah menemukan posisi PW buat merebahkan badan di bandara. Yoai, sederetan bangku di hall kedatangan domestik. Heheheh...It's my first time tostay overnite at the airport...


Notes:
Batu Caves : Free entrance
Bus from Pudu Raya - Genting PP : RM 19.2 (Incl. Skyway)
Flying Coaster : RM 12 per person per ride

Monday, July 11, 2011

Day 1, Kuala Lumpur for the 3rd times


Jakarta, June 23, 2011

Hari ini starting dari alarm yang ngoceh sejak jam 3 pagi. Timing-nya emang di set jam segitu coz semalem pas lagi packing si Abang minta dibangunin. Maklumlah, dia habis lembur plus rumahnya di daerah Jakarta (baca Jakarta Coret) aka Bekasi yang notabene butuh sekitar 2 jam-an untuk menuju bandara Soekarno Hatta. Sedangkan aq sendiri sey, baru menghambur ke kamar mandi jam 5 sekalian shalat shubuh.

Kira-kira pukul 6 pagi, ditemani carrier yang udah penuh sesak aq berjalan keluar kosan. Ga pake lama, bermodal ojek IDR 20K aq tiba di Gambir dan langsung naik bus DAMRI tujuan bandara. Paket hemat cukup IDR 20K. Sejam kemudian nyampe deh di Soekarno Hatta.

Setelah check in, aq langsung meluncur ke immigration check buat verifikasi data. Trus, muterin lounge buat nyariin si Abang karena dia salah kasih direction. Finally, ketemu and sarapan gratis bareng di Mutiara Lounge yang menurutku sey biasaaa banget lounge nya..Apalagi toiletnya, ampuuun sempit banget daah...tapi yasudah lah ya, secara gratis juga. Lumayan buat leyeh2 bentar sebelum boarding. Flight qta sey on schedule jam 07.45. So, ga berapa lama udah ada panggilan boarding...Okay, see u on the next 10 days Jakarta!!!!!

Kuala Lumpur 23 June 2011
Hmmph, finally nyampe juga di KL kira2 pukul 11.45 waktu setempat. Inget, KL satu jam lebih cepat dari Jakarta. After long queing di Imigrasi LCCT, Kuala Lumpur kami langsung menuju counter penjualan tiket bus yang akan mengantarkan kami ke KL Sentral. Nah, kami memilih menggunakan Aerobus ketimbang provider yang lain, karena Aerobus lebih murah. Cuman beda 1 RM sey sama bus punya Airasia. Tapi tetep aja qta pilih yang murah hahahahah...Harga tiket Aerobus untuk sekali jalan cuman RM 8 dan RM 14 untuk return. So, karena nantinya kami akan naik flight ke Macau dari LCCT juga, kami beli yang return ticket deh...

Perjalanan dari LCCT ke KL Sentral menempuh kurang lebih 1 jam. Bus akan berhenti di basement KL Sentral. Selanjutnya, kami berjalan mengarah ke jalan raya untuk menemukan stasiun monorail terdekat. Yoi, guesthouse kami berlokasi didaerah Bukit Bintang dan cara paling hemat dan mudah menuju ke sana adalah dengan menaiki monorail dari KL Sentral ke Bukit Bintang yang dilanjut jalan kaki. Heheheheh..

Setelah check in, kami segera diantar menuju dormitory untuk 4 orang sesuai online booking yang kami buat seminggu sebelumnya. Di dalam kamar, selain kami berdua sudah ada 1 orang tamu lain asal korea yang mengaku sudah cukup lama di KL untuk bekerja. Sebut saja Mr. Choy dan satu ranjang lagi masih kosong. Serunya menginap di dormitory adalah qta nggak akan pernah tahu siapa yang akan menjadi rekan sekamar qta dan apa cerita yang mereka punya. So, sembari melepas lelah dan bersiap menjama' shalat kami berbincang sebentar. And now, it's time to chill out at Kuala Lumpur...tapi sebelumnya kami mampir makan dulu di restoran 24 jam dekat hostel, membekali diri dengan air mineral di 7Eleven skalian beli reload pulsa titipan Mr.Choy.

Kuala Lumpur sendiri menurutku tak jauh dari Jakarta. Kota metropolitan dengan berbagai kesibukan penduduknya. Namun, dari segi infrastruktur dan tata ruang kotanya layak di acungi jempol. Merdeka Square yang legendaris sebagai pusat kantor pemerintahan dan perpustakaan lengkap dengan arsitektur gedung-gedung nya yang khas menjadi spot yang apik untuk mengambil gambar.

Tak jauh dari Merdeka Square, dengan berjalan kaki kita akan bertemu dengan Central Market (Pasar Seni) yang menjual aneka souvenir dan buah tangan. Trus, dengan bermodal jalan kaki juga kita bisa touch down Petaling Street (Chinatown)sekalian. Klo Chinatown nya sey standard lah ya, di tiap negara hampir sama bentuknya. Cuman, disinilah aq menemukan satu toko komik yang koleksi VCD and DVD Detective Conan-nya lengkap banget...bikin mupeng deh...cuman mengingat ini backpacking trip, hari pertama plus ga ada duit (ini yang paling krusial)aq harus berpuas diri dengan hanya mengantongi satu komik conan no.73 berbahasa mandarin (Cuman buat koleksi) plus 2 unit souvenir Conan.

Cuman gtu doank loh..poto2 ga jelas plus kelayapan tapi ga berasa udah jam 9 ajah. So, qta langsung cabs ke KLCC Suria. Tujuannya?? jelas mo poto dengan background Petronas plus window shopping di KLCC Suria. Heheheh, ga jadi window shopping karena saya akhirnya membeli 1 unit short Uniqlo yang lagi sale (ternyata di KL juga lagi great sale temans...) heheheheh..setelahnya baru deh qta duduk2, leyeh2 ngelurusin kaki sembari cari spot okeh buat take a picture.

Btw, setelah 3 kali ke KL baru kali ini aq ngeh kalo spot okeh buat ambil poto petronas itu ga cuman di bagian pintu keluar yang ada air mancur memanjang, tapi disisi balik gedung juga bisa, ada air mancurnya juga, cuman lebih kecil. Heheheh, katrok deh...so qta nyante2 nya juga dua kali wkwkwkwk.

Ga berasa udah jam setengah 11 ajah...it's to time to take a rest temans!!! karena udah cukup banyak leyeh2 kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju hostel. Mulanya kami mengobrol sembari berjalan menyusuri jalan-jalan besar dengan tetap mengandalkan barka pemandu jalan yang mengarah ke Bukit Bintang. Perbincangan yang semula berisik, tiba2 melambat..pelan..hingga akhirnya..sunyi kemudian. Capeeeeekkkkk!!!! kok ga nyampe2 yaaa??? hahahahha...

Aq ga tahu sey, dulu aq pernah melakukan hal serupa pas kunjungan pertama-ku ke KL, dan menurutku..ga sejauh ini...beda rute sepertinya #alasan. Alhasil, gempor dah kaki pas nyampe hostel. Kaos lumayan basah ama keringat. Tapi afterall, hari pertama udah terlewati. Be ready for the next 9th days??? Insya Allah.

So,usai berbersih diri (mandi) dan menjama' shalat maghrib dan isya kami pun terlelap. Good Night Kuala Lumpur....

NB: untuk poto2nya menyusul yaaak..

Cost for today:
Ojek (Kos - Gambir) : IDR 20K
Bus DAMRI Bandara : IDR 20K
Airport tax (international flight) : IDR 150K
Flights Air Asia (Jak - KL) : IDR 564K
AeroBus (bandara - KL Central) : RM 8
Hostel (Dormitory per person/night) : RM 25

Hostel/guesthouse:
Pondok Lodge, Kuala Lumpur, Malaysia
20-1B Jalan Changkat Bukit Bintang, Kuala Lumpur, 50200, Federal Territory
ph: 603-21428449
em: pondoklodge_kl@yahoo.com
web: www.pondoklodge.com

or you can book online through www.hostelworld.com

Thursday, July 7, 2011

Let's start "The fabulous 10 days in 2011"


Hmmmph.,.finally the day has come..Berangkat yuks!!!!
Yups, setelah kira-kira 6 bulan menunggu, tibalah saatnya untuk merefresh otak setelah kebanyakan bertemu "Dementor" di "You-Know-Where".

Tahun lalu udah maen ke Pantai plus uji adrenaline rush dikyt di Kuala Lampur lanjut ke Phuket, Thailand bareng ama Chanz. Nah, taon ini mencoba untuk sukses kembali (berasa judul albumnya Changcuters) heheheh dengan rute Jakarta-Kuala Lumpur - Macau - Hongkong - Penang - Singapore - Jakarta. Panjang bener yak heheheh, dan kali ini waktu tempuh perjalanan, cukup sepuluh hari.

Pesertanya kali ini total 5 orang. Me, Emy Auliyana (Emy Rhollaz), Prawita Caesaria (Prew Rhollaz), Anni Fitriana aka "Emak"(kaka'nya Emy) plus Harris Agustian (Abang gw di EY heheheh). Cuman, formasi lengkap hanya berlaku di LCCT Kuala Lumpur (transit area wkwkwkwk) plus HK-Macau, sisanya...duet bareng ama si Abang =)

Urusan ticketing..beberapa tiket sudah dibeli jauh hari sebelumnya dengan memanfaatkan promo Airasia (kecuali tiket si Abang). Namun tiketku sendiri, untuk keberangkatan dari Jakarta baru kubeli seminggu sebelum keberangkatan dan untuk tiket balik ke Indo nya aq beli 4 jam sebelum pulang hahahahahah...it's the way to rush in my mind wkwkwkwkwkwkwk

Itinerary, so..so lah yaa...Untuk HK-Macau, udah ada sie penanggung jawab acara heheheh..makasih ya..Emoy and Prew!!!!! Klo sisanya, karena udah pernah juga jadi agak nyantai lah..kecuali untuk Penang. Sebenernya planning maen ke Penang udah ada sejak trip ke Phuket taon lalu, cuman karena waktunya terbatas..yaudah lah ya...kami relakan saja. Alhamdulillah, taon ini kesampean..

So, apa saja persiapannya???
Karena trip kali ini cukup lama (10 hari,,,udah kaya mo ke europe ajah..) dan mobilitasnya cukup padat (sering pindah lokasi maksudnya..)so berikut adalah beberapa hal yang mesti diperhatikan:

Common rules-nya:
1) Cek cuaca di negara tujuan, coz cuaca bakal punya significant impact pada itinerary, barang bawaan plus kondisi tubuh kita. Kostum misalnya, jangan sampe ga bawa baju hangat kalo emang negara tujuan lagi dingin cuacanya. Bisa-bisa trip kita gagal total karena kita jatuh sakit. Ga enak banget kan??

2) Jangan over. Over bagagge, over belanjaan, over barang bawaan dsb. Sebaliknya juga jangan ampe minus. So, klo emang udah ada niat belanja2..be prepare dengan bawa satu tas kosong (lebih bagus yang bisa dilipat) plus book bagasi especially untuk low cost carrier yang bagasinya dijual terpisah #halah bahasaku wkwkwkkwkwki

3) Lokasi makanan halal.
Karena saya muslim, makanan halal dinegeri tujuan menjadi satu hal yang harus dipikirkan jauh-jauh hari. Biasanya bisa googling dulu sey. Inget, tubuh kita butuh asupan nutrisi selama melakukan eksplorasi.

4) Bikin checklist barang bawaan, biar ga ada yang kelupaan.

Checklist versi-q, paling ga harus ada beberapa item berikut:
1) Carrier
Kenapa carrier, because i said so. Hahahah, enggak lah. Carrier, selain spacenya yang lumayan gede (tergantung size sey) akan lebih memudahkan kita "moving" dari satu tempat ke tempat yang lain. Mungkin koper terlihat lebih nyaman karena tinggal tarik doank dan tidak membebani punggung. Cuman, klo temanya backpacking which is nginepnya di hostel yang mostly bentuknya kaya ruko dan untung2an ada dilantai berapa trus pake dilanjut naik turun media transportasi dari bus, mini van, ampe ferry...carrier akan mempermudah kita untuk naik tangga dan bongkar muatan. Selain itu, kalo tiba2 hujan...carrier hanya membutuhkan Cover bag sembari kita berjas hujan ria. So, i love my carrier so much...

2) Ticket

Pastikan kita sudah print ato at least udah simpen softcopy booking code qta di handphone. Jadi, ga ada cerita ga bisa check in gara2 lupa bawa tiket ato ga tahu kode bookingnya. Apalagi klo ada self check in kaya Airasia, tahu kode booking jadi wajib hukumnya.

3)Print out hostel booking confirmation

Yups, selain akan diminta petugas hostel, konfirmasi bookingan hostel memuat berbagai informasi seperti alamat, no telepon serta direction menuju ke hostel dari point kedatangan kita. So, it's really helpful.

4)Passport, ID, NPWP incl. copy

Ini merupakan barang wajib kila kita mau pergi ke luar negeri. Jangan lupa di copy plus kalo ada soft copy yang juga bisa kita akses via email kita (kirim ke alamat email diri sendiri). Hal ini untuk mengantisipasi hal2 yang tidak diinginkan misalnya kecopetan di luar negeri. Copy yang kita punya paling ga akan cukup membantu saat kita mengadu peruntungan di kedutaan RI di negara yang qta kunjungi.

Klo NPWP sey per 2011 udah ga perlu kayana. Bebas fiskal untuk semua WNI =)

5)Money
No Money No Honey..halaah...Jangan anggap remeh poin yang satu ini. Sebelum pergi ke negeri orang, otomatis kita mesti punya duit buat membiayai hidup kita disana. Duitnya pun bukan rupiah, so mesti nuker dulu via money changer ato bank. Jumlahnya pun klo bisa jangan pas-pasan, mesti overbudget dikit. Anggap saja biaya jaga-jaga. Ato klo ga, bawa kartu debit ato credit yang limitnya lumayan. Sungguh, bukan ngajarin boros, tapi kita ga bakal pernah tahu apa yang akan kita alamin disana. So, prepare for the worst lah yaa...

Selain itu, ada masalah laen lagi ney...gimana kalo kita udah nuker tapi pas hari H tuh duit ketinggalan???

Bukan hal yang ga mungkin loh ya...aq pernah kok ke Singapore ga bawa SGD sama sekali. Even rupiah juga ga ada. Ceritanya pas awal 2010 memang ada plan ke Singapore bareng anak kosan, cuman karena lagi peak season di office, aq lembur ampe pagi pas hari H. Karena stamina udah tinggal 5 watt dan flight ke Sing nya pagi banget, aq memutuskan ga jadi pergi aja. Lha kok temen kosku ngebangunin-nya semangat banget yaa...jadilah aq pergi. Dan pas udah mo nyampe airport baru ngeh klo duit SGD ku masih di atas meja kamar kosan. Gimana Donks???

Tenang, bgtu nyampe Sing segera kunjungi ATM terdekat heheheheh...tips nya kalo ambil duit di ATM luar negeri, sekalian tarik tunai dalam jumlah besar untuk menghindari pengulangan transaksi. Charge fee nya IDR 25,000 per transaksi untuk ATM berlogo Cirrus. Soal rate lumayan OK Koq..Bahkan setelah kejadian itu, aq malas bawa duit ke SIng hahahahahha

6)Map (LRT,MRT, MTR)
Map penting buat design itinerary dan untuk starting "amazing raze" qta di negeri orang. Karena disinilah serunya backpackingan and ga ada tour guide. Explore the destination as much as u can. Plus nanya kanan kiri yak..inget..malu bertanya ga usah nanya =p

7)Camera incl. charger

Not documented means not done. Pecinta fotografi ato kagak, mesti ambil poto tempat tujuan kita. Bahkan tanpa harus ada kita didalem objeknya (itu kalo aq loh ya, klo mo narsis sepuasnya apalagi..wajib hukumnya).

8) Mobile phone incl. charger

Tetep berkomunikasi saat backpacking tetep perlu lah ya..meski lagi ga mau di ganggu ama urusan kerjaan dan sebagainya tapi alat komunikasi ini akan sangat membantu in case qta nyasar dan harus menghubungi hostel, ato ada urgent matters yang bikin qta guilty banget klo sampe ga tahu menahu cuman gara2 ga bawa ponsel.

Klo mo irit, hindari roaming international. Cukup sms-an ato BBman pake wifi gratisan. Ato klo mau, beli phonecard local negara tujuan.

9)Ipod (MP3 Player) incl. charger

Sebenernya ini subjektif sey..klo jaman sekarang mah yang lagi hip justru Ipad ato tablet. Intinya, pas bepergian seenggaknya bawalah entertainment device yang akan nemenin kamu incase ada delay pesawat ato boring karena waktu tempuh perjalanan yang lama. Just to cheer up your day =)

10) Peralatan mandi plus handuk

Yang ini juga perlu ney. Ga kaya Hotel, ga semua hostel menyediakan peralatan mandi plus handuk secara cuma-cuma. Even, gak ada sama sekali. So, mendingan prepare dari rumah. Trus, sesuai dengan aturan penerbangan..peralatan tersebut ga boleh lebih dari 100ml per item. So, jangan lupa di re-package yak..plus bawa sesuai kebutuhan aja. Ga usah over..seru juga sey klo mo nyobain produk local di negara tujuan.

Untuk handuk, bawa aja yang ukuran kecil ato sedang, jangan terlalu besar karena akan memakan tempat. Selain itu, pilih yang berbahan tipis dan mudah kering untuk menghindari pemicu bau dalam carrier yang takutnya akan mencemari aroma pakaian bersih kita yang bakal digunakan.

11) Plastic bag

Selain berguna untuk menyimpan pakaian kotor, ada baiknya pakaian kita sebelum dipack kedalam carrier di masukkan ke dalam kantong plastik terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kehangatan pakaian, menghindari udara lembab dan menjaga pakaian tetap kering in case carrier qta dihadang hujan lebat, nyemplung sungai ato cuaca memang lagi super dingin.

12) obat2an pribadi plus multivitamin

Ga ada orang yang mau sakit, tapi mesti sedia payung sebelum hujan lah..bakal rugi banget klo ampe sakit pas lagi backpacking-an. So, untuk jaga kondisi badan usahakan rutin berolahraga sebelum keberangkatan. Hal ini untuk menetrasi daya tahan tubuh agar tidak kaget ketika diforsir untuk berjalan kaki dan beraktivitas seharian di negeri orang. Apalagi klo durasi perjalanan nya lumayan panjang. Selain itu, minum multivitamin selama perjalanan setidaknya akan membantu memulihkan stamina plus meminimalisir resiko jatuh sakit. So intinya, keep healthy temans

13) Underwear, panty liners + tampon

Untuk meminimalisir barang bawaan dan pakaian kotor, underwear bisa diganti dengan menggunakan disposal (sekali pakai) yang bisa dibeli disupermarket. Untuk cewe, bisa juga diakalin dengan rajin ganti pantyliners. Cuman, berdasarkan pengalaman mending pake pembalut wanita super tipis dengan daya serap tinggi (misalnya, whisper ultra) karena selain lebih nyaman, hal ini akan mengurangi frekuensi qta gonta ganti pantyliners selama perjalanan dan memberikan rasa aman manakala tiba2 qta menstruasi. So, ga ada salahnya dicoba...

14) Jacket

Jacket, klo bisa yang ukurannya agak longgar (bukan slimfit jacket)selain untuk melindungi tubuh dari hawa dingin juga memberi rasa aman manakala kita harus mengalami tidur diairport. Apalagi buat cewe', berdasarkan pengalaman sey tidur di airport akan lebih nyaman klo tubuh qta fully wrapped heheheheh..

15) spare sandal/shoes
Spare sandal/shoes sey buat jaga2 in case ada ilang, lecet ato basah. Bisajuga buat ganti gaya heheheh

16) Shocks

Kaos kaki lumayan buat menghangatkan kaki kalo cuaca dingin ato incase tiba2 sakit selama perjalanan.
17) Topi


18) Payung, raincoat plus cover bag

19) Mukenah and Mini Quran
Remember The Creator whenever you are...

20) Clothes (T-shirt, short and slacks)
Kenapa T-shirt??? karena memberiku kenyamanan lebih plus menyerap keringat. sebenernya itu optional lah ya sesuai gaya masing-masing. Mo bawa dress juga ga masalah, yang penting nyaman. Jumlahnya juga harus diperhatikan, yang penting jangan bawa pas-pasan kecuali emang ada rencana beli di negara tujuan.

21) Notes plus ballpoint
Barang kecil tapi penting and sangat sering dibutuhkan. Buat tulis hal2 penting, isi form imigrasi dsb. So, jangan lupa bawa yak..ga makan tempat kok =p

22) Sunblock


23) Colokan listrik (Steker)
Karena tipe colokan listrik tiap negara suka beda-beda, so pastiin bawa extension ato specific type yaaa biar bisa recharge peralatan elektronik kita.

Intinya, cari aman lah yaa,,,,heheheheh...


Nah, klo udah siap yuks intip petualangan nya

Tuesday, July 5, 2011

Me and Handphone...

Judul yang aneh..

Berbicara tentang aku dan handphone, akan menjadi topik yang biasa-biasa saja seharusnya. Namun, karena kali ini Aku disini adalah AKU. Susanti Al Giadi. Maka akan menjadi suatu cerita bodoh tersendiri. Hufh...mungkin kalian berkata aku bodoh, ceroboh dan sebagainya. Tapi ya mau gimana lagi...it's me..dengan segala kekurangannya. Salah satunya, tak pernah punya kesempatan memiliki Handphone lebih dari satu tahun 3 bulan sepanjang hidupnya..Astaghfirullah...

Handphone pertamaku..

HP pertamaku, Nokia 3310. Baru pake HP jaman kuliah, bcoz jaman SMA masih ga ada duit dan belum dirasa perlu-perlu amat pake HP. Selain itu, masih bisa pake telp rumah buat ngegosip ato pacaran ampe berbusa. Jangan salah, HP pertamaku ini ga baru alias secondhand. Belinya pun berasal dari nyisihin duit beasiswa yang alhamdulillah bisa dibilang cukup bahkan lebih klo cuman buat bayar uang semesteran. Ga tahan lama, HP itu dijual (dijual loh ya..bukan ilang)karena butuh duit heheheh...


Selang satu semester kemudian, aku bertekad untuk beli HP baru. Meski ga yang canggih dengan embel2 kamera, MP3 dkk. Uang tabunganku cukup untuk menggaet Nokia 2300. Kenapa tipe itu?? karena ada radionya heheheh. Diriku tipikal orang yang lebih suka mendengar daripada melihat. Televisi terutama, adalah barang yang jarang kuambil manfaatnya secara fungsional. Apalagi, kondisi kesehatan mataku, yang dipake melototin papan tulis seharian di sekolah dan di tempat les saja udah mulai kadaluarsa. Bermodal IDR 700K, akhirnya 2300 berhasil kudapatkan, suara radio Dj-FM Surabaya, dengan setia menemani perjalanan sepanjang trayek Lyn E jurusan Balongsari-Dharmawangsa (Unair)>>Ngangkot ke kampus ceritanya heheheh

Kegembiraan itu tak berlangsung lama, 2300-qu mulai nge-hang gajebo..mati idup bak lampu disko, halaah...apes bermula..

Namun, apesku tak berkepanjangan. Berkat saran dan BLBI (Bantuan Likuiditas Bapak Ibu), kuucapkan selamat tinggal pada 2300, beralih ke 2600 (ealah,,,,kirain ganti sing yes...ngono..). Heheheh, kenapa 2600?? karena layarnya berwarna. Xixixixi, sedikit peningkatan dari generasi sebelumnya yang layarnya cuman item putih. Tapi, aku tetep bersyukur walhamdulillah, karena kali ini bener2 beli HP dengan 100% restu orang tua. Dapet subsidi lagi wkwkwkwk...


Beberapa bulan kemudian, aq hijrah ke Jakarta. Cuti sementara dari kuliah, menguji peruntungan disalah satu kantor kuli PSAK terkemuka. Dan, disinilah kutukan seolah bermula. 2600-q terjun bebas ke toilet saat mudik lebaran tahun 2006. Naasnya, ia menghembuskan nafas terakhirnya beberapa hari kemudian. Sempet patah arang sey, secara masih berstatus karyawan baru dengan gaji pas-pasan di Ibukota yang living cost nya naudzubillah...Tapi alhamdulillah, banyak teman banyak rejeki. Ada iqoy (Rekan KAP 2 huruf) and Fauzi (temen SMAq yang hijrah ke Jakarta juga..), yang dengan baek hati minjemin salah satu HPnya (thanks a lot ya Bok)..

Barang pinjam itu ga enak. Meski ga perlu bumbu, pinjam adalah suatu statement dimana kita "embedded" dengan sebuah kewajiban untuk menjaga dan mengembalikan kepada sang pemilik tanpa kurang satu apapun. Alhasil, dengan uang seadanya aq menuju Giant Plaza Semanggi dan membeli Nokia termurah pada masa itu. Nokia 1100i. Kali ini sama sekali ga ada preferensi. Mana yang ramah di kantong, itu yang dibeli.


Nasib ato takdir. Entah apa kalian akan menyebutnya. December 2006, 1100i-ku mengikuti jejak si 2600. Terjun bebas, kabur dari genggaman tangan saat mengelap pinggiran dudukan toilet di Delta Plaza, Surabaya. Kebiasaanku sebelum menggunakan toilet umum itu, tanpa sadar hampir merenggut nyawa 1100i-ku. Tapi berkat penanganan segera Nokia Care, plus pertemuan tak terduga di Jl. Polisi Istimewa dengan Okto (temen kuliahku). Si 1100-i sehat walafiat hingga sekarang. Lumayan buat telepon2an antar ponakan heheheh...

1100-i ku sehat walafiat, tapi yang namanya manusia tak bisa lepas dari hasrat. Pengin ini, pengin itu. Mau begini, mau begitu. So, setelah melirik nominal di buku tabungan, March 2007 aq memutuskan untuk mencoba sedikit naik kelas dengan meggaet Nokia N Series Music Edition, wuih,,,,jaman itu, Okeh banget dah tuh HP..kamera OK, 3G plus Music player and design yang memang didedikasikan untuk music lover seperti diriku ini heeheheh. Pilihan jatuh pada Nokia N70 Music Edition (Full Black). Ga tanggung-tanggung, CDMA juga lagi hip masa itu, so belilah lah ya,, Nokia 1255.


Dan seolah cerita sengaja dipanjangkan karena banyak pemirsa, November 2007, Kedua HPq raib di tengah keramaian Bandung Indah plaza. Astaghfirullah...

Masih trauma, nggak rela dan sebagainya. Mengingat, itu merupakan kali pertama beli HP agak "waah", pake duit hasil romusha di KAP 2 huruf. Hufh, it's sucks. Tapi aq mampu melewatinya, thanks to EY-ers. Especially Aang (Citra Tri Wibawa) atas pinjaman HP CDMA nya.

Lepas dari trauma (halah, lebay kayana), aq memutuskan untuk membeli HP yang biasa2 saja. Preferensinya, dengan budget minimal dapet 2 HP sekaligus (1 GSM, 1 CDMA). So, langsung ngeloyor ke ITC Roxy Mas buat hunting. Pulang2 dapet deh Nokia 2310 GSM warna Biru plus Nokia 6235 CDMA.


Nokia 2310. Kubeli dengan sepenggal kalimat pada penjualnya,"Hape Nokia murah yang ada radio-nya, layar warna plus ready stock warna biru?" hehehehe, simple kan?? ...kalo yang CDMA lumayan sey ada kamera ama MP3nya, cuman memory nya keciiil banget klo di compare ama NSeries music edition. So, lambat laun mulai deh ngelirik kakak kembaran N70 Music Edition. Yups..Nokia N73 Music Edition. So, in 2008..i bought it..


Sayang beribu sayang, nasib naasku tak berkesudahan. N73ku raib di awal 2010. Setelah usianya berkisar 1 tahun 3 bulan. Huhuhuhu,sedih sey..cuman ga tahu kenapa udah ga segitunya. Apa karena udah biasa??? Oh No....

Mau tak mau, aq bertekad mencari penggantinya. Semula pilihan jatuh pada Nokia E Series yang baru launching masa itu. Nokia E71. Maklumlah, layaknya Honda untuk kendaraan, keluargaku merupakan salah satu pecinta produk Nokia. Apa mau dikata, sampe di tempat ketemu Blackberry sekeluarga. Jaman itu, cuman ada Javelin, Bold sama Storm. Setelah analisa cost and benefit plus pertimbangan bahwa HP bakal tetep ada dikantong klo lagi jogging di Senayan ato Car Free Day, pilihan jatuh pada Javelin 8900 yang punya bodi ringan ketimbang E71. Soal harga, beda tipis lah yaa...
Javelin lumayan kok...bodi ringan, kamera 3.2 MP, lebih dari cukup kalo cuman buat BBM-an plus update status gajebo.


Dan yesterday, July 4, 2011....
Di halte busway Dukuh Atas, kira-kira pukul 20.30 waktu setempat...Javelin-q diculik!!!!! fufufufufu...Jangan tanya gw sedih ato nggak? Bukan perpisahan yang kusedihkan..tapi pertemuan yang kusesalkan (pilem apa itu yak..)...aq hanya bisa membayangkan wajah kalian, memahat satu demi satu kalimat yang akan kerap kalian ucapkan..

"Ya ampyuuun Sunteaa...Againnnn??????"

Mo gimana lagi coba..

Padahal, sejak melangkahkan kaki di koridor busway Karet Kuningan depan kantor aq udah punya firasat. Aq yang biasanya melenggang santai dengan ransel melekat dipunggung, segera menenggelamkan jauh BB-q itu ditengah tas kosong yang sengaja kubawa pulang dari kericuhan loker dikantor. Bergulat bersama laptop kantor, dompet plus kabel2 gajebonya. Jauh kedalam. Dan, jauh dari kebiasaanku yang biasanya asal taruh di ransel aja.

Ransel pun ku putar posisinya menghadap depan. Sampai suatu ketika, aq dihadapkan pada antrean halte Dukuh Atas yang terletak di depan Bank Muammalat Sudirman. Antrean seolah tak bergerak, dan aq tetap saja berada pada baris paling belakang. Lelah menggendong ransel didepan, kumiringkan sedikit bebanku itu ke belakang. Dan beberapa saat kemudian, secara spontan aku menoleh ke belakang. Aq mendengar suara ritsleting dibuka. Namun, yang kutemukan adalah seorang pria paruh baya yang tengah buru2 merapikan tas-nya. Bodohnya, aq sama sekali tak melirik ke arah tas-ku sendiri.

Damn suntea!!!! Mana ajaran Conan Edogawa selama ini...."sesuatu yang paling tidak mungkin, itulah kenyataannya!!!!, perlukah alasan????"

Mungkin aq sudah lelah..karena waktu itu sudah hampir pukul 9 malam. Atau itu hanya pembelaan saja atas kebodohanku. Jadi pengen denger lagunya SS501, "Because I'm Stupid".

Sepanjang perjalanan ke kosan aq sempat berpikir, adakah yang aneh??? (bodoh bukan..) Dan benar saja, begitu membuka pintu kosan, pikiranku baru tertuju pada ranselku. Oh My God...it's open temans!!!!!

Grubak-grubuk aq menggeledah isi tasku. Laptop??? Save...Dompet??? Save...namun sayangnya BB-q absen malam itu. Huh, "again?" tegurku pada diri sendiri. Aw beranjak ke kamar sebelah, berharap Nenek (Dayulani, penghuni kamar sebelah di 7Eleven) ada disana. Tapi dia tak ada, jadi langsung saja kurenggut Iphone 4G miliknya diatas kasur. Kupencet nomorku sendiri, mencoba menelepon..tapi sudah dinonaktifkan. It means, goodbye Javelin,,,,

Selang beberapa menit kemudian, kuputuskan membuka laptop, pasang modem. Online. Langkah pertama yang kulakukan..yaaah,...posting klo BB ilang lah yaa..daripada tar pada protes karena aq ga bisa dihubungin.

Esok paginya, melapor pada kedua orang tua, urus SIM Card plus puter2 Plaza Semanggi buat cari penggantinya. Dan tadaaaa...perkenalkan HP terbaru saya...BB Gemini Curve Grey...Semoga qta berjodoh dan saling setia. Doakan kami yaaaaa.... (halah,,,kaya mo kawin ajah...)

Monday, June 13, 2011

Pangkalan Bun, 1-5 June 2011


Pangkalan Bun...

heheheh, mengingatkan aq pada satu hal yang tidak menyenangkan...Agen Pangkalan Bun..aaarrrghhhhh tidaaaaak!!!!!

Tapi kali ini tak ada hubungannya dengan aktivitas merokok-q ditahun ini. Kota itu secara haphazard jadi tujuan penugasanku untuk salah satu klien kebon dari perusahaan yang menghidupi aktivitas jalan2ku selama ini. Dan meskipun aku tidak punya gambaran apa2 atas kota itu, dan tidak akan mencoba menggambar tentunya secara sudah jelas apa yang harus saya lakukan disana. KERJA.

Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Aku tidak pernah sekalipun berpikir akan kesana. Sama seperti aku tidak pernah terbayang akan berkunjung kebeberapa tempat yang pernah kukunjungi hingga hari ini. Exploring Jawa, negara lain, dan kepulauan lain di Indonesia. Hadiah Tuhan yang jauh melebihi apa yang pernah kubayangkan sejak kecil. Mengingat kampung untuk mudik lebaran saja aku tak punya. Aku orang udik, itu saja. Dan ini, adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Borneo (Kalimantan)..sehingga meski kerjaan sudah menghadang, aq merasa senang.(katrok ya???)

June 1, 2011
Aku berangkat bersama lima orang rekan kantor dalam penugasan kali ini. Sebut saja Cha-Cha, Dolly, Lady, Andrian dan Wie Ming. Rombongan dibagi menjadi 3 team untuk 3 anak perusahaan. Satu team terdiri dari 3 orang dengan komposisi sesama jenis, henheheheheh..takut terjadi hal2 yang diinginkan soalnya =p.

Keberangkatan dijadwalkan pukul 07.55 dari Jakarta menuju Semarang dengan Flight Garuda Indonesia. Hohoho, mesti mampir semarang dulu soalnya direct flight ke Pangkalan Bun terbilang langka baik dari segi matching waktunya maupun dari segi hari-nya. Btw, ini juga pertama kalinya aq ke Semarang via udara. Dulu pernah backpack ke kota ini via kereta bisnis dari Jakarta, murah meriah heheheheh...

Setelah tiba di Semarang kami akan lanjut naik Trigana Air (airlines opo maneh kuwi, aq juga baru tahu..) langsung ke Pangkalan Bun. Nah, karena ada jeda penerbangan sekitar 2.5 jam, kami memutuskan untuk makan siang dulu di kota Semarang. Yak, Kota Semarang, bukan Semarang Airport. Walhasil, ditemani 2 unit taksi bandara kami sempatkan mencicipi Bandeng Juana, tahu bakso, lumpia plus lunch di RM Mbok Berek. Tak lupa beli kue moci yang lumayan tahan lama buat oleh2 karena gossipnya tak ada "kehidupan" di Pangkalan Bun, apalagi di kebon????!!!!

Puas makan, kami kembali ke airport. Pangkalan Bun, here we come....


Sekitar jam 2 siang kami tiba di Iskandar Airport, Pangkalan Bun. Layaknya kota kecil lainnya, airport di Pangkalan Bun bisa dibilang mini. Namun, dari segi ukuran..lumayan lebih besar daripada Abdul Rahman Saleh airport, Malang. Selepas ambil bagasi, kami langsung menuju taksi yang sudah dipesan oleh klien kami.

Taksi di Pangkalan Bun berbentuk mobil pribadi dengan tarif per jam. Beberapa taksi yang nangkring di depan airport berupa sedan lama namun taksi sewaan kami untungnya Kijang lama plus 1 Kijang Innova. Setidaknya, ada ruang untuk meletakkan badan setelah perjalanan panjang sekaligus ruang untuk barang bawaan kami yang lumayan.

Pangkalan Bun, benar2 kota kecil. Bahkan tidak ada Mall di kota ini. Jalanan yang tidak terlalu padat, bangunan yang tak begitu rapat..aaargh..kota yang tenang sepertinya. Namun, beberapa saat kemudian tiba2 saja kami sudah dihadapkan pada antrian panjang kendaraan mulai dari roda dua, mobil pribadi hingga kendaraan besar macam truk pengangkut barang. Macetkah???

Usut punya usut, itu bukan kemacetan. Antrian timbul karena BBM di kota ini mengalami kelangkaan sejak 4 bulan terakhir. Mau tak mau para pemilik kendaraan harus rela mengantri selama 3-4 jam per hari untuk memperoleh bahan bakar tersebut. Berdasarkan hasil inquiry kami dengan sopir taksi, kejadian ini juga merupakan imbas status quo posisi bupati di Pangkalan Bun yang masih belum ada solusinya hingga saat ini. So..bersyukurlah kalian teman2 di kota lain yang tidak perlu mengalaminya.

Setelah 2 jam perjalanan, kami tiba disalah satu lokasi perusahan klien sehingga rombingan tinggal 4 orang (2 orang turun sesuai alokasi pekerjaan). Perjalanan berlanjut sepi karena kami sudah kelelahan dijalan. Dan tiba-tiba saja kami sudah berada di tengah kebon sawit. Hmmmpppph...let's get lost then.

Setelah menurunkan dua rekan kami di site yang kedua, tinggal lah diriku berdua dengan temanku menuju Kawan Batu Estate, yang entah alamatnya ada dimana di tengah kebon ini. Sekitar pukul 8 malam kami tiba di mess, waktunya istirahat setelah perjalanan panjang...weits, jangan lupa shalat dulu.

2 June 2011
Hari ini tanggal merah. Hari Libur.
Tapi itu sudah tidak penting lagi saat ini. Bahkan, aku tidak perlu mencari tahu apakah yang menyebabkan kalender hari ini harus di cat merah. Karena ya itulah, hari ini hari kerja bagiku.

Sekitar pukul 5 aku harus bangun untuk ambil air wudhu dan shalat shubuh. Diluar hujan, memberikan sensasi dingin yang lumayan dibanding AC dikamar yang sempat beberapa kali off karena mati lampu. Selepas shalat aku stretching sebentar untuk melemaskan otot2ku karena kemaren hampir keseluruhan aktivitasku didominasi duduk di kursi berbagai media transportasi. Nah, setelah merasa agak entengan, kuberanikan diri menyentuh air untuk mandi, mengingat klienku akan datang menjemput kira2 jam setengah tujuh pagi.

Yak it's time to earn money temans!!! (also applicable for 3 June 2011)

June 3, 2011
Hari kedua jadi tukang kebon. Bedanya, hari ini kami akan kembali dan menginap dikota. Lumayan mem-boost up spirit lah ceritanya.

Sekitar pukul 6 sore, taksi sewaan (Innova)datang menjemput disertai dua rekanku dari estate sebelah. Sembari mengabaikan makan malam, kami sepakat untuk berangkat. Kangen sudah dengan jalanan beraspal yang diiringi rumah (bukan sawit, hehehehhe).

Setelah sekitar 2 jam perjalanan, kami memutuskan singgah disebuah warung makan yang entah apa nama jalannya. Menunya sey biasa, penyetan, soto dan sop ayam. Yang luar biasa hanya porsi nasinya. Setiap satu menu yang kita pesan, ternyata sudah entitled dengan sebakul nasi!!!! its a wooooowwww????? meski bakulnya bakul plastik booo..tapi yah teteup aja, shock ngeliatnya...
Kelas isi perut, mobil kembali meluncur kearah kota. Sepi. Semua orang mencoba terlelap didalam mobil diiringi satu album ST12 #jadiingetcacingijodengankaraokefullalbummenujutamansafari

Dan finally, sekitar pukul 10 kami tiba di Blue Kecubung Hotel, Pangkalan Bun. Konon katanya, ini adalah hotel paling okeh dikota ini. Selepas check in, mandi, shalat..akhirnya tiba waktunya istirahat. Yeaay...besok pulaaaaamg!!!!!

Pangkalan Bun, 4 June 2011

I'm coming home, i'm coming home..tell the world that i'm coming home..(Singing>> Coming Home, Dirty Money)

Heheheh, hari ini pulang...xixixixi, finally!!! meski report kerjaan blom dibuat, its time for bangun siang hohoihoooo....sebenernya ga juga sey, secara saya manusia pagi dan memang ada kewajiban untuk bangun pagi (Shalat Shubuh, red). Tapi lumayan lah, masih bisa nonton ulang Playful Kiss (Baek Seung Joo..i heart u....wkwkwkkwkwkwk) plus Secret Garden heheheheh...

Jam setengah 12 kami meutuskan untuk check out skalian pergi makan siang. Kali ini pilihan jatuh pada RM Meranti dengan aneka seafood andalan. Kepiting saus padanf ples udang Galah jadi pilihan. Untuk kepiting saus padangnya agak aneh menurutku. Dikemas berkuah dengan warna pucat. Jauh dari kepiting saos padang yang sering qta jumpai di berbagai seafood restaurant. Yang heboh udang galahnya, seporsi isi dua dengan ukuran yang waaaah...maklum IDR 78K per porsinya.

Puas makan, kami sempatkan mampir ke toko oleh2 di Jl. Antasari. Ini adalah toko oleh2 satu2nya di Pangkalan Bun. Kelar beli oleh2, kami langsung cabs ke Iskandar Airport. Flight kami sesuai skedul akan berangkat dari Pangkalan Bun pukul 14.30. Yuhuuuu..Markipul....

Waktu tempuh ke bandara dari hotel ke bandara cukup 15 menit saja. Kita ambil koper yang dititipkan dihotel dulu ceritanya. Nyampe dibandara, entah kenapa orang2 sepertinya memperhatikan kami, kami sey ga peduli dan tetap hahahah, sampai akhirnya salah seorang petugas bandara nyeletuk: "hweeeee, pesawatnya udah berangkat mbak..."

Aya-aya wae ney bapak, lha wong kita ini datengnya udah jauh dari jadwal keberangkatan kok. Tapi, tak lama kemudian beberapa orang yang ada di bandara menggumamkan kalimat yang sama. Jadi Bingung. Aneh.

Dan akhirnya...aq harus mempercayai hal itu.

Seorang petugas bandara dari airlines yang menjadi provider penerbangan kami hari itu (Trigana Air) memberitahukan bahwa jadwal penerbangan dimajukan jam 13.00 dan pesawat baru saja take off. Parahnya,... it was the last flight today. Even untuk airlines laen juga tak ada. Oh My God!!!!! next flight to Jakarta still on Monday

Meski geregetan, sebel dkk..after a long2 negotiation and mencoba recover dari shock, kami akhirnya kembali ke Blue Kecubung Hotel dengan jaminan akan diskedulkan penerbangan ke Jakarta for free esok hari. Semoga saja.Dan begitulah, semalam lagi bersama Pangkalan Bun.

June 5, 2011

Mulanya, pihak Trigana Air menjanjikan flight pengganti dari Pangkalan Bun langsung ke Jakarta pukul 13.00, namun entah kenapa skedul berubah menjadi Pangkalan Bun - Pontianak via Trigana Air lanjut Pontianak - Jakarta (KalStar). Agak bikin bete temen2ku sey, tapi yasudahlah..yang penting pulangkan kami ke Jakarta segera...

Flights jam 10.00 dari Pangkalan Bun ke Pontianak. Pesawatnya masih pake baling-baling cuy, hohoho dengan air AC menetes sepanjang perjalanan. Bener2 pengalaman baru...heheheheh. Selain itu, ternyata rute Trigana dari PKN ke PNK incl. transit 10 menit di Ketapang. Ckckckckc, lumayan lah ya..check in foursquare dulu wlkwkwkwkwk


Jam 12-an kami landing di Soepadio airport, Pontianak. Salah satu rekan kami segera mendatangi counter Trigana untuk mengambil tiket lanjutan. Dan terererennnnggg...KALSTAR PNK-CGK jam 15.00. Karena flight lanjutan masih jam 15.00, kami memutuskan untuk makan siang dulu. Penginnya makan keluar apa daya timing nya darurat dan jarak ke kota cukup makan waktu, jadi yasudah lah ya,,makan dibandara sajah. Karena counter check in belum buka, kami titipkan koper di counter Trigana Air. Kebetulan penanggung jawab area nya baek, beliau juga yang nyaranin qta makan dimana heheheheh.

Seusai makan, shalat dan incip di lounge sebentar hingga tiba giliran flight kami. Heheheh..semoga beneran ke Jakarta kali ini. Amiiiin,,,,,


Jam 5an akhirnya kami tiba di Soekarno Hatta. Maceeet euy. Karena lama menunggu, akhirnya aq dan dua orang rekanku memutuskan naik Tiara Express hohohoho taxi alphard itu.....secara charge to ofis, dan maklum saja kondisinya darurat. udah lama ngantri taksinya tak kunjung datang #pembelaan.

And around 6.30 PM saya sudah mendarat di kosan tercintah...heheheh...bener2 jadi satu pengalaman ney...Alhamdulillah.....