
Monday, June 13, 2011
Pangkalan Bun, 1-5 June 2011
Pangkalan Bun...
heheheh, mengingatkan aq pada satu hal yang tidak menyenangkan...Agen Pangkalan Bun..aaarrrghhhhh tidaaaaak!!!!!
Tapi kali ini tak ada hubungannya dengan aktivitas merokok-q ditahun ini. Kota itu secara haphazard jadi tujuan penugasanku untuk salah satu klien kebon dari perusahaan yang menghidupi aktivitas jalan2ku selama ini. Dan meskipun aku tidak punya gambaran apa2 atas kota itu, dan tidak akan mencoba menggambar tentunya secara sudah jelas apa yang harus saya lakukan disana. KERJA.
Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Aku tidak pernah sekalipun berpikir akan kesana. Sama seperti aku tidak pernah terbayang akan berkunjung kebeberapa tempat yang pernah kukunjungi hingga hari ini. Exploring Jawa, negara lain, dan kepulauan lain di Indonesia. Hadiah Tuhan yang jauh melebihi apa yang pernah kubayangkan sejak kecil. Mengingat kampung untuk mudik lebaran saja aku tak punya. Aku orang udik, itu saja. Dan ini, adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Borneo (Kalimantan)..sehingga meski kerjaan sudah menghadang, aq merasa senang.(katrok ya???)
June 1, 2011
Aku berangkat bersama lima orang rekan kantor dalam penugasan kali ini. Sebut saja Cha-Cha, Dolly, Lady, Andrian dan Wie Ming. Rombongan dibagi menjadi 3 team untuk 3 anak perusahaan. Satu team terdiri dari 3 orang dengan komposisi sesama jenis, henheheheheh..takut terjadi hal2 yang diinginkan soalnya =p.
Keberangkatan dijadwalkan pukul 07.55 dari Jakarta menuju Semarang dengan Flight Garuda Indonesia. Hohoho, mesti mampir semarang dulu soalnya direct flight ke Pangkalan Bun terbilang langka baik dari segi matching waktunya maupun dari segi hari-nya. Btw, ini juga pertama kalinya aq ke Semarang via udara. Dulu pernah backpack ke kota ini via kereta bisnis dari Jakarta, murah meriah heheheheh...
Setelah tiba di Semarang kami akan lanjut naik Trigana Air (airlines opo maneh kuwi, aq juga baru tahu..) langsung ke Pangkalan Bun. Nah, karena ada jeda penerbangan sekitar 2.5 jam, kami memutuskan untuk makan siang dulu di kota Semarang. Yak, Kota Semarang, bukan Semarang Airport. Walhasil, ditemani 2 unit taksi bandara kami sempatkan mencicipi Bandeng Juana, tahu bakso, lumpia plus lunch di RM Mbok Berek. Tak lupa beli kue moci yang lumayan tahan lama buat oleh2 karena gossipnya tak ada "kehidupan" di Pangkalan Bun, apalagi di kebon????!!!!
Puas makan, kami kembali ke airport. Pangkalan Bun, here we come....
Sekitar jam 2 siang kami tiba di Iskandar Airport, Pangkalan Bun. Layaknya kota kecil lainnya, airport di Pangkalan Bun bisa dibilang mini. Namun, dari segi ukuran..lumayan lebih besar daripada Abdul Rahman Saleh airport, Malang. Selepas ambil bagasi, kami langsung menuju taksi yang sudah dipesan oleh klien kami.
Taksi di Pangkalan Bun berbentuk mobil pribadi dengan tarif per jam. Beberapa taksi yang nangkring di depan airport berupa sedan lama namun taksi sewaan kami untungnya Kijang lama plus 1 Kijang Innova. Setidaknya, ada ruang untuk meletakkan badan setelah perjalanan panjang sekaligus ruang untuk barang bawaan kami yang lumayan.
Pangkalan Bun, benar2 kota kecil. Bahkan tidak ada Mall di kota ini. Jalanan yang tidak terlalu padat, bangunan yang tak begitu rapat..aaargh..kota yang tenang sepertinya. Namun, beberapa saat kemudian tiba2 saja kami sudah dihadapkan pada antrian panjang kendaraan mulai dari roda dua, mobil pribadi hingga kendaraan besar macam truk pengangkut barang. Macetkah???
Usut punya usut, itu bukan kemacetan. Antrian timbul karena BBM di kota ini mengalami kelangkaan sejak 4 bulan terakhir. Mau tak mau para pemilik kendaraan harus rela mengantri selama 3-4 jam per hari untuk memperoleh bahan bakar tersebut. Berdasarkan hasil inquiry kami dengan sopir taksi, kejadian ini juga merupakan imbas status quo posisi bupati di Pangkalan Bun yang masih belum ada solusinya hingga saat ini. So..bersyukurlah kalian teman2 di kota lain yang tidak perlu mengalaminya.
Setelah 2 jam perjalanan, kami tiba disalah satu lokasi perusahan klien sehingga rombingan tinggal 4 orang (2 orang turun sesuai alokasi pekerjaan). Perjalanan berlanjut sepi karena kami sudah kelelahan dijalan. Dan tiba-tiba saja kami sudah berada di tengah kebon sawit. Hmmmpppph...let's get lost then.
Setelah menurunkan dua rekan kami di site yang kedua, tinggal lah diriku berdua dengan temanku menuju Kawan Batu Estate, yang entah alamatnya ada dimana di tengah kebon ini. Sekitar pukul 8 malam kami tiba di mess, waktunya istirahat setelah perjalanan panjang...weits, jangan lupa shalat dulu.
2 June 2011
Hari ini tanggal merah. Hari Libur.
Tapi itu sudah tidak penting lagi saat ini. Bahkan, aku tidak perlu mencari tahu apakah yang menyebabkan kalender hari ini harus di cat merah. Karena ya itulah, hari ini hari kerja bagiku.
Sekitar pukul 5 aku harus bangun untuk ambil air wudhu dan shalat shubuh. Diluar hujan, memberikan sensasi dingin yang lumayan dibanding AC dikamar yang sempat beberapa kali off karena mati lampu. Selepas shalat aku stretching sebentar untuk melemaskan otot2ku karena kemaren hampir keseluruhan aktivitasku didominasi duduk di kursi berbagai media transportasi. Nah, setelah merasa agak entengan, kuberanikan diri menyentuh air untuk mandi, mengingat klienku akan datang menjemput kira2 jam setengah tujuh pagi.
Yak it's time to earn money temans!!! (also applicable for 3 June 2011)
June 3, 2011
Hari kedua jadi tukang kebon. Bedanya, hari ini kami akan kembali dan menginap dikota. Lumayan mem-boost up spirit lah ceritanya.
Sekitar pukul 6 sore, taksi sewaan (Innova)datang menjemput disertai dua rekanku dari estate sebelah. Sembari mengabaikan makan malam, kami sepakat untuk berangkat. Kangen sudah dengan jalanan beraspal yang diiringi rumah (bukan sawit, hehehehhe).
Setelah sekitar 2 jam perjalanan, kami memutuskan singgah disebuah warung makan yang entah apa nama jalannya. Menunya sey biasa, penyetan, soto dan sop ayam. Yang luar biasa hanya porsi nasinya. Setiap satu menu yang kita pesan, ternyata sudah entitled dengan sebakul nasi!!!! its a wooooowwww????? meski bakulnya bakul plastik booo..tapi yah teteup aja, shock ngeliatnya...
Kelas isi perut, mobil kembali meluncur kearah kota. Sepi. Semua orang mencoba terlelap didalam mobil diiringi satu album ST12 #jadiingetcacingijodengankaraokefullalbummenujutamansafari
Dan finally, sekitar pukul 10 kami tiba di Blue Kecubung Hotel, Pangkalan Bun. Konon katanya, ini adalah hotel paling okeh dikota ini. Selepas check in, mandi, shalat..akhirnya tiba waktunya istirahat. Yeaay...besok pulaaaaamg!!!!!
Pangkalan Bun, 4 June 2011
I'm coming home, i'm coming home..tell the world that i'm coming home..(Singing>> Coming Home, Dirty Money)
Heheheh, hari ini pulang...xixixixi, finally!!! meski report kerjaan blom dibuat, its time for bangun siang hohoihoooo....sebenernya ga juga sey, secara saya manusia pagi dan memang ada kewajiban untuk bangun pagi (Shalat Shubuh, red). Tapi lumayan lah, masih bisa nonton ulang Playful Kiss (Baek Seung Joo..i heart u....wkwkwkkwkwkwk) plus Secret Garden heheheheh...
Jam setengah 12 kami meutuskan untuk check out skalian pergi makan siang. Kali ini pilihan jatuh pada RM Meranti dengan aneka seafood andalan. Kepiting saus padanf ples udang Galah jadi pilihan. Untuk kepiting saus padangnya agak aneh menurutku. Dikemas berkuah dengan warna pucat. Jauh dari kepiting saos padang yang sering qta jumpai di berbagai seafood restaurant. Yang heboh udang galahnya, seporsi isi dua dengan ukuran yang waaaah...maklum IDR 78K per porsinya.
Puas makan, kami sempatkan mampir ke toko oleh2 di Jl. Antasari. Ini adalah toko oleh2 satu2nya di Pangkalan Bun. Kelar beli oleh2, kami langsung cabs ke Iskandar Airport. Flight kami sesuai skedul akan berangkat dari Pangkalan Bun pukul 14.30. Yuhuuuu..Markipul....
Waktu tempuh ke bandara dari hotel ke bandara cukup 15 menit saja. Kita ambil koper yang dititipkan dihotel dulu ceritanya. Nyampe dibandara, entah kenapa orang2 sepertinya memperhatikan kami, kami sey ga peduli dan tetap hahahah, sampai akhirnya salah seorang petugas bandara nyeletuk: "hweeeee, pesawatnya udah berangkat mbak..."
Aya-aya wae ney bapak, lha wong kita ini datengnya udah jauh dari jadwal keberangkatan kok. Tapi, tak lama kemudian beberapa orang yang ada di bandara menggumamkan kalimat yang sama. Jadi Bingung. Aneh.
Dan akhirnya...aq harus mempercayai hal itu.
Seorang petugas bandara dari airlines yang menjadi provider penerbangan kami hari itu (Trigana Air) memberitahukan bahwa jadwal penerbangan dimajukan jam 13.00 dan pesawat baru saja take off. Parahnya,... it was the last flight today. Even untuk airlines laen juga tak ada. Oh My God!!!!! next flight to Jakarta still on Monday
Meski geregetan, sebel dkk..after a long2 negotiation and mencoba recover dari shock, kami akhirnya kembali ke Blue Kecubung Hotel dengan jaminan akan diskedulkan penerbangan ke Jakarta for free esok hari. Semoga saja.Dan begitulah, semalam lagi bersama Pangkalan Bun.
June 5, 2011
Mulanya, pihak Trigana Air menjanjikan flight pengganti dari Pangkalan Bun langsung ke Jakarta pukul 13.00, namun entah kenapa skedul berubah menjadi Pangkalan Bun - Pontianak via Trigana Air lanjut Pontianak - Jakarta (KalStar). Agak bikin bete temen2ku sey, tapi yasudahlah..yang penting pulangkan kami ke Jakarta segera...
Flights jam 10.00 dari Pangkalan Bun ke Pontianak. Pesawatnya masih pake baling-baling cuy, hohoho dengan air AC menetes sepanjang perjalanan. Bener2 pengalaman baru...heheheheh. Selain itu, ternyata rute Trigana dari PKN ke PNK incl. transit 10 menit di Ketapang. Ckckckckc, lumayan lah ya..check in foursquare dulu wlkwkwkwkwk
Jam 12-an kami landing di Soepadio airport, Pontianak. Salah satu rekan kami segera mendatangi counter Trigana untuk mengambil tiket lanjutan. Dan terererennnnggg...KALSTAR PNK-CGK jam 15.00. Karena flight lanjutan masih jam 15.00, kami memutuskan untuk makan siang dulu. Penginnya makan keluar apa daya timing nya darurat dan jarak ke kota cukup makan waktu, jadi yasudah lah ya,,makan dibandara sajah. Karena counter check in belum buka, kami titipkan koper di counter Trigana Air. Kebetulan penanggung jawab area nya baek, beliau juga yang nyaranin qta makan dimana heheheheh.
Seusai makan, shalat dan incip di lounge sebentar hingga tiba giliran flight kami. Heheheh..semoga beneran ke Jakarta kali ini. Amiiiin,,,,,
Jam 5an akhirnya kami tiba di Soekarno Hatta. Maceeet euy. Karena lama menunggu, akhirnya aq dan dua orang rekanku memutuskan naik Tiara Express hohohoho taxi alphard itu.....secara charge to ofis, dan maklum saja kondisinya darurat. udah lama ngantri taksinya tak kunjung datang #pembelaan.
And around 6.30 PM saya sudah mendarat di kosan tercintah...heheheh...bener2 jadi satu pengalaman ney...Alhamdulillah.....
Labels:
Indonesia Dangerously Beautiful
Location:
Central Borneo, Indonesia
Tuesday, May 31, 2011
Lets Get Lost at Sempu...
Hehehehe, Sempu...kalo denger kata itu mupeng mlulu bawaannya. Tapi itu klo aq loh ya? ga tahu klo kalian..
Pulau Sempu, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Saat ini Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau.
Secara geografis, Pulau Sempu terletak di antara 112° 40′ 45″ - 112° 42′ 45″ bujur timur dan 8° 27′ 24″ - 8° 24′ 54″ lintang selatan. Pulau itu memiliki luas sekitar 877 hektar, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi selatan, Timur dan Barat.
Pulau Sempu dapat ditempuh dari Malang melalui Pantai Sendang Biru, dan penyeberangan menggunakan perahu nelayan, serta mendapat perijinan.
Setelah sempet mengecap kegagalan mengunjungi pulau ini pada beberapa waktu yang lalu (baca catatan Bromo, May 2010). Finally, tibalah saatnya giliranku diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk mengunjungi Pulau Sempu. Pulau kosong yang beken dengan Segara Anakan dan kealamiannya (secara ga ada orang yang tinggal di pulau itu).
Berasa seneeeeeng banget karena kesempatan itu datang bertepatan dengan jadwal outting kantor di Bali yang di lanjut pulang ke rumah. What an awesome holiday plan in May, right????. Meski cuman sehari tapi semangat nya teteup luar biasa...Thanks buat Nana (My sister) yang udah ngajakin hohohoho....
Surabaya, 28 May 2011
Sekitar jam 3 sore, sembari nge-bonceng kakak-q yang baek hati pake motor finally aq, Nana dan Prio (cowo-nya Nana) berangkat menuju terminal Simpang Darmo Permai. Planningnya, aq beserta rombongan akan ketemuan di pintu keluar Sheraton Hotel Surabaya. So, the easiest way adalah naik angkot DA tujuan Pasar Atom dari terminal. Ongkosnya murah...cuman IDR 3,000 per orang.
Nyampe di Jl. Tunjungan (Sheraton Hotel), qta nongkrong di pinggir jalan bentar sembari nungguin Mimi (Temen kantor-nya Nana) plus Lenka & Ian (Pasangan bule Cheko yang juga temennya Nana plus provider transport gratisan kami menuju Sempu heheheh). Ga pake lama, begitu mobil datang langsung deh tancap gas menuju Malang. Yoi, ke Malang dulu kita supaya bisa berangkat ke Sempu pagi-pagi esok harinya.
Nyampe di Malang, kami memutuskan untuk makan dulu karena udah kelaperan. Menu makan malam di Malang kali ini, cukup mampir ke Cafe Assalamualaikum yang berlokasi di seberang Universitas Muhammadiyah Malang. Makanannya murah meriah kok, dan cukup variatif untuk ukuran makanan lokal macam pecel ayam, ikan, gado-gado dkk. Puas isi perut, karena malam masih panjang kami memutuskan untuk mampir ke Batu Night Spectakuler (BNS) yang ada di Batu. Ini udah kesekian kalinya aq mengunjungi tempat ini, so udah ga gtu semangat maen lagee heheheh..cukup ke lampion garden plus poto2 sajah heheheheh..
Menjelang pukul 11 malem, kami memutuskan untuk menuju kawasan UIN Malang untuk menginap. Dikawasan ini, Mimi punya saudara yang rumahnya bisa kami tumpangi untuk menginap beberapa jam kedepan. Yup, cuman beberapa jam..mengingat kami akan berangkat pagi buta (sekitar jam 4 pagi) heheheh...it's time for recharging our energy temans...
Sunday, 29 May 2011
Minggu, sekitar jam 4 pagi kami beringsut meninggalkan kawasan UIN menuju Sendang Biru, once step behind Sempu. Di tengah jalan, kami sempatkan mapir ke Indomaret yang buka 24 jam untuk membeli perbekalan macam air minum, snack dan roti untuk sarapan. Ingat, disana pulau kosong..so ga bakal ada kios yang menyediakan air mineral dkk.
Finally, setelah menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan tibalah kami di Sendang biru. Selepas parkir mobil yang dicharge IDR 5K seharian, kami menuju ke pos polisi hutan ato apalah namanya yang berlokasi tak jauh dari tempat parkir. Disini, kami ditanya beberapa hal seperti tujuan kedatangan, frekuensi kedatangan serta berapa lama kira2 kami akan stay.
Pertanyaan makin merembet, manakala kami diminta menunjukkan surat ijin dari dinas kehutanan (klo ga salah ingat, secara poto contoh surat nya sudah raib bersama BB saya..). Menurut petugas hutan tersebut, surat itu dibutuhkan karena Sempu sendiri seyogyanya bukan obyek wisata, melainkan konservasi alam yang ga bisa dikunjungi sesuka kita. Agak putus asa juga setelah diomongin begitu, tapi alhamdulillah...ijin akhirnya turun juga..jangan lupa ongkos perijinan sukarela sebelum mulai memulai petualangan kita =)
Petualangan dimulai dengan menyewa perahu untuk menyeberang dari Sendang Biru ke bibir pulau. Dengan merogoh IDR 100K, satu perahu bisa ditumpangi kira2 maksimal 10 orang. Nah, karena kami ber tujuh (incl. Driver) ya sudah lah yaa..ga perlu pake jualan tiket buat minimise cost. Penyeberangan sendiri sebenernya bentaaar banget, cuman klo mo jalan kaki ato berenang juga ga memungkinkan. Oiya, perahu penyeberangan ini juga akan menjadi perahu yang akan menjemput rombongan di akhir hari. So jangan lupa minta no HP pemilik perahu. Trus, untuk pengunjung yang pulang hari macam kami (tidak menginap di pulau), pastikan sebelum jam 5 sore sudah kembali ke bibir pulau. Perahu penyeberangan balik hanya beroperasi hingga jam 5 temans, so...estimasikan dengan benar waktu tempuh perjalanan balik kalian sebaik mungkin supaya tidak ketinggalan perahu serta menghindari tersesat ditengah pulau tak berpenghuni dalam kondisi gelap gulita (sereem kali yaaa??? )
Nah, ternyata petualangan sejati-nya baru bermula di bibir pulau...
Meski sebelumnya pernah dengar petualangan seru dari teman2 seputar nge-camp ato trekking di Sempu, tetep aja ga kebayang kalo petualangan ini bener-bener "just begun". Commonly, trekking dari bibir pulau ke Segara Anakan (hot spot di Sempu yang disebut2 ga kalah ama Phi Phi Island, Thailand) cuman butuh waktu 2 jam, nyatanya dengan berat hati harus kami trmpuh kurang lebih sekitar 3 jam. Kondisi medan yang ga bisa dibilang "buruk" tapi "sangat buruk" pasca hujan, membuat kami harus melintasi medan dengan bertelanjang kaki. Even beceknya ga bisa pake Ojek, Gan!!! blom lagi pohon tumbang dibeberapa jalan utama, yang membuat kami harus memutar otak untuk mendapatkan rute yang aman dan "agak nyaman".
Dan yang paling wokeh dari semuanya adalah pas kami dihadapkan pada jembatan super mini sepanjang kira2 cuman 1,5 meter yang notabene terbentuk dari dahan pohon dihimpit bebatuan besar plus tajam. Naasnya, itu jembatan super licin ciiiiin...udah berasa Shiraathal mustaqiim ajah deh...
Kondisi ini ney, yang finally bikin Lenka (bule cewe' asal Cheko) ini sempet sesenggukan (baca: nangis) sepanjang perjalanan. Jadi berasa ga enak...maaphkeun kami yaa...
Disepanjang perjalanan sey sesekali sempet bertegur sapa sama anak2 pecinta alam yang tentunya masih pada belia (kira2 bangku SMU ato anak kuliahan lah..), tapi tenang aja..kami semua juga masih berjiwa muda kok..#mulainulisgapenting.
Sesuai pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Habis gelap terbitlah terang. Meski kaki udah mati rasa (applicable for Nana, Mimi, and Priyo), neraka berasa surga saat 3 jam kemudian Segara Anakan membentang. Dan aku, cuman berkata..ealah..cuman gini doank ta??? #minta ditabok.
Mungkin karena aku sudah banyak berkunjung ketempat laennya(sombong...)yang secara visual punya banyak kelebihan dibandingkan Segara Anakan. Tapi ya itulah, kadang pengalaman menuntut kita untuk menjadikan sesuatu menjadi objek perbandingan. Tapi aku cukup senang kok...karena baru kali ini merasakan trakking dengan medan berlumpur yang luar biaso...hahahahah, as i always told u..To travel is better than to arrive.
Di pinggiran Segara anakan inilah umumnya para pengunjung yang bermalam mendirikan tenda. Suasana bibir segara yang lumayan asri memang menjadi daya tarik tersendiri. Disini pula, kita bisa maen aer sepuasnya. Cuman, tak ada spot buat snorkeling, diving etc disini. So, just swim and bener2 maen aer dalam arti sebenarnya yak =)
Puas maen, sekitar pukul 2 siang, kami memutuskan untuk kembali ke sendang biru. Demi keamanan, kami save waktu 3 jam untuk mencapai bibir pulau dan menghubungi pengemudi perahu. Jangan lupa, tak ada sinyal seluler di dalam pulau. Sinyal baru akan ada saat kita tiba dibibir pulau. So, save ur battery and energy ya.,..in case get lost kaya kita hwehwheheheh
Yups, we're lost!!!!
The good way maybe not a best direction...
Hufh, sepanjang arus balik kami melewati rute yang jauh lebih nyaman daripada rute keberangkatan. Sangat nyaman bahkan untuk ukuran mengenakan sandal jepit ato sepatu karet macam Crocs. Tapi ya itu, kenyamanan justru menyesatkan. Tiba2 saja kami sudah dihadapkan pada bibir pantai yang ada entah disisi mana dari Pulau Sempu. Bagus juga sey spot-nya, cuman mengingat deadline paling lambat jam 5 harus sudah ada di bibir pulau, rasa senang itu berbaur dengan kengerian kalo kita bakal kemaleman di tengah hutan tanpa perbekalan dan fsilitas yang memadai, even tenda aja ga bawa cuy!!!!
So, sembari mencoba menenangkan hati dan pikiran kami menyusuri jalanan di tengah hutan. Untungnya, ditengah jalan kami bertemu rombongan laen yang ditemani guide. Oiya, guide ini merupakan salah satu jasa yang ditawarkan di pos polisi hutan. Ratenya IDR 100K untuk seorang guide dengan rute pulang pergi. Berkat nebeng guide itulah kami selamat and tepat waktu nyampe dibibir sungai heheheh...
Usai menelepon pengemudi perahu, kami duduk sebentar di bibir pulau sembari mencoba membersihkan lumpur di tubuh. Selang, beberapa saat kemudian..perahu sudah membawa kami ke Sendang Biru. Hal pertama yang saya lakukan?? heheheh, memesan satu porsi bakso yang cukup untuk menghangatkan badan. Maklumlah, toilet umum untuk berbersih diri juga antre banget, trus sharian blom makan makanan yang layak selain kerupuk ikannya Mimi plus SaltCheese cokelat. Dimaklumi lah yaa...
Usai berbersih diri, kamipun meninggalkan Sendang Biru and directly back to Surabaya..Diiringi keluhan lelah dari orang2 disekitar saya..semakin mengeluh karena esok, Senin tlah tiba =)
#Untung flight balik ke Jakarta saya Senin malam, bisa leyeh2 dirumah dulu deh hehehehe..
C u on my next trip ya temans..
Notes:
Bayar ijin masuk ke polisi hutan : IDR 20,000/rombongan
Perahu penyeberangan PP : IDR 100,000/perahu
Entrance ticket BNS : IDR 12.500/person
Lampion garden (BNS) : IDR 10,000/person
Aneka wahana : IDR 10,000 - 20,000/person
Labels:
Indonesia Dangerously Beautiful
Location:
Sempu, Indonesia
Krakatau...my life my adventure...(13-15 May 2011)
Pernah liat iklan Djarum yang baru itu ga sey??? Iklan bertema Indonesia yang okeh banget ituwwww...mengusung landscape Indonesia Raya dengan tema My Life My Adventure...deuh...pokoknya iklan yang bikin adventurer Indonesia ngiler wkwkwkwkwkwk...qta comot dari youtube aje yak :p
Nah, iklan itu secara persuasive mempengaruhi pemirsa buat dateng ke salah satu lokasi petualangan para bintang iklannya. Starting dari Sumatera, Rinjani, Way Kambas, Raja Ampat, Bali hingga Krakatau. Wuuuiiih,...mantab banget kan!!! Cuman, jalan2ku kali ini sebenernya bukan karena iklan itu juga, lha wong saya disodori jalan2 kemana saja pasti bilang iya selama ada yang mo bayarin dan memang masih diberi kesehatan, kekuatan dan tentunya kesempatan oleh Yang Maha Kuasa.
Awalnya cuman diajakin sama mantan temen sekantor (baca : Ines Andresina lewat forward-an email dari trip organizer, sebut saja Geyser. Sempet mikiiir lama deh buat nentuin mo ikutan ato ga, cuman Semangat kembali berkobar setelah tahu banyak temen2 yang laen yang turut serta. Sebut saja Shartika Dewi (Team revenue yang bahagia di klien rokok tercintah #cuih), Sylvia & Riza (temen klien telepon tahun lalu) dan masih banyak yang laen..heheheh. Paket trip ini pun dipatok diharga IDR 520K all in minus perlengkapan snorkeling (google + Fin + Snorkle >> IDR 85K).
Alhasil, Jumat malem (13 May 2011) sekitar pukul 20.00 berangkatlah diriku setelah melengkapi perbekalan (Sleeping Bag plus Matras nya beli baru cuy, itung2 investasi for the next trip. amin). Perjalanan starting dari numpang tapi bayar Bus arah Merak dari depan Slipi Jaya. Bus AC lah ya..biar nyaman dikyt mengingat perjalanan dilakukan sepulang kerja.
Nyampe di Merak, qta dibagikan tiket masuk kapal Trijaya III dari Merak tujuan Bakaeuhuni. Harga tiketnya sekitar IDR 11.500 plus kalo mo masuk kelas executive (AC) mesti nambah sekitar IDR 10-11K dipintu masuk. Ga tahu juga sey, itu emang peraturan dari sono ato nggak, secara saya baru pertama kali naik kapal gede keluar pulau (Pernah sey, Jawa-Bali, cuman ga tahu berapa..hahahahah).
Perjalanan laut memakan waktu tempuh sekitar 5-6 jam kurang lebih. Setelah tidur sembarangan di bagian kapal ber-AC yang udah penuh penumpang, menjelang subuh kapal merapat di Bakaehuni. Bak terminal ato stasiun apapun di Indonesia, begitu turun kami mendapati banyak penumpang menginap "gratis" disekitar area pelabuhan. Ga mo kalah, sembari menunggu pagi plus waktu shalat shubuh, matras dan sleeping bag diberdayakan..heheheheh...Markicau (mari kita berkicau...)
Selepas shalat shubuh, tak lama kemudian sebut saja "Putri", salah seorang crew Geyser menggiring (halah bahasaku, kaya ayam aja digiring)...kami menuju angkot yang sudah disewa sebelumnya. Nah, untuk menuju krakatau..dari Bakaehuni terlebih dulu kami menuju kawasan yang disebut Chanti. Karena jaraknya lumayan, kami naik angkot warna kuning yang dari hasil curi dengar pembicaraan crew dengan sopir sudah dibooked seharga IDR 250K per mobil PP Chanti-Bakaheuni.
Setibanya di Chanti, ga pake mandi, kami langsung ganti kostum buat basah2an. Yups, snorkeling session 1 will begin soon...ga lupa poto2 bentar, perjalanan pun lanjut dengan menggunakan perahu sewaan. Nah, kali ini saya kurang tahu ongkos sewa kapalnya. Yang jelas, dengan kapasitas 20-25 orang, perahu siap mengantar kami memulai petualangan. Tak lupa, nasi bungkus yang sudah dipesan crew Geyser di Chanti jauh sebelum kami datang menjadi ongkos tutup mulut cacing diperut kami yang mulai karaokean...kriuk...kriuk...
Kurang lebih 2-3 jam terapung diperairan, kami dihadapkan pada spot snorkeling yang pertama. Lupa apa nama pulaunya. Mohon dimaaphkeun dan dikoreksi yak...
Karena saya notabene adalah bonek yang ga bisa berenang, sepanjang bersnorkeling saya dikawal setia oleh Sylvia (makasiiiiyyy yaaaa....#kisshug). Tapi saya ga perduli, meski capek dan kerap muncul kekhawatiran bakal tenggelam, saya akan berusaha!!! hahahahahha
Lepas bersnorkeling, perahu kembali melaju menuju tujuan utama kami..Krakatau...fufufufu. Ditengah perjalanan, kami mampir sebentar di Pulau Sebesi untuk mengambil menu makan malam plus peralatan snorkeling sewaan. HMmmmph...jadi ga sabar...
Tak lama kemudian sampailah kami di daratan yang konon katanya ada dikaki anak Krakatau, sebut saja Rakata. Selepas bongkar muatan kapal, crew dengan sedikit bantuan dari kami mulai mendirikan dorm (tenda). Satu tenda untuk 4 orang. Hohohoo, berasa naik angkot dah...formasi 4 tujuh biar ga rugi heheheh.
Sebenernya, itinerary hari ini selain snorkeling, kami akan melakukan tracking sunset di Rakata. Namun apa daya, berhubunng cuaca mendung dan timing arrival yang telat dari jadwal, tracking dengan berat hati cukup dilakukan esok hari pas sunrise. So, kami menghabiskan malam dengan makan, ngemil dan maen uno ampe bosen heheheheh
By the way, cuaca kaki Rakata terbilang panas untuk bulan May. Sejak kami datang, tak sedetikpun tiupan angin menerpa lokasi perkemahan. Kebayang donks, panasnya tidur empet-empetan di dalem tenda. Komposisi oksigennya pasti udah menipis dan ga jelas. So, bukannya manja and ga biasa hidup susah. Tapi akhirnya saya memilih menggelar matras plus sleeping bag diluar tenda. Yups, tidur di alam terbuka sepertinya lebih bagus untuk saluran pernapasan saya heheheh..dan terbukti loh..i fall a sleep just a few minutes later heheheheh
Cuman yah temans, suddenly hujan turun pas malem2 gtu. So, dengan berat hati saya harus masuk ke tenda yang super hot plus rebutan free oksigen bareng ama 3 orang teman yang laen. Tapi alhamdulillah juga, empet2an nya cuman bentar, coz beberapa saat kemudian shubuh memanggil lanjut dengan persiapan tracking for sunrise at Rakata heheheh. Kenapa Rakata, coz klo direct ke Krakatau-nya ada safety alert saat itu secara Krakatau nya lagi pilek =)
Menjelang keberangkatan, gerimis mengundang huhuhuh, tapi tetap ga mampu membendung semangat kami untuk menuju puncak Rakata. Walau badai menghadang....(Bak lagunya ADA Band aja deh pokoknya).
Kondisi medan tracking di Rakata ini cenderung landai dan berpasir hitam pekat. So, sangat disarankan menggunakan sandal tracking ato sepatu instead of "kaki polosan aka nyeker". Takut kepeleset booo...pasti sakit kan kalo berpasir gtu.
Langkah kaki berasa beraaat bangetttt, meski di selingi istirahat dibeberapa spot, finally nyampe juga di top of Rakata. Meski ga bener2 puncaknya sey...tapi dari sini kita bisa liat sunrise plus Krakatau dengan view yang OK banget..ga rugi deh pokoknya...liat aja poto gw diatas hwekekekekek
Cuman gtu doank? ga donks, usai loading muatan ke perahu, kami kembali menuju spot snorkeling yang kedua. View nya lumayan sey...dan kali ini, my ex-senior yang jadi pengawal ku heheheh, thanks yaa tikaaa
Puas snorkeling, perahu kembali berlayar menuju pulau Sebesi. Again??? heheheh, kami mampir untuk lunch plus berbersih diri dan shalat. ISHOMA (Istirahat, Sholat, makan). Menu makan siang kali ini agak beda, kalo biasanya nasi bungkus plus lauk yang dikemas dalam plastik berikut sayurnya, kali ini ada lauk, buah plus gorengan dan buah untuk pencuci mulut heheheh...Enak deh, ampe pada nambah (lirik Putri "Geyser", Riza dkk heheheh).
Puas recharging, dengan berat hati kami harus meninggalkan pulau untuk kembali ke Chanti. Gerbang menuju jalan kembali ke Jakarta. hiks, why do all good things come to an end...
Sesampainya di Chanti, tak berubah dari rute kedatangan kami, angkot sewaan sudah bersiap mengantar kami ke Bakauhuni. Ga bisa ditawar..ke Jakarta aq kembali huhuhu...Kapal besar, Bus Merak-Slipi tak sadar 5 jam telah mengantarkan aq kembali ke kos2an ku dikawasan Semanggi. Good Night all...
Notes:
Krakatau trip by Geyser : IDR 520K per person (excl. Snorkeling set)
Bus Slipi Jaya - Merak (IDR 22K)
Bus Merak - Slipi Jaya (IDR 25K)
Sewa angkot Chanti - Bakaehuni PP (IDR 250K)
For your next trip, you can also contact:
089.89.85.43.66 (Putri)
la_putrie@yahoo.it
Poto2 bisa diliat di FB ;
Ines Andresina
Shartika Dewi and Singgih Raditya Duhri
Labels:
Indonesia Dangerously Beautiful
Location:
Bandar Lampung, Indonesia
Friday, May 27, 2011
Ke Bali aq kembali...
May 22-24, 2011
BALI. Pulau dewata di belahan timur Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memang patut untuk menjadi salah satu ikon pariwisata bangsa. Bagaimana tidak, pulau seluas kurang lebih 5,632.86 km2 (wikipedia)ini berani menyuguhkan sesuatu yang bisa dibilang "distinctive". Sebut saja, budaya warisan nenek moyang yang tetap dipegang teguh dan dilestarikan oleh masyarakat Bali. Ritual keagamaan yang tanpa perlu dipromosikan, menjadikan umat Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu mampu menarik perhatian turis dari belahan bumi manapun.
Bali, dengan semangat masyarakatnya, mampu mengayomi masyarakatnya melalui pembangunan pariwisata. Sebut saja aneka watersport di Kuta, Tanjung Benoa, Padang Bay dan sekitarnya. Belum lagi aneka kerajinan serta makanan khas Bali. Yang tak boleh dilupakan juga adalah Ubud, pemberian alam untuk Bali yang bahkan menjadi satu pilihan bagi produser film hollywood sebagai interpretasi lokasi yang tepat untuk pemulihan spiritual seseorang.
Dan kali ini, seperti tahun lalu..aku kembali ke Bali dalam rangka Outting kantor. Bedanya, kali ini seolah bener-bener ga ada semangat untuk berangkat. Even, semangat untuk maen gajebo juga tak ada.
Sebenernya, ada satu hal yang pengen banget aq cobain pas ke Bali kali ini, Bungee Jumping. Apa daya tak ada teman yang mo menemani. At least nemenin doank. Selain itu, flight schedule dari ofis juga kurang ok. So, kukubur dalam-dlaam saja dulu kepingin-an ku itu. Maybe, someday....
So..apa saja yang qlakukan selama di Bali???
Day 1, 22 May 2011
Kebetulan saya dapat flight sore, so jam 5-an gtu baru landing di Ngurah Rai International Airport, Denpasar. Karena udah malem, saya memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam "Gajebo bareng Rainbow" tahun ini. Padahal taon lalu juga ga ikutan..fufufufu
After ambil bagasi, rombongan dipimpin Bali Tour menuju bis. Planningnya, kami akan langsung diantar menuju Quest Hotel, di jl. Patih Jelantik namun, atas saran tour guide, kami mampir dulu ke pusat oleh2 Krisna yang konon harga barang disini tak beda jauh dengan harga barang di Sukowati. Dan beneran loh, harga barang disini cukup affordable tanpa harus pake adu mulut dengan penjual (fixed price ceritanya). Lokasinyapun tak jauh dari bandara maupun hotel, so lumayan lah ya buat nyicil oleh2 ato beli barang2 kecil yang lupa di bawa macem celana pendek, topi ato baju ganti buat basah2an besok.
Untungnya, ada Poncy (my brother in crime at office). So, ga mo mati gaya disaat liburan, kami memutuskan buat jalan-jalan aja menyusuri Kuta sembari wisata kuliner. Pertamanya sey pengin sekalian nyicil oleh2 di Joger, nah kok counter-nya udah tutup kalo udah malem. Jadi yasudah lah ya, langsung aja kita berdua cabs ke Kuta buat kuliner. Sembari jalan, kita mampir sikit ke toko2 souvenir buat beli titipan kakak ipar (baca: calon istrinya Poncy ^_^)
Kuliner pertama kita malam itu jatuh pada Nasi Pedas Ibu Anik. Hwehehehe, sebenernya ada beberapa pilihan nasi pedas sey, tapi yang ini paling hip dan rame pengunjung. Dari segi komposisi, nasi pedas sendiri sebenarnya lebih mirip nasi rames yakni nasi putih dengan aneka pilihan menu lauk dan sayuran lengkap dengan sambal super pedas. So, ga usah kuatir klo memang ga suka pedas, masih bisa cobain aneka lauknya kok....
Tak puas dengan hanya icip Nasi pedas, acara kuliner lanjut ke Soto Ceker Kuta. Makanan ini juga hip dan rame pengunjung. Bermodal terpal dan bangku kayu, aroma soto ceker kuta ini mampu menghipnotis puluhan pengunjung. Dan memang sey, aroma serta rasa soto ceker disini maknyus...heheheheh
Puas isi perut, kami memutuskan kembali ke hotel karena hari sudah larut. Namun, pas nyampe hotel teteup aja mampir Circle K buat nyomot Magnum...hahahah gimana ga makin gendut coba??? baru deh setelah itu kami kembali ke kamar masing-masing. Waktunya istirahat supaya besok pas office activity kembali fit.
Day 2, 23 May 2011
Karena ini judulnya acara kantor, so pasti ada satu hari khusus yang temanya seharian berbau kantor. Dan untuk kali ini, event kantor terdiri dari dua sesi antara lain sailing bareng Quicksilver Cruise plus Gala dinner.
Quicksilvernya sey biasa saja menurutku. Cruise trip plus snack-ing and soft drink sepanjang perjalanan pulang pergi yang ga sepadan dengan aktivitas di lokasi tujuan. Sebut saja kunjungan ke Nusa Penida Island yang cuman liat penangkaran penyu dalam skala super kecil (hanya 2 ato 3 penangkaran mini)serta maen volly pantai yang jauh lebih seru klo maen dipesisir Kuta menurutku. Blom lagi, semacam acara "nonton bareng" biota laut via kapal selam yang sumpaaah..bentar banget!!!!. Yang agak mendingan paling snorkeling di sekeliling kapal yang sempet bikin deg2an lantaran kebawa arus aer...heheheh, secara aq ga bisa berenang...Untungnya dapet hiburan berupa menu lunch nya yang all you can eat and lumayan variatif =)
Puas ber-cruise ria, malemnya kita ada annual event "Gala Dinner" yang dipadu dengan ajang performance dari new joiner, standard lah yaa,,,anehnya, bubar gala dinner kan umumnya pada punya acara masing2 tuh, nah klo RAINBOW acaranya kelaperan bareng hahahahah..so, nge-bakso dah kita di seberang hotel. Bakso nya agak beda ini, Bakso Ayam. Jarang nemu kan??? Bakso berbahan dasar tepung dan daging ayam berukuran jumbo ini seporsinya dipatok cuman IDR 10K. Dan kami sepakat..BAKSONYA ENAK. hahahahah
Habis nge-bakso, bobo dah kita wkwkwkwk (gendut fase 2)
Day 3, 24 May 2011
Last day in Bali...
Hari ini sebenernya mo ikutan nge-gajebo bareng Rainbow, apa daya ada tanggung jawab moral buat nemenin temen yang lagi hamil tua. So, karena flight ke Surabaya (langsung mudik ney ceritanya) dapetnya malem (sekitar jam 6-an gtu), paginya pergi belanja2 aja deh...skalian cari menu lunch plus nyobain FlapJaks.
Tujuan pertama, Joger
Kalo Jogja punya Dagadu, maka Bali punya Joger. Dengan modal kata2 lucu dan kreatif, Joger menjadi salah satu oleh2 khas Bali. Produknya mulai dari kaos, sandal, tas sampe mug dan berbagai pernik serta assecories. Harganya pun lumayan affordable dengan kualitas yang lumayan OK.
So disini aq beli tas, kaos dan sandal buat oleh2. Plus menjarah toko souvenir yang tepat diseberang Joger, Kuta. Ditoko ini barangnya juga lumayan variatif dengan harga cukup murah. Bahkan sama dengan Krisna. So..lumayan buat nambah variasi oleh2 kita.
Pia Susu, Denpasar
Dari Joger, kita langsung menuju kota Denpasar. Tujuan utamanya sey buat ambil pesenan Pia susu. Konon katanya, rumah produksi pia susu yang kami kunjungi ini merupakan legenda Pia Susu paling populer di Denpasar. So, temen2ku yang udah mesen jauh2 hari merasa ga afdhol lah ya kalo gak mencicipi. Karena aq ga suka susu, jadi cuman beli 10 biji on the spot (ga pake mesen) buat icip2 orang rumah.
and afterall, kita mengakhiri belanja-belanji hari ini dengan leyeh2 nyobain pancake and ice cream di FlapJaks dulu sebelum finally heading ke airport.
Surabaya..wait for me yaaaaa,,,,,
BALI. Pulau dewata di belahan timur Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memang patut untuk menjadi salah satu ikon pariwisata bangsa. Bagaimana tidak, pulau seluas kurang lebih 5,632.86 km2 (wikipedia)ini berani menyuguhkan sesuatu yang bisa dibilang "distinctive". Sebut saja, budaya warisan nenek moyang yang tetap dipegang teguh dan dilestarikan oleh masyarakat Bali. Ritual keagamaan yang tanpa perlu dipromosikan, menjadikan umat Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu mampu menarik perhatian turis dari belahan bumi manapun.
Bali, dengan semangat masyarakatnya, mampu mengayomi masyarakatnya melalui pembangunan pariwisata. Sebut saja aneka watersport di Kuta, Tanjung Benoa, Padang Bay dan sekitarnya. Belum lagi aneka kerajinan serta makanan khas Bali. Yang tak boleh dilupakan juga adalah Ubud, pemberian alam untuk Bali yang bahkan menjadi satu pilihan bagi produser film hollywood sebagai interpretasi lokasi yang tepat untuk pemulihan spiritual seseorang.
Dan kali ini, seperti tahun lalu..aku kembali ke Bali dalam rangka Outting kantor. Bedanya, kali ini seolah bener-bener ga ada semangat untuk berangkat. Even, semangat untuk maen gajebo juga tak ada.
Sebenernya, ada satu hal yang pengen banget aq cobain pas ke Bali kali ini, Bungee Jumping. Apa daya tak ada teman yang mo menemani. At least nemenin doank. Selain itu, flight schedule dari ofis juga kurang ok. So, kukubur dalam-dlaam saja dulu kepingin-an ku itu. Maybe, someday....
So..apa saja yang qlakukan selama di Bali???
Day 1, 22 May 2011
Kebetulan saya dapat flight sore, so jam 5-an gtu baru landing di Ngurah Rai International Airport, Denpasar. Karena udah malem, saya memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam "Gajebo bareng Rainbow" tahun ini. Padahal taon lalu juga ga ikutan..fufufufu
After ambil bagasi, rombongan dipimpin Bali Tour menuju bis. Planningnya, kami akan langsung diantar menuju Quest Hotel, di jl. Patih Jelantik namun, atas saran tour guide, kami mampir dulu ke pusat oleh2 Krisna yang konon harga barang disini tak beda jauh dengan harga barang di Sukowati. Dan beneran loh, harga barang disini cukup affordable tanpa harus pake adu mulut dengan penjual (fixed price ceritanya). Lokasinyapun tak jauh dari bandara maupun hotel, so lumayan lah ya buat nyicil oleh2 ato beli barang2 kecil yang lupa di bawa macem celana pendek, topi ato baju ganti buat basah2an besok.
Untungnya, ada Poncy (my brother in crime at office). So, ga mo mati gaya disaat liburan, kami memutuskan buat jalan-jalan aja menyusuri Kuta sembari wisata kuliner. Pertamanya sey pengin sekalian nyicil oleh2 di Joger, nah kok counter-nya udah tutup kalo udah malem. Jadi yasudah lah ya, langsung aja kita berdua cabs ke Kuta buat kuliner. Sembari jalan, kita mampir sikit ke toko2 souvenir buat beli titipan kakak ipar (baca: calon istrinya Poncy ^_^)
Kuliner pertama kita malam itu jatuh pada Nasi Pedas Ibu Anik. Hwehehehe, sebenernya ada beberapa pilihan nasi pedas sey, tapi yang ini paling hip dan rame pengunjung. Dari segi komposisi, nasi pedas sendiri sebenarnya lebih mirip nasi rames yakni nasi putih dengan aneka pilihan menu lauk dan sayuran lengkap dengan sambal super pedas. So, ga usah kuatir klo memang ga suka pedas, masih bisa cobain aneka lauknya kok....
Tak puas dengan hanya icip Nasi pedas, acara kuliner lanjut ke Soto Ceker Kuta. Makanan ini juga hip dan rame pengunjung. Bermodal terpal dan bangku kayu, aroma soto ceker kuta ini mampu menghipnotis puluhan pengunjung. Dan memang sey, aroma serta rasa soto ceker disini maknyus...heheheheh
Puas isi perut, kami memutuskan kembali ke hotel karena hari sudah larut. Namun, pas nyampe hotel teteup aja mampir Circle K buat nyomot Magnum...hahahah gimana ga makin gendut coba??? baru deh setelah itu kami kembali ke kamar masing-masing. Waktunya istirahat supaya besok pas office activity kembali fit.
Day 2, 23 May 2011
Karena ini judulnya acara kantor, so pasti ada satu hari khusus yang temanya seharian berbau kantor. Dan untuk kali ini, event kantor terdiri dari dua sesi antara lain sailing bareng Quicksilver Cruise plus Gala dinner.
Quicksilvernya sey biasa saja menurutku. Cruise trip plus snack-ing and soft drink sepanjang perjalanan pulang pergi yang ga sepadan dengan aktivitas di lokasi tujuan. Sebut saja kunjungan ke Nusa Penida Island yang cuman liat penangkaran penyu dalam skala super kecil (hanya 2 ato 3 penangkaran mini)serta maen volly pantai yang jauh lebih seru klo maen dipesisir Kuta menurutku. Blom lagi, semacam acara "nonton bareng" biota laut via kapal selam yang sumpaaah..bentar banget!!!!. Yang agak mendingan paling snorkeling di sekeliling kapal yang sempet bikin deg2an lantaran kebawa arus aer...heheheh, secara aq ga bisa berenang...Untungnya dapet hiburan berupa menu lunch nya yang all you can eat and lumayan variatif =)
Puas ber-cruise ria, malemnya kita ada annual event "Gala Dinner" yang dipadu dengan ajang performance dari new joiner, standard lah yaa,,,anehnya, bubar gala dinner kan umumnya pada punya acara masing2 tuh, nah klo RAINBOW acaranya kelaperan bareng hahahahah..so, nge-bakso dah kita di seberang hotel. Bakso nya agak beda ini, Bakso Ayam. Jarang nemu kan??? Bakso berbahan dasar tepung dan daging ayam berukuran jumbo ini seporsinya dipatok cuman IDR 10K. Dan kami sepakat..BAKSONYA ENAK. hahahahah
Habis nge-bakso, bobo dah kita wkwkwkwk (gendut fase 2)
Day 3, 24 May 2011
Last day in Bali...
Hari ini sebenernya mo ikutan nge-gajebo bareng Rainbow, apa daya ada tanggung jawab moral buat nemenin temen yang lagi hamil tua. So, karena flight ke Surabaya (langsung mudik ney ceritanya) dapetnya malem (sekitar jam 6-an gtu), paginya pergi belanja2 aja deh...skalian cari menu lunch plus nyobain FlapJaks.
Tujuan pertama, Joger
Kalo Jogja punya Dagadu, maka Bali punya Joger. Dengan modal kata2 lucu dan kreatif, Joger menjadi salah satu oleh2 khas Bali. Produknya mulai dari kaos, sandal, tas sampe mug dan berbagai pernik serta assecories. Harganya pun lumayan affordable dengan kualitas yang lumayan OK.
So disini aq beli tas, kaos dan sandal buat oleh2. Plus menjarah toko souvenir yang tepat diseberang Joger, Kuta. Ditoko ini barangnya juga lumayan variatif dengan harga cukup murah. Bahkan sama dengan Krisna. So..lumayan buat nambah variasi oleh2 kita.
Pia Susu, Denpasar
Dari Joger, kita langsung menuju kota Denpasar. Tujuan utamanya sey buat ambil pesenan Pia susu. Konon katanya, rumah produksi pia susu yang kami kunjungi ini merupakan legenda Pia Susu paling populer di Denpasar. So, temen2ku yang udah mesen jauh2 hari merasa ga afdhol lah ya kalo gak mencicipi. Karena aq ga suka susu, jadi cuman beli 10 biji on the spot (ga pake mesen) buat icip2 orang rumah.
and afterall, kita mengakhiri belanja-belanji hari ini dengan leyeh2 nyobain pancake and ice cream di FlapJaks dulu sebelum finally heading ke airport.
Surabaya..wait for me yaaaaa,,,,,
Labels:
Indonesia Dangerously Beautiful
Location:
Bali, Indonesia
Wednesday, May 11, 2011
The Wednesday Letters
"Jika Tuhan saja memaafkan, mengapa kita tidak..."
Surat Cinta di Hari Rabu
Heheheheh, begitulah buku itu di translate ke dalam Bahasa Indonesia. Dan kebetulan hari ini, hari Rabu. Jadi inget pada buku itu. Buku bersampul merah, dengan desain menyerupai amplop, plus sebuah surat (lengkap dengan amplopnya) yang dicetak diatas kertas kecokelatan sebagai penanda usianya yang sudah senja.
Buku itu sendiri aq baca dalam rangka "pinjam meminjam" dengan Mommy, aka Dianty Sonia Puruhita (Rhollaz) heheheh ga modal banget yak...
Berkisah tentang "Endless Love" antara sepasang suami istri (Jack and Laurel) dengan "Surat Cinta di Hari Rabu-Nya" yang akan membawa kita pada Noah & Ally dari the Notebook. Hanya saja surat2 Jack and Laurel akan membawa kita pada perjalanan serta ending dari cerita itu sendiri. Ya, karena the Notebook hanyalah opening dari kisah ini...
Kisah cinta Jack and Laurel tidak terputus ketika akhirnya sang pengukir takdir memanggil mereka kembali ke sisi-Nya. Cinta itu mengulurkan tangan, memanggil kembali ketiga buah hatinya kembali ke rumah (Samantha, Malcolm dan Matthew). Mencoba memberi tahu apa yang mereka ingin tahu. Bahkan apa yang mereka tidak mau tahu.
Selain berkisah tentang cinta , layaknya novel pada umumnya. Buku ini mengajarkan bagaimana seseorang senantiasa dihadapkan pada pertanyaan, rasa ingin tahu yang menumbuhkan penderitaan dalam hidup. Dan bagaiman ia mencoba mencari pembenaran hingga jawaban atas pertanyaan itu.
Berkisah tentang betapa besar arti kata memaafkan...
Dan yang membuat saya tersentuh adalah, tak peduli darimana kita berasal..ingatlah..orang yang mem"besar"kan kita, orang tua kita ,,,,selalu menyayangi kita dengan caranya.
I love how the story goes........dan yang terpenting, i've got my favourite quote heheheheheh..happy reading temans!!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)


















