Tuesday, May 31, 2011

Lets Get Lost at Sempu...


Hehehehe, Sempu...kalo denger kata itu mupeng mlulu bawaannya. Tapi itu klo aq loh ya? ga tahu klo kalian..

Pulau Sempu, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Saat ini Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau.

Secara geografis, Pulau Sempu terletak di antara 112° 40′ 45″ - 112° 42′ 45″ bujur timur dan 8° 27′ 24″ - 8° 24′ 54″ lintang selatan. Pulau itu memiliki luas sekitar 877 hektar, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi selatan, Timur dan Barat.

Pulau Sempu dapat ditempuh dari Malang melalui Pantai Sendang Biru, dan penyeberangan menggunakan perahu nelayan, serta mendapat perijinan.



Setelah sempet mengecap kegagalan mengunjungi pulau ini pada beberapa waktu yang lalu (baca catatan Bromo, May 2010). Finally, tibalah saatnya giliranku diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk mengunjungi Pulau Sempu. Pulau kosong yang beken dengan Segara Anakan dan kealamiannya (secara ga ada orang yang tinggal di pulau itu).

Berasa seneeeeeng banget karena kesempatan itu datang bertepatan dengan jadwal outting kantor di Bali yang di lanjut pulang ke rumah. What an awesome holiday plan in May, right????. Meski cuman sehari tapi semangat nya teteup luar biasa...Thanks buat Nana (My sister) yang udah ngajakin hohohoho....

Surabaya, 28 May 2011
Sekitar jam 3 sore, sembari nge-bonceng kakak-q yang baek hati pake motor finally aq, Nana dan Prio (cowo-nya Nana) berangkat menuju terminal Simpang Darmo Permai. Planningnya, aq beserta rombongan akan ketemuan di pintu keluar Sheraton Hotel Surabaya. So, the easiest way adalah naik angkot DA tujuan Pasar Atom dari terminal. Ongkosnya murah...cuman IDR 3,000 per orang.

Nyampe di Jl. Tunjungan (Sheraton Hotel), qta nongkrong di pinggir jalan bentar sembari nungguin Mimi (Temen kantor-nya Nana) plus Lenka & Ian (Pasangan bule Cheko yang juga temennya Nana plus provider transport gratisan kami menuju Sempu heheheh). Ga pake lama, begitu mobil datang langsung deh tancap gas menuju Malang. Yoi, ke Malang dulu kita supaya bisa berangkat ke Sempu pagi-pagi esok harinya.

Nyampe di Malang, kami memutuskan untuk makan dulu karena udah kelaperan. Menu makan malam di Malang kali ini, cukup mampir ke Cafe Assalamualaikum yang berlokasi di seberang Universitas Muhammadiyah Malang. Makanannya murah meriah kok, dan cukup variatif untuk ukuran makanan lokal macam pecel ayam, ikan, gado-gado dkk. Puas isi perut, karena malam masih panjang kami memutuskan untuk mampir ke Batu Night Spectakuler (BNS) yang ada di Batu. Ini udah kesekian kalinya aq mengunjungi tempat ini, so udah ga gtu semangat maen lagee heheheh..cukup ke lampion garden plus poto2 sajah heheheheh..


Menjelang pukul 11 malem, kami memutuskan untuk menuju kawasan UIN Malang untuk menginap. Dikawasan ini, Mimi punya saudara yang rumahnya bisa kami tumpangi untuk menginap beberapa jam kedepan. Yup, cuman beberapa jam..mengingat kami akan berangkat pagi buta (sekitar jam 4 pagi) heheheh...it's time for recharging our energy temans...

Sunday, 29 May 2011
Minggu, sekitar jam 4 pagi kami beringsut meninggalkan kawasan UIN menuju Sendang Biru, once step behind Sempu. Di tengah jalan, kami sempatkan mapir ke Indomaret yang buka 24 jam untuk membeli perbekalan macam air minum, snack dan roti untuk sarapan. Ingat, disana pulau kosong..so ga bakal ada kios yang menyediakan air mineral dkk.


Finally
, setelah menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan tibalah kami di Sendang biru. Selepas parkir mobil yang dicharge IDR 5K seharian, kami menuju ke pos polisi hutan ato apalah namanya yang berlokasi tak jauh dari tempat parkir. Disini, kami ditanya beberapa hal seperti tujuan kedatangan, frekuensi kedatangan serta berapa lama kira2 kami akan stay.


Pertanyaan makin merembet, manakala kami diminta menunjukkan surat ijin dari dinas kehutanan (klo ga salah ingat, secara poto contoh surat nya sudah raib bersama BB saya..). Menurut petugas hutan tersebut, surat itu dibutuhkan karena Sempu sendiri seyogyanya bukan obyek wisata, melainkan konservasi alam yang ga bisa dikunjungi sesuka kita. Agak putus asa juga setelah diomongin begitu, tapi alhamdulillah...ijin akhirnya turun juga..jangan lupa ongkos perijinan sukarela sebelum mulai memulai petualangan kita =)

Petualangan dimulai dengan menyewa perahu untuk menyeberang dari Sendang Biru ke bibir pulau. Dengan merogoh IDR 100K, satu perahu bisa ditumpangi kira2 maksimal 10 orang. Nah, karena kami ber tujuh (incl. Driver) ya sudah lah yaa..ga perlu pake jualan tiket buat minimise cost. Penyeberangan sendiri sebenernya bentaaar banget, cuman klo mo jalan kaki ato berenang juga ga memungkinkan. Oiya, perahu penyeberangan ini juga akan menjadi perahu yang akan menjemput rombongan di akhir hari. So jangan lupa minta no HP pemilik perahu. Trus, untuk pengunjung yang pulang hari macam kami (tidak menginap di pulau), pastikan sebelum jam 5 sore sudah kembali ke bibir pulau. Perahu penyeberangan balik hanya beroperasi hingga jam 5 temans, so...estimasikan dengan benar waktu tempuh perjalanan balik kalian sebaik mungkin supaya tidak ketinggalan perahu serta menghindari tersesat ditengah pulau tak berpenghuni dalam kondisi gelap gulita (sereem kali yaaa??? )


Nah, ternyata petualangan sejati-nya baru bermula di bibir pulau...

Meski sebelumnya pernah dengar petualangan seru dari teman2 seputar nge-camp ato trekking di Sempu, tetep aja ga kebayang kalo petualangan ini bener-bener "just begun". Commonly, trekking dari bibir pulau ke Segara Anakan (hot spot di Sempu yang disebut2 ga kalah ama Phi Phi Island, Thailand) cuman butuh waktu 2 jam, nyatanya dengan berat hati harus kami trmpuh kurang lebih sekitar 3 jam. Kondisi medan yang ga bisa dibilang "buruk" tapi "sangat buruk" pasca hujan, membuat kami harus melintasi medan dengan bertelanjang kaki. Even beceknya ga bisa pake Ojek, Gan!!! blom lagi pohon tumbang dibeberapa jalan utama, yang membuat kami harus memutar otak untuk mendapatkan rute yang aman dan "agak nyaman".

Dan yang paling wokeh dari semuanya adalah pas kami dihadapkan pada jembatan super mini sepanjang kira2 cuman 1,5 meter yang notabene terbentuk dari dahan pohon dihimpit bebatuan besar plus tajam. Naasnya, itu jembatan super licin ciiiiin...udah berasa Shiraathal mustaqiim ajah deh...

Kondisi ini ney, yang finally bikin Lenka (bule cewe' asal Cheko) ini sempet sesenggukan (baca: nangis) sepanjang perjalanan. Jadi berasa ga enak...maaphkeun kami yaa...


Disepanjang perjalanan sey sesekali sempet bertegur sapa sama anak2 pecinta alam yang tentunya masih pada belia (kira2 bangku SMU ato anak kuliahan lah..), tapi tenang aja..kami semua juga masih berjiwa muda kok..#mulainulisgapenting.

Sesuai pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Habis gelap terbitlah terang. Meski kaki udah mati rasa (applicable for Nana, Mimi, and Priyo), neraka berasa surga saat 3 jam kemudian Segara Anakan membentang. Dan aku, cuman berkata..ealah..cuman gini doank ta??? #minta ditabok.

Mungkin karena aku sudah banyak berkunjung ketempat laennya(sombong...)yang secara visual punya banyak kelebihan dibandingkan Segara Anakan. Tapi ya itulah, kadang pengalaman menuntut kita untuk menjadikan sesuatu menjadi objek perbandingan. Tapi aku cukup senang kok...karena baru kali ini merasakan trakking dengan medan berlumpur yang luar biaso...hahahahah, as i always told u..To travel is better than to arrive.

Di pinggiran Segara anakan inilah umumnya para pengunjung yang bermalam mendirikan tenda. Suasana bibir segara yang lumayan asri memang menjadi daya tarik tersendiri. Disini pula, kita bisa maen aer sepuasnya. Cuman, tak ada spot buat snorkeling, diving etc disini. So, just swim and bener2 maen aer dalam arti sebenarnya yak =)

Puas maen, sekitar pukul 2 siang, kami memutuskan untuk kembali ke sendang biru. Demi keamanan, kami save waktu 3 jam untuk mencapai bibir pulau dan menghubungi pengemudi perahu. Jangan lupa, tak ada sinyal seluler di dalam pulau. Sinyal baru akan ada saat kita tiba dibibir pulau. So, save ur battery and energy ya.,..in case get lost kaya kita hwehwheheheh

Yups, we're lost!!!!
The good way maybe not a best direction...

Hufh, sepanjang arus balik kami melewati rute yang jauh lebih nyaman daripada rute keberangkatan. Sangat nyaman bahkan untuk ukuran mengenakan sandal jepit ato sepatu karet macam Crocs. Tapi ya itu, kenyamanan justru menyesatkan. Tiba2 saja kami sudah dihadapkan pada bibir pantai yang ada entah disisi mana dari Pulau Sempu. Bagus juga sey spot-nya, cuman mengingat deadline paling lambat jam 5 harus sudah ada di bibir pulau, rasa senang itu berbaur dengan kengerian kalo kita bakal kemaleman di tengah hutan tanpa perbekalan dan fsilitas yang memadai, even tenda aja ga bawa cuy!!!!


So, sembari mencoba menenangkan hati dan pikiran kami menyusuri jalanan di tengah hutan. Untungnya, ditengah jalan kami bertemu rombongan laen yang ditemani guide. Oiya, guide ini merupakan salah satu jasa yang ditawarkan di pos polisi hutan. Ratenya IDR 100K untuk seorang guide dengan rute pulang pergi. Berkat nebeng guide itulah kami selamat and tepat waktu nyampe dibibir sungai heheheh...

Usai menelepon pengemudi perahu, kami duduk sebentar di bibir pulau sembari mencoba membersihkan lumpur di tubuh. Selang, beberapa saat kemudian..perahu sudah membawa kami ke Sendang Biru. Hal pertama yang saya lakukan?? heheheh, memesan satu porsi bakso yang cukup untuk menghangatkan badan. Maklumlah, toilet umum untuk berbersih diri juga antre banget, trus sharian blom makan makanan yang layak selain kerupuk ikannya Mimi plus SaltCheese cokelat. Dimaklumi lah yaa...




Usai berbersih diri, kamipun meninggalkan Sendang Biru and directly back to Surabaya..Diiringi keluhan lelah dari orang2 disekitar saya..semakin mengeluh karena esok, Senin tlah tiba =)

#Untung flight balik ke Jakarta saya Senin malam, bisa leyeh2 dirumah dulu deh hehehehe..

C u on my next trip ya temans..

Notes:
Bayar ijin masuk ke polisi hutan : IDR 20,000/rombongan
Perahu penyeberangan PP : IDR 100,000/perahu
Entrance ticket BNS : IDR 12.500/person
Lampion garden (BNS) : IDR 10,000/person
Aneka wahana : IDR 10,000 - 20,000/person

No comments:

Post a Comment