Tuesday, February 1, 2011

Cinta ala Sayyidina Ali (Ali Bin Abi Thalib) dan Fathimah binti Rasulillah

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.


Pernikahan Ali Bin Thalib dan Fathimah Binti Rasulullah SAW

Ada rahasia terdalam di dalam hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun (bisa dikatakan Cinta Dalam Hati). Fathimah, karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang juga adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ‘Abdullah Sang Terpercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah berani ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaknya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallahu ‘Anhu. “Allah mengujiku rupanya“, begitu batin ‘Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ‘Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan Rasul-Nya tidak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ‘Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berdakwah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Mekkah yang masuk islam karena sentuhan Abu Bakr, ‘Utsman, ‘Abdurahman ibn ‘Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan anak-anak kurang pergaulan seperti ‘Ali.

Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr, Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ‘Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ‘Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

‘Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ‘’Inilah perasaudaraan dan cinta’’, gumam ‘Ali.

“Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ‘Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar seorang lelaki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang mampu membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.

‘Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebatilan itu juga datang melamar Fathimah. ‘Umar memang masuk islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ‘Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ‘Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ‘Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata.“Aku datang bersama Abu Bakr dan ‘Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ‘Umar..“

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ‘Umar melakukannya. ‘Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustrasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

‘Umar telah berangat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah, “Wahai Quraisy“, katanya. “Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin istrinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ‘Umar di balik bukit ini!“. ‘Umar adalah lelaki pemberani. ‘Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulullah! Tidak. ‘Umar jauh lebih layak. Dan ‘Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.

Ia mengambil kesempatan.

Itulah keberanian.

Atau mempersilakan.

Yang ini pengorbanan.

Maka ‘Ali bngung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ‘Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ‘Utsman sang miiarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abdul ‘Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulullah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ‘Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?“, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunannya. “Mengapa engka tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..“

“Aku?“, tanya ‘Ali tak yakin.

“Ya. Engkau wahai saudaraku !“

“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?“

“Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu. “

‘Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan! Usianya telah berkepala dua sekarang.

“Engkau pemuda sejati wahai ‘Ali!“, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, “Ahlan wa sahlan!“. Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?“

“Entahlah.. “

“Apa maksudmu?“

“Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban?“

“Dasar tolol! Tolol!“, kata mereka, “Eh, maaf kawan. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!“

Dan ‘Ali pun menikahi fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ‘Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

‘Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali ‘Ali!“. Inilah jalan cinta para pejuang, Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menati. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah), Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda“.

‘Ali terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? Dan siapakah pemuda itu?“

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu!“.

. . .

Kemudian Rasulullah SAW mendoakan keduanya:

“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak“.

[Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4]

. . .

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui“. (Q.S. An Nuur, 24: 32)

Sunday, January 9, 2011

The One (SS501)


Original Version
The One

jeongmallo nan mollasseo TV deuramacheoreom
chinguisang saenggakhae bon jeok eopdeon

neoreul saranghage doedani ige museun nalbyeorak
nado moreugesseo ireon nae mameul

gaseumi tteollyeo sasireun myeot beonssik
ireon nae mam sumgiryeo aesseobwanneunde
meomchul su eobseo geureoni badajwo
neoreul wihae junbihan naui sarangeul

baby neoreul saranghae
baby neoman saranghae
chinguraneun maldaesin nan ni be the one for you

baby nuga mworaedo
you're the only one for me
ojik neo hanaman barabollae

baby so lovely surely

you're the one

maeil maeil sangsanghae naui yeope inneun neo
saenggangmaneuro nan imi haengbokhae

ijen nun naerineun gyeouldo nae sonjapgo hamkkehae
neoman nae gyeote isseo jundamyeon

neon algo inni oneuri ogireul
na eolmana sonkkoba gidaryeonneunji
yonggireul naelkke geureoni deureojwo
neoreul wihae junbihan sarangui norae

baby neoreul saranghae
baby neoman saranghae
chinguraneun maldaesin nan ni be the one for you

baby nuga mworaedo
you're the only one for me
ojik neo hanaman saranghalge

baby so lovely surely

you're the one

sarangiran mal cheoeumiya ireon geol
dugeungeorineun nae mameul arajwo
badajwo geurigo malhaejwo neo yeoksi naman bolgeorago
listen to my heart
now once again

baby neoreul saranghae
baby neoman saranghae
chinguraneun maldaesin nan ni be the one for you

baby nuga mworaedo
you're the only one for me
ojik neo hanaman barabollae

baby neoreul saranghae
neoman saranghae
chinguraneun maldaesin nan ni be the one for you

baby nuga mworaedo
you're the only one for me
ojik neo hanaman saranghalge

baby
so lovely
surely

you're the one

English Version

I really don't understand~, It's just like a drama
I've never thought of you as more than a friend

Falling in love with you is something that began quickly
I even didn't understand my feelings like this

Baby, I love you
Baby, I love only you
Tell me I'm more than a friend
Be the one for you
Baby, whom despite it all
you're the only one for me
There's only you, only one that I hope for

Baby, so lovely, surely...
You're the one

Imagine having me next to you every day
Because of the thought, I'm already happy

Now as the snow falls this winter too, we'll hold eachother
I'll be next to you for everything

You know that today is coming
how much long do I have to wait to hold your hands
What kind of courage can I have to have you listen
so for you I have this love song

Baby, I love you
Baby, I love only you
Tell me I'm more than a friend
Be the one for you
Baby, whom despite it all
you're the only one for me
There's only you, only one that I hope for

Baby, so lovely, surely...
You're the one

The end of love beginning this way
the thrilling feeling I have, make me understand
Take me, and tell me that you too, will look only at me
listen to my heart~

Now once again...

Baby, I love you
Baby, I love only you
Tell me I'm more than a friend
Be the one for you
Baby, whom despite it all
you're the only one for me
There's only you, only one that I hope for

Baby, I love you
Baby, I love only you
Tell me I'm more than a friend
Be the one for you
Baby, whom despite it all
you're the only one for me
There's only you, only one that I hope for

Baby, so lovely, surely...
You're the one

Sunday, January 2, 2011

Happy New Year 2011


Huwaaaa...
Udah tahun baru ajah...ga berasa kali ya..makin tua ajah hahahahahah

Tahun baruan kali ini agak mencemaskan, nah loe?!!!! pasalnya masih ada kerjaan di ofis fufufufufu, tapi Alhamdulillah.,..rencana taon baruan bareng ama temen2 Rainbow (Maria Wina, Akuntina, Reni Riadi, Elina Mihardja, Ochie Dewina, Vero Agusta) lancar jaya...Starting nonton The Tourist yang dibintangi ama Johnny Depp and Angelina Jolie at Ex ampe 23.45, lanjut poto2 di HI - Thamrin yang jadi sentral fireworks as usual, shalat isya' (Astaghfirullah telat banget, namun Alhamdulillah masih inget hahahahhaha), hengkang lah kita ke Inul Vizta Sarinah hohohoho...

Berhubung tahun baru, keroke nya jadi ngantri dweeeeh...fufuuffu, sembari ngantri, kami disuguhi LCD TV yang lagi2 menghadirkan Jhonny Depp via Pirates of The Carribean..


Conclusion:
Kami mengakhir tahun 2010 dan Mengawali 2011 bareng Jhonny Depp (Tepok Jidat mode on)

Harapan 2011:
1) Selalu dalam Rahmat dan Hidayah Allah SWT.
2) All fams and friends are happily ever after
3) Hafal Juz 30 (dari taon lalu ga kesampean euy...)
4) Olahraga lebih rajin, karena celana udah pada ga muat
5) belajar makan nasi
6) Belajar minum susu kali yeee
7) Bisa nonton NKOTBSB wkwkwkwkkwkw
8) Secrets makes woman...woman..
9)
10)


Amien....

Tuesday, December 28, 2010

Hihihi...ternyata....



Hihihihi...

ga tahu mo seneng ato mesti gimana...
langsung liat sendiri aja yak heheheh

Ternyata ada juga yang mengidolakan diriku, jadi inget...dulu ada sebuah email berantai yang menyatakan, "yakinlah, bahwa setiap hari ada orang yang senantiasa memikirkan dirimu dan berharap suatu saat kau menyadarinya"
huwaaaaaa....

Namun, kali ini bukan soal itu...
Tapi lebih kepada bagaimana kita belajar dalam hidup dan kehidupan itu sendiri. Pesimis dalam diri, hingga patah semangat. Padahal, dimata orang lain u're the best.
Sesuatu yang paling mudah untuk diucapkan kepada orang laen bukan??? Namun jadi suatu hal yang paling sulit untuk dilakukan.

So buat Tari, Jadi diri sendiri ya Darlin'...as bruno Mars said, "You're amazing,,,,just the way you are...anyway, thank's a lot...

Tuesday, November 30, 2010

My 4th visit to Singapore

Foggy Afternoon - Universal Studio Singapore

November 27-30, 2010

Escape from the Azkaban..
Yups, it can be like that. After tortured in Malang for 3 weeks, it's time to realize what is life supposed to be hehehehhe..lebay.com

Yups, jalan-jalan kali ini tidak lebih dari sekedar refreshing setelah kurang lebih tiga minggu "merokok" di Malang, jawa Timur. Kebetulan waktu itu ada promo tiket murah dari Airasia (101010) disaat aq benar2 demotivated sama kerjaan dan pengin resign sajah..(Again????????). Kali ini perginya bareng Nenek (kamar sebelah di kosan, Ita and Ulfa, temen kantornya nenek plus temen nonton Harpot bareng heheheh)

Funny things inside Changi Airport
Day 1, 27 November 2010

Just Arrived ^^, Nenek, Itha and Ulfa 

Starting the day with depart from Abdul Rahman Saleh Airport, Malang (nah loe..), xixixi...actually hari ini memang baru hengkang dari kota "Perokok" itu. Garuda Indonesia GA 291 tujuan Jakarta pukul 09.15. Walhasil landing di Jakarta menjelang siang dan nyampe di kosan pas dhuhur.

Belom packing dan masih punya hutang replicate kerjaan ke server kantor. OwEmJee...kepo banget yaks. Dan parahnya, VPN server password-q expired..which is means i must go to the office to replicate workdone before leaving aaaaaarrrrrgh...ada ada sajah...fufufufufu

Jam 4an cabs dari kosan, mesen taksi tak kunjung datang jadi lanjut aja hire di tengah jalan. Jakarta mendung, macet sehabis hujan. Planningnya sey mo berangkat barengan ke airport, namun karena saya mesti kekantor dulu walhasil saya memutuskan untuk menyusul sajah. Alhamdulillah masih sempat ^^ (padahal klo ga sempat pun saya masih punya tiket keberangkatan esok pagi hehehhe, double booking ceritanya karena murah...)

Flight kami jam 18.65 dari Jakarta dan tiba di Changi Airport at 21.35 (Singapore 1 jam lebih cepat dari Indo). Beli makanan dulu baru deh cabs ke Hostel naik MRT. Karena kami naik Airasia yang landing di Terminal 1, qta mesti naik skytrain (gretong) dari terminal 1 ke terminal 2 dimana MRT station berada. Deket koq, jadi ga masalah.

Sebelum naik MRT, saia ambil cash dulu di ATM (malas nuker duit di Indo hoohooo),

Tips:
kalo mo ngambil via ATM cari yang berlogo Cirrus, dan sekalian dalam jumlah besar karena charges nya IDR 25,000 sekali tarik..wokey

Then, qta naik MRT ke Lavender Station, dimana hostel qta (Amigos Backpacker Hostel) cukup jalan 5 menit dari situ hohohooh. after beres2, bobo daaah..simpan tenaga buat explore Singapore esok pagi heheheheh

Summary hari ini:
Ticket berangkat : IDR 25 rb saja (10 rb plus convinience fee IDR 15rb)^^
Airport tax : IDR 150 rb (all international flights)
Taxi office to airport : 130 rb (Macet booo)

November 28, 2010

Bird Feeding
This way ;p
Phi hohohooh, love math so much
Me and Itha ^^

Planning pagi ini mo langsung cabs ke NUS (National unversity Singapore), lah kok ke universitas liburannya hehehhe, ini namanya wisata pendidikan. Pas jalan-jalan sekalian menengok kampus impian. Si ulfa berniat melanjutkan studi disini sepertinya dan berhubung saya belum pernah ke NUS saia ngikut ajah heheheh...

Kelar muter2 and Poto2 di NUS, qta cabs ke Science Center di sekitar Boon Lay.

Sesuai dengan namanya, science center lebih menitik beratkan pada wisata pendidikan. Di dalam science center kita akan menemukan beberapa pengetahuan mendasar mengenai tata surya, gerak, mathematics, seni rupa, serta berbagai jenis pengetahuan lain yang dikemas menarik dan mudah dimengerti. Setting ruangan yang full colour juga menjadikan science center menjadi lokasi yang pas buat jeprat jepret diri sendiri heheheh...

Ada beberapa lukisan yang menarik disini, lukisan multitafsir yang menuntut qta untuk memahami segala hal dari dua sisi. Berbagai peraga matematika yang cool abies (khusus penggila mathematics tentunya) serta replika peraga fisika yang ga kalah oke juga..in overall lumayan lah untuk jadi salah satu tempat buat dikunjungi di Singapore jika memang masih punya banyak waktu senggang, ato sudah hampir semua tempat menarik udah dikunjungi. Terlebih, jika memang ada niatan untuk ke Jurong Bird parks. Soalnya searah ney route nya...
Blurry... full of start at Science Centre 
Math Everywhere
World of Darkness
Science Centre
Morning Walk 

Next, dari Science Center kami naik bus ke Jurong East station. Nah..dari sini sudah ada shuttle bus langsung ke Jurong Bird Parks, cuman bayar 1 SGD loh...

Jurong entrance sendiri terkesan biasa saja. Dan memang benar2 biasa saja ketika kami mulai menjelajah bagian dalam nya. Taman Safari Indonesia is much better heheheh except for the monorail tentunya. Dan sekali lagi, kunjungan kali ini hanya untuk menjelajah tempat2 yang memang belum pernah kusinggahi setelah kesekian kalinya berkunjung ke Singapore. Jadi, yasudah lah ya....

Puas muter2 di Jurong, kami hengkang ke Anchor Point, di Queenstown (Seberang IKEA). Disini tempat belanja G2000, Charles & Keith dengan harga miring hohooho ..it's
shopping time temans...

Puas belanja planningnya kami mo nyobain naik Singapore Flyer, namun karena udah kemaleman kami putuskan besok aja naik flyer nya. Okay...nite all, it's time for recharging zzzzzzzz

Summary day 2
NUS : Free entrance ^^
Science Center : SGD 9 per person
Jurong Bird parks : SGD 26 per person

Day 3, November 29 2010

Setelah lumayan istirahat semalem, paginya kami memutuskan untuk berkunjung ke Raffless Place and Fullerton untuk bertemu Sang Merlion. Memang ga afdhol kalo ke Singapore ga poto bareng sang merlion ama gedung durian (baca Esplanade), nyantai di pinggiran sungai deket Cavenaugh Bridge, Raffless garden plus mejeng bentar depan hotel sekaliber Fullerton. hohohoho...

Karena temanya memang cuman cari background photo yang okay, sekitar setengah jam kami memutuskan cabs dan naik bus ke Harbour Front. Heading for our next destination, Universal Studio Singapore heheheh..untungnya deket fullerton ada bus stop yang menawarkan banyak pilihan ke Harbour Front. Dari Harbour Front, kami naik bus RWS 8 yang langsung menghantar kami ke dunia Resort World Sentosa wkwkwkwkkw...Universal Studio at the top floor guys...let's go...

Universal Studio Singapore (USS), menurutku tak lebih dari sekedar Dunia Fantasi Indonesia dengan kemasan yang lebih menarik. Hanya saja, dari segi wahana USS kurang variatif. Mostly wahana yang disajikan untuk memivu adrenalin adalah Jet Coaster. Meskipun mungkin tidak langsung dihadapkan pada antrian, tapi tetap saja..ujung ujungnya jet coaster dari berbgai tipe. JetCoaster favoritku adalah jet coaster di dalam context The Mummy returns ala Mesir yang dilengkapi dengan swing dalam gelap plus kobaran api...fiuuuuh Mantabs...

Sisanya, Broadway show, street dance, tap dance, so ...so...lah ya...i don't think to come back to this place from now on, but not abandoning any free invitation hehehehe...Just like Genting Highland where i missed the Sky Venture.

Puas maen seharian di USS, qta langsung cabs ke Vivo City buat cari makan. Disini ada Food Republic, whereas makanan halal is nil hehehhehe, so kalo temen2 yang muslim and muslimah mau cari makanan yang halalan thoyyibaan, langsung turun kelantai paling bawah dari Vivo City (selantai ama Giant), nah disitu ada foodcourt namanya Banquet yang menyediakan menu makanan halal. Menunya cukup variatif koq, ada nasi Padang, Yong Tau Fu, Noodles etc. Trus kalo mo ngemil halal, tinggal jalan ke arah Giant, ada Old Chang Kee disitu fufufuufu, love it...

Selepas isi perut, sesuai skedul kami hengkang ke Promenade, 5 menit jalan dari Promenade kita bakal dihadapkan pada giant wheels, Singapore Flyer.
Hohohohohoho...setelah empat kali ngobok2 Singapore, it's time to try it.

View from Singapore Flyer
Flyer sendiri berputar lambat sehingga memberikan kesempatan pada para pengunjung untuk menikmati kota di ketinggian kira2 17 Metres selama 45 menit. Ruangannya sendiri berupa tabung kaca, yang memudahkan kita untuk menikmati pemaandangan sekitar seperti Esplanade, Marina Bay and Fullerton. Apalagi kalo malem, OK banget view nya....Lumayan lah ya...apalagi dapet free voucher Eskrim hehehhe, my fav eskrim ever "Mint Oreo" fufufufufu, membuatku ingin kembali.

Usai makan eskrim, kita tutup hari ini dengan berjalan gontai ke MRT Shelter Promenade. Fiuuuuh...capek banget, alhasil after light packing and mandi, mata udah ga bisa di ajak kompromi lagi. Nite all.....

Inpo:
Fullerton (merlion Statue) : Take MRT to Raffless Place or City Hall. But i prefer Raffless, whereas u can enjoy Raffless Garden, Cavenaugh Bridge, Fullerton Hotel and battery Road first before heading to Fullerton and Esplanade.

From Fullerton to Harbour Front : Better to take the Bus instead of MRT. The Bus Stop stated near of Merlion Statue (in front of BNP Paribas Office). In addition, u can sight seeing the Singapore City (can't be if you used MRT)

Harbour Front to USS : Bus RWS 8 outside Vivo City

USS Ticket : SGD 66
Singapore Flyer : SGD 29




Day 4, 30 November 2010

The last day...Oh no....
pagi ini kita planningnya mo belanja belanji cari oleh2 ke Mustafa Centre, Toserba serba ada yang open 24 hours. Sesuai namanya, disini semua ada...cokelat, elektronik dan masih banyak yang lainnya...

How to get there...
Meskipun lokasinya disebut sebut dekat dengan Little India, please keep in mind, take MRT to Ferrer Park is much better than Little India. save your time Darlin,,,,,

Dideket Mustafa Centre ada satu mall, CitySquare Mall. Disini, Charles and keith nya mostly sale as CK Queenstown (IKEA), so,,,,jangan lupa mampir yak..heheheh, di ground floor nya juga lumayan banyak makanan halal lhoo ^^/

After ngeborong yang ga penting, kami balik ke hotel, packing and cabs ke Bandara.
Ke Jakarta aq harus kembali...

C U....