Tuesday, June 29, 2010

Dinadol Wedding

Dina EY Wedding

Xixixi, tulisan ku hari ini bertema perjalanan menuju wedding salah satu teman FYP EY BNI asal Cilegon, Dina Andreani yang kerap disapa Dinadol. Dari sekian teman FYP yang berencana hadir, hanya aq dan Harris yang tersisa. Alhasil, planning sewa mobil dari Jakarta harus di buang jauh2...nebeng mobil anak Unpad 2003 yang se gank ama Dina juga sudah tidak memungkinkan karena mobil sudah full para partisipan (Ada Anne plus co'nya, Fira dan 3 orang lagi). Setelah modal nanya kanan kiri (thanks to Yanto yang katana 3 taon melanglang buana di Cilegon, Mbak Wina dan Mbah Google yang senantiasa bersedia menjawab pertanyaanku...heheheh)...Mingu pagi, sekitar pukul 8 lewat 15 aq dan Harris sepakat untuk bertemu di halte bus depan Univ. Atmajaya. Dari sana kami naik Bus 213 arah Slipi, based on info yang kami terima ada beberapa bus yang menuju Cilegon lalu lalang di seberang Rumah Sakit Harapan KIta, Slipi. Ada Arimbi, Bahagia dan Primajasa. Beberapa blog tidak menyarankan Arimbi, alhasil kami passed saja ketika si Arimbi Kuning melintas. Tak lama kemudian sebuah minibus berwarna putih tujuan Cilegon melintas. Bergegas kami masuk tanpa menyadari satu hal...ga dapet duduk euy...

Sekitar 1 jam 30 menit aq duduk di "landasan kursi" yang disiapkan kenek bus tepat di dekat Pak Sopir. Alhamdulillah, bus Bahagia yang kami tumpangi masih terbilang baru...AC nya masih semriwing heheheh...sedangkan Harris tepat diujung lorong bagian belakang (syukuri aja Bang...) sehingga komunikasi dalam bus kami lakukan melalui sms. So far, perjalanan kami tak perlu dikeluhkan...Dengan merogoh kocek sebesar IDR 20 ribu per orang, meski tak dapat tempat duduk, bus masih bisa dikategorikan nyaman. Setelah memasuki kota Serang, beberapa penumpang turun, disinilah kami baru mendapat tempat duduk yang layak. Sesampainya di perhentian terakhir bus yang disebut Terminal Bayangan, kami naik angkot berwarna ungu menuju perempatan (Polda) lanjut angkot warna merah arah merak yang akan membawa kami ke pusdiklat Krakatau Steel, tempat resepsi pernikahan diselenggarakan.

Si Abang melirik jam, "Masih setengah 11 Sun, kepagian kita..." hehehhe...Resepsi sendiri dijadwalkan pukul 11. Sedangkan para undangan diberi kesempatan dari pukul 11 hingga pukul 2 siang. 3 hours to go...hohohohoho....setelah memastikan lokasi kepada satpam yang bertugas, kami undur diri ke toilet. Loh? kok toilet??? heheheh, Harris mesti ganti baju karena sesuai rencana qta, tema kali ini agak semi backpacker. Jadi costumnya casual aja. Harris pake kaos dan saya sendiri nge jeans ria...hahahaha.

JaM 11, kami melenggang ke gedung resepsi....masih sepi. Ada Anne and the gank, menyapa sekilas sembari lalu. Lima belas kemudian, acara tak kunjung mulai...celetukan2 dodol mulai terlontar,
"Eh Bang, jangan sedih ya???" celetukku.
"Apaan sey Sun?"
"Sudah, ikhlasin aja...She's gonna be happy"
"????????"

Sebenarnya aq penasaran..tumben2nya si Abang niat banget mo dateng ke nikahan si Dina. Apalagi, kali ini pas aq bilang naik bus, dia langsung mengiyakan. Hmmmph..jangan..jangan...hoihohohoho...

"jangan2 sepatunya ketinggalan Sun?" ucapnya asal. Hahahahah...emang peristiwa itu tak terlupakan....(Skip, hanya FYP BNI yang tahu...)

Tak lama kemudian, acara benar2 dimulai. Bak raja dan ratu sehari kedua mempelai memasuki ruangan. Jepret sana jepret sini, termasuk poto2 sendiri. Upload lanjut tagged FYP BNI yang laen. Sekali lagi, "jangan sedih ya Bang?" hahahahah, sebenernya selain karena kegemaranku menghadiri resepsi pernikahan seseorang, aq juga agak takut kalo tiba2 si Abang melakukan hal bodoh di sepanjang perjalanan. hahahh, makin lebay mode on. Selepas mengucap selamat, langsung menuju meja panjang berisi aneka santapan nusantara. Kalap. Kenyang.

Adat minang

Narsis di nikahan orang hahahah
Me ^^
Abang ^^

Usai bersantap ria, kami shalat di Masjid Al Hambra yang bertempat satu lokasi di Pusdiklat Krakatau Steel. Karena si Abang ada kondangan lagi di TMII, kami memutuskan untuk pamitan. Tak lupa, poto dulu laaah.....

Perjalanan pulang kami tempuh dengan rute serupa, kecuali untuk bus menuju Jakarta, kami memutuskan Arimbi arah Kalideres yang akan menghantar kami pulang. Dan, itu pilihan yang salah. Meski ongkos tak beda jauh (17 ribu per orang). Rute bus sama sekali mengindahkan tol yang ada. Kami seperti berputar2 ditengah kota. Berasa lamaaaaaaaaaaaa.....ditambah lagi AC yang kurang OK serta penumpang yang cukup penuh dan jorok..iiiih...muntah sembarangan..hueks. Jika berangkat kami cukup menempuh sekitar 2,5 jam maka perjalanan pulang bisa mencapai 4 jam karena bus baru berhenti di Kalideres, lanjut busway arah Harmony yang macet total. Plus antrian harmony ke koridor laen yang lumayan memicu sesak napas. Tapi alhamdulillah, kami pulang dengan selamat...heheheh...pokoknya buat Dina and Ari, Selamat Menempuh hidup baru ya....doakan kami semua segera menyusul.

Friday, June 25, 2010

Letter's to Juliet.


Hari ini ga tahu kenapa, tiba2 pengin banget nonton....alhasil sepulang dari training di Hotel Mulia, spontan aq mengajak tetangga kamar kos ku untuk nonton Letters to Juliet. Gara2 kebandelanku pas training untuk browsing, aq sempatkan untuk membaca review film ini. Romantic movie sey....tapi ada beberapa teman yang recommend. Dari segi judul yang sangat representative,,,temptation untuk nonton semakin besar hohohooh....Berkisah tentang Seorang wanita muda asal Amerika (Amanda Seyfried) melakukan perjalanan ke kota Verona, kota tokoh Juliet dalam kisah Romeo dan Juliet, ia bergabung dengan kelompok sukarelawan yang menjawab surat-surat untuk Juliet yang mencari nasihat cinta. Setelah membalas surat yang ditulis tahun 1957 dan terinspirasi oleh penulisnya (Vanessa Redgrave), ia menuju ke Italia untuk mencari wanita yang menantikan cinta sejatinya, dan serangkaian peristiwa mempertemukan cinta mereka dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Amanda Seyfried starred as an American girl on a pre-marriage “honeymoon” in Verona with her fiance (Gael Garcia Bernal), who gets drawn into writing for the Secretaries of Juliet–women who reply to the letters left to Juliet beneath “her” balcony. Sophie stumbles onto a letter from 50 years ago and feels compelled to reply, only to have the woman herself (Claire, played by Vanessa Redgrave) and her grandson Charlie (Christopher Egan, whom I know and love from NBC’s short-lived Kings and who was half the reason I was so excited about this movie) come to Verona as soon as they receive the letter. Claire had been a student there for the summer who fell in love with a boy named Lorenzo, but instead of meeting him to run away together she went back to England. Now a widow, she received Sophie’s letter and decided she wants to find Lorenzo again. Sophie, abandoned by her fiance in favor of a wine auction and various vendors he wants to use for his new restaurant, decides to accompany Claire on a road trip around Tuscany to help her find her Lorenzo.



This is the best part of this movie,
letter write by Sophie as a reply for Clair letter on 1957

"'What' and ‘if’ two words as nonthreatening
as words come. But put
them together side-by-side and they
have the power to haunt you for the
rest of your life: ‘What if?'..."

"I don't know how your story ended.
But I know that if what you felt
then was love - true love - then
it's never too late. If it was true
then it why wouldn't it be true
now? You need only the courage to
follow your heart..."

"I don't know what a love like that
feels like... a love to leave loved
ones for, a love to cross oceans
for... but I'd like to believe if I
ever felt it. I'd have the courage
to seize it. I hope you had the
courage to seize it, Claire. And if
you didn't, I hope one day that you
will."

Tuesday, June 15, 2010

Cut (Ost Vampire Diaries eps.10 - The turning Point)


I'm not a stranger No I am yours
With crippled anger And tears that still drip sore
A fragile flame aged Is misery
And when our hearts meet I know you see

I do not want to be afraid
I do not want to die inside just to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I find it when I am cut

I may seem crazy Or painfully shy
And these scars wouldn't be so hidden
If you would just look me in the eye
I feel alone here and cold here
Though I don't want to die
But the only anesthetic that makes me feel anything kills inside

I do not want to be afraid
I do not want to die inside just to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I find it when I am cut

Pain I am not alone
I am not alone
I'm not a stranger No I am yours
With crippled anger And tears that still drip sore
But I do not want to be afraid
I do not want to die inside just to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I found it when I was

Monday, June 14, 2010

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Hehehhe...berawal dari ketidaksengajaan nge-add Gramedia on FB, suatu hari muncul info kalo ada novel baru berjudul "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" yang udah rilis. Novel besutan Tere-Liye ini mengingatkan aq pada puisi berantai yang menyebar via office mail bertajuk Pohon & Angin (Cek deh...kalian pasti pernah dapet...). Kata2nya OK..tar kapan2 aq posting deh puisinya...
Yang jelas, novel ini lumayan kok...light story tapi mengajarkan banyak hal tentang hidup...

Berkisah tentang bagaimana Tuhan datang dalam berbagai rupa untuk menolong hambanya. Bagaimana Rasa tumbuh tanpa pandang kasta dan usia. Mengakar kuat, kemudian dipangkas seketika oleh rasa takut. Takut akan sebuah kata yang dieja oleh pergulatan batin dan logika. Takut menemui jawaban atas satu pertanyaan yang tak kunjung terucapkan? Takut akan rasa sakit, kemudian. Dan sekali lagi, takut atas sebuah kata yang mengantarkan tokoh cerita pada luka sepanjang hidupnya. TIDAK.

Pokoknya, beberapa wording dari novel ini bener2 berasa "Aq banget" heheheh, kebodohanku,,,,penyesalanku,,,,,tapi juga mengajarkan aku akan banyak hal. Aq tidak sendirian. Apa yang kualami bukan apa-apa. Hidup yang kujalani..sungguh amat luar biasa. Semua yang terjadi hingga hari ini, masih bukan apa-apa. Harus lebih banyak berguru akan semua hal. Sabar. Ikhlas. Qona'ah. Ayo,,,,kamu bisa.....

Sometimes life gives u more than u've expected...but taken more than u ever had as return..

"prinsip itu akan selalu berubah berdasarkan situasi yang ada di depan kita, disadari atau tidak." page 144

Wednesday, June 9, 2010

Bali, June 6 - 8, 2010

Heheheh, kali ini acara jalan2ku jauh dari aroma backpacking, nggembel dan hidup susah. Yups, bernaung pada label outing kantor, Group kami bertolak ke Bali selama 3 hari dengan konsekuensi 1 hari potong cuti, hahahahh...Nginep di Hardrock Hotel (yang ga bakal q singgahi kalo aq backpacker-an) hehehh..sayang duitnya, mending buat maen sepuasnya. Flightnya Garuda, Lunch di Wong Solo (opo maneh to iki, wis nang Bali menu-ne wong Solo..hahahahah), Dinner Ocean 27 deket Discovery Mall (segroup ma Hardrock, secara Hardrock Cafe masih under renovasi)...makanannya setipe ma hardrock lah...ga enak hahahhaa....

Day 1, kami bertolak dari Jakarta sebagai Group 1 dengan flight GA 724 tujuan Denpasar pukul 06.50 WIB dan tiba di denpasar sekitar pukul 10,00 WITA. Sebelumnya, waktu masih dibandara sempat ditelp. pihak Ciwa Sempurna untuk konfirmasi apakah kami jadi ber-watersport ria. Yo jelas lah pak...wis kepingin dari dulu heeee....kami sepakat untuk dijemput dihotel pada pukul 11.00. Hohoho....sebentar lagi....dan ini dia hasil capture nya....