Sunday, October 2, 2011

Taste a new adrenaline engine - Trans Studio, Bandung


Hollaaa...
Sudah lumayan lama ga nulis yang seru-seru disini, fufufufu..kerjaan yang udah mulai bikin gila plus waktu istirahat yang sempat tergadai akhirnya membuat kasur menjadi tempat peristirahatan plus menu wajib di akhir minggu.

So, awal Oktober yang lalu, tepatnya 1 October 2011, ada Red Gathering (gathering kantor gtu) ke Trans Studio Bandung. Karena pada dasarnya saya suka maen plus kali ini ada yang ngebayarin, so ga pake lama langsung mluncuuur...

Inc[RED]bles

Trans Studio Bandung sendiri merupakan sarana rekreasi (taman bermain) dalam ruangan (indoor) yang konstruksinya menyatu dengan Bandung Supermal (BSM)serta nerupakan Indoor Theme Park ke dua di Indonesia setelah Makassar. Menyuguhkan 20 wahana yang terbagi menjadi 3 kawasan yakni Central Studio, Magic Corner dan Lost City.

Jujur, saya "kecewa" bertandang kesini. Simply menurut saya, Trans Studio bandung akan kelar dalam short visit maksimum setengah hari. Apalagi harus merogoh IDR 200K, beuh...saya mah ogah klo kesini lagi mesti bayar segitu. Mending ke Dufan deh, dengan IDR cuman 150K belom diskon (Dufan suka ada promo pake BNI, UOB dan brosur - so check first sebelum bayar heheheh) kita udah bisa maen dari pagi ampe malem, belum tentu khatam semua permainan pula. Ditambah lagi luas area Dufan yang cukup lumayan, masih memberi ruang buat pengunjung untuk duduk, tarik nafas dan membuang lelah sejenak. Sementara Trans Studio, karena area nya sempit jadi spot buat nengkri juga tak banyak.

Soal wahana, Trans Studio menawarkan semacam Histeria-nya Dufan, Vertigo (macam kicir2 Dufan), Pirates Ship, Mini wall climbing, Rumah Hantu, Bumper Car dan beberapa wahana lain. Satu hal yang wajib dicoba cuman roller coaster yang beken dengan nama "Yamaha Racing Coaster." Layaknya roller coaster pada umumnya, wahana ini bermain dengan speed, namun yang beda dengan roller coaster di dufan adalah Yamaha Racing Coaster ini dicombine dengan manuver mundur super cepat. Posisi wahana yang berada tepat diluar mall dan menghadap ruang terbuka, mamberikan satu sensasi yang beda. Tak ayal, saya naik wahana ini 4 kali heheheheh...


Yamaha Racing Coaster
 Nah, compare dengan Dufan, saya memilih Dufan yang lebih variatif dan worth it secara keuangan. Compare dengan negara tetangga macam Universal Studio Singapore, Trans Studio Bandung hanya mampu mengcover 1/8-nya menurut saya. Meski USS terbilang mahal (SGD 66, 2010), wahana yang ditawarkan lebih banyak. Satu lagi, bila dicompare dengan Genting (Indoor and Outdoor sekitar RM 50), dengan harga yang lebih murah pengunjung akan lebih puas untuk mencoba semua wahana dan menghabiskan akhir pekan.

Simply, saya merasa Trans Studio Bandung itu mahal. Tapi yasudah lah ya, toh saya dapet gretongan. Mending saya nge-bolang hahahha mulai kepo...Tapi tetep aja, knapa rekreasi di Indo itu mahal??

5 Jam di Trans Studio sudah bikin bosan. Alhasil, pukul 4 rombongan kami beringsut meninggalkan kawasan BSM menuju Dago, cuci mata, isi perut lalu hengkang kembali menuju Jakarta.

What a short trip...


Info:
Just visit : http://www.transstudiobandung.com/

Jl. Gatot Subroto 289 Bandung - 40273
Satu lokasi dengan Bandung Supermal / BSM
Telepon : 022 - 9109 9999
Fax : 022 - 9109 9998

Entrance ticket :
Monday - Friday : IDR 150K
Weekend & Public Holiday : IDR 200K
Additional charges IDR 200k for VIP Access

1 comment:

  1. Habis waktu seharian di trans Studio, mending puter-puter bandung ...bisa ke punclut, museum geology, Gedung Sate, Gasibu, Dago, Ciwalk..

    ReplyDelete