Thursday, July 14, 2011

Day 6, Victoria Peak, Madamme Tussaud and Armand Maulana ^^

28 June 2011

Hmmmph...last day in Hongkong actually..
Cloudy, Rainy morning that i never imagine before. But here we are, mumbling in our room while hoping that it would gonna stop. It's horrible that all your plan should be leave out just because of this??? This condition never brings us down actually, we have enjoy Kuala Lumpur on rainy day in 2009. Accompany with the umbrella in our left hand and camera at the other. And still, we loves those day!!!

And now, what do you think that we will not do the same. So, come on galz..don't be foolish, grab your sneakers and let's Go!!!!

Yups, our last day in Hongkong started with dwelling our laziness against the morning rain!!! So, after mengumpulkan semua tekad, berbekal payung lipat plus koran gretongan kami meninggalkan mansion menuju stasiun MTR terdekat, Tsim Sha Tsui. Tujuan kami hari ini, Victoria Peak dan Madamme Tussaud yang berada di kawasan Hongkong Island (bukan Kowloon yaa), so kami menggunakan MTR dari Tsim Sha Tsui ke Central.

Dari Central stasiun, kami berjalan mengikuti barka jalan (plus nanya kanan kiri) menuju stasiun Peak Tram. Nah, Peak Tram sendiri merupakan trem khusus untuk menuju Victoria Peak dengan kemiringan mencapai 45 derajat. So, satu pengalaman yang ga boleh terlewat donk kalo lagi maen di Hongkong. Dan meskipun ada bus kalo ga salah nomor 15C yang akan mengantarkan kita ke Victoria Peak, kami tetap memilih menggunakan Peak Tram.

Peak Trem sendiri lebih mirip kereta api berbadan pendek dan berwarna merah (mirip Hogwarts Express gtu,,,). Bagian dalamnya didesain klasik dengan bangku panjang yang terbuat dari kayu. Space ruangan di dalam trem juga lumayan luas, dari sisi jendela kita bisa mengamati rumah2 yang didirikan di sepanjang "Peak" area lengkap dengan jurang maupun lembah di sekitarnya.

Setibanya di The Peak, kami langsung dihadapkan pada Victoria Peak Mall. Yups, di dalam mall ini selain merupakan shopping mall juga merupakan lokasi Madamme Tussaud dan The Terrace (Teras buat mengamati HongKong dengan teleskop di lantai paling atas mall).



Hujan masih tak kunjung henti. Victoria Peak diselimuti kabut tebal pagi itu. So, kami memutuskan untuk tidak menghiraukan the terrace, cukup puter2 and poto2 sama replica tokoh plus artis beken di Madamme Tussaud plus berkeliling mall untuk mendapatkan spot foto yang okeh. Ga pake lama, sekitar pukul setengah 12 kami janjian untuk berkumpul di depan pintu keluar Madamme Tussaud dan memutuskan untuk hengkang dari Victoria peak. Sayangnya, setelah lama menunggu, Emoy dan Emak masih belum berkumpul dilokasi yang disepakati.






Dan disaat itulah aku seolah ingin bernyanyi..."tiba-tiba keajaiban terjadi,,,,(ost. Sailormoon)...ada vokalis pria band Indo favoritku melintas!!!! fufufufu, langsung deh minta poto bareng..(berasa dapet hadiah liburan hahahahahah)


Ga lama kemudian kami berlima sudah berkumpul dan siap meninggalkan Victoria Peak. Awalnya, untuk menghemat waktu kami berencana makan di warung wonosobo saja, sayang ternyata tempat makan tersebut ga buka huhuhu...alhasil kami memutuskan untuk mampir di restoran turki yang lokasinya ga jauh juga dari Warung Wonosobo mcuman makanannya menurut kami ga gtu oke (baca: banyak menu kambingnya). Dan cukup bau kambing menurtku fufufufu...tapi yasudah lah ya, namanya juga kepepet.

Usai makan, kembali berhujan2 ria kami menuju guesthouse. Numpang menjama' shalat Dzuhur dan Ashar, dan berencana langsung cabcus ke Airport dengan Bus A21 tujuan airport yang melintas di seberang Mirador Mansion, Tsim Sha Tsui (HKD 34) namun apa daya cuaca Hongkong masih kurang bersahabat hingga detik2 menjelang kepergian kami. Untunglah, ketika berada di lantai dasar mansion kami bertemu seseorang yang menawarkan jasa antar ke airport menggunakan minivan. Dengan harga yang ga beda jauh dengan naik bus, kami memilih menggunakan jasa tersebut. Disamping space yang lebih nyaman dan luas, kami juga ga perlu menerobos hujan.

Perjalanan menuju Chek Lap Kok Airport, Hongkong kira2 memakan waktu 45 menit. Dengan kondisi hujan namun tidak macet sama sekali ^^. Airport nya sendiri cukup luas dengan desain memanjang mirip Suvarnabhumi Airport, Bangkok. Gate keberangkatan dihubungkan dengan train untuk mengurangi waktu tempuh perjalanan antar gate yang memang akan menjadi sangat jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Asal tahu saja, gatenya bisa mencapai ratusan gate loh...aq sendiri sempat mencoba menyusuri gate disini sembari berjalan kaki untuk membunuh waktu saat tiba2 flight kami dari HK ke KL yang dijadwalkan pukul 6 PM di reschedule menjadi pukul 10.30 PM, delay 4,5 jam boooo!!!! hadeuh.... alhasil kami baru benar2 menghirup kembali udara di KL sekitar pukul 3.30 AM on the next day!!!! capeknyoooo...

Setibanya di KL, kami memutuskan untuk mencoba membunuh lelah dan kantuk di musholla. Sebenernya, kami sempat mencoba ke Tunes Hotel untuk hunting kamar kosong buat Prew. Dia memang berencana untuk jalan2 sebentar di KL sebelum balik Jakarta nanti malam. Dan sebagai kaum oportunis, ga ada salahnya klo kami turut menikmati kenikmatan itu sebentar. Tapi ya itu, karena memang lagi peak season, Tunes Hotel nya fully booked. Alhasil, kami memutuskan menunggu pagi di Airport sembari menyusun rencana.

Emy dan Emak akan stay di airport sembari menunggu flight mereka ke Surabaya yang dijadwalkan kira2 pukul 10.00 AM. Prew, berbekal Aerobus akan menuju KL Sentral dan menghasbiskan waktu di KL bersama temannya hingga flight Air Asia pukul07.00 PM nanti membawanya kembali ke Jakarta. Sedangkan aq, dengan semangat yang masih tersisa segera menuju counter self check in Air Asia. Yups, hari ini sudah menginjakkan hari ke tujuh dalam agenda perjalananku. So, meski lelah...aq gak akan kalah!!!!! Let's rockin' Penang!!!!!

Notes:
Peak tram : PP HKD 40
Entrance fee Madamme Tussaud :HKD 160 per person
Minivan from Mirador Mansion to Airport : HKD 250 (5 persons), HKD 50/person
Bus A21 from Tsim Sha Tsui to Airport : HKD 34

No comments:

Post a Comment