Wednesday, July 13, 2011

Day 4, Dwelling with the "Crowded" city... Hongkong


26 June 2011
Masih di hari ke-empat, hanya saja kami sudah migrasi dari Macau ke Hongkong via ferry (Star Ferry, karena kami menginap di daerah Tsim Tsa Sui, Kowloon) dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Selepas melewati imigrasi, kami menerobos keriuhan Hongkong sembari berjalan kaki. Yups, berdasarkan googling dan buku sakti (panduan), untuk menuju guesthouse kami yang berlokasi di area Mirador Mansion dapat ditempuh dari ferry terminal dengan berjalan kaki. Semoga kali ini benar2 rasional untuk berjalan kaki.

Alhamdulillah. Setelah bersusah payah menemukan orang yang tepat untuk ditanya pake bahasa inggris (secara tak satupun dari kita yang bisa mandarin ato cantonese)dan entah kenapa semua orang yang kami temui even petugas keamanan mall di Hongkong kurang begitu mengerti bahasa inggris...nah para TKI kita klo pulang dari kota ini kok pada fasih ya??? #jadi kepikiran. Anyway, finally kami berhasil menemukan Mirador Mansion. Dan benar saja, loksinya cukup rasional kok untuk di tempuh dengan berjalan kaki.

Mirador mansion tak ayal merupakan replika rumah susun raksasa yang dibangun di pusat kota yang tak pernah sepi. Lantai dasar biasanya merupakan kios dan gerai yang menyediakan berbagai keperluan sehari (toserba), toko oleh2, supermarket hingga koper. Lantai atas, layaknya rumah susun atau apartemen merupakan petak-petak kamar yang jumlahnya mungkin mencapai ratusan unit. Meski unitnya berjumlah ratusan, lift di bangunan ini terbatas. Oleh karenanya, lift dibagi menjadi 2 berdasarkan lantai yang akan dituju, selain itu di depan pintu lift dipasang pembatas untuk mempermudah dan mengatur antrian. Ditambah lagi seorang petugas (semacam satpam gtu) yang stand by didepan lift untuk mengawasi dan mengatur antrian.

Cosmic guesthouse, guesthouse kami berada di lt.12. Menikmati lift sempit bersama 4 orang rekan lengkap dengan carrier yang penuh sesak di Mirador Mansion mungkin seharusnya akan biasa-biasa saja. Tapi, entah kenapa aq merasa senang..hahahah gajebo yah, jadi inget dulu jaman masih kerja di KAP 2 huruf suka naik lift barang kalo pulang pagi heheheheh

Selepas check in rombongan terbagi menjadi 2. Aq dan si Abang mendapatkan kamar dengan jendela yang tepat menghadap ke arah jalan raya, lengkap dengan view mall yang transparan. Soal kamarnya...sumpah, benar2 sempit. Mungkin ini impact dari mahalnya harga tanah dikota ini. Cuman kalo dari segi fasilitas, two thumbs up deh. Kasur meskipun kecil, tapi lumayan empuk dan bersih. Bersih banget malah. Ada AC, TV, Wifi dan telepon. Kamar mandinya pun bersih banget meskipun dari segi ukuran sangat sempit. Tapi ya itu, ukuran tidak mempengaruhi kualitas. Untungnya, di ranah kamar yang sempit, di bawah ranjang terdapat space yang cukup longgar untuk menyimpan carrier, sepatu dan lain2..so i think, it was perfect for the backpacker hostel. My favourite room 2016.



Usai unpack dan menjama' shalat, kami segera hengkang meninggalkan guesthouse. Tujuannya? seperti biasa isi bensin dulu tentunya. Berbeda dengan Macau, makanan halal di Hongkong menurutku lebih bervariasi. Terbukti saat kami berjalan kaki dari ferry terminal tadi, banyak yang menawarkan kami makanan halal mulai dari indian, turkish hingga indonesia. Yups, Indonesia. Kami memutuskan untuk mencoba yang terakhir karena lokasinya cukup dekat dengan mansion.

Warung Wonosobo, nama gerai penyedia masakan Indonesia yang ternyata "grand opening" hari itu. Menunya lumayan kok, aq memesan bakso (teteup) plus seporsi ceker, yang laen ada yang memesan mie ayam, ayam penyet ato ikan goreng. Disini kami juga bertemu dengan beberapa ibu2 TKI asal Indo yang memang lagi libur kerja karena ini hari Minggu.

Usai isi perut kami kembali menyusuri jalanan menuju Victoria Bay. View pinggir pantai plus semilir angin menjadi satu daya tarik tersendiri bagi kebanyakan orang untuk sekedar duduk santai di sore hari ato hunting foto bagi pecinta fotografi. Selain itu, jejak tangan para selebriti ato yang lebih dikenal dengan "Avenue of the star" dipajang disepanjang pesisir victoria bay ini, ga cuman jejak tangan sey ada patung Jet Lee dengan pose martial art yang rame jadi objek foto. Ketika malam menjelang, sekitar pukul 8, ada show "Symphony of Lights", semacam lighting show yang menghambur ke angkasa diiringi symphony pergantian lighting dari gedung2 yang ada diseberang pantai. Menurutku sey ga menarik yah (maaphkeun), maksudku ga worthed klo klian punya tempat laen yang mesti klian kunjunngi. Satu lagi, disini jugalah para TKI Indonesia berkumpul di hari libur \^^/

Menutup kekecewaan kami dengan Symphony of Lights, kami putuskan untuk menghabiskan malam dengan berkunjung ke Ladies Market di daerah Mongkok. Tak ayal kami harus berjalan lumayan dari avenue of the star ke stasiun MTR terdekat, Tsim sha Tsui. Setelah membeli Octopus Card, finally kami mencoba MTR Hongkong untuk pertama kalinya. Let's go then!!!!

Dari stasiun Mongkok, kami masih harus berjalan sekitar sepuluh menit untuk mencapai Ladies Market. Cuman, karena kondisi Hongkong yang benar2 crowded dimana-mana, jalan kaki seolah bukan apa2. Jalanan mongkok seolah dipenuhi lautan manusia ditengah lighting pertokoan di kanan kiri jalan. Sedangkan ladies market sendiri lebih kurang merupakan pasar malam yang menawarkan berbagai produk fashion, souvenir dan makanan. Untuk produk selain makanan, harga yang ditawarkan cukup tinggi bahkan diatas normal, so be ready untuk pasang muka tebal saat menawar dan tawar serendah mungkin. Kalo mo aman, belilah di gerai yang memberikan harga pas karena berdasarkan pengalaman toko ini kurang lebih sama ato bahkan lebih murah.

Mulanya aq bosan bukan kepalang saat menamani kawan2ku hunting barang2 disini, namun secercah senyum kambali merekah saat seorang penjaga kios mengangguk dan mulai mengubrak abrik koleksi barang dagangannya. Yups, bermula dari pertanyaanku yang ngasal sey sebenernya, "Sir, do you have any items for Detective Conan???"

And then, only in 15 minutes, i've got 2 item lap kacamata, 2 mousepad, 10pcs postcard, 1 name tag luggage, 2 mouse punch, and 3 pins heheheheh....in affordable price absolutely xixixixixi, I'm Happy......





Puas jalan2, sekitar jam 11.30 kami hengkang dari ladies market kembali ke mansion. Sebelum beranjak ke kamar, kami sempatkan mampir ke 7Eleven yang ada disisi gedung. Yoai, air mineral kami terbatas dan pihak guesthouse hanya menyediakan free hot drink water. Dasar emang jodoh, disini kami ketemu lagi sama wonton halal plus mamee heheheh....it's ngemil time..karena udah larut aq memutuskan untuk makan wonton dikamar sajah.

Ternyata eh ternyata, lift yang ada di pintu depan mansion cuman beroperasi hingga pukul 11 PM. Setelah nanya2, ternyata after jam segitu kami mesti naik lift yang ada di bagian agak dalem dari gedung. Naasnya, ketika kami sudah menemukan lift dan hendak naik suddenly 2 orang pria bertubuh besar dan berkulit sangat gelap (lebih gelap dari aq yang sudah gelap) turut naik. Aq dan yang laen saling pandang karena berasa serem. Dan, karena yakin bahwa mereka ga bisa bahasa Indonesia akupun nyeletuk "Tenang, kalo mereka macem2 aku siram pake wonton panas-ku ini" heheheh, baru kali ini wonton bisa jadi senjata kan???? Tapi, alhamdulillah kami baik2 saja dan kembali ke kamar masing2.

So, after ngemil, mandi plus menjama' maghrib plus Isya it's time for recharging my energy. Good nite Hongkong....

Cost for today:

Octopus Card : HKD 150 (can be used for MTR, bus and purchase card at 7eleven)
Lunch (Warung Wonosobo) : Bakso HKD 25, Ceker HKD 15

Cosmic Guesthouse
12/F, BLOCK F1 (Reception)
Mirador Mansion,
54-64 Nathan Road,
Tsim Sha Tsui
Kowloon
Hong Kong

4 comments:

  1. advise fr emak:jgn coba"megang en nanya harga brg @ladies market klo emg g niat bli...encik"ny sangat ganas,mpe akhirny qt "terpaksa" bli,en nawarny kudu lbih sparo harga...mnding bli di ngon-pin ato peaktram, fixedprice tp dpt harga ladiesmarket mlah kdg lbih murah.....haddeeuuuhh klo ingett >_<

    ReplyDelete
  2. heheheh..cup..cup Mak..untung ga pake carok kemaren xixixixi, tapi kalo inget pernak-pernik Conan nya aq bersedia kembali kesana hahahahah...

    ReplyDelete
  3. mas mau tanya jlan kaki dari terminal ferry ke cosmic brp lama ya? aman ga kalau sekitar jam 9 malam baru keluar dr terminal ferry? kebetulan kami ber4 wanita semua mau berangkat tgl 10 sept nanti dan niat mau menginap di cosmic.

    terus dari cosmic ke avenue star jalan kaki apa naik bus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi btw saya cewe loh ^^
      Jalan kaki sekitar 15-20 menit, dan menurutku akan aman saja karena kawasannya dekat dengan pusat belanja ditambah lagi kalian kan berempat.

      untuk ke avenue of the star waktu itu kami juga jalan kaki, di sambi lihat2 kawasan sekitar.

      Semga membantu and happy traveling

      Delete