Thursday, July 14, 2011

Day 6, Victoria Peak, Madamme Tussaud and Armand Maulana ^^

28 June 2011

Hmmmph...last day in Hongkong actually..
Cloudy, Rainy morning that i never imagine before. But here we are, mumbling in our room while hoping that it would gonna stop. It's horrible that all your plan should be leave out just because of this??? This condition never brings us down actually, we have enjoy Kuala Lumpur on rainy day in 2009. Accompany with the umbrella in our left hand and camera at the other. And still, we loves those day!!!

And now, what do you think that we will not do the same. So, come on galz..don't be foolish, grab your sneakers and let's Go!!!!

Yups, our last day in Hongkong started with dwelling our laziness against the morning rain!!! So, after mengumpulkan semua tekad, berbekal payung lipat plus koran gretongan kami meninggalkan mansion menuju stasiun MTR terdekat, Tsim Sha Tsui. Tujuan kami hari ini, Victoria Peak dan Madamme Tussaud yang berada di kawasan Hongkong Island (bukan Kowloon yaa), so kami menggunakan MTR dari Tsim Sha Tsui ke Central.

Dari Central stasiun, kami berjalan mengikuti barka jalan (plus nanya kanan kiri) menuju stasiun Peak Tram. Nah, Peak Tram sendiri merupakan trem khusus untuk menuju Victoria Peak dengan kemiringan mencapai 45 derajat. So, satu pengalaman yang ga boleh terlewat donk kalo lagi maen di Hongkong. Dan meskipun ada bus kalo ga salah nomor 15C yang akan mengantarkan kita ke Victoria Peak, kami tetap memilih menggunakan Peak Tram.

Peak Trem sendiri lebih mirip kereta api berbadan pendek dan berwarna merah (mirip Hogwarts Express gtu,,,). Bagian dalamnya didesain klasik dengan bangku panjang yang terbuat dari kayu. Space ruangan di dalam trem juga lumayan luas, dari sisi jendela kita bisa mengamati rumah2 yang didirikan di sepanjang "Peak" area lengkap dengan jurang maupun lembah di sekitarnya.

Setibanya di The Peak, kami langsung dihadapkan pada Victoria Peak Mall. Yups, di dalam mall ini selain merupakan shopping mall juga merupakan lokasi Madamme Tussaud dan The Terrace (Teras buat mengamati HongKong dengan teleskop di lantai paling atas mall).



Hujan masih tak kunjung henti. Victoria Peak diselimuti kabut tebal pagi itu. So, kami memutuskan untuk tidak menghiraukan the terrace, cukup puter2 and poto2 sama replica tokoh plus artis beken di Madamme Tussaud plus berkeliling mall untuk mendapatkan spot foto yang okeh. Ga pake lama, sekitar pukul setengah 12 kami janjian untuk berkumpul di depan pintu keluar Madamme Tussaud dan memutuskan untuk hengkang dari Victoria peak. Sayangnya, setelah lama menunggu, Emoy dan Emak masih belum berkumpul dilokasi yang disepakati.






Dan disaat itulah aku seolah ingin bernyanyi..."tiba-tiba keajaiban terjadi,,,,(ost. Sailormoon)...ada vokalis pria band Indo favoritku melintas!!!! fufufufu, langsung deh minta poto bareng..(berasa dapet hadiah liburan hahahahahah)


Ga lama kemudian kami berlima sudah berkumpul dan siap meninggalkan Victoria Peak. Awalnya, untuk menghemat waktu kami berencana makan di warung wonosobo saja, sayang ternyata tempat makan tersebut ga buka huhuhu...alhasil kami memutuskan untuk mampir di restoran turki yang lokasinya ga jauh juga dari Warung Wonosobo mcuman makanannya menurut kami ga gtu oke (baca: banyak menu kambingnya). Dan cukup bau kambing menurtku fufufufu...tapi yasudah lah ya, namanya juga kepepet.

Usai makan, kembali berhujan2 ria kami menuju guesthouse. Numpang menjama' shalat Dzuhur dan Ashar, dan berencana langsung cabcus ke Airport dengan Bus A21 tujuan airport yang melintas di seberang Mirador Mansion, Tsim Sha Tsui (HKD 34) namun apa daya cuaca Hongkong masih kurang bersahabat hingga detik2 menjelang kepergian kami. Untunglah, ketika berada di lantai dasar mansion kami bertemu seseorang yang menawarkan jasa antar ke airport menggunakan minivan. Dengan harga yang ga beda jauh dengan naik bus, kami memilih menggunakan jasa tersebut. Disamping space yang lebih nyaman dan luas, kami juga ga perlu menerobos hujan.

Perjalanan menuju Chek Lap Kok Airport, Hongkong kira2 memakan waktu 45 menit. Dengan kondisi hujan namun tidak macet sama sekali ^^. Airport nya sendiri cukup luas dengan desain memanjang mirip Suvarnabhumi Airport, Bangkok. Gate keberangkatan dihubungkan dengan train untuk mengurangi waktu tempuh perjalanan antar gate yang memang akan menjadi sangat jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Asal tahu saja, gatenya bisa mencapai ratusan gate loh...aq sendiri sempat mencoba menyusuri gate disini sembari berjalan kaki untuk membunuh waktu saat tiba2 flight kami dari HK ke KL yang dijadwalkan pukul 6 PM di reschedule menjadi pukul 10.30 PM, delay 4,5 jam boooo!!!! hadeuh.... alhasil kami baru benar2 menghirup kembali udara di KL sekitar pukul 3.30 AM on the next day!!!! capeknyoooo...

Setibanya di KL, kami memutuskan untuk mencoba membunuh lelah dan kantuk di musholla. Sebenernya, kami sempat mencoba ke Tunes Hotel untuk hunting kamar kosong buat Prew. Dia memang berencana untuk jalan2 sebentar di KL sebelum balik Jakarta nanti malam. Dan sebagai kaum oportunis, ga ada salahnya klo kami turut menikmati kenikmatan itu sebentar. Tapi ya itu, karena memang lagi peak season, Tunes Hotel nya fully booked. Alhasil, kami memutuskan menunggu pagi di Airport sembari menyusun rencana.

Emy dan Emak akan stay di airport sembari menunggu flight mereka ke Surabaya yang dijadwalkan kira2 pukul 10.00 AM. Prew, berbekal Aerobus akan menuju KL Sentral dan menghasbiskan waktu di KL bersama temannya hingga flight Air Asia pukul07.00 PM nanti membawanya kembali ke Jakarta. Sedangkan aq, dengan semangat yang masih tersisa segera menuju counter self check in Air Asia. Yups, hari ini sudah menginjakkan hari ke tujuh dalam agenda perjalananku. So, meski lelah...aq gak akan kalah!!!!! Let's rockin' Penang!!!!!

Notes:
Peak tram : PP HKD 40
Entrance fee Madamme Tussaud :HKD 160 per person
Minivan from Mirador Mansion to Airport : HKD 250 (5 persons), HKD 50/person
Bus A21 from Tsim Sha Tsui to Airport : HKD 34

Day 5, rockin' Ngong Ping village and HK Disneyland


27 June 2011

Meski capeknya ga ketulungan after seharian explore both Macau and Hongkong, pagi ini kita tetep bangun dengan semangat dan ceria heheheh...yups, hari ini qta mo maen di Ngong Ping Village di daerah Lantau Islands, plus maen dikit di HK Disneylands. So, come on galz...

Sebelumnya, aq dan si abang memutuskan untuk beli tiket di resepsionis hostel. Setelah nyoba tanya2 kmaren, harga tiket HK Disneylad disini lumayan lebih murah daripada harga dipasaran cukup lumayan lah buat ngirit. Selain itu alasan utamanya adalah aq dan si Abang udah ga punya duit HKD, alias beralih jadi kaum dhuafa selama jalan2 di kota ini, sementara Emy, Emak dan Prew masih kaya raya tentunya. Dan untungnya di hostel bisa payment via kartu kredit #heaaaaaaa.

Berbekal t-shirt putih plus short warna item, aq siap mengeksplore Hongkong. Cuman, pas udah pada ngumpul suddenly jadi orang paling ga banget deeeh...why? all of them wearing the purple and only me in white!!!! Dan setelah mencoba mengingat-ingat kembali isi carrier-q, i have no such purple t-shirt. So, ga mo putus harapan (agak ga penting) dan biar kompak, i decided to change into my soft pink converse t-tshirt. And here we go...

Tujuan pertama kami, Ngong Ping Village yang ada di daerah Tung Cung, Lantau Islands. Untuk menuju kesini, cukup naik MTR (Red Line) dari station Tsim Sha Tsui trus transit di Lai King station trus ganti ke MTR (Yellow Line) ke station Tung Chung. Nah, pas di station Tung Chung ini kita bakal langsung "ditantang" sama Citygate Factory Outlet. Mini mall yang isinya outlet berbagai produk fashion mulai dari Adidas, Nike, Puma, Mango, Forever21, Esprit, Crocs, Giordanno, Bodyshop dan masih banyak yang lainnya. Dan memang super murah loh, i print tee T-shirt Giordano jatohnya bisa cuman IDR 50K. gila kan??? Cuman, kita pending dulu belanja kita sampe tar kelar exploring Ngong Ping Village.

Dari citygate, qta cuman perlu jalan lurus menuju shelter pemberangkatan cable car menuju Ngong Ping Village. Konon, ini merupakan cable car terpanjang loh..Di luar dugaan, karena kami tiba sekitar pukul 9 lewat, petugas disana memberitahukan bahwa loket blom dibuka, pasalnya pemberangkatan pertama baru akan start pada pukul 10.00. Petugas juga menyarankan kami untuk berangkat naik bus, baru nanti rute kembalinya menggunakan cable car. So, ga mau buang waktu..kami langsung menuju bus yang sudah mangkir tak jauh dari loket penjualan tiket.

Bus menuju ngong ping tak jauh beda dengan bus AC di Indo pada umumnya, hanya saja tak ada tiket berdiri disini. Namun anehnya, bus ini juga ambil penumpang di tengah perjalanan #hadeuh... tapi tetep ga ada yang berdiri sey, udah diitung kali ya jumlah penumpangnya?!

Jalanan menunju Ngong Ping sendiri cukup bikin pusing. Bayangkan saja bepergian ke Batu Malang, khususnya daerah atas, Cemorolawang (Bromo) ato Puncak yang harus sering bertegur sapa dengan tikungan plus tanjakan sekaligus. Buat yang sering mual dalam perjalanan, metode ini sangat tidak disarankan. Mending tunggu naik cable car aja berangkatnya. Tapi, klo emang sedang diburu waktu rute ini lumayan biar itinerary yang sudah dibuat tetep on schedule.


Setelah menempuh kurang lebih 45 menit berpusing2 ria bersama bus, finally kami dihadapkan pada Ngong Ping Village. Disambut gapura khas China plus tulisannya yang tak terbaca oleh kami berlima, kami kembali semangat berfoto di berbagai angle dulu sebelum memutuskan untuk isi perut. Berdasarkan googling dan buku panduan (again????) kami berhasil menemukan Deli Vegetarian Cafe yang berada tak jauh dari lokasi. Sesuai namanya, cafe ini menyediakan makanan yang terbuat dari tanaman/sayuran (dijamin halal tentunya) plus minuman. Ada mie goreng, aneka kue basah, puding, dan makanan berbahan tepung dan sayuran laennya. Soal harga lumayan murah juga loh...satu porsi mie goreng sayuran dipatuk HKD 10, satu porsi kue (isi 3, bisa mixed) juga dijual seharga HKD 11. Dan mengenai rasa, enak kok...serius enak...jadi ga perlu kuatir kelaperan klo kesini hehehe




Ngong Ping sendiri beken dengan The Giant Buddha yang duduk diatas ketinggian berpuluh2 anak tangga (tapi ga sebanyak di Batu Caves, Malaysia). Dikanan kiri Sang Buddha, terdapat beberapa patung Dewa lengkap dengan landscape perbukitan yang asri banget di sekelilingnya. Anehnya, hanya Aq dan Si Abang yang bertekad untuk mendaki ke atas, yang laen sudah cukup puas berfoto dari bawah dengan background the giant buddha plus beberapa spot OK disekitar lokasi.



Aq dan Si Abang tidak berlama2 diatas, setelah menuruti hasrat kami (incl. membakar kalori) dan mendapatkan spot buat take a picture yang OK, kami memutuskan untuk bergabung bersama yang lain di bawah. Bukan di bawah sey tepatnya, karena ketiganya sudah menghambur ke toko oleh2 yang ada di pesisir lokasi.

Puas beli oleh2, kami langsung menuju station cable car. Yups, again!!!! its shopping time at Citygate Factory Outlet. Aq sendiri sey ga beli apa2, yang laen yang belanjaannya luar biasa..heheheh. Dalam waktu dua jam, ke empat orang rekan seperjalananku itu menghilang dalam misi menghabiskan uang halah bahasaku makin menjijikkan wkwkwkwkwk


Sekitar pukul setengah 2, kami hengkang dari Tung Cung menuju HK Disneyland.Yups, kami memutuskan untuk tidak berlama-lama di theme park ini karena menurut inquiry dengan beberapa teman yang sudah pernah berkunjung comment nya kurang begitu OK. Tapi sebagai icon HongKong, sayang donk klo udah jauh2 kesini tapi ga meluangkan waktu buat mampir. An experience is something that can't be replaced.

jarak dari Tung Cung ke HongKong Disneyland lumayan dekat, cukup satu station saja. Dari Tung Cung ke Sunny Bay. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta khusus honkong disneyland resort (purple line) yang jendelanya berbentuk kepala Mickey, so pasti gampang dikenali.



Sesampainya di lokasi, kami langsung menanyakan kepada petugas lokasi dimana kami bisa menjama' shalat. Sejujurnya, ga ada specific mosque ato musholla disini. Untungnya, petugas mempersilakan kami untuk shalat di sebuah ruangan yang mirip dengan ruang tamu di sebelah information office. Untuk wudhu'nya, tak ada pilihan laen selain wastafel di kamar mandi.

Usai shalat kami langsung menghambur bersama para pengunjung laen di area theme park. Tak ayal, dari ocehan di kanan kiri kami, banyak juga orang Indo yang sedang liburan ke sini. Ckckckckck,,,,

Karena timingnya pas, pertama kami nonton flights fantasy parade dulu. Live parade tokoh-tokoh disney diiringi Fly With Me (versi Hongkong)-nya the Jonas Brothers memang makin menambah marak suasana theme park yang sudah dijejali pengunjung. Next, kami berniat mo nonton show the golden mickey namun karena show schedulenya masih lama, kami maen astroblazter (Mirip perang bintang gtu sey maenannya)plus nyobain mini indoor roller coaster yang beken dengan nama space mountain. Roller coasternya sey lumayan, bukan dari sisi adrenaline rush sey tapi dari sisi arsitektur, design dan lighting mirip planetarium untuk nightmode nya yang memang okeh..

Ga pake disuruh, perut kami udah mulai keroncongan lagi fufufufu, so karena timingnya masih cukup sebelum The Golden Mickey show, kami beringsut menuju The Royal Banquet Hall. Sebuah hall yang ditata apik sebagai pusat bersantap ria lengkap dengan patung beauty and the best statue di tengah2 serta berbagai lukisan cerita disney yang menghiasi dinding. Setelah observasi menu, pilihan jatuh pada sebuah gerai dengan menu free of pork lengkap dengan vegetarian pizza. Harga makanannya sey berkisar IDR 50K-75K.

Sekitar pukul 17.25 kami beranjak menuju lokasi show The Golden Mickey. Show nya sendiri dijadwalkan pukul 17.30. Tak disangka, diluar hall terjadi sedikit kericuhan antara pengunjung dengan petugas. Pasalnya, banyak pengunjung yang tidak diizinkan memasuki hall. Ono opo toh iki? Selidik punya selidik, ternyata pengunjung harus sudah berada di pintu hall paling lambat sebelum show dimulai. Sempet ngotot juga sey, cuman setelah kami melihat papan pengumuman jadwal show sekali lagi, dengan ukuran huruf yang lebih kecil di bagian pojok kanan bawah memang tertera bahwa pengunjung harus tiba di hall paling lambat 10 minutes sebelum show dimulai. Getir dah...pasalnya it was the last for today!!!!

Tak lama kemudian, makin banyak pengunjung laen berdatangan dan sama kecewanya dengan kami berlima. Yang paling menarik adalah saat seorang gadis kecil berkacamata gtu, kesal dan berucap "It's not fair" pada petugas. Okay, we know how you feel dear....

Sembari mencoba meludahkan semua kekecewaan kami atas The Golden Mickey Show, kami bertekad untuk ga mau ketinggalan Stitch Encounter Show. Dan alhamdulillah ga ketinggalan heheheheh. Then, lanjut ke Istana Boneka versi HK Disneyland yang cukup meriah. Tanpa terasa, hari sudah mulai gelap. Kami mengais-ngais show yang tersisa dan untungnya kami masih kebagian nonton last show untuk Mickey's Phillar magic, cinema 3D gtu, lumayan lah buat membunuh waktu smbari menantikan closing fireworks HK Disneyland yang legendaris itu...#lebay

Tepat pukul 20.00 waktu setempat, fireworks dimulai. Kembang apinya memang variatif sey, bahkan lebih variatif dari malam tahun baruan di Indo. Durasinya pun lumayan lama, so tak heran kalo banyak pecinta fotografi yang sudah stand by ambil posisi bersama tripod dan kamera mereka jauh sebelum show dimulai. Dan begitu kembang api terakhir diluncurkan, kami bersama pengunjung yang laen beringsut menuju pintu keluar.

Quote of the day "It's not fair!!!! hehehehehehe

Dalam perjalanan pulang ini, kami bertemu dengan turis asal Thailand (Mrs. Kan Ya bersama anaknya, Jang) yang sempat di bantuin Prew karena mengalami kesulitan saat membeli tiket pulang dari mesin penjual tiket. Untungnya kami searah, jadi kami bisa sekalian mengarahkan rute MTR untuk beliau. Aq sendiri memisahkan diri dari rekan2ku yang berencana makan ice cream di the toilet cafe, sebagai anti susu dan segala keturunannya, aq memang tidak begitu menyukai ice cream. So, saat mereka berhenti di station Mongkok, aq dan Kanya meneruskan perjalanan ke Tsim Sha Tsui, bedanya dia menginap di Holiday Inn yang ternyata merupakan tempat kerja KanYa di Bangkok.

Usai mengantar Kanya, aq berjalan kaki menuju Mirador Mansion. Seperti biasa, mampir sebentar ke 7eleven untuk membeli stock air minum lalu beringsut menuju ke kamar. Hufft, ternyata aq bisa capek juga hahaha..so setelah mandi dan menjama' shalat aq pun terlelap..

Hari ke-5, alhamdulillah kami masih sehat wal afiat. Semangat!!!!

Notes:
Ngong Ping Entrance ticket: Free
Bus + Cable Car to and from Ngongping : HKD 98
Meals at Deli Vegetarian Cafe : around 10-11 HKD
HK Disneyland ticket : HKD 350, available at hostel at HKD 320.

Wednesday, July 13, 2011

Day 4, Dwelling with the "Crowded" city... Hongkong


26 June 2011
Masih di hari ke-empat, hanya saja kami sudah migrasi dari Macau ke Hongkong via ferry (Star Ferry, karena kami menginap di daerah Tsim Tsa Sui, Kowloon) dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Selepas melewati imigrasi, kami menerobos keriuhan Hongkong sembari berjalan kaki. Yups, berdasarkan googling dan buku sakti (panduan), untuk menuju guesthouse kami yang berlokasi di area Mirador Mansion dapat ditempuh dari ferry terminal dengan berjalan kaki. Semoga kali ini benar2 rasional untuk berjalan kaki.

Alhamdulillah. Setelah bersusah payah menemukan orang yang tepat untuk ditanya pake bahasa inggris (secara tak satupun dari kita yang bisa mandarin ato cantonese)dan entah kenapa semua orang yang kami temui even petugas keamanan mall di Hongkong kurang begitu mengerti bahasa inggris...nah para TKI kita klo pulang dari kota ini kok pada fasih ya??? #jadi kepikiran. Anyway, finally kami berhasil menemukan Mirador Mansion. Dan benar saja, loksinya cukup rasional kok untuk di tempuh dengan berjalan kaki.

Mirador mansion tak ayal merupakan replika rumah susun raksasa yang dibangun di pusat kota yang tak pernah sepi. Lantai dasar biasanya merupakan kios dan gerai yang menyediakan berbagai keperluan sehari (toserba), toko oleh2, supermarket hingga koper. Lantai atas, layaknya rumah susun atau apartemen merupakan petak-petak kamar yang jumlahnya mungkin mencapai ratusan unit. Meski unitnya berjumlah ratusan, lift di bangunan ini terbatas. Oleh karenanya, lift dibagi menjadi 2 berdasarkan lantai yang akan dituju, selain itu di depan pintu lift dipasang pembatas untuk mempermudah dan mengatur antrian. Ditambah lagi seorang petugas (semacam satpam gtu) yang stand by didepan lift untuk mengawasi dan mengatur antrian.

Cosmic guesthouse, guesthouse kami berada di lt.12. Menikmati lift sempit bersama 4 orang rekan lengkap dengan carrier yang penuh sesak di Mirador Mansion mungkin seharusnya akan biasa-biasa saja. Tapi, entah kenapa aq merasa senang..hahahah gajebo yah, jadi inget dulu jaman masih kerja di KAP 2 huruf suka naik lift barang kalo pulang pagi heheheheh

Selepas check in rombongan terbagi menjadi 2. Aq dan si Abang mendapatkan kamar dengan jendela yang tepat menghadap ke arah jalan raya, lengkap dengan view mall yang transparan. Soal kamarnya...sumpah, benar2 sempit. Mungkin ini impact dari mahalnya harga tanah dikota ini. Cuman kalo dari segi fasilitas, two thumbs up deh. Kasur meskipun kecil, tapi lumayan empuk dan bersih. Bersih banget malah. Ada AC, TV, Wifi dan telepon. Kamar mandinya pun bersih banget meskipun dari segi ukuran sangat sempit. Tapi ya itu, ukuran tidak mempengaruhi kualitas. Untungnya, di ranah kamar yang sempit, di bawah ranjang terdapat space yang cukup longgar untuk menyimpan carrier, sepatu dan lain2..so i think, it was perfect for the backpacker hostel. My favourite room 2016.



Usai unpack dan menjama' shalat, kami segera hengkang meninggalkan guesthouse. Tujuannya? seperti biasa isi bensin dulu tentunya. Berbeda dengan Macau, makanan halal di Hongkong menurutku lebih bervariasi. Terbukti saat kami berjalan kaki dari ferry terminal tadi, banyak yang menawarkan kami makanan halal mulai dari indian, turkish hingga indonesia. Yups, Indonesia. Kami memutuskan untuk mencoba yang terakhir karena lokasinya cukup dekat dengan mansion.

Warung Wonosobo, nama gerai penyedia masakan Indonesia yang ternyata "grand opening" hari itu. Menunya lumayan kok, aq memesan bakso (teteup) plus seporsi ceker, yang laen ada yang memesan mie ayam, ayam penyet ato ikan goreng. Disini kami juga bertemu dengan beberapa ibu2 TKI asal Indo yang memang lagi libur kerja karena ini hari Minggu.

Usai isi perut kami kembali menyusuri jalanan menuju Victoria Bay. View pinggir pantai plus semilir angin menjadi satu daya tarik tersendiri bagi kebanyakan orang untuk sekedar duduk santai di sore hari ato hunting foto bagi pecinta fotografi. Selain itu, jejak tangan para selebriti ato yang lebih dikenal dengan "Avenue of the star" dipajang disepanjang pesisir victoria bay ini, ga cuman jejak tangan sey ada patung Jet Lee dengan pose martial art yang rame jadi objek foto. Ketika malam menjelang, sekitar pukul 8, ada show "Symphony of Lights", semacam lighting show yang menghambur ke angkasa diiringi symphony pergantian lighting dari gedung2 yang ada diseberang pantai. Menurutku sey ga menarik yah (maaphkeun), maksudku ga worthed klo klian punya tempat laen yang mesti klian kunjunngi. Satu lagi, disini jugalah para TKI Indonesia berkumpul di hari libur \^^/

Menutup kekecewaan kami dengan Symphony of Lights, kami putuskan untuk menghabiskan malam dengan berkunjung ke Ladies Market di daerah Mongkok. Tak ayal kami harus berjalan lumayan dari avenue of the star ke stasiun MTR terdekat, Tsim sha Tsui. Setelah membeli Octopus Card, finally kami mencoba MTR Hongkong untuk pertama kalinya. Let's go then!!!!

Dari stasiun Mongkok, kami masih harus berjalan sekitar sepuluh menit untuk mencapai Ladies Market. Cuman, karena kondisi Hongkong yang benar2 crowded dimana-mana, jalan kaki seolah bukan apa2. Jalanan mongkok seolah dipenuhi lautan manusia ditengah lighting pertokoan di kanan kiri jalan. Sedangkan ladies market sendiri lebih kurang merupakan pasar malam yang menawarkan berbagai produk fashion, souvenir dan makanan. Untuk produk selain makanan, harga yang ditawarkan cukup tinggi bahkan diatas normal, so be ready untuk pasang muka tebal saat menawar dan tawar serendah mungkin. Kalo mo aman, belilah di gerai yang memberikan harga pas karena berdasarkan pengalaman toko ini kurang lebih sama ato bahkan lebih murah.

Mulanya aq bosan bukan kepalang saat menamani kawan2ku hunting barang2 disini, namun secercah senyum kambali merekah saat seorang penjaga kios mengangguk dan mulai mengubrak abrik koleksi barang dagangannya. Yups, bermula dari pertanyaanku yang ngasal sey sebenernya, "Sir, do you have any items for Detective Conan???"

And then, only in 15 minutes, i've got 2 item lap kacamata, 2 mousepad, 10pcs postcard, 1 name tag luggage, 2 mouse punch, and 3 pins heheheheh....in affordable price absolutely xixixixixi, I'm Happy......





Puas jalan2, sekitar jam 11.30 kami hengkang dari ladies market kembali ke mansion. Sebelum beranjak ke kamar, kami sempatkan mampir ke 7Eleven yang ada disisi gedung. Yoai, air mineral kami terbatas dan pihak guesthouse hanya menyediakan free hot drink water. Dasar emang jodoh, disini kami ketemu lagi sama wonton halal plus mamee heheheh....it's ngemil time..karena udah larut aq memutuskan untuk makan wonton dikamar sajah.

Ternyata eh ternyata, lift yang ada di pintu depan mansion cuman beroperasi hingga pukul 11 PM. Setelah nanya2, ternyata after jam segitu kami mesti naik lift yang ada di bagian agak dalem dari gedung. Naasnya, ketika kami sudah menemukan lift dan hendak naik suddenly 2 orang pria bertubuh besar dan berkulit sangat gelap (lebih gelap dari aq yang sudah gelap) turut naik. Aq dan yang laen saling pandang karena berasa serem. Dan, karena yakin bahwa mereka ga bisa bahasa Indonesia akupun nyeletuk "Tenang, kalo mereka macem2 aku siram pake wonton panas-ku ini" heheheh, baru kali ini wonton bisa jadi senjata kan???? Tapi, alhamdulillah kami baik2 saja dan kembali ke kamar masing2.

So, after ngemil, mandi plus menjama' maghrib plus Isya it's time for recharging my energy. Good nite Hongkong....

Cost for today:

Octopus Card : HKD 150 (can be used for MTR, bus and purchase card at 7eleven)
Lunch (Warung Wonosobo) : Bakso HKD 25, Ceker HKD 15

Cosmic Guesthouse
12/F, BLOCK F1 (Reception)
Mirador Mansion,
54-64 Nathan Road,
Tsim Sha Tsui
Kowloon
Hong Kong

Day 4, spent the last few hours in Macau


June 26, 2011

Morning Macau!!!!

Pagi ini kami akan mengunjungi Senado Square dan St. Paul Ruin's Church yang memang berlokasi di satu area dan cukup ditempuh dengan berjalan kaki dari hostel. Cuman, sebelum beraktifitas kami sempatkan untuk sarapan di salah satu cafe Egg Tart yang cukup beken di Macao, Cafe E'nata yang berlokasi di belakang kompleks CTM, deket banget sama guesthouse kami \^^/

Cafe E'nata sendiri lebih mirip kedai rumahan dengan interior sederhana. Karena masih terlalu pagi, cafe belum buka ketika kami datang tapi ga pake lama, sekitar pukul 10.00 AM kami sudah bisa mulai memesan. Kami memesan 9 Egg Tart seharga MOP 9 per pcs (masing2 orang 2 pcs kecuali aq) dan aku sendiri memesan sandwhich tuna seharga MOP 18 yang ternyata ukurannya super big dan bisa untuk 2 kali makan. Selain kami, banyak turis yang juga menyempatkan mencicipi egg tart disini. Soal rasa, emang enak sey heheheh...


Dari cafe E-nata kami langsung meluncur ke Senado Square. Jalanan masih lumayan sepi, pertokoan di kanan kiri jalan juga masih tutup. So, kami mostly langsung go straight menuju St. Paul Ruins. Sisa2 reruntuhan gereja ini masih kokoh berdiri bak background klasik di penghujung jalanan Senado Square. Nah, disini kami kembali bertemu dengan rombongan tante Nur Wigati sekeluarga yang kami temui di immigration kemaren. Poto bareng deh kita.

Kami memutuskan untuk tidak berlama-lama di St Paul karena hari ini kami akan meninggalkan Macau menuju Hongkong dengan ferry. So, sembari menyusuri kembali Senado Square kami mulai memasuki toko oleh2 dan pernak pernik untuk mencari oleh-oleh. Harga oleh2 nya lumayan murah kok. Disini juga banyak terdapat gerai pakaian dan sepatu ternama macam Bossini, Giordano, Adidas dan bahkan ada Body Shop yang lagi sale heheheh..banyak godaan ternyata.

Satu setengah hari di Macau yang cukup menyenangkan. Cukup, tidak kurang tidak lebih. Mungkin kami melewatkan lotus (monumen) mungkin, tapi kami merasa itu tidak begitu menarik dibandingkan mulai meng-eksplore Hongkong. So, after packing lagi..kami check out dari guesthouse dan menuju Ferry terminal.

Nah, jika kemarin kami datang dengan menumpang shuttle bus dari grand lisboa kali ini kami kembali ke Macau Ferry terminal berkat tumpangan shuttle bus dari Hotel Wynn, hotel plus kasino mewah yang berlokasi tepat diseberang hotel Lisboa. Alasannya, ada gossip (belum cek faktanya sey..) klo shuttle bus dari Lisboa ke Ferry terminal bayar alias ga gratis..males kan??? klo ada yang gratis ngapain bayar???


Ditemani carrier di punggung plus lokasi hotel Wynn yang tidak sedekat perkiraan kami, punggung udah mulai merintih minta dipijitin. Ouch, its hurts temans..tapi aq selalu berkata pada diri sendiri, inget Son Goku (Dragon Ball), berapa banyak beban yang dia pakai sehari2 saat berlatih dan beraktivitas (bajunya Son Goku itu berat banget temans!!!!), tapi itu salah satu hal yang membantu dia memiliki ketahanan dan kekuatan tubuh yang mengesankan (apakah aku berlebihan??)

Sesampainya di lobby hotel, kami bertanya pada petugas mengenai lokasi shuttle menuju ferry terminal. Tak jauh dari lobby ternyata. Alhamdulillah. Karena kecepatan jalan kami berlima yang berbeda, aq dan si Abang berhasil naik shuttle yang memang sudah ready untuk berangkat. Sopir yang bermuka masam, tidak membiarkan Emoy, Prew dan Emak untuk turut serta meskipun mereka sudah ada di depan mata dan penumpang bus hanya kami berdua. Yasudah lah ya...c u at the terminal galz...

Ga pake lama kami berlima sudah berkumpul kembali dan bergegas memasuki terminal untuk membeli tiket Starferry dari Macau ke Hongkong (Kowloon).

Hongkong!!!! here we come


Notes:

Cafe E nata : Egg tart (MOP 9/pcs), various sandwich start from MOP 9
Ferry : HKD 155/per person (ordinary class)

Tips:
Jika hotel berada di daerah Kowloon pilihlah ferry dengan tujuan Kowloon / Tsim Tsa Tsui, nama perusahaan ferry ini adalah FirstFerry. Sedangkan jika hotel Anda di daerah Central, Northpoint, Wanchai di Hong Kong island, pilihlah tujuan Central dengan kapal TurboJet.

Day 3, Exploring the city of gamblers in Asia (Macao)


25 June 2011

Sekitar jam 2 pagi, finally Emoy, Prew and Emak safely landed di LCCT. Awalnya sey mo ngumpul bareng2, cuman karena Si Abang adalah satu2nya cowo dalam perjalanan kami ples kami udah PW rebahan pake bangku di hall kedatangan domestik LCCT so aq memutuskan untuk ga ikutan mereka spend the rest of the night di Marybrown. Ampe menjelang waktu shubuh, baru deh Aq dan Si Abang nyamperin mereka sekalian recharge battery kamera ama HaPe.

Menginap di airport ga seserem yang dibayangkan kok. Banyak juga turis baik domestik maupun internasional yang nginep di LCCT. Even ada yang ga pake babibu langsung rebahan di space yang kosong. Cukup beralaskan koran atau sleeping bag plus backpack yang disulap jadi bantal. Heheheh, aq sey seneng2 ajah...(bakat nggembel wkwkwkwk).

Karena judulnya menginap di airport, otomatis kita ga sempet mandi sebelum cabs ke Macao. Toilet di LCCT ga ada yang menyediakan space khusus buat mandi. So, cukup cuci muka and gosok gigi ajah ya..heheheh..

Klo Prew, Emak ama Emoy sey masih mending karena baru cabs dari Jakarta and Surabaya semalem. Lah saya plus si Abang, mandi terakhir kami ya pas mo check out dari guesthouse. Apalagi ditambah naik 272 tangga di Batu Caves plus maen di Genting hehehe, kebayang kan baunya kaya apa??? yasudah lah yaa,,,ditahan beberapa jam lagi sampe nyampe di Macao.

Flight kami ke Macau on schedule sey akan berangkat pukul 06.30 AM dan nyampe di Macau sekitar pukul 10.15 AM. Lama juga yaaa...hampir 4 jam!!!! ckckckckc...untungnya ga pake delay, jam 06.30 sharply kami take off. Ga mo rugi, kami semua terlelap dipesawat untuk menebus jam istirahat yang tergadai semalam heheheh...

Sekitar pukul 11 tiba di Macau International Airport. Sesuai buku panduan, kami memilih alat transportasi gratis berupa shuttle bus yang disediakan berbagai hotel mewah di Macau. Ga perlu kuatir, meski kita bukan tamu hotel kita tetep boleh naik kok..enaak banget kaaan???

Oiya, di hall imigrasi kami sempet kenalan ama rombongan keluarga asal Indo yang juga lagi liburan ke Macao. Nah, pas naik shuttle bus milik The Venetian Resort kita ketemu lagi ney..heheheh, seru juga saling berbagi informasi.

Jadi, rutenya dari airport kami naik shuttle bus The Venetian Resort. The venetian Resort merupakan hotel bernuansa Venecia dan super megah. Hotel ini juga merupakan pusat berkumpulnya para "gamblers" di kota ini hohohoho, serunya meski kita bukan tamu, kita boleh masuk dan berfoto.


Dari The Venetian, kami menuju West Mall untuk transfer ke shuttle bus yang menuju Macao Ferry terminal. Nah, dari macau ferry terminal kami mesti transfer lagi ke shuttle bus milik Hotel Lisboa. Why??? karena guesthouse lokasinya dekat dengan hotel Lisboa. Selain itu, klo mo ke Senado Square and ruins of St. Paul's Chruch bisa jalan kaki doank heheheh...mantabs kan???

After 3 kali transit plus hunting lokasi, sekitar jam setengah 2 kami safely landed di Auguster Lodge (Guesthouse). Hal pertama yang kami lakukan?? antri mandi heheheh...Guesthouse di Macao tak jauh beda dengan guesthouse pada umumnya. Cuman, karena harga tanah di Macao cukup mahal, dengan harga diatas hostel di Singapore, Malay ato Thai kami mendapatkan fasilitas yang jauh lebih rendah. Cuman untuk kebersihan dan kenyamanan, lumayan lah yaaa..cuman mesti sabar aja mesti gantian pake kamar mandi yang super sempit ituuuh hahahahah

Guesthouse sendiri untuk macao cukup limited edition. So, kami memutuskan untuk booking jauh2 hari sebelumnya biar ga kehabisan kamar. Kami booking 1 kamar dengan 4 ranjang (dormitory). Awalnya, kami memang berencana pergi berempat namun karena ditengah-tengah si Abang memutuskan untuk turut serta, so kami tinggal minta extrabed begtu tiba di tempat dengan charge MOP/HKD 100 per night.

Banyak orang banyak waktu terbuang hahahah...banyak yang ditunggu cuy, tapi serunya jadi rameeee. Alhasil, jam 3 an deh qta baru cabs dari hostel. Tujuan pertama kami sey mo makan. Makan halal lebih tepatnya. Nah, di Macao ini makanan halal cukup langka. Belajar dari buku plus mbah google, qta planning nya makan di foodcourt The Venetian Resort, ada resto namanya "Rasa Malaysia" plus "The 3 Monkeys." Cuman, sebelumnya, karena shuttle bus gretongannya searah, qta maen dulu di City of Dreams (COD)buat nonton the bubles show (dragon treasures).

The Dragon’s Treasure media show featured in the City of Dreams’ Bubble Theater takes guests on a journey into a supernatural realm of the four Dragon Kings. Each dragon enjoys a moment of boundless power with the Jade Emperor's mighty Pearl of Wisdom. As guests move from one Dragon King’s land to the next guests are immersed in a visual spectacle as elements unique to each region swirl on the 360 degree dome screen.

As the last Dragon King completes his demonstration it is slowly revealed that the carp, all but overlooked in the Dragon’s eager bid to demonstrate the splendor of their lands to their guests, is actually the Jade Emperor himself. In a gentle reminder of the ancient aphorism that reminds us all that the least of us can be the greatest, and the greatest the least, the carp unleashes his hidden power in a verdant effects spectacular.
taken from http://en.wikipedia.org/wiki/City_of_Dreams_%28casino%29

Intinya, The bubles merupakan perpaduan show antara gambar 2 dimensi dalam sebuah giant planetarium lengkap dengan lighting design dan sound yang cukup keren. Bagus kok, banget malah...namanya juga city of dreams hehehe. Harga tiket masuknya juga cukup terjangkau ^^.

Puas menikmati the bubbles kami kembali ke tujuan awal, makaaaan!!!! hahahahha...tapi sebelumnya kita sempetin dulu poto2 didepan HardRock Hotel Macau, yang lokasinya masih satu area sama COD.


Nah, dari COD kita bisa langsung naik shuttle bus ke The Venetian Resort (lagi2 gratisan..)So...Mari kita kemoooon!!!

Bgtu nyampe di foodcourt, lagi2 berdasarkan buku panduan teh "Claudia Kaunang", kita langsung hunting makanan halal. Lah kok ga nemu ya??? harusnya ada satu gerai berlabel "Rasa Malaysia" disini...namun setelah nanya2 ternayata Rasa Malaysia itu merefer ke gerai dengan nama "Rasa Singapore". Parahnya, dia ga ada label halalnya donks #hadeuh..karena kondisi sudah kelaperan sangat..dan menunya cukup bisa diandalkan setelah nyoba nanya ama yang empunya gerai. Bismillah, kami pesan nasi goreng, nasi hainam plus air mineral. Menu lunch kami cukup mahal loh, seporsi nasi goreng saja harus merogoh kocek sekitar IDR70K ckckckck..tapi ya mo gimana lagi,,,dan yang penting Allah memahami segala keterbatasan kami..amiiin....

Selesai makan, kami kembali keliling the Venetian resort untuk poto2. Dan memang sesuai namanya, hotel ini bener2 disulap menjadi miniatur kota Venice!!!! Bagian atap foodcourt disulap menjadi langit buatan yang well...baguuuusss!!!!, di sepanjang pertokoan membentang canal mini lengkap dengan tukang perahu ala Venice, plus pertunjukan sulap di tengah2 kota..fufufufu, two thumbs up..

Puas menikmati Venice, kita kembali ke COD untuk kembali menikmati shuttle gratisan yang akan mengantarkan kami ke Macau Tower. Nah, di Macau Tower sey ga ada yang special kecuali tingginya yang mencapai 338 meter. Dari atas tower, kita bisa menatap kota Macau berikut arsitekturnya yang agak aneh menurutku. Hotel Lisboa juga keliatan dari sini..Yang paling seru disini adalah Bungee Jumping yang konon katanya merupakan bungee tertinggi di dunia, Mupeeeeeeeeeeeeeeenggggg....

Selain bungee, disini juga ada skywalking and body jumping. Sampe ada warning di sisi kaca macau towernya, "Caution!!! Fallin' Peopple" Cuman ya itu, satu paket bungee jumping nya berkisar 2.5-3 juta darlin'....kapan aq bisa buang duit sgtu yak???? Maybe someday ^^ amiiiiiinnnnn

Ga sadar udah jam 10 malem ajah, Macau Tower udah mo tutup. So qta mesti balik, cuman kita sempetin dulu ke terrace Macau tower. Skali lagi buat poto2. Lumayan loh viewnya, perairan Macau gtu dengan background Macau Bridge di malam hari. Ga pake lama, kami transit via shuttle bus ke COD lanjut shuttle ke area Lisboa (Macau City).

Bermodalkan energi yang tersisa, kami berniat untuk poto2 di depan hotel sekaliber Lisboa. Hotel ini bentuknya unik dan memang merupakan simbol Macau. Tulip. Tapi sebelumnya kami mampir dulu di 7 eleven, mencoba hunting makanan untuk mengganjal perut kami yang entah kenapa merengek minta disuapi. Dan alhamdulillah, kami menemukan makanan cepat saji berupa wonton mie, plus wonton kuah yang berlabel "Halal". Harganya pun murah, cuman belasan ribu rupiah. Ditambah Mamee Snek buatan Malay, kami standing party (halah bahasaku) aka makan sambil berdiri.Cuek aja, ga ada yang kenal juga hahahah...

Kelar isi perut, kami langsung jeprat-jepret dengan background Hotel plus Casino Lisboa. Ga mo buang waktu, kami habiskan detik2 terakhir malam mingguan di Macau dengan duduk2 di pelataran Hotel Lisboa sambil snacking Mamee (ga keren blass...., tapi gapapa, ga keren tapi halal =p). Jam setengah 12, kami menyeret kaki kembali ke hostel. Kali ini cukup jalan kaki saja..deket koq \^^/

Kelar berbersih diri, kami berlima terlelap di ranjang masing2..Nite all..

Notes:
All transportation in Macau : Free (shuttle bus)
Currency : HKD/MOP
The Bubbles Show : MOP/HKD 30
Lunch (Rasa Malaysia): Nasi Hainam MOP 75 Fried Rice : MOP/HKD 70
Macau Tower : Entrance MOP/HKD 120 per person

Auguster Lodge, Macau
Address:
24, Rua Do Dr. Pedro Jose Lobo, Floor 3J, Block 4, Edf. Kamloi, Macau.
For inquiries : Richard 66645026 or 28713242.
For Tagalog language + (853) 66809004).
outside Macau please call , +853-66645026 or +853-28713242.
Email : at@augusters.de or augusters@macau.ctm.net
Website: http://www.augusters.de/