Friday, January 18, 2013

Budget-Homestay during my solo travelling in Bali

I'm inside ^^ - View of the dormitory from the top, Granny's Inn 

Sharing Fan ^^  - Granny's Inn 

Welcome sunshine,... 

Cozy place for budget traveller

Shared bathroom, but it doesnt matter if this is what you get

Absolutely will stay here again someday - Cozy House 

Granny's Inn >> Dormitory with 8 dorm plus 8 extra bed on the floor, no aircon and no wifi
Cozy house >> private room, with aircon, TV and Wifi

Believe it or not, i've paid the same price for both of them hahahah...

Saturday, January 12, 2013

Bromo - Affordable amazing mountain experience for everyone ^^


Bromo...

Yups, Bromo has become our favorite destination for the closing of 2012. After went to Bali for dive and work, its best to experience a beautiful mountainsides view with friends. So as arranged, Abang, Emak, Emoy and Mbak Be headed to Juanda Airport to get me and together we headed to Probolinggo.

When we arrived, its almost 7 PM already. The balcony of Hotel Cemara Indah, a place where you can enjoy meatballs with Bromo directly has gotten dark.  Our body just started shivering due to cold weather. And here we go, eat meatballs!!! hahahhaha

After having a snack session, we started to find guesthouse and Jeep (HardTop) for rent. After a short period of time, we got two room for 7 peoples incl. our driver (Female and Male, separated) and one Jeep for all of us. The price was a lil bit balooning compared to my last visit 2 years a go. And again, its new year Pal, that's why inflation come so sudden at tourism spot ^^

We spent our nite just for looking those rental stuffs and eating. Yups, eating. Meatballs seems can't satisfied our craving on food, hence we headed to small kiosk to get some warm drink like tea, coffee, milk or mixed of it and Indomie. Heheh, Indomie is the best companion at the cold place like Tengger, Bromo.

What you can do in Bromo?

  • Enjoy sunrise in Pananjakan. Beware, there's Pananjakan 1 and Pananjakan 2. I've been seen the sunrise from those places, and for me Pananjakan 1 is better. 
  • Ask your driver to go for sightseeing around Bromo area and visit some places such as Teletubbies Hill (A group of a mountain slope, a hill, with the greeny outlook on the spacious area - Just like in Teletubbies show;if you know what i mean). Its beautifull. 
  • Visit Pasir Berbisik area, it was a huge black sand dunes hence sometimes you can't see what things waiting in front of you. Sometimes foggy and windy. A good place for touring with motorbike or jeep i thought. This place was famous as the place where Indonesian movie taken here, Pasir Berbisik. 
  • Kawah Bromo. You have to be strong enough to visit this place. Other than a long walk in the sandy area, you have to face around 200 stairs to reach the top. You can have a horse ride, of course. or you can walk calmly and take a rest often to make it. But sure, you haven't visit Bromo if you're not experience these efforts. At least, try first ^^ 
  • Madakaripura waterfall. Its waterfall. But sometimes close if the weather consider dangerous for visitor. 
  • Camping. Of course you can. But dont forget to get permission at the tourism office. 
Yeah, we have all of those stuffs except Madakaripura and Camping during our short visit'. A wonderful experience with wonderful friends.

For me, Bromo was the affordable amazing mountain experience for everyone. Why? Because you dont have to be a pro as hiker to get this amazing view. You can have a kids and parents to visit this place. If they are not strong enough, ride a horse or shared a jeep. But of course, still be carefull.. because you have to know the condition of your own body.

So, what are you waiting for?? Just come and enjoy Bromo ^^

And here, a small snapshot from Abang and Emoy camera...

Waiting for the sunrise at Pananjakan 2 

Kawah Bromo - Pic by: Abang

We made it ;p - Pic by Abang

Crazy Pose.. 

Sitting at the top op Kawah Bromo - Pic by Abang

Kick the Azkaban for a while - Pic by Abang

Free Chocolate to bring back our Happiness after Dementor comin' - Pic by Abang

Pasir berbisik ... hussst!!!! - Pic by Abang

Info: 
Shared Jeep : Pananjakan - Kawah - Teletubbies - Pasir berbisik >> IDR 800K
Room for rent : IDR 500K (2 rooms, each room has two bed 200*120M)
Shared cost per person all in : IDR 350K

Friday, January 11, 2013

Sanur, kerja, Makbeng dan Kawan Lama ^^

28 December 2012 

Setelah mencicipi local dormitory di Granny's Inn, Kuta meski cuman semalam, lanjut dengan 2 malam yang menyenangkan di Cozy House, pada hari ketiga ini saya memiliki alasan yang cukup reasonable untuk menikmati kenyamanan di Sanur Paradise Hotel, Bali. 

Kenapa Sanur Paradise Hotel? 
Sebagaimana saya singgung pertama kalinya, kunjungan saya ke Bali kali ini merupakan kombinasi paket hemat antara pekerjaan dengan urusan personal aka senang-senang. Pekerjaan saya akan starting besok pukul 8 pagi, sehingga dari kantor saya mendapatkan fasilitas menginap untuk 2 malam. 

Lokasi Nusa dua dan Sanur lumayan jauh, lebih jauh dari Nusa Dua ke Kuta malah. Tapi ya itu, perjalanan hemat saya lagi-lagi didukung oleh Trans Sarbagita. Menyenangkan bukan? Yups, ternyata Trans Sarbagita melewati Halte "Matahari Terbit" yang ada di seberang Sanur Paradise Hotel. Karena masih sepi penumpang, saya tidak mendapat hambatan meski menaiki bus sambil membawa koper mini dan ransel kecil berisi laptop kantor dan baju ganti. 

Saya sempat sedikit penasaran, kenapa sey nama haltenya Matahari Terbit ? Saya baru ngeh setelahnya, bahwa Pantai Sanur merupakan area yang pas untuk menikmati Sunrise. Waah... pas banget!!! 

Usai check in dan berbenah sebentar untuk persiapan kerja esok hari saya segera menghubungi Rizki aka Yanto, salah seorang kawan lama yang tanpa sengaja saya ketahui sudah dipindahtugaskan ke Denpasar. Kami sepakat untuk kopdar sebentar sembari menikmari Denpasar Festival yang baru saja di buka hari ini. Plus nya lagi, festival tersebut diselenggarakan tepat di depan gedung BRI Denpasar, which is kantornya Yanto. Sekali lagi, sebuah kebetulan yang menyenangkan. 

Saya beringsut menuju Denpasar selepas memesan taksi pada pihak hotel. Maklum, tidak ada tansportasi umum yang terjangkau menuju kesana. Ini merupakan salah satu kelemahan Bali untuk moda transportasi murmer bagi wisatawan, meskipun moda sewa mobil dan motor sudah umum digunakan. 

Tiba di lokasi, saya langsung disambut dengan aneka gerai makanan khas Bali yang menggugah selera. Tak lama, saya dan Yanto sudah duduk manis menikmati ayam betutu plus jeruk hangat. Semuanya, tentu di bayarin sama calon Bos BRI ini hehehe (sebuah kebetulan yang lagi-lagi menyenangkan dalam perjalanan). 


Bersama Bos BRI, executing Nasi Betutu at Denpasar Festival, 28 December 2012
Selama kopdar, ada satu hal yang cukup menarik dari perbincangan kami mengenai makanan khas Bali. Mumpung disini, saya pengen tahu ney.. apa sey yang harus saya coba selain restoran macam Ultimo, Warung Italy, Flapsjack, Ayam betutu, Soto Ceker, bakso ayam  dan Nasi pedes? Disitulah muncul nama Mak Beng. Yups, ini pertama kalinya saya mendengar nama itu. Konon Mak Beng merupakan resto sop ikan yang rame pengunjung di area menuju pantai Sanur. Which is sangat dekat dengan lokasi saya menginap. Sayangnya, saya tak sempat mencicipinya hari itu dikarenakan udah senja. Karena cukup terkenal, Mak Beng sudah tutup sejak sekitar pukul 4-5 sore. So, hanya sejenak setelah Yanto mengantarkan saya kembali ke Hotel dengan motornya, saya harus cukup puas dengan hanya mencomot semangkuk bakso ayam yang kebetulan mangkal di depan hotel. 

Malam harinya, saya berniat berjalan-jalan sejenak ke arah pantai. Apadaya, baru sekitar 50 meter meninggalkan hotel terdapat beberapa beli-beli (pria Bali) yang melontarkan gurauan tidak terpuji kepada saya yang notabene memang sendirian. Dan entah kenapa, saya benar-benar  merasa risih dan punya firasat tidak baik hingga akhirnya memutuskan berjalan ke arah yang lebih ramai. Perempatan Matahari Terbit. 

Bicara soal ramai, Sanur menurut saya merupakan daerah yang sepi. Entah karena saya cuman berjalan di area sekitar saja atau memang demikian adanya. Usai pupus harapan akan MakBeng, saya berharap akan menemukan tempat makanan lain yang menarik. Apa daya, yang saya temukan hanya gerai KFC dan Dunkin Donuts yang tepat disisi perempatan. Jadi, malam ini perut cukup di manjakan dengan KFC saja. 

29 December 2012 

Hari in ibisa dibilang merupakan hari terakhir saya di Bali. Hari terakhir sekaligus hari kerja. Saya tidak akan bercerita banyak soal pekerjaan saya dikarenakan issue confidentiality. Yang menarik adalah obrolan saya dengan klien saat makan malam di Depot Ciganjur, Denpasar. 

Mulanya, Sang Bapak yang baik hati menanyakan saya pengen makan dimana. Tanpa babibu saya utarakan keinginan saya untk mampir di Mak Beng. Kontan si Bapak ngakak. 

"Tahu darimana kamu?" 
"Kok bisa tahu sey? " 

Hahahah, ternyata si Bapak sudah terlalu sering mengantarkan bos nya yang suka banger makan Mak Beng. Beliau sendiri sebenernya kurang suka, ditambah lagi hari sudah larut malam so pastinya Mak Beng tinggal harapan. 

Saya diantar klien kembali ke hotel malam itu, lanjut dengan berbersih diri, merapikan dokumen kerjaab dan bongkar muat packing untuk perjalanan saya selanjutnya. Yups, Diving dan Mak Beng bukanlah akhir dari petualangan saya menyambut natal dan tahun baru 2013. Meskipung ingin sekali-sekali taon baruan di Bali, niat itu saya kubur dalam-dalam untuk saat ini karena saya sudah janji dengan teman-teman untuk sekali lagi mengunjungi pesona pegunungan di Jawa Timur. Bromo. 

So, lets take a rest for today karena pagi-pagi sekali saya harus mengejar flight ke Surabaya. Meeting point sebelum menutup akhir tahun di Bromo ^^ 

Message for today : I have to come back to Sanur one day for Mak Beng ^^ 

Friday, December 28, 2012

2nd day solo trip to Bali - Dive and Trans Sarbagita

27 December 2012 

Loha...
2nd day in Bali, hampir full diisi dengan diving di Nusa Dua. Yups, course saya di hari kedua ini lebih fokus pada practice dan demonstrate kemampuan saya menyelam di dalam air setelah hampir seharian kemarin dapet pengarahan dari Pak Instruktur. 

09:00 AM 
Pak Instruktur menjemput saya di guesthouse dan langsung cabcus ke Nusa Dua. 

10:00 AM  
Nyampe di Nusa dua sambil nungguin kondisi air laut jadi "bagus" untuk diving versi Pak Instruktur. Sebelum naik kapal dan menuju ke tengah laut, Pak Instruktur mengingatkan saya untuk memasang, mempersiapkan dan mengecek peralatan yang akan saya gunakan. Dan beneran dong, baru diajarin sehari yang lalu ada beberapa poin saya yang masih lupa. Setelah semuanya siap, perlahan kami menuju ketengah lautan. 

11:00 
Udah ditengah laut and siap untuk nyemplung (*Eng-Ing_Eng). Sebelum menyemplung, ada beberapa warning bagi para diver yang harus benar2 diperhatikan antara lain: 
a) Pada saat memasuki kedalaman air beberapa meter, tak jarang telinga akan terasa sakit layaknya ketika naik pesawat. Tapi tenang aja, semua ada solusinya and tertulis jelas di Diving guide  book. 

b) Anytime kalo merasa lelah, sebaiknya minta stop  untuk meminimalisir resiko kram. Meskipun, teknik untuk mengatasi kram di air juga sudah diajarkan dan dijelaskan didalam guidance book. 

c) Usai diving, sedikitnya selama 3 menit kita akan tetap berada di air sebelum kembali muncul ke permukaan. Agak lupa sih tujuannya, nanti akan saya update setelah baca-baca lagi guide book nya. 

Diving practice saya usai sekitar jam 2 an. Selepas di antar ke guesthouse dan menyantap makan siang yang disediakan Pak Jamal, saya memutuskan untuk beristirahat saja karena besok saya harus bekerja. Namun, niat ya cuman niat. Siapa yang bisa nahan untuk cuman bobok siang aja di Bali?? 

Yups, sekitar jam 3 saya memutuskan untuk melakukan short solo travel di Bali. Dengan budget cekat, saya pengen mengunjungi Kuta sejenak meski cuman buat sekedar jalan kaki, makan dan mampir ke Joger atau toko oleh-oleh macam Krisna. Tujuannya simple, saya ga bawa sandal plus butuh baju tambahan. Alasannya? heheh..sementara ini masih rahasia. 

Dan memang, it seems that the world conspires my will. Tepat di entrance perumahan dimana guesthouse saya berada, ada Trans Sarbagita, semacam bus trans Jakarta (Busway) versi Bali. Busnya bagus, penumpangnya juga masih sepi. Cuman karena masih terbilang baru, rutenya pun masih terbatas. Lucky me, Kuta adalah salah satu rutenya (Sentral Kuta) namun, berhubung sedang ada perbaikan di Simpang Siur,  mau ga mau, saya stop di Simpang Siur dan lanjut jalan kaki ke Kuta. 

Sekitar 15 menit, saya sudah duduk manis di Nasi Pedes Bu Andika, Kuta. Heheheh, makan, lanjut ke Joger and toko oleh2 yang ada tepat diseberang Joger. Mayan, dapet 1 kaos plus sendal jepit Joger. Ga berasa, udah jam 8 malam. Karena saya mau catch up Trans Sarbagita lagi, dengan berat hati saya memutuskan untuk berjalan meninggalkan Kuta area. 

Setelah nanya kanan kiri, saya diarahkan ke suatu jalan yang dari jauh saja sudah kelihatan sunyi senyap. Beberapa orang sudah memperingatkan saya untuk mengambil alternatif lain, namun saya kekeuh. Bahkan saya sempet ketemu Ibu2 yang boncengan motor sama anaknya dan kembali mengingatkan saya untuk ambil rute lain, tapi ya itu karena saya bandel dan udah capek, tetep aja melangkah di jalan yang sama. Bahkan, beberapa lama kemudian, si Ibu menawarkan agar saya diantarkan saja oleh anaknya ke Halte. Deuh, jadi terharu.. tapi tawaran si Ibu saya tolak secara halus dengan alasan saya memang suka jalan kaki, hahahah... di tambah lagi kalori nasi pedes Bu Andhika yang harus segera di bakar. 

Dan benar saja, ujung jalan sepi itu adalah By Pass Ngurah Rai...#girang. Girang nya cuman sebentar, karena haltenya lumayan jauh. Yups, halte bus Trans Sarbagita ini jaraknya sangat berjauhan satu sama lain, dan satu halte bukan satu untuk satu rute. Misalnya, kalo berangkat ke Kuta tadi tadi saya halte mana, baliknya belum tentu halte yang sama bisa membawa saya balik ke guesthouse. Jadi agak ribet. Selama mencari halte saja, saya sudah ketemu Ibu-Ibu penjual jamu tradisional (saya beli kunyit asam cuman IDR 3 rb sebotol aqua 600ml), plus kaos bamboo Bali yang murmer di toko oleh2 macam Krisna and Erlangga (cuman saya lupa namanya). 

Nyampe di guesthouse sekitar jam 9-09.30 malam. Packing dan be ready untuk heading ke Sanur Area tomorrow ...

Thursday, December 27, 2012

1st Day - Solo trip to Bali (Part 2)

Diving course yang saya ambil via Dugong Bali Dive, disesuaikan dengan jadwal lowong plus best practice berdasarkan animo customer. Metode yang ditawarkan kali ini terdiri atas dua bagian yaitu 1) Day 1 - Short teori plus praktik di kolam dan 2) Day 2 - praktik di laut. 

So, here the things that i can share with you, 


Day 1 : 26 December 2012

Jam 11 AM
Dijemput sama Mbak Tri (Istrinya Pak Jamal, Dive Instructor) pake motor matic di Granny's Inn. Kenapa motor? Granny's Inn tempat saya menginap berada sekitar 40 meter di belakang Sushi Tei Sunset Road. Nah, usut punya usut, ternyata sekitar Sunset Road, By Pass Ngurah Rai plus Simpang Siur sedang ada perbaikan jalan. Imbasnya, jalanan lumpuh dan macet dimana-mana. So, pake motor jadi solusi paling hip untuk mengurangi waku dijalan. Could you imagine of driving a motorbike at 11 AM with short sleeves? wrrrr.. its damn hot!!! 

Jam 12-an.
Nyampe di kolam tempat latihan di daerah Nusa Dua. Salaman ama Pak Jamal plus intip-intip 2 bocah yang notabenenya putra dan Putri Pak Jamal and Mbak Tri. Ga pake babibu, langsung dapet short course lisan plus di bagiin buku panduan diving (manual book). Abis di kasih arahan, saya sempetin shalat dulu di area sekitar kolam yang lumayan tertutup. Tadinya mau shalat dimana aja ga masalah, cuman sempet diingetkan Pak Jamal, karena ini Bali jangan shalat sembarangan. OK noted Pak ^^

Pertama, Instructor menjelaskan secara lisan (short briefing) mengenai perlengkapan diving,    termasuk nama, fungsi, bagaimana cara mengecek apakah alat masih bagus atau tidak hingga memasang sendiri perlengkapan diving plus mengecek apakah gas di dalam tabung aman untuk digunakan atau tidak. 

Selanjutnya, teori singkat mengenai teknik-teknik dasar selama di dalam air seperti  bagaimana melakukan Masker Clearing, step-step kalo tiba2 alat bantu pernafasan (regulator) lepas dari mulut, memberikan pertolongan pada diver lain yang kehabisan oksigen di dalam air, self-action saat kaki kram, melepas masker di dalam air dan melepas maupun memasang kembali alat di dalam air. Next, teori tersebut di praktikkan di dalam kolam. 

Menurut pengalaman beliau, cara ini lebih efektif dan disukai para peminat sertifikasi diving. Dan saya setuju sey, karena teori saja pasti gampang menumbuhkan kantuk dan kurang jelas karena tiap orang kemungkinan punya visualisasi yang berbeda. 

So far, menurut saya short course ini cukup mudah dipahami bahkan oleh saya yang masih kategori pemula. Kendala saya adalah tidak bisa berenang, sehingga ada session khusus untuk latihan melemaskan gerakan kaki dan fin. Untungnya, saya dapet kelas khusus dimana cuman satu orang (yakni saya) sehingga dapat dengan mudah dipantau instructor dan saya pun tidak terdistract oleh kemampuan orang lain. 

Sekitar pukul 5, short course selesai. 

Oh iya, saya memutuskan pindah penginapan ke Cozy House di daerah Taman Griya yang lebih dekat ke Nusa Dua lantaran Granny's Inn Fully booked untuk dua hari kedepan. Dan saya nggak menyesal. worth it banget loh.. i'll tell you in detail on the upcoming posting. 

Intinya, My day-1 has passed ^^ , 2nd day shall pass too. Amien.