Tuesday, July 31, 2012

Last Coaching Dinner with Mr Coach

 
Kika : Me, Helen, Dania, Mr. Coach (Luki), Anastasia, Mike, Wina

31 July 2012

Coach. Mungkin ga semua orang mengenal istilah itu. Coach disini merupakan kata benda, tapi bukan gerbong kereta atau yang sebangsanya. Coach disini adalah seseorang yang bertindak layaknya seorang adviser, guru bahkan teman. Simply, for me coach is a multitasking and multitalented person.

Istilah coach sendiri baru saya kenal ketika mulai bekerja sebagai kuli PSAK di KAP Tiga Huruf sejak awal 2009. Di tempat kerja saya ini, semua karyawan sudah di-arrange berdasarkan hierarki tertentu untuk suatu proses konsultasi dan bimbingan yang disebut coaching session. In general, coaching session ini bisa dibedakan menjadi dua; yang pertama coaching session dalam suatu client engagement. Disini, coaching yang diberikan more or less lebih mengarah pada bagaimana kita membangun komunikasi dua arah yang tepat untuk mencapai dua hal sekaligus yaitu berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam hal pekerjaan dengan tujuan pekerjaan dapat terselesaikan dan yang kedua both of senior and junior dapat menjalin komunikasi yang lebih baik selaku team.

Dan Coach yang saya bicarakan disini bukan tipe yang pertama. Coach type dua ini kurang lebih mirip dengan guru counselling jaman kita di bangku sekolah. Bedanya, kita tak hanya bisa konsultasi seputar masalah pribadi terkait dengan pekerjaan, namun konsultasi mengenai detail pekerjaan sekaligus. So, coach disini bak guru, temen sekaligus orang tua yang tak jarang memberikan kita wejangan-wejangan berharga.

Selama 3 tahun terakhir ini, saya memiliki dua orang coach yang berbeda. Tahun pertama, coach saya cukup baik, namun entah kenapa saya kurang merasa nyaman sehingga "coaching session" menjadi hal yang enggan untuk saya lakukan. Beda halnya dengan tahun kedua dan ketiga, dalam dua tahun terakhir ini coach saya sebut saja Mr. Coach (Lukmanul Arsyad, yang notabene beken dengan nick name - Luky), membuat saya sering kali berinisiatif untuk melakukan "coaching session." Bukan karena dia cakep loh ya, apalagi dia sudah memiliki keluarga. Tapi ya itu, Luky memainkan perannya sebagai guru, teman sekaligus orang tua yang baik. Tak jarang pula dia memberikan komparasi antara apa yang saya alami dengan pengalaman pribadinya.

Namun, kebersamaan itu harus diakhiri di tahun ini. Pasalnya, Luky mendapatkan promotion dari Senior Manager ke Director. Kamu selaku para coachee-nya turut berbahagia atas promotion tersebut. Tapi disisi lain kami juga sedih, karena itu berarti Luky sudah tidak akan menjadi coach kami lagi tahun ini. Apalagi, adanya re-grouping di kantor tak ayal menempatkan Luky tidak lagi satu group dengan kami. Jadi pada sedih deh...

So, for the last time kita sepakat untuk melakukan Farewell coaching dinner bareng Mr. Coach. Sebelum re-grouping dimulai, sebelum new coach diumumkan. (FYI, tiap bulan kami ada coaching dinner bareng - coach & coachee - yang didanai oleh kantor). Lokasi coaching dinner kali ini, Kuppa Thai Restaurant - Plaza Indonesia. Lumayan ada discount 40% dari CC BNI. ^^

No comments:

Post a Comment