Wednesday, May 11, 2011

The Wednesday Letters



"Jika Tuhan saja memaafkan, mengapa kita tidak..."


Surat Cinta di Hari Rabu

Heheheheh, begitulah buku itu di translate ke dalam Bahasa Indonesia. Dan kebetulan hari ini, hari Rabu. Jadi inget pada buku itu. Buku bersampul merah, dengan desain menyerupai amplop, plus sebuah surat (lengkap dengan amplopnya) yang dicetak diatas kertas kecokelatan sebagai penanda usianya yang sudah senja.

Buku itu sendiri aq baca dalam rangka "pinjam meminjam" dengan Mommy, aka Dianty Sonia Puruhita (Rhollaz) heheheh ga modal banget yak...

Berkisah tentang "Endless Love" antara sepasang suami istri (Jack and Laurel) dengan "Surat Cinta di Hari Rabu-Nya" yang akan membawa kita pada Noah & Ally dari the Notebook. Hanya saja surat2 Jack and Laurel akan membawa kita pada perjalanan serta ending dari cerita itu sendiri. Ya, karena the Notebook hanyalah opening dari kisah ini...

Kisah cinta Jack and Laurel tidak terputus ketika akhirnya sang pengukir takdir memanggil mereka kembali ke sisi-Nya. Cinta itu mengulurkan tangan, memanggil kembali ketiga buah hatinya kembali ke rumah (Samantha, Malcolm dan Matthew). Mencoba memberi tahu apa yang mereka ingin tahu. Bahkan apa yang mereka tidak mau tahu.

Selain berkisah tentang cinta , layaknya novel pada umumnya. Buku ini mengajarkan bagaimana seseorang senantiasa dihadapkan pada pertanyaan, rasa ingin tahu yang menumbuhkan penderitaan dalam hidup. Dan bagaiman ia mencoba mencari pembenaran hingga jawaban atas pertanyaan itu.

Berkisah tentang betapa besar arti kata memaafkan...

Dan yang membuat saya tersentuh adalah, tak peduli darimana kita berasal..ingatlah..orang yang mem"besar"kan kita, orang tua kita ,,,,selalu menyayangi kita dengan caranya.

I love how the story goes........dan yang terpenting, i've got my favourite quote heheheheheh..happy reading temans!!!!

No comments:

Post a Comment