Monday, December 28, 2009

Pangandaran - Green Canyon - Batukaras

Green Canyon - Pangandaran
Mulanya perjalanan ini hanya berawal dari kepingin, yang mana kepingin itu syndrom akut yang kalo ga dituruti bikin ga bisa tidur, ngiler berhari-hari..heheheh...
Yup, trip ini bermula saat salah seorang teman backpacking nyeletuk kalo Green Canyon yang ada di Pangandaran, wajib dikunjungi...dan karena emang dasarnya suka berkunjung ke tempat yang belum pernah dikunjungi, jadilah...Aq, bersama Iqoy dan kakak tingkatnya di bangku Kuliah, sebut saja Teh Ayu...berangkat menuju "kepingin"an kita...

Kamis, December 24, 2009 kami berkumpul di rumah Iqoy di daerah Kampung Rambutan, JakTIm. Maklum, sebelum hari H kami sudah browsing bahwa di terminal inilah Bus Budiman ngendon sampe jam 8 malem untuk mengangkut penumpang ke Pangandaran. Orang tua Iqoy sempet nanya, "Ini yang pergi cewek semua?" pertanyaan itu hanya kujawab dengan nyengir saja hahahah...daripada batal berangkat ^_^
Sebenarnya ada satu Cowok yang planningnya akan pergi bersama kami, sebut saja CacingIjo hehehhe...bukan nama sebenarnya tapi finally ga bisa join..dan "Kepingin"an qta udah ga bisa di delay lagi hehehe...

Jam setengah 8 malam kami menuju terminal, apa daya Bus Budiman yang meninggalkan Pakdiman tak kelihatan...huhuhu...Plang Pangandaran yang stand by di barisan paling depan..kosong melompong tanpa punya barisan..huhuhu...sempet resah juga, apalagi ingat kalo Nyak-nya Iqoy sempet bilang.."Inget, kalo ga dapet bus..pulang aja,,ga usah pergi!!!!"

Tapi rupanya Allah mendengar doa kita, bukan Budiman yang langsung nongol tapi tepat di depan plang ada dua cowok yang masih pake "office attire" dan mengenali aku hohohoho..ternyata ada Donny sama Dimas yang sedang menunggu Budiman juga...Alhamdulillah...
aku baru ingat kalo mantan rekan sekantorku juga pada mo maen ke Pangandaran, cuman mereka sewa mobil jadi nggak nyangka aja ketemu di terminal. Mereka ga bisa cuti katanya, mobil sewaan udah berangkat pagi..dan mereka nyusul usai jam kantor.

Tak lama kemudian datanglah bus yang dinanti, berbaris di belakang Plang pangandaran. Tapi oh my God, itu bukan Budiman, Pakdiman juga bukan...heheheh, Merdeka kalo ga salah namanya..busnya udah berumur, non AC dan lebih mirip metromini ato Kopaja ketimbang Bus,,,tanpa babibu kami berlima menghambur mendekati bus, setelah menentukan posisi, kondektur mendatangi kami dan kami harus merogoh kocek IDR 60,000 per orang. mahal juga ya....tapi... Weits, rupanya kami ketipu....bus ini tipikal mematok harga di atas bus, orang di belakang kami bahkan ada yang cuma bayar IDR 45,000. Ini jadi pelajaran pertama buat kami malam itu...tawar boss!!!
Perjalanan ditempuh selama kira2 8 jam, termasuk di oper ke bus ekonomi yang lain ditengah malam hadow....

Sekitar jam 5 kami tiba di terminal Pangandaran, aku berpisah dengan Donny dan Dimas dan langsung menuju mesin ATM terdekat dari Terminal (BNI and BRI).Maklum, dana menipis heheheh,,,setelahnya kami langsung menuju masjid besar Al Istiqomah di samping terminal. Disini kami shalat Shubuh lalu mandi di kamar mandi masjid. Kamar mandinya bersih coy...membuat tekad kami semakin bulat untuk menginap di masjid..hehehhe. Tak ketinggalan, poto2 dulu qta di sekitar masjid dan terminal Pangandaran.
Masjid Pangandaran

Signboard
Setelah mandi dan nungguin Iqoy ma Teh Ayu sarapan, kami membeli air minum untuk bekal di Indomaret dan Alfa Mart didekat masjid, lalu masuk terminal untuk naik bus menuju ke Cijulang. Langkah awal menuju Green Canyon. Dari Cijulang lanjut naik ojek ke Green Canyon. Namun, ditengah jalan kami dioper ke angkot warna cokelat menuju Cijulang. Lalu sopir angkot menawarkan untuk lanjut mrngantarkan kami ke Green Canyon Kami memilih untuk berangkat ke Green Canyon pagi2 untuk menghindari antrian.
Namun sayangnya, hari Jumat Green Canyon baru buka pukul 13.00 hingga 16.00...jadilah kami lanjut ke Batu Karas terlebih dahulu...batu karas hanya sebagian pesisir pantai yang lebih mirip ancol bagi kami. Agak kecewa, kami memutuskan tracking saja dari Batu karas ke Green Canyon.Itung2 menghabiskan waktu sembari menunggu GC buka. Lha Kok 3 jam ya..hadow...kaki rasanya udah triple L (Lemah, Letih,Lesu) hahahha....alhasil qta makan bakso plus plus. Plus nambah maksudnya..hahahh...

Capeeek heheheh 
Batukaras
Pecel warna warni, enyaaak
Ngebakso..wajib!!!!
sehabis makan kami lanjut ke GC dan tralalala...dapet antrian no 348 hmmph...lama juga ya nunggunya...
sembari nunggu nongkrong gajebo dipinggiran sungai, ketemu ama Lia, Fadly, Donny, Dimas, dkk (rekan SCB-q) jadi rame deh suasananya.
Meski lumayan lama gajebo nungguin antrian perahu, tralala datang juga giliran kami. Huiks, dengan ongkos sekitar IDR 75,000 perahu bisa dinaikin hingga 5 orang. Lumayan jadi IDR 15,000 per orang. Plus biaya tambahan kalo mo berenang setelah turun dari perahu sekitar IDR 100,000/ perahu, jadi mending nyemplung semua aja heheheheh


Sayangnya hanya Aq, Iqoy dan Fadly yang menenggelamkan diri ke air. meski ga bisa berenang, i know it was Fun!!! hehehhe so...nyemplung deh...sebenrnya ga masalah, karena qta dibekali pelampung dan tali sebagai pengaman karena arus air cukup kencang. Meski air tak berwarna hijau tosca sebagaimana dibicarakan orang (habis hujan euy) aq tetap mensyukuri nikmat Allah, karena telah diberikan kesempatan untuk menikmatinya. Subhanallah...Indonesia is dangerously beautiful...

Dengan gaya berenang yang ga jelas berpadu water wall climbing hehehhe opo maneh toh iku, sebenernya wall climbing yang dimaksud adalah berjalan melayang diair sembari menapakkan tangan dan kaki sekenanya di sepanjang dinding tebing agar tidak terseret arus air (two thumbs up!!!!) dilanjutkan memanjat ke atas untuk menemukan semacam kolam mandi mini yang Masya Allah..jernih banget airnya. Must be try temans...because it makes me want to re-visit this place one day...

After basah2an, kami bertolak dengan perahu untuk ganti baju, mandi dan makan. Rekan2 SCB q kembali ke Jakarta dengan mobil sewaan, dan tinggallah kembali kami bertiga yang luntang luntung ga jelas mencari pengharapan untuk kembali ke Pangandaran. Jauh euy...capek....

After luntang luntung ga jelas, kami memutuskan untuk naik ojek dulu ke area perkampungan, namun sialnya angkot terakhirpun sudah tak bersisa untuk menghantarkan kami balik ke Pangandaran. Alhasil, untuk menenangkan diri kami singgah di salah satu masjid, shalat, minta petunjuk sama yang diatas hehehe... dan entah kenapa tiba-tiba terbersit satu ide konyol untuk bermalam saja di masjid ini dan kembali ke Pangandaran esok hari.

Niatan menginap di masjid kami urungkan mengingat ukuran masjid yang tidak begitu besar serta beberapa jamaah yang hilir mudik di dalam masjid. Gontai kami berjalan menelusuri jalanan lurus yang notabene berujung di Pangandaran. Dan tetap saja, meski sudah mencoba berjalan cukup lama, masih jauh saudara-saudara hahahha.

Ga patah arang, kami mencoba menumpang kendaraan yang lewat. Apapun itu, dari mobil pribadi ampe truk barang. Dan alhamdulillah, tak lama kemudian sebuah truk kayu berbaik hati memberikan tumpangan. Tapi ya mungkin belum rejeki, sekali lagi kami urungkan niat lantaran awak truk harus rela memberikan kursinya untuk kami sementara dia berangin-angin di bagian bak truk. Kami memang butuh, tapi tidak seyogyanya kami merebut hak orang lain, apalagi nyusahin orang lain, iya ga?

Mungkin Tuhan mendengar doa kami, tak lama setelah truk berlalu, sebuah angkutan umum lewat. Angkutan tersebut pintunya sudah tertutup rapat, namun dengan baik hati bersedia membuka pintu untuk kami meski sudah kelewat dari jam operasi. Dan sekali lagi kami menyadari, perjalananan menuju Pangandaran benar-benar masih jauh...

Tiba di Pangandaran, masih ada satu masalah yang belum terselesaikan. Dimanakah kami akan meletakkan badan malam ini?? Berbekal blog walking, beberapa memang menyarankan penginapan murah di sekitaran terminal pangandaran, namun ada yang paling murah aka ga bayar, nginep di masjid Pangandaran hahahahha dan ini yang kami pilih.

Menginap di masjid memang bukan masalah, dan sejauh yang saya baca, aman-aman saja. Masalahnya, kami bertiga wanita, dan mungkin karena itulah tak lama setelah kami meluruskan kaki di masjid, seorang pria paruh baya yang notabene penjaga masjid menyuruh kami untuk beristirahat di sebuah ruangan kosong yang masih berada di dalam kompleks masjid. Lebih aman buat wanita, ujar beliau, so tanpa babibu kami mengikuti anjuran beliau.

Kenapa Masjid Pangandaran? selain merupakan masjid besar yang berlokasi di dekat terminal, masjid ini juga dilengkapi kamar mandi yang cukup bersih. Beberapa traveler juga merekomendasikan masjid ini, terutama bagi mereka yang tiba dini hari.

Menjelang pagi, kami segera berbenah untuk eksplore pantai Pangandaran. Dari masjid ke pantai cukup ditempuh dengan jalan kaki. Pangandaran cukup luas, apalagi jika kita sekalian menelusuri bibir pantai dan perbukitan kecil disekitarnya. Puas berkeliling menjelang dhuhur kita berbenah dan hengkang kembali ke Jakarta. Puas? tentunya!!! kapan lagi bisa menjelajah nusantara murah meriah, tanpa cuti pula hoihohoho.. mumpung masih sehat dan full semangat ^^



No comments:

Post a Comment