Tuesday, February 3, 2015

Postcrossing, a simple way to explore the world

Postcrossing, a simple way to explore the world

Postcrossing. Mungkin tak banyak yang mengenal istilah ini atau justru sebaliknya? Postcrossing merupakan situs internet yang menyediahkan wadah buat para penggemar filateli baik stamp maupun postcard. Dengan menjadi anggota jejaring social ini, kita tidak hanya berkesempatan untuk mendapatkan kartu pos dari berbagai Negara di seluruh belahan dunia namun juga berkirim postcard untuk mereka yang memiliki hobi yang sama dengan kita.

Untuk saya pribadi, postcrossing menjadi sarana menyalurkan hobi saya mengkoleksi postcard yang sudah di cap oleh kantor pos Negara asal. Jadi, jangan mengirimkan saya postcard kosong atau yang masih baru ya karena yang saya butuhkan adalah kesatuan antara postcard, stamp, cap dari kantor pos serta tulisan dalam kartu pos itu sendiri.

Mulanya saya sudah cukup senang menerima kartu pos dari rekan-rekan saya yang tinggal atau berjalan-jalan ke luar negeri. Atau sebaliknya, entah kenapa terasa menyenangkan mengirimkan kartu pos tersebut untuk beberapa orang terdekat disaat saya berkesempatan pergi keluar kota atau ke luar negeri. Setelah beberapa lama, dari blogwalking saya menemukan ada suatu jaringan yang memungkinkan kita untuk saling bertukar kartu pos keseluruh penjuru dunia. Tak ayal, setiap bepergian saya mulai mengumpulkan beberapa kartu pos untuk dikoleksi sekaligus dikirim.

Kartu pos – kartu pos yang saya kumpulkan dari bepergian ke luar kota di Indonesia ini umumnya merupakan replica dari beberapa spot pariwisata di kota tujuan. Sebut saja Toraja dengan Kete Kesu dan Londa. Bali dengan berbagai Pura dan tari tradisional, atau Malang dengan Kuliner dan bangunan bersejarahnya. Tak berlebihan kan kalo hal itu manjadi peluang untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh belahan dunia.

Seperti halnya traveling, senang rasanya ada seseorang yang belum pernah kita kenal bercerita tentang Indonesia dengan caranya. Ada kebanggaan tersendiri manakala Indonesia menjadi salah satu destinasi favorit dan memberikan pengalaman positif. Ada pengetahuan baru manakala studi komparasi tanpa sengaja tertutur gamblang dalam selembar kertas. Entahlah, yang jelas kertas itu melangkah lebih jauh dan jauh lagi.

Bagaimana itu terjadi? Cukup sign up di www.postcrossing.com. Setelah teregister, kita akan berkesempatan untuk mengirimkan kartu pos sesuai dengan alamat member yang sudah dipilih secara acak. Dengan bermodal satu kartu pos dan perangko (Stamp) yang cukup, kartu pos akan berpindah tangan ke penerima. Nah, penerima akan meregister kartu pos kita ke dalam web sehingga kita tahu apakah kartu tersebut mencapai alamat yang di tuju atau tidak. Selain itu, kita bisa tahu berapa lama waktu yang ditempuh, dan berapa jauh kartu itu telah melangkah.

Sampai hari ini, saya masih terlalu bersemangat memandangi kartu pos berukuran A4 yang saya terima dari Finland. Terkagum-kagum dengan handmade kartu pos yang dibuat oleh seorang gadis rusia yang memiliki kemiripan dengan saya sebagai salah satu penggemar Conan Edogawa. Dan tertawa geli mendapati keinginan para penerima yang variatif dari mulai kartu pos bertemakan hobby, resep masakan local, hingga ucapan ulang tahun yang dengan sengaja mereka minta.

Dari sisi stamp juga ga kalah seru. Saya pernah mendapatkan satu postcard yang hampir tidak ada tulisan selain alamat. Kartu itu dipenuhi dengan stamp dengan berbagai figure dan warna. Dan yang paling saya suka adalah stamp buatan Indonesia yang menampilkan masakan Indonesia berikut dengan resepnya.

So, ga salah dong kalo postcrossing menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan Indonesia ke mata dunia ^^

Happy Postcrossing!!!

No comments:

Post a Comment