Monday, June 13, 2011

Pangkalan Bun, 1-5 June 2011


Pangkalan Bun...

heheheh, mengingatkan aq pada satu hal yang tidak menyenangkan...Agen Pangkalan Bun..aaarrrghhhhh tidaaaaak!!!!!

Tapi kali ini tak ada hubungannya dengan aktivitas merokok-q ditahun ini. Kota itu secara haphazard jadi tujuan penugasanku untuk salah satu klien kebon dari perusahaan yang menghidupi aktivitas jalan2ku selama ini. Dan meskipun aku tidak punya gambaran apa2 atas kota itu, dan tidak akan mencoba menggambar tentunya secara sudah jelas apa yang harus saya lakukan disana. KERJA.

Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Aku tidak pernah sekalipun berpikir akan kesana. Sama seperti aku tidak pernah terbayang akan berkunjung kebeberapa tempat yang pernah kukunjungi hingga hari ini. Exploring Jawa, negara lain, dan kepulauan lain di Indonesia. Hadiah Tuhan yang jauh melebihi apa yang pernah kubayangkan sejak kecil. Mengingat kampung untuk mudik lebaran saja aku tak punya. Aku orang udik, itu saja. Dan ini, adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Borneo (Kalimantan)..sehingga meski kerjaan sudah menghadang, aq merasa senang.(katrok ya???)

June 1, 2011
Aku berangkat bersama lima orang rekan kantor dalam penugasan kali ini. Sebut saja Cha-Cha, Dolly, Lady, Andrian dan Wie Ming. Rombongan dibagi menjadi 3 team untuk 3 anak perusahaan. Satu team terdiri dari 3 orang dengan komposisi sesama jenis, henheheheheh..takut terjadi hal2 yang diinginkan soalnya =p.

Keberangkatan dijadwalkan pukul 07.55 dari Jakarta menuju Semarang dengan Flight Garuda Indonesia. Hohoho, mesti mampir semarang dulu soalnya direct flight ke Pangkalan Bun terbilang langka baik dari segi matching waktunya maupun dari segi hari-nya. Btw, ini juga pertama kalinya aq ke Semarang via udara. Dulu pernah backpack ke kota ini via kereta bisnis dari Jakarta, murah meriah heheheheh...

Setelah tiba di Semarang kami akan lanjut naik Trigana Air (airlines opo maneh kuwi, aq juga baru tahu..) langsung ke Pangkalan Bun. Nah, karena ada jeda penerbangan sekitar 2.5 jam, kami memutuskan untuk makan siang dulu di kota Semarang. Yak, Kota Semarang, bukan Semarang Airport. Walhasil, ditemani 2 unit taksi bandara kami sempatkan mencicipi Bandeng Juana, tahu bakso, lumpia plus lunch di RM Mbok Berek. Tak lupa beli kue moci yang lumayan tahan lama buat oleh2 karena gossipnya tak ada "kehidupan" di Pangkalan Bun, apalagi di kebon????!!!!

Puas makan, kami kembali ke airport. Pangkalan Bun, here we come....


Sekitar jam 2 siang kami tiba di Iskandar Airport, Pangkalan Bun. Layaknya kota kecil lainnya, airport di Pangkalan Bun bisa dibilang mini. Namun, dari segi ukuran..lumayan lebih besar daripada Abdul Rahman Saleh airport, Malang. Selepas ambil bagasi, kami langsung menuju taksi yang sudah dipesan oleh klien kami.

Taksi di Pangkalan Bun berbentuk mobil pribadi dengan tarif per jam. Beberapa taksi yang nangkring di depan airport berupa sedan lama namun taksi sewaan kami untungnya Kijang lama plus 1 Kijang Innova. Setidaknya, ada ruang untuk meletakkan badan setelah perjalanan panjang sekaligus ruang untuk barang bawaan kami yang lumayan.

Pangkalan Bun, benar2 kota kecil. Bahkan tidak ada Mall di kota ini. Jalanan yang tidak terlalu padat, bangunan yang tak begitu rapat..aaargh..kota yang tenang sepertinya. Namun, beberapa saat kemudian tiba2 saja kami sudah dihadapkan pada antrian panjang kendaraan mulai dari roda dua, mobil pribadi hingga kendaraan besar macam truk pengangkut barang. Macetkah???

Usut punya usut, itu bukan kemacetan. Antrian timbul karena BBM di kota ini mengalami kelangkaan sejak 4 bulan terakhir. Mau tak mau para pemilik kendaraan harus rela mengantri selama 3-4 jam per hari untuk memperoleh bahan bakar tersebut. Berdasarkan hasil inquiry kami dengan sopir taksi, kejadian ini juga merupakan imbas status quo posisi bupati di Pangkalan Bun yang masih belum ada solusinya hingga saat ini. So..bersyukurlah kalian teman2 di kota lain yang tidak perlu mengalaminya.

Setelah 2 jam perjalanan, kami tiba disalah satu lokasi perusahan klien sehingga rombingan tinggal 4 orang (2 orang turun sesuai alokasi pekerjaan). Perjalanan berlanjut sepi karena kami sudah kelelahan dijalan. Dan tiba-tiba saja kami sudah berada di tengah kebon sawit. Hmmmpppph...let's get lost then.

Setelah menurunkan dua rekan kami di site yang kedua, tinggal lah diriku berdua dengan temanku menuju Kawan Batu Estate, yang entah alamatnya ada dimana di tengah kebon ini. Sekitar pukul 8 malam kami tiba di mess, waktunya istirahat setelah perjalanan panjang...weits, jangan lupa shalat dulu.

2 June 2011
Hari ini tanggal merah. Hari Libur.
Tapi itu sudah tidak penting lagi saat ini. Bahkan, aku tidak perlu mencari tahu apakah yang menyebabkan kalender hari ini harus di cat merah. Karena ya itulah, hari ini hari kerja bagiku.

Sekitar pukul 5 aku harus bangun untuk ambil air wudhu dan shalat shubuh. Diluar hujan, memberikan sensasi dingin yang lumayan dibanding AC dikamar yang sempat beberapa kali off karena mati lampu. Selepas shalat aku stretching sebentar untuk melemaskan otot2ku karena kemaren hampir keseluruhan aktivitasku didominasi duduk di kursi berbagai media transportasi. Nah, setelah merasa agak entengan, kuberanikan diri menyentuh air untuk mandi, mengingat klienku akan datang menjemput kira2 jam setengah tujuh pagi.

Yak it's time to earn money temans!!! (also applicable for 3 June 2011)

June 3, 2011
Hari kedua jadi tukang kebon. Bedanya, hari ini kami akan kembali dan menginap dikota. Lumayan mem-boost up spirit lah ceritanya.

Sekitar pukul 6 sore, taksi sewaan (Innova)datang menjemput disertai dua rekanku dari estate sebelah. Sembari mengabaikan makan malam, kami sepakat untuk berangkat. Kangen sudah dengan jalanan beraspal yang diiringi rumah (bukan sawit, hehehehhe).

Setelah sekitar 2 jam perjalanan, kami memutuskan singgah disebuah warung makan yang entah apa nama jalannya. Menunya sey biasa, penyetan, soto dan sop ayam. Yang luar biasa hanya porsi nasinya. Setiap satu menu yang kita pesan, ternyata sudah entitled dengan sebakul nasi!!!! its a wooooowwww????? meski bakulnya bakul plastik booo..tapi yah teteup aja, shock ngeliatnya...
Kelas isi perut, mobil kembali meluncur kearah kota. Sepi. Semua orang mencoba terlelap didalam mobil diiringi satu album ST12 #jadiingetcacingijodengankaraokefullalbummenujutamansafari

Dan finally, sekitar pukul 10 kami tiba di Blue Kecubung Hotel, Pangkalan Bun. Konon katanya, ini adalah hotel paling okeh dikota ini. Selepas check in, mandi, shalat..akhirnya tiba waktunya istirahat. Yeaay...besok pulaaaaamg!!!!!

Pangkalan Bun, 4 June 2011

I'm coming home, i'm coming home..tell the world that i'm coming home..(Singing>> Coming Home, Dirty Money)

Heheheh, hari ini pulang...xixixixi, finally!!! meski report kerjaan blom dibuat, its time for bangun siang hohoihoooo....sebenernya ga juga sey, secara saya manusia pagi dan memang ada kewajiban untuk bangun pagi (Shalat Shubuh, red). Tapi lumayan lah, masih bisa nonton ulang Playful Kiss (Baek Seung Joo..i heart u....wkwkwkkwkwkwk) plus Secret Garden heheheheh...

Jam setengah 12 kami meutuskan untuk check out skalian pergi makan siang. Kali ini pilihan jatuh pada RM Meranti dengan aneka seafood andalan. Kepiting saus padanf ples udang Galah jadi pilihan. Untuk kepiting saus padangnya agak aneh menurutku. Dikemas berkuah dengan warna pucat. Jauh dari kepiting saos padang yang sering qta jumpai di berbagai seafood restaurant. Yang heboh udang galahnya, seporsi isi dua dengan ukuran yang waaaah...maklum IDR 78K per porsinya.

Puas makan, kami sempatkan mampir ke toko oleh2 di Jl. Antasari. Ini adalah toko oleh2 satu2nya di Pangkalan Bun. Kelar beli oleh2, kami langsung cabs ke Iskandar Airport. Flight kami sesuai skedul akan berangkat dari Pangkalan Bun pukul 14.30. Yuhuuuu..Markipul....

Waktu tempuh ke bandara dari hotel ke bandara cukup 15 menit saja. Kita ambil koper yang dititipkan dihotel dulu ceritanya. Nyampe dibandara, entah kenapa orang2 sepertinya memperhatikan kami, kami sey ga peduli dan tetap hahahah, sampai akhirnya salah seorang petugas bandara nyeletuk: "hweeeee, pesawatnya udah berangkat mbak..."

Aya-aya wae ney bapak, lha wong kita ini datengnya udah jauh dari jadwal keberangkatan kok. Tapi, tak lama kemudian beberapa orang yang ada di bandara menggumamkan kalimat yang sama. Jadi Bingung. Aneh.

Dan akhirnya...aq harus mempercayai hal itu.

Seorang petugas bandara dari airlines yang menjadi provider penerbangan kami hari itu (Trigana Air) memberitahukan bahwa jadwal penerbangan dimajukan jam 13.00 dan pesawat baru saja take off. Parahnya,... it was the last flight today. Even untuk airlines laen juga tak ada. Oh My God!!!!! next flight to Jakarta still on Monday

Meski geregetan, sebel dkk..after a long2 negotiation and mencoba recover dari shock, kami akhirnya kembali ke Blue Kecubung Hotel dengan jaminan akan diskedulkan penerbangan ke Jakarta for free esok hari. Semoga saja.Dan begitulah, semalam lagi bersama Pangkalan Bun.

June 5, 2011

Mulanya, pihak Trigana Air menjanjikan flight pengganti dari Pangkalan Bun langsung ke Jakarta pukul 13.00, namun entah kenapa skedul berubah menjadi Pangkalan Bun - Pontianak via Trigana Air lanjut Pontianak - Jakarta (KalStar). Agak bikin bete temen2ku sey, tapi yasudahlah..yang penting pulangkan kami ke Jakarta segera...

Flights jam 10.00 dari Pangkalan Bun ke Pontianak. Pesawatnya masih pake baling-baling cuy, hohoho dengan air AC menetes sepanjang perjalanan. Bener2 pengalaman baru...heheheheh. Selain itu, ternyata rute Trigana dari PKN ke PNK incl. transit 10 menit di Ketapang. Ckckckckc, lumayan lah ya..check in foursquare dulu wlkwkwkwkwk


Jam 12-an kami landing di Soepadio airport, Pontianak. Salah satu rekan kami segera mendatangi counter Trigana untuk mengambil tiket lanjutan. Dan terererennnnggg...KALSTAR PNK-CGK jam 15.00. Karena flight lanjutan masih jam 15.00, kami memutuskan untuk makan siang dulu. Penginnya makan keluar apa daya timing nya darurat dan jarak ke kota cukup makan waktu, jadi yasudah lah ya,,makan dibandara sajah. Karena counter check in belum buka, kami titipkan koper di counter Trigana Air. Kebetulan penanggung jawab area nya baek, beliau juga yang nyaranin qta makan dimana heheheheh.

Seusai makan, shalat dan incip di lounge sebentar hingga tiba giliran flight kami. Heheheh..semoga beneran ke Jakarta kali ini. Amiiiin,,,,,


Jam 5an akhirnya kami tiba di Soekarno Hatta. Maceeet euy. Karena lama menunggu, akhirnya aq dan dua orang rekanku memutuskan naik Tiara Express hohohoho taxi alphard itu.....secara charge to ofis, dan maklum saja kondisinya darurat. udah lama ngantri taksinya tak kunjung datang #pembelaan.

And around 6.30 PM saya sudah mendarat di kosan tercintah...heheheh...bener2 jadi satu pengalaman ney...Alhamdulillah.....

5 comments:

  1. Wow, perjalanan yg mengasikan, bagaimna menurut anda Pangkalan Bun kota kecil ku ini..:)
    ( http://dakobar.blogspot.com/ )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Hendi, thanks for visit this site. Its hillarious moment for ever being there. First time touch down Borneo actually hehehe..

      Gimana antrian bensin? masih seperti saat itukah?

      Delete
    2. hi juga, sama" berbagi joinnya yu...
      hehe, even as it is I like about my city is the calm, and there is no congestion ... :)

      yaa, soal antrian bensin itu smpai skrg pun msh berlgsug, menurut suntea apakah akan mencoba utk ke kota Pangkalan Bun lagi..??

      Delete
    3. Hweee..its good to be proud of our hometown!!!
      Untuk kesana lagi, masih pengin sey..karena waktu itu belum explore kota-nya, lebih banyak liat sawit doank hahahah...

      Soal Join, i'm done yak, now its your turn!!!

      Delete
  2. Hehe, mungkin t slah stu yg dpt dibnggakn...
    yaudh kpn"kn bsa lgi ke P.Bun, hoho emag jurusn apa ni, neliti sawit..?
    ok, I also have, thanks and Greetings ..

    ReplyDelete